3/27/2018

SINOPSIS Live Episode 4 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Live Episode 4 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Live Episode 4 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Live Episode 4 Part 3

Yang Chon menelepon Jang Mi untuk mengajaknya makan bersama. Tapi Jang Mi berkata,”Harusnya kau tanyakan dulu apa aku ada waktu atau tidak.” Dan disana ada Kyung Mo yang sedang membawakannya kopi.


“Hentikan ini!” kata Yang Chon sambil meremas kepalanya yang benar-benar sangat pusing. Ia mungkin ingin membagi masalahnya dengan sang istri, tapi ternyata tidak direspon dengan baik. Ia kemudian memelankan suaranya, “Baiklah. Aku benar-benar brengsek. Ini semua salahku. Aku tidak mengutamakan keluarga kita dan aku suami yang tidak bisa diandalkan. Aku mengakuinya, jadi tolong kita jangan bertengkar seperti ini. Aku di Divisi Patroli sekarang, jadi aku tidak bertugas lama-lama seperti dulu.”


Kyung Mo menunggu Jang Mi bicara. Jang Mi bilang Yang Chon selalu mementingkan pekerjaannya, padahal Jang Mi juga seorang Polisi. Jang MI bercerita bahwa baru saja gadis yang diperkosa secara brutal di gunung dekat sana. Ia bertanya apa yang harus Yang Chon lakukan.


“Nanti aku hubungi lagi,” kata Yang Chon lalu menutup ponselnya. Ia kemudian bicara sendiri, “Aku malah menggali kuburanku sendiri.”


Kyung Mo: “Apa ada kasus? Aku tidak pernah sarapan sendirian selama dua tahun terakhir, jadi aku terbiasa makan sendirian. Ayo kita cari makan.”
Jang MI: “Sepertinya kau mencoba mendekatiku. Kenapa juga kau mampir kesini?”
Kyung Mo: “Aku tidak mendekatimu. Aku hanya punya perasaan menyesal saja. Kita makan lain kali saja.”


Setelah Kyung Mo pergi, seorang Polisi datang dan membawakan foto korban pemerkosaan. Polisi itu bilang bahwa pelaku mengikat korban ke pohon.


Polisi itu bilang pelaku memakai kondom, jadi ia menduga kalau sebelumnya pelaku juga pernah melakukannya. Jang Mi memintanya menyelidiki kembali kasus yang serupa dan mengajaknya ke Sunflower Center (tempat penampungan korban kekerasan).


Jung Oh dan Hye Ri mulai pindahan, Sang Soo juga terlihat membantu membawakan barang-barang mereka.


Jung Oh menyapa Sang Soo, tapi ia masih diabaikan.


Mereka bertiga sibuk membersihkan rumah. Setelah memasang lampu, Sang Soo bertanya apakah dia sudah bisa pergi. Hye Ri bilang dia sudah beli daging dan mengajaknya makan bersama, lalu nanti juga berangkat bekerja bersama. Sang Soo menolak. “Hei, kenapa kau tidak bisa lupakan soal kemarin?!” kata Jung Oh.


Hye Ri membanting lap-nya. Ia meminta mereka berhenti bertengkar, karena ia menjadi tidak nyaman sejak kemarin. Hye Ri bertanya apa Sang Soo masih malu karena Jung Oh menjelaskan kesalahan Sang Soo sesuai pedoman.


Sang Soo bilang itu tidak masalah dan yang membuatnya kesal adalah karena ia sangat bodoh dan tidak pantas menjadi Polisi. Ia bilang ia hanya peduli pada riwayat kinerjanya. Ia menginginkan pujian, bukannya keluhan. “Yang kupedulikan hanyalah mempertahankan pekerjaanku sebagai petugas prabakti. Kau tidak salah. Aku hanya bisa menyalahkan diri sendiri karena tidak tahu aturan dasar.Aku akan berusaha lebih keras agar hal seperti itu tidak terjadi lagi,” kata Sang Soo lalu pergi.


Tidak lama kemudian, Sang Soo datang lagi sambil membawa kimchi. Dia lalu mengambil nasi. Ia bilang ia tidak lapar, tapi jika ia tidak makan bersama Jung Oh, maka itu berarti dia hanya kesal pada dirinya sendiri. Ia meminta Jung Oh merapikan mejanya.


Jung Oh tersenyum senang. Ia bilang ia sedang sibuk dan meminta Sang Soo saja yang merapikan mejanya.


Hye Ri: “Han Jung Oh, kenapa kau senyum-senyum begitu? Bukankah kau menyukai Myung Ho?”
Sang Soo: “Kau menyukainya?”
Jung Oh: “Kenapa? Tidak boleh?”
Sang Soo: “Siapa bilang tidak boleh?”


Hye Ri bilang mentornya adalah si tua bangka Sam Bo. Sedangkan Brigadir Nam Il akan menjadi mentor Jung Oh. “Aku yakin pasti mentorku Oh Yang Chon,” kata Sang Soo pasrah.


Jung Oh membuat kopi untuk Polisi senior. Yang Chon memarahinya dan menyuruhnya berhenti minum kopi dan lakukan tugas Polisi saja. Jung Oh bilang semua orang minum kopi setelah makan, jadi ia menyiapkannya. Yang Chon bilang perbuatan Jung Oh hanya membuatnya berpikir kalau Jung Oh sedang cari muka.


Jung Oh pergi tapi kemudian kembali lagi dan berkata bahwa dia tidak bermaksud mencari muka. Sang Soo sampai tersedak mendengarnya. Kyung Mo tersenyum. Jung Oh bilang dia merasa sangat terbantu dengan ajaran Yang Chon tentang memborgol orang, sehingga ia bisa memborgol seberapa berat pun badan tersangkanya, jadi ia merasa ia harus membuatkan kopi untuk Yang Chon.


Yang Chon berdiri dan akan menyerang Jung Oh dengan memegang pergelangan tangannya.


Namun ternyata Jung Oh bisa membanting dan memborgolnya dengan sangat mudah.


Sang Soo dan Hye Ri kembali tersedak, sedangkan Sam Bo tersenyum kasihan. Sang Soo kemudian menahan tawanya.


Kyung Mo juga berusaha menahan senyumannya.


Myung Ho di Patroli 24 mengatakan bahwa ada laporan yang merasa terganggu dengan tetangganya yang sangat berisik. Ia meminta bantuan agar petugas wanita juga datang. Jung Oh di Patroli 23 merespon dan langsung pergi ke lokasi.


Yang Chon bertanya apakah Sang Soo melihat saat Jung Oh memborgolnya. Ia mengingatkan agar borgol dipasang dengan cepat. Sang Soo mengerti dan berkata kalau dia akan selalu mengikuti pedoman. Yang Chon heran karena Sang Soo agak tenang hari ini.


Yang Chon dan Sang Soo akan membantu melakukan razia pengendara mabuk. Hye Ri juga ada disana.


Sam Bo mengeluhkan Yang Chon yang seorang petugas Polisi tapi malah SIM-nya ditahan karena mengemudi sambil mabuk. Yang Chon bertanya kenapa Sam Bo mau di Divisi Patroli padahal setiap hari selalu terjadi kasus dan tidak pergi ke Divisi di pedesaan. “Aku juga tahu aku sudah tua dan aku akan sgera pensiun. Tapi aku ingin mengabdi untuk divisi gila ini yang selalu menerima banyak kasus,” kata Sam Bo.


Yang Chon terkejut, karena Sam Bo tahu bahwa istrinya minta bercerai.


Seorang pengemudi mobil sedan putih menolak diperiksa, dan melarikan diri. Ia bahkan menyerempet seorang petugas. Aksi kejar-kejaran tidak dapat dihindari. Polisi yang berada di area sekitar pun ikut melakukan pengejaran. Ia diberi peringatan untuk menepi, tetapi ia tidak peduli. Ia menabrak sebuah mobil dan membahayakan para pengendara lain. Akhirnya Sam Bo dengan sengaja menabrak mobil itu, dan pelaku berhasil dikepung.


Yang Chon mengetuk jendelanya dan meminta pengemudi keluar. Pengemudi itu malah meludahdan memukul jendela mobilnya yang masih tertutup. Yang Chon mengetuk jendelanya lagi. Tapi si pengemudi malah akan menjalankan mobilnya lagi, hingga menabrak mobil patroli.


Yang Chon naik ke atas mobil dan mengeluarkan tongkatnya. Ia memecahkan kaca mobil bagian depan. Jong Min bertepuk tangan untuknya. Akhirnya di pengemudi terpaksa keluar dari mobilnya dan berteriak pada Yong Chan. “Anda sudah sadar, Pak,” kata Yong Chan santai.


Sang Soo yang masih berada di jalur razia mendapat penolakan dari seorang pengemudi. Sang Soo sudah mengulangi permintaannya tiga kali, namun tetap tidak digubri. Pengemudi dan temannya malah tertawa mengejek.


Teman pengemudi bertanya dari Kantor Polisi mana Sang Soo itu sampai tidak mengenalinya. Ia juga membuang alat pengukur kadar alkohol yang dipegang Sang Soo. Sang Soo mengambil alatnya dan membuka pintunya lalu mempersilakan pengemudinya keluar. Pengemudi itu keluar dan menghajar Sang Soo.


Sang Soo melawan dan langsung memborgol pengemudi itu. Teman si pengemudi keluar dan berusaha menghalangi Sang Soo. “Kalian lihat itu?!” tanya pria berambut putih itu.


“Matilah kita. Sang Soo berurusan dengan orang yang salah,” kata seorang Polisi yang berdiri di samping Hye RI.


Nam Il menekan bel rumah terlapor, namun tidak juga ada jawaban. Han Pyo datang dan melaporkan bahwa yang tinggal di rumah itu adalah pasangan pengantin baru yang bertengkar hampir setiap malam. Dan malam ini tiba-tiba wanita itu berhenti menjerit lima menit setelah laporan dilakukan. 


Nam Il berkata bahwa dia dan Han Pyo akan berjaga di belakang. Ia meminta Myung Ho untuk menerobos pintu depan. “Semoga ini hanya keluhan kebisingan saja. Menurutmu ada orang di dalam?” tanya Myung Ho pada Jung Oh. Jung Oh mengiyakan.


Setelah Han Pyo membawakan peralatannya, Myung Ho merusak kenop pintu dengan menggunakan palu, lalu pintu dibuka sedikit. Jung Oh bilang dia mencium bau yang aneh. Myung Ho membuka pintu dengan lebar, lalu mereka berdua masuk ke dalam rumah dengan hati-hati.


Myung Ho berkata bahwa mereka dari Kepolisian yang menerima laporan kebisingan, tapi tetap tidak ada jawaban. Mereka melangkah ke dalam dan terkejut melihat apa yang ada di dalam kamar.


Jung Oh sangat shock, karena ia melihat mayat wanita yang berlumuran darah. Myung Ho keluar, lalu dia masuk lagi sudah dengan memakai alas kaki dan tangan plastik. Myung Ho memeriksa mayat dan mengatakan bahwa wanita itu baru saja mati.


Jung Oh sadar dari keterkejutannya, lalu mengambil radio panggilnya. Ia melaporkan dengan gugup bahwa telah terjadi pembunuhan dan menyebutkan lokasinya. Ia minta dikirimkan bantuan dari Tim Forensik.


Kedua pria yang ditangkap oleh Sang Soo terus mengeluh dan berteriak.


Pria berambut putih membuka pintu dan bertanya, ”Dimana Kepala Divisi kalian?! Beraninya membuat Anggota Kongres menunggu!”


Di ruang ganti pria, tampak Sam Bo terus menggeleng-gelengkan kepalanya. Kyung Mo lalu datang dan meminta semua mentor pergi ke ruang rapat.


Ternyata mereka semua berkumpul di ruang makan dan Han Sol sudah ada disana. Jong Min bilang mereka tidak boleh membebaskan dua anggota kongres itu. Ia tahu kalau Sang Soomasih baru, tapi mereka tetap tidak boleh memukul kepalanya. Nam Il juga bilang bahwa Sang Soo hanya melakukan sesuai buku pedoman.


Kyung Mo berkata bahwa jika mereka tidak meminta maaf, maka kedua anggota kongres itu pasti akan mengeluh di tempat lain. Yang Chon berdecih mengejek. Kyung Mo tidak terima dan bertanya apa Yang Chon punya solusi yang lebih baik. Sam Bo melarang merka bertengkar, karena itu adalah sebuah diskusi.


Han Sol berkata kalau menurutnya, mereka harus membebaskan kedua orang itu. Ia lalu pergi keluar diikuti oleh Kyung Mo. “Apa kita budak?! Kenapa kita harus selalu menyerah?!” tanya Jong Min yang akan mengejar Han Sol, tapi Sam Bo brhasil menahannya.


Sam Bo bilang Han Sol juga sama kesalnya. Ia mengingatkan jika mereka membuat para atasan kesal, maka riwayat kinerja Jong Min juga akan hancur. Sam Bo bilang Han Sol melakukan itu demi mereka semua. Jong Min kesal hingga menendang kursi, sedangkan Yang Chon mengacak-acak rambutnya.


Kyung Mo menyarankan agar Han Sol berlutut ketika masuk dan bertanya apakah Han Sol ingin ditemani. “Jangan masuk, walaupun kau mendengar suara keras,” pesan Han Sol.
Advertisement


EmoticonEmoticon