3/26/2018

SINOPSIS Live Episode 4 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Live Episode 4 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Live Episode 3 Part 4
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Live Episode 4 Part 2

Tiga orang siswa perempuan ditangkap dari sebuah klub. Awalnya mereka senang karena akan naik mobil Polisi. Tapi kemudian mereka menolak ikut, karena besok ada ujian. Siswa yang di tengah bahkan mengatakan kalau ia sudah tinggal kelas selama 2 tahun dan usianya sudah 20 tahun.


Sedangkan beberapa siswa laki-laki yang juga ditangkap di tempat yang sama menggerutu kalau Ketua OSIS mereka tidak boleh sampai tahu tentang hal ini. “Hei, kau takut pada Ketua OSIS, tapi tidak takut pada Polisi?” tanya Seung Jae kesal.


Seorang pria dewasa yang juga ditangkap mengatakan bahwa dia tidak kalu mereka masih di bawah umur. Myung Ho menyuruh pria itu melihat para siswa yang sedang merengek minta dilepaskan itu. Ia mengatakan bahwa semua orang juga tahu kalau mereka masih di bawah umur.


Di dalam mobil, pria itu minta dilepaskan dan menendang-nendang mobil sampai Han Pyo mengerem mendadak. Myung Ho turun dan menarik pria itu keluar. Ia memasangkan borgol dan mengatakan bahwa pria itu sudah menghambat proses penegakan hukum, menendang mobil Polisi dan merusak properti umum. Ia lalu memasukkan pria itu lagi ke dalam mobil.


Sang Soo menyalakan pemantiknya untuk Yang Chon. Mereka saling menatap dengan sengit.


Jung Oh dan Hye Ri tampak cemas.


Belum habis rokok yang dihisapnya, Yang Chon mematikan rokoknya. Yang Chon malah belum sempat menyalakan rokoknya sama sekali. Suasana terlihat mencekam.


Yang Chon: “Katakan alasannya kenapa aku bajingan? Jung Oh, kau duluan.”
Jung Oh: “Aku... tidak punya keluhan pada Anda, Pak. Ketika seorang penyerang menyentuh dadaku, aku harus menangkap dia karena menghambar proses penagakan hukum. Aku seharusnya tidak bingung dan menamparnya.”


Yang Chon bilang hal itu bisa membuat Jung Oh dituntut atas kebrutalan Polisi dan karirnya akan berakhir. Hye Ri kemudian berkata, “Saat orang mabuk mulai menjambak rambutku, aku sehrausnya bicara baik-baik pada mereka. Karena aku menjambak rambut mereka juga, aku memalukan nama Polisi. Aku tidak akan pernah mengulanginya lagi.”


Jung Oh melepaskan rokok dari mulut Sang Soo. Sang Soo lalu bilang kalau dia tidak punya kesalahan.


“Punya. Jangan berani-beraninya kau bohong di depanku,” kata Yang Chon lalu mendorong Sang Soo. “Berhentilah bicara di belakangku dan katakan langsung padaku. Mulai sekarang.” Yang Chon mendorong Sang Soo dengan kepalanya.


Sang Soo kembali berdiri siap dan berkata, “Aku... Aku sejujurnya tidak tahu apa salahku. Aku berusaha sebaik mungkin menenangkan pria mabuk. Pria mabuk juga warga negara. Aku tak pernah berpikiran untuk memukul warga. Jujur, aku tak tahu apa salahku! Kenapa hanya aku yang dipukuli padahal rekanku juga membuat kesalahan?”


Yang Chon mendorong Sang Soo lagi. “Alasan pertama aku hanya memukulmu karena mereka sadr kesalahan mereka.” Ia mendorong Yang Chon. “Alasan kedua aku hanya memukulmu karena aku ingin melihat apa rekanmu merasa kasihan padamu dan berharap mereka juga dipukuli daripada hanya melihat kau dipukuli.” Ia mendorong lagi. “Han Jung Oh, tunjukkan setiap kesalahan Yeom Sang Soo. Aku tidak memintamu menjatuhkannya, katakan saja apa yang ada di pedoman.”


“Karena orang mabuk tadi mendorong petugas Yeom Sang Soo, maka dia tidak lagi dianggap sebagai warga sipil, tapi pelanggar hukum.Lokasi tadi berdekatan dengan perempatan dan jika petugas didorong ke arah jalan, maka ia bisa saja tertabrak mobil,” kata Jung Oh. Ia juga bilang kalau itu bisa menyebabkan kecelakaan besar, jadi seharusnya Sang Soo segera menangkapnya dengan cara yang aman.


Yang Chon mendorong Sang Soo dan kali ini sampai jatuh. Ia menyebut Sang Soo tidak tahu isi pedomannya dan tidak sadar untuk menyelamatkan nyawanya sendiri. Ia bertanyakapan Sang Soo akan berlaku sebagai Polisi.


Setelah Yang Chon pergi, Sang Soo juga pergi. Jung Oh mengejarnya. “Sang Soo, maafkan aku. Sang Soo.. Yeom Sang Soo!” kata Jung Oh.


Pria yang ditangkap tadi mengeluh karena Polisi mengikutinya ke toilet.


Seorang siswa perempuan terus menyebutkan nomor ponsel yang berbeda-beda.


Ada juga yang mengeluh lapar dan minta dibawakan makan. Myung Ho meminta mereka mengisi formulirnya.


Beberapa siswa laki-laki minta dilepaskan, kalau dia akan diskors nanti. “Jadilah pria sejati dan berhenti mengeluh. Isi saja ini,” kata Jong Min.


Han Sol: “Padahal ini bukan kali pertamamu, dasar bodoh.”
Siswa: “Jangan panggil aku bodoh.”
Han Sol: “Aku minta maaf karena memanggilmu bodoh, dasar bodoh! Berani-beraninya kau melawan? Aku tak tahan dengan anak-anak zaman sekarang. Sana, bodoh.”


Siswa yang bertengkar dengan Han Sol akan melarikan diri, tapi Yang Chon menyadarinya, “Mau kemana?” Siswa itu bilang ia ingin ke toilet. “Petugas Min, antar dia ke toilet.”


“Jangan lihat ke jendela, kau akan dibebaskan dengan peringatan ketika orang tuamu datang. Tapi jika kau mencoba kabur, kau akan ditangka atas perusakan properti, “ kata Won Woo. Siswa itu bilang ayahnya akan membunuhnya dan minta diizinkan pulang. “Kalau sudah datang ke Divisi Patroli, kau mana bisa langsung pulang. Ayo.” Mereka pun keluar dari toilet.


Myung Ho masuk ke toilet dan diikuti oleh Jong Min. Myung Ho meminta Jong Min agar berhenti mengabaikannya. Jong Min menoleh ke arah Myung Ho, tapi tidak mengatakn apa-apa. Ia melanjutkan buang air kecilnya dan masih mengabaikan Myung Ho.


Jung Oh: “Kau serius akan terus mengabaikanku? Hei, Yeom Sang Soo.Tadi, kalau aku tidak jawab...”
Sang Soo: “Itu juga pasti konyol.”
Jung Oh: “Kuakui, dia memukulmu itu memang sudah keterlaluan.”
Sang Soo: “Terima kasih sudah mengatakan itu.’


Jung Oh bertanya apakah Sang Soo harus bicara seperti itu padanya. Sang Soo bilang itu adalah hal terbaik yang bisa ia lakukan saat ini. Jung Oh bilang ia akan mentraktir Sang Soo minum sepulang bekerja nanti. Ia juga bilang kalau ia aka pindah ke kontrakan Sang Soo dalam dua hari.


“Tapi aku harus belajar. Kalau aku tidak belajar, nanti aku dipukuli lagi. Kau tidak ingin dipukuli, bukan? Aku juga,” kata Sang Soo tanpa mengalihkan pandangannya dari buku. Kemudian Myung Ho masuk ke ruang belajar.


Myung Ho bertanya kenapa Jung Oh menatap Sang Soo seperti itu. Ia bilang ia sudah berpatroli selama 4 jam tanpa beristirahat, jadi ia akan tidur sebentar agar bisa bekerja lagi.Ia bilang jika mereka boleh bermesra-mesraan tapi tidak boleh berisik. “Nanti kita bicara lagi,” kata Jung Oh pada Sang Soo lalu pergi.


Myung Ho: “Hei, Yeom Sang Soo. Bukankah Han Jung Oh menarik?”
Sang Soo: “Aku juga pria.”
Myung Ho: “Apa itu berarti kau menyukainya?”
Sang Soo: “Memangnya itu penting? Dia pasti berpikir kalau aku benar-benar pecundang.”
Myung Ho: “Apa? Pecundang?”


Hye Ri ternyata melaporkan kejadian pemukulan itu pada Han Sol. Han Sol bilang ia akan mengatakan pada Yang Chon agar tidak memukuli mereka lagi. Hye Ri meminta Yang Chon dikenakan hukuman disipliner. Tapi Han Sol bilang Yang Chon hanya ingin mengajari bawahannya tentang situasi yang harus dilakukan.


Hye RI minta agar mentornya diganti menjadi Myung Ho. Han Sol menawarkan Sam Bo, tapi Hye RI menolak. “Apa karena dia sudah tua?” tanya Han Sol dan Hye Ri mengiyakan. “Kau kerja saja tidak becus dan kau menjelek-jelekkan mentormu. Kau bahkan meremehkan Polisi yang sudah tua. Memangnya kami mau punya anak bimbing sepertimu?” tanya Han Sol.


Han Sol lalu memutuskan bahwa yang akan menjadi mentor Hye Ri adalah Sam Bo yang sudah tua tapi berpengalaman. Ia akan mengambil hasil akhir evaluasi Hye Ri dari Yang Chon dan Sam Bo. Kemudian Yang Chon masuk ke ruang makan, jadi Han Sol menyuruh Hye Ri keluar.


Han Sol mengatakan bahwa sekarang sudah bukan zamannya memukuli anak baru. Yang Chon bilang ia tidak peduli. Han Sol mengatakan bahwa tidak seharusnya Yang Chon meremehkan Divisi Patroli dan tidak menganggap semua kesatuan Polisi mengkhianatinya.


Han Sol bilang Kepala dan Komisaris Polisi tidak mewakili satuan Kepolisian. Ia menganggap semua orang di divisinya termasuk Yang Chon sebagai polisi yang bertanggung jawab besar. “Kuperingatkan sekali lagi. Jaga sikapmu karena aku dan Kyung Mo adalah atasanmu sekarang. Tidak peduli apa kata orang, aku percaya kita harus bangga bekerja di Divisi Patroli, karena kita melindungi warga dan kita selalu ada untuk mereka. Kalau kau setuju denganku, kau boleh disini. Kalau tidak setuju, keluar saja kau sekarang ,” kata Han Sol. 


“Aigoo, takut sekali aku,” gumam Yang Chon setelah Han Sol pergi. Kemudian Jung Oh masuk ke ruang makan dan mengambil gelas Yang Chon.


Jung Oh juga merebut bungkus kopi dari tangan Yang Chon dan berkata ia akan membuatkan kopinya untuk Yang Chon. “Memangnya kau disini untuk buat kopi?! Fokus saja kau bekerja!” kata Yang Chon sambil mengambil gelasnya.


Keesokan harinya, mereka melaporkan penggunaan pistol kepada Kyung Mo. Sang Soo mengembalikan pistolnya dan masih menunjukkan sikap dingin.


Yang Chon juga melapor dan dengan sengaja menabrak bahu Kyung Mo ketika akan menandatangani berkasnya. Kyung Mo bisa menahan dirinya.


Sang Soo tampak berjalan pulang sendirian.


Hye Ri berkata, “Sang Soo sepertinya benar-benar marah padamu.” Jung Oh bertanya apa kesalahannya dan apakah dia harus berbohong dan pura-pura tidak tahu. “Ya. Aku tahu Sang Soo tidak mengikuti buku pedoman, tapi aku tidak berkomentar apa-apa.” Jung Oh bertanya apa Hye Ri tahu isi buku pedomannya. “Tidak.”


Hye Ri berjalan lebih dulu. “Kau tadi sudah jujur, jadi aku akan memaafkanmu. Lain kali jangan sok tahu, karena aku akan mengetesmu,” kata Jung Oh.


Han Sol: “Yang Chon, kau sudah menulis surat pengunduran dirimu?”
Yang Chon: “Tidak, karena aku harus bertahan hidup. Kenapa?”
Han Sol: “Jika kau tidak jadi berhenti, jangan memelototiku seperti itu.”


Setelah Han Sol pergi, Yang Chon kemudia menghubungi seseorang  dan berkata, “Ayo kita makan.”
Advertisement


EmoticonEmoticon