3/26/2018

SINOPSIS Live Episode 3 PART 4

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Live Episode 3 BAGIAN 4


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Live Episode 3 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Live Episode 4 Part 1

Jang Mi tampak memperhatian dua siswa perempuan yang kelihatannya nakal. Mereka berdua berdandan sambil mengunyah permen karet. Jang Mi lalu menjawab ponselnya, “Kenapa?”


“Noona, dimana kaos kaki biruku?” tanya Yang Chon yang sedang berada di dalam bus. Jang Mi bilang ada di kantong plastik di dalam tas. “Aku sudah lihat, tapi aku tidak bisa menemukan kaos kaki favoritku. Aku akan membeli yang baru. Sampai jumpa.”


Yang Chon menutup ponselnya, lalu menulis nama Jang Mi di jendela dengan jarinya. Ia sebenarnya sangat mencintai istrinya.


Jang Mi memulai konselingnya dan bertanya dimana kedua siswa itu menjual tembaga yang mereka curi. “Disana disini,” jawab siswa yang rambunya diikat. Jang Mi bertanya dimana tepatnya. “Kami menjualnya kepada orang-orang di jalanan dan di tempat barang rongsokan.” Jang Mi bertanya tempat rongsokan mana. “Aku tidak ingat.” Jang Mi bertanya apa mereka memakai narkoba.


“Tidak!” jawab kedua siswa itu kompak. Jang Mi bilang tidak mungkin mereka menjual 120 kg tembaga hanya berdua saja. Siswa berambut digerai membenarkan. Jang Milalu bercerita tentan kasus bertahun-tahun lalu tentang siswa yang dikurung seniornya di sekolah dan dipaksa membuat rekaman seks dan dipaksa mencuri di toserba. Jang Mi juga bilang di kasus lain, ada siswa yang hamil tapi tidak punya cukup uang untuk melakukan aborsi.


Jang Mi lalu mengeluarkan dua alat tes kehamilan dan berkata, “Apakah kita akan pergi ke kamar kecil?” Kedua siswa itu diam saja. Jang Mi lalu mengeluarkan kertas dan meminta mereka menuliskan kebenaran tentang pencurian tembaga itu.


Seorang dari tim forensik memberitahu bahwa akan ada mentor baru untuk para anak baru. “Dia adalah legenda, jadi layani dia dengan baik. Setiap rookie menginginkannya sebagai mentor. Dia adalah legenda Unit Kejahatan Kekerasan,” kata polisi itu.


Setelah polisi itu pergi, Sang Soo membuka salah satu bilik toilet dan ternyata di dalamnya ada orang. Sang Soo berteriak kaget. “Kau idiot!” kata polisi itu lalu menutup pintunya lagi.


Sang Soo lalu ke depan kantor Polisi dan memanggil teman seangkatannya. 


“Apa?” jawab Hye Ri dari balik dinding samping.


“Apa kau mendengar tentang mentor baru kita. Aku dengar dia adalah legenda. Aku akan bekerja keras untuk menjadi tangan kanannya. Won Woo, Seung Jae, Han Pyo, dapat mencium pantatku,” kata Sang Soo.


Ia kemudian menunduk dan berkata, “Sunbaenim..” Ternyata Hye Ri dan Jung Oh sedang bersama ketiga senior yang Sang Soo sebutkan tadi. Hye Ri dan Jung Oh tertawa geli tanpa suara.


Won Woo sengaja menabrak bahu Sang Soo lalu berkata, “Sunbaenim? Kau baru mengatakan bahwa kami akan mencium pantatmu.”


“Aku mungkin lebih muda darimu, tapi aku masih mengunggulimu. Jangan lupakan itu,” kata Seung Jae lalu pergi mengikuti Won Woo. Hye Ri dan Jung Oh bilang kalau mereka juga akan segera masuk.


Han Pyo berkata bahwa dia mengerti karena usia mereka semua dekat. Dia juga tidak peduli apa yang mereka katakan di belakangnya asal mereka tetap menjaga sikapnya ketika mereka sedang bersama. “Aku minta maaf,” kata Sang Soo.


Sang Soo lalu melihat Jung Oh membuang puntung rokoknya. Sang Soo bertanya apakah Jung Oh merokok. “Kadang-kadang,” kata Jung Oh santai. Hye Ri lalu bertanya lagi tentang orang yang menyelamatkan Asisten Kepala Ki Han Sol.


Han Pyo bercerita bahwa seorang anggota geng menebas perut Han Sol sampai ususnya keluar, dan orang yang akan menjadi mentor baru mereka mengambil semua ususnya dan memasukkannya kembali ke perut Han Sol. Orang itu lalu membawa Han Sol di punggungnya dan lari ke rumah sakit terdekat yang jaraknya sekitar 2 kilometer. “Dia yang terbaik,” kata Han Pyo. 


Hye Ri dan Sang Soo bertepuk tangan kagum untuk orang yang akan menjadi mentor baru mereka. “Itu luar biasa. Siapa namanya?” tanya Sang Soo.


“Oh Yang Chon,” jawab Han Pyo.


Ketiga anak baru shock. “Ah, sial!” keluh Sang Soo lalu meludah. Hye Ri tidak percaya. Sang Soo lalu masuk ke kantor lebih dulu.


Jung Oh mengambil ponselnya dan akan mentransfer uangnya. Hye Ri bilang ia benar-benar tidak mengerti Jung Oh yang ingin mengembalikan uang ayahnya sendiri. Hye Ri lalu masuk lebih dulu. Jung Oh lalu menghubungi Han Gyu Seong, ayahnya. Ia bilang ia ingin mengembalikan uangnya, tapi tidak bisa.


“Kau sama seperti ibumu. Kau tidak bertanggung jawab,” kata ayahnya. Jung Oh bilang ia tidak layak mendengar hal itu dari ayahnya dan menanyakan apa kesalahannya. “Aku tidak pernah bermaksud memintamu membayar, tapi kau yang bersikeras membayarku kembali. Sekarang kau mengatakan bahwa aku tidak akan melakukannya. Ibumu telah melakukan hal yang sama sebelumnya. Kalian berdua tidak bertanggung jawab.”


Jung Oh: “Aku tidak membayarmu kembali untuk melakukan tugasku sebagai anak perempuan ibu. Ibuku tidak membayarmu kembali, bukan karena dia tidak bertanggung jawab. Itu karena dia harus membesarkanku sendiri. Dapatkan kau mengatakan bahwa kau telah menjadi ayah yang bertanggung jawab?”
Ayah: “Saat dia memilikimu, aku bilang padanya, aku akan membesarkanmu...”
Jung Oh: “Tapi pada akhirnya tidak. Aku tidak merasa masalah. Aku tidak malu pada diriku karena tidak membayarmu.”


Jung Oh lalu menghubungi ibunya, “Ibu, tandatangani sewa untuk cafe. Aku mengirim uang.”


Seluruh anggota melakukan rapat dan Kyung Mo sedang merangkum kasus yang terjadi akhir-akhir ini. Yang Chon juga sudah tampak hadir di antara mereka.


Jong Min meregangkan otot bahunya dan berpura-pura tidak sengaja mengenai bahu Myung Ho.


Mereka bertepuk tangan untuk kepindahan Polwan Yang ke Kantor Polisi lain. Mereka juga menyambut kedatangan Yang Chon. Myung Ho meminta Yang Chon untuk memberikan sambutannya. Yang Chon diam saja. Han Sol lalu meminta Yang Chon mengatakan sesuatu sebagai penanggung jawab atas anak baru.


“Saya Oh Yang Chon. Hanya itu saja,” kata Yang Chon. Myung Ho memintanya memberikan pidato besar. Ia juga mengajak yang lainnya bertepuk tangan. “Hentikan,” kata Yang Chon dingin.


Han Sol lalu mengajak mereka semua untuk mengucapkan moto mereka, “Hari ini, tidak satupun dari kita akan terluka! Keamanan Polisi adalah keselamatan rakyat! Jika Anda ingin pergi dengan cepat, pergi sendiri! Jika Anda ingin pergi jauh, pergilah bersama! Kami adalah Tim! Kami adalah Tim!” Mereka lalu bubar.


Han Sol berpesan agar Yang Chon bersikap baik saat berada di wilayahnya. Yang Chon tertawa, “Oh, apa ini wilayahmu? Ya ampun, kau bicara seperti ketua sekarang. Kau telah banyak berubah.”


Yang Chon lalu pergi dan dengan sengaja menabrak bahu Han Sol dan juga Kyung Mo yang sedang duduk di kursi.


Kyung Mo tahu benar bahwa Yang Chon yang terbiasa berada di unit kejahatan dengan kekerasan akan memandang remeh Divisi patroli. Kyung Mo bertanya apakah Yang Chon terlihat seperti polisi yang bertanggung jawab. Han Sol membanting berkas di hadapannya.


Kyung Mo lalu menerima pesan, ‘Itu harus menjadi kebohongan yang lengkap. Asisten Kepala Ki Besar’. Ia membanting ponselnya ke meja.


Di ruang makan, Sang Soo berkata bahwa tidak mungkin Yang Chon berlari sejauh 2 kilometer dengan menggendong Han Sol. Jung Oh bilang dia suka Oh Yang Chon, karena sudah mengajarinya cara memborgol tersangka dengan benar. Ia juga bilang kalau Yang Chon lebih baik daripada mentor yang tidak berguna.


Yang Chon masuk ke ruang makan dan mendengar ucapan Jung Oh.


Sang Soo bilang mulai sekarang ia akan menjadi licik dan tunduk padanya, sehingga ia akan bertahan hidup sampai akhir. Tapi ternyata Yang Choon mendengar semuanya.


“Aku suka keuletanmu,” kata Hye Ri sambil mengajak Sang Soo tos. Dan Sang Soo menyambut tosnya. Sang Soo heran kenapa Yang Chon menjadi letnan, padahal saat melatih dulu pangkatnya adalah kapten. Setelah selesai minum, Yang Chon pergi.


Sam Bo: “Kalian bertiga memiliki hari yang panjang di depan kalian.”
Jong Min: “Sepertinya kalian akan mati, kalian semua akan mati. Kalian akan mati di penghujung hari.” (bernyanyi)
Seung Jae: “Lakukan yang terbaik.”


Yang Chon, didampingi oleh Myung Ho dan Han Pyo, mengatakan bahwa dia berencana untuk memberkan tanggung jawab atas apapun yang terjadi di luar sana kepada tiga anak baru itu. Ia bilang siapapun yang terlalu takut bisa ikut Myung Ho.


Sang Soo memanggil Yang Chon dengan sebutan letnan, tapi Yang Chon menolak. Sang Soo kemudian menyebutnya kapten. “Aku bukan kapten,’ kata Yang Chon. Sang Soo bertanya apakah ia harus memanggilnya sunbaenim. “Tidak.” Sang Soo bilang ia akan menganggapnya saudara. “Aku tidak punya saudara sepertimu.” 


Yang Chon menyuruh Sang Soo memanggilnya Tuan Oh Yang Chon, sedangkan Hye Ri dan Jung Oh diperbolehkan memanggilnya ‘Pak’.


Mereka lalu mendapat laporan serangan. Yang Chon berkata bahwa Jung Oh yang akan memimpin operasinya. Ia meminta Jung Oh tidak khawatir, karena Myung Ho akan melindunginya. Yang Chon bilang sepertinya itu adalah kasus kekerasan kencan dimana laki-laki menyerang wanita.


Yang Chon meminta Sang Soo agar membawa mereka ke TKP dalam satu menit. “Ya, Tuan Oh Yang Chon!” jawab Sang Soo.

Ketika sampai di TKP, Jung Oh lalu turun dan bertanya kenapa si pria memukuli si wanita. Ia mengingatkan bahwa si pria dapat didenda atas penyerangan.


Karena si pria akan menyerang dan tidak sengaja menyentuh dadanya, Jung Oh melawan pria itu dan mengalahkannya dengan mudah.


Setelah kasus itu selesai, Hye Ri menangani kasus dan dia berada di antara dua wanita yang sedang berkelahi. Han Pyo turun tangan untuk menyelamatkannya.


Ketika giliran Sang Soo, seorang pria memakinya dan menjatuhkan topinya. Sang Soo tidak melawan. “Tuan, Anda tidak seharusnya melakukan ini disini. Tenanglah,” kata Sang Soo. Pria itu malah mendorong Sang Soo.


Yang Chon yang di dua kasus sebelumnya hanya memperhatikan dari dalam mobil, kali ini turun tangan dan membanting si pria. “Anda ditahan sebagai penghalang keadilan,” kata Yang Chon.


Hye Ri dan Jung Oh yang berdiri di luar tampak khawatir. Di dalam ruang makan, Yang Chon terus memukul dan menendang Sang Soo. Setiap kali terjatuh, Sang Soo akan berdiri lagi. “Masuk kalian semua!” kata Yang Chon.


Yang Chon bilang mereka harus berpikir keras tentang kesalahan mereka hari ini. Ia juga bilang kalau Sang Soo telah membuat rekannya melakukan pekerjaan dua kali. Ia memecat Sang Soo. Ia lalu pergi dan membanting pintunya. Sang Soo ikut pergi.


Hye Ri dan Jung Oh hanya bisa saling bertatapan, bingung.


Mereka bertiga lalu bicara di atap. Sang Soo bertanya apa kesalahannya. Ia bilang Hye Ri dan Jung Oh membuat kesalahan, tapi ia tidak bisa menemukan apa kesalahannya sendiri. Ia bilang harusnya Yang Chon mengatakan apa kesalahannya bukan malah dengan kekerasan. Sang Soo bilang ia akan melaporkan Yang Chon. Hye Ri meminta Sang Soo agar membiarkannya saja


Sang Soo: “Dia membunuh rekannya.”
Jung Oh: “Itu tidak benar.”
Hye Ri: “Polisi lainnya mengklaim bahwa dia tidak bersalah.”


“Tidak bersalah apanya? Apakah itu sebabnya SIM-nya ditangguhkan karena mengemudi dalam keadaan mabuk?” kata Sang Soo sambil berusaha menyalakan rokoknya. Hye Ri dan Jung Oh tidak percaya. “Aku memeriksanya secara menyeluruh.” Dia belum bisa juga menyalakan pemantiknya. “Oh Yang Chon adalah anak gila! Itulah dia!”


“Dapatkah aku meminjam pemantikmu?” tanya Yang Chon yang tiba-tiba datang. “Kenapa kau tidak menyalakan rokok ini untukku, bajingan?!”


Sang Soo menatapnya. Tidak lama kemudian, ia menyalakan pemantiknya untuk Yang Chon.


Advertisement


EmoticonEmoticon