3/25/2018

SINOPSIS Live Episode 3 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Live Episode 3 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Live Episode 3 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Live Episode 3 Part 3

“Betapa menyebalkan. Bagaimana mereka bisa menyebut diri mereka Polisi?” gerutu seorang wanita yang diusir dari kedainya sendiri. Ia lalu pergi menjauh.


Di dalam kedai ternyata ada Kapten Oh dan Ju Yeong. Kapten Oh memukul kepala Ju Yeong dengan botol yang ada di depannya. Botol itu terlempar. Kapten Oh mengunci pintu kedai dan mengambil botol yang jatuh tadi dan memukulkannya lagi ke kepala Ju Yeong.


Kapten Oh lalu memojokkan Ju Yeong ke dinding. Ju Yeong sama sekali tidak melawan. Kapten Oh meminta kartu memorinya dikembalikan. “Hyung...” kata Ju Yeong. Kapten Oh melepaskan kerah JuYeong, tapi kemudian menghajar wajahnya berkali-kali lalu melemparnya ke lantai.


Kapten Oh: “Apa kau membuangnya?”
JuYeong: “Anakku sakit. Aku tidak bisa mengambil resiko pekerjaanku. Dengan ini, aku bisa dipromosikan menjadi Kepala Divisi Investigasi Kriminal.”


Kapten Oh bertanya apakah ia salah jika ia ingin membersihkan namanya dengan membuktikan bahwa hari itu dia tidak minum. Ju Yeong bilang mereka harus menutupi kasus itu sesuai yang diinginkan Kepala Kim dan Komisaris Polisi.


Kapten Oh menendang Ju Yeong. Ia sangat marah karena Ju Yeong tega membuatnya menjadi Polisi mabuk yang membunuh rekannya sendiri. “Baik, bunuh saja aku! Aku sudah menghancurkan kartu memorinya, jadi lakukan apa yang kau inginkan padaku,” kata Ju Yeong.


Kapten Oh bilang ia mengenal Ju Yeong dan ia yakin Ju Yeong belum membuangnya. Ia yakin Ju Yeong masih menyimpan salinannya. “Itulah mengapa aku menawarkanmu kesepakatan. Aku tidak akan mengundurkan diri dan melihat kalian semua melompat kegirangan. Jadi aku akan mengambil pekerjaan di Divisi Patroli. Aku akan menerima penurunan pangkat dari kapten menjadi letnan. Tapi aku tidak tahan jika istri Ho Cheol menganggapku sebagai pembunuh suaminya, pria yang menganggapku saudaranya. Jadi pastikan dia mendapat hasil terbaik dalam penyelidikan. Atau paling tidak pastikan istri dan anak-anaknya dapat menerima pensiun lebih banyak.”


Ju Yeong terlihat sedih. Kapten Oh juga meminta Ju Yeong agar menunjukkan rekaman itu kepada istri Ho Cheol. Ia marah karena seharusnya dialah yang menjadi orang yang diandalkan oleh istri Ho Cheol, namun ia tidak bisa melakukannya. “Setidaknya lakukan itu,” kata Kapten Oh lalu pergi.


Belum jauh menjalankan mobilnya, Kapten Oh berhenti dan mengusap wajahnya. Kemarahan dan kesedihan bercampur menjadi satu. Tiba-tiba Polisipatroli mengetuk jendela mobilnya dan bertanya apakah Kapten Oh habis minum.Kapten Oh mengiyakan, tapi ia bilang tidak mengemudi.


Sayangnya, kunci kontak mobil menyala dan Kapten Oh terlihat baru keluar dari tempat parkir. Ia diminta menunjukkan kartu identitasnya dan menghirup alat pendeteksi alkohol. Diketahui kadar alkoholnya adalah 0,05. Ia diminta turun.


Di Kantor Polisi, Myung Ho sedang menunjukkan foto-foto kejadian kekerasan seksual yang terjadi siang tadi. Myung Ho bertanya apa yang hilang. Jung Oh menjawab dinding di sebelah kiri pintu dan tidak ada foto dari area dimana TV berada. Sang Soo menjawab bahwa bagian bawah tempat tidur tidak diketahui keadaannya. Jung Oh menambahkan bahwa di lantai yang ada gumpalan darah adalah kemungkinan tempat lidahnya berada. Myung Ho bertanya pada Hye Ri apalagi yang hilang.


Hye Ri bilang ia tidak ada di lokasi, tapi ia diminta untuk membuat asumsi. Ia bilang tidak ada foto kamar mandi dan pintu masuk, tapi kemudian Myung Ho menunjukkan kedua foto itu. Myung Ho bertanya apa yang salah dengan beberapa foto motel yang diambil.


Jung Oh menjawab lebih dulu dan jawabannya benar. Nam Il kagum padanya dan meminta Jung Oh untuk bekerja di timnya. “Dia milikku,” kata Nam Il lalu pergi karena waktu bekerjanya sudah habis.


Myung Ho lalu menjelaskan bahwa wanita tadi memikat juniornya yang mabuk ke sebuah motel. Pria mabuk itu tertidur, jadi dia mencoba memperkosanya di pagi hari. Myung Ho bilang kedua pihak saling menggugat, yang satu menggugat karena kekerasan seksual dan yang satu menggugat karena cedera. Ia meminta anggotanya untuk membuat asumsi.


Sang Soo menjawab bahwa ia akan menyatakan pria itu tidak bersalah, karena ia hanya menahan serangan seksual. Hye Ri menambahkan bahwa haknya untuk membela diri perlu dipertahankan. Sedangkan, Jung Oh mengatakan bahwa sulit mengatakan bahwa pria itu adalah korban kekerasan seksual dan pria itu harus dihukum karena sudah mencederai orang lain.


Jung Oh melanjutkan penjelasannya bahwa tidak satupun dari mereka yang mengalami luka serius di tubuhnya dan melihat kondisinya ruangan dan area sekitar, jika si pria merasa terancam dia bisa dengan mudah melarikan diri.


Sang Soo kelihatan kesal. Ia kemudian mengatakan bahwa pada tahun 1968 ada kasus serupa di Amerika. Myung Ho bertanya apa putusan kasusnya. Sang Soo dan Jung Oh sama-sama menjawab, “Ketika wanita itu mencoba memperkosanya, kedua tangan lelaki itu bebas dan dia bisa membela dirinya. Meskipun faktanya bukannya membela diri, laki-laki lebih didorong untuk menyakiti perempuan. Karena itu, tuduhan laki-laki tentang kekerasan seksual tidak berlaku, dan dia bersalah menimbulkan bahaya di tubuh.”


Won Woo dan Han Pyo bertepuk tangan untuk Sang Soo dan Jung Oh. Myung Ho juga terlihat senang, lalu menutup rapatnya dan pergi.


Selepas para senior pergi, Jung Oh dan Sang Soo masih melanjutkan perdebatan mereka. Setelah Jung Oh keluar, Hye Ri berkata bahwa dia yakin Jung Oh akan segera dipromosikan menjadi Petugas Polisi. “Jangan konyol. Aku akan dipromosikan sebelum kau atau Jung Oh,” kata Sang Soo.


Jung Oh meninggalkan pesan untuk ayahnya. Ia mengatakan bahwa ia menghubungi ayahnya untuk membayar hutangnya, bukannya meminta uang lagi. “Ayah, kirimi aku...” Jung Oh menghentikan ucapannya karena ceroboh menyebut kata ‘ayah’. “Kirimkan saya nomor rekening Anda.”


Jung Oh berbalik dan sudah ada Han Pyo di belakangnya. Han Pyo bertanya apakah Jung Oh punya ayah. Jung Oh tidak mengerti. “Kita pergi ke sekolah menengah bersama. Apa kau tidak ingat? Aku teman baik pacarmu, Da Yeong. Kau tidak ingat?” kata Han Pyo.


Jung Oh bilang dia tidak ingat. “Tapi kau ingat Da Yeong, bukan?” tanya Han Pyo. Jung Oh mengiyakan. “Jaga dirimu,” kata Han Pyo lalu pergi.


Jung Oh berbalik dan hampir bertabrakan dengan Myung Ho. Myung Ho berkata bahwa Jung Oh harus berhati-hati jika berjalan. Dia juga memberitahu bahwa operasi wanita tadi berjalan dengan baik.


Di toilet, Myung Ho tidak sengaja bertabrakan bahu dengan Jong Min. Suasana di antara mereka masih dingin. Myung Ho berusaha memperbaiki keadaan dengan memuji Jong Min yang barusaja menyelamatkan seorang wanita tua dari kebakaran, karena tidak ada satupun orang yang tahu kalau wanita tua itu berada disana. Ia bahkan mencipratkan air ke wajah Jong Min.


Jong Min memperingatkan Myung Ho agar bicara dengan lebih sopan, karena jabatannya lebih tinggi. Myung Ho kecewa, lalu dia pergi. Tapi kemudian dia kembali lagi dan bicara dengan formal,


Myung Ho: “Sersan Ban, Anda bukan satu-satunya yang mendukung Dong Kyu.”
Jong Min: “Jika tidak sadar kita berada dimana, aku akan membunuhmu, dasar pengkhianat.”


Myung Ho mengikuti Jong Min keluar dari toilet dan berkata bahwa kata ‘pengkhianat’ terlalu kasar. Hye Ri, Jung Oh, dan Sang Soo yang akan pulang melihat mereka berdua.Myung Ho berkata bahwa dia adalah polisi yang akan menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya termasuk melakukan laporan kesalahan internal.


Jong Min kesal karena saat Dong Kyu dipukuli, mereka ingin melaporkan anggota kongres itu, tapi Myung Ho melarang mereka. Jong Min mengatakan bahwa semua orang pasti mengakui bahwa Dong Kyu adalah Polisi yang hebat.


“Karena itulah aku melakukannya. Aku ingin rekanku yang terhormat bisa menjaga kehormatannya. Dia akan bebas dan tidak bercacat dalam enam bulan. Mengapa Anda mencoba menutupinya dan membuatnya terlihat seperti pecundang?” kata Myung Ho.


Myung Ho berjalan melewati anggota baru lalu masuk ke salah satu ruangan dan menutup pintunya dengan sangat keras. Jong Min melihat ke arah anggota baru dan berkata, “Kenapa kalian semua tidak pergi?!”


Mereka bertiga berjalan pergi, tapi kemudian Kyung Mo dan Sambo melewati mereka sambil bertengkar. Lalu Han Sol menyusul mereka berdua dan menggerutu, “Mereka marah tanpa alasan.” Ia lalu bicara pada anggota baru, “Pulanglah.” Han Sol lalu ikut masuk ke toilet, “Diam, tolol. Berhenti berteriak. Anak baru mendengarkan.”


Hye Ri: “Tempat ini sangat kacau.”
Sang Soo: “Menyebalkan.”
Hye Ri: “Siapa Dong Kyu?”
Sang Soo: “Bagaimana aku tahu?”


Ternyata Kyung Mo marah karena Kapten Oh (karena sudah turun pangkat aku sebuh Yang Chon ya mulai sekarang hehe..) akan datang ke divisi mereka. Han Sol bilang itu adalah keputusan atasan.


Kyung Mo bila jika Kepala Divisi dan semua Ketua Tim menolak, maka Yang Chon tidak akan bisa masuk kesana. Sam Bo juga bilang ia tidak ingin Yang Chon ada disana, padahal Sam Bo-lah yang dulu mengajari Yang Chon. 


“Apa kau masih kesal karena Jang Mi menikahinya bukan kau?” tanya Han Sol. Kyung Mo memintanya berhenti bicara. “Jika bukan itu, jadikan dia bawahanmu!” Kyung Mo bilang dia adalah ketua tim, jadi tidak mungkin jika senior datang dan menjadi bawahannya.


Kyung Mo bertanya apakah ia akan diminta untuk menyerahkan posisinya pada Yang Chon lagi seperti terakhir kali. “Siapa bilang pangkat kalian sama. Dia diturunkan menjadi letnan!” kata Han Sol. Kyung Mo terkejut.


Sam Bo: “Kenapa? Semua orang tahu bahwa dia tidak mabuk saat bertugas. Dia memecahkan kasus dingin dan menyelamatkan pria yang tenggelam. Mengapa dia diturunkan dari jabatannya?”
Han Sol: “Itulah kenapa aku ingin dia ada disini. Dia ditendang dan terluka di tempat lain. Aku tidak bisa bilang jika aku tidak menginginkannya di divisi ini!”


Han Sol kemudian berkata pada Kyung Mo, “Yang Chon ada di bawahmu sekarang. Mentormu sekarang menjadi bawahanmu. Biarkan dia menangani anak baru. Jika kau masih menyimpan dendam padanya, pertahankan dia di bawahmu dan menghancurkannya atau menginjak-injaknya sebanyak yang kau mau. Terimalah dia.”


Setelah, Han Sol dan Sam Bo keluar, Kyung Mo melemparkan gelasnya. “Huuft..”
Advertisement


EmoticonEmoticon