3/25/2018

SINOPSIS Live Episode 3 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Live Episode 3 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Live Episode 2 Part 4
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Live Episode 3 Part 2

“Mari kita bercerai,” kata Jang Mi pada akhirnya. Kapten Oh terdiam. “Kau tidak mendengarku? Aku ingin bercerai,” kata Jang Mi lagi.


Kapten Oh bertanya kenapa Jang Mi kesal padanya kali ini. Ia juga bertanya apa kesalahannya. Ia merasa terpojok, karena sedang disalahkan atas kematian mentornya dan kini istrinya minta bercerai. Ia mengambil mangkok nasinya dan duduk di depan Jang Mi, lalu mulai makan.


Jang Mi berkata bahwa dia akan mengirimkan barang-barang Kapten Oh ke rumah ayahnya. Kapten Oh membanting sendoknya, “Itu sudah cukup! Pilihlah saat yang tepat untuk menggangguku!” Kapten Oh lalu pergi.


Kapten Oh mengganti celananya dan berkata bahwa dia selalu memperlakukan Jang Mi seperti ratu dan dia juga tidak pernah berselingkuh.Ia juga bilang kalau ia tidak pernah memukul anak-anaknya. Song Yi datang dan mengambil sendok yang ada di lantai, lalu pergi lagi ke kamar mandi.


Jang Mi mengambil jaket dan tasnya, lalu berkata kalau ia berharap sudah tidak melihat Kapten Oh di rumah saat ia pulang nanti. Apten Oh menahannya dan mereka saling menatap. Song Yi keluar dari kamar mandi dan melihat ketegangan di antara orang tuanya. Ia melewati mereka begitu saja dan masuk ke kamarnya.


Di kamarnya, Song Yi memasang earphone dan mendengarkan musik dari ponselnya.


Kapten Oh bertanya apakah Jang Mi percaya rumor yang beredar. Ia bersumpah bahwa ia tidak minum saat Ho Cheol meninggal. Kapten Oh kemudian meminta maaf karena tidak ada di hari kematian mertuanya.


Jang Mi berkata, “Mereka sudah tua dan telah berada di rumah sakit untuk waktu yang lama. Tapi Ho Cheol hanya 60, dia terlalu muda. Anak-anaknya masih muda. Aku tahu kau tidak akan minum selama jam kerja. Ketuamu hanyalah seorang bajingan. Meskipun aku mengerti kamu, aku tidak bisa tinggal bersamamu lagi.”


Kapten Oh lalu berkata bahwa mereka akan membicarakan ini lagi. Ia lalu mengambil jaketnya dan pergi.


Jang Mi kembali ke kamarnya dan mengeluarkan pakaiannya dari lemari. Song Yi melihatnya lalu mengambilkan tas dan membantu ibunya. Ia bertanya apakah ibunya benar-benar akan menceriakan ayahnya. Jang Mi bilang itu adalah urusan antara dia dan Kapten Oh saja,


Kapten Oh mengambil kartu memori di blackbox mobilnya dan memperlihatkannya pada Ju Yeong.Di rekaman itu terlihat Ho Cheol yang melarang Kapten Oh minum dan menyuruhnya minum kopi saja. Kapten Oh bilang ia akan menemui Kepala Kim dan ia meminta Ju Yeong untuk mengirimkan rekaman itu ke Pusat Hak Asasi Manusia Polisi dan Urusan Internal serta menyimpan salinannya untuk berjaga-jaga.


“Kepala? Ini aku, Oh Yang Chon. Bagaimana kabarmu? Apakah pukulanku masih terasa sakit?” kata Kapten Oh melalui ponselnya.


Para Polisi menuju Motel Hana untuk mengecek laporan penyerangan seksual. Mereka terbagi dalam beberapa unit patroli.


Di kantor, Han Sol menyampaikan informasi lanjutan bahwa menurut pelapor, belum yakin apakah itu pemerkosaan atau penyerangan. Pelapor mengatakan bahwa perempuan dan laki-laki berusia 20-an berada di kamar 203.


Pelapor yang merupakan pemilik motel juga mengatakan bahwa kedua orang tersebut muntah darah.


Myung Ho bertanya apakah ada kemungkinan mereka melarikan diri. Han Sol bilang ia belum bisa menghubungi pelapor dalam 4 menit terakhir. 


Terjadi insiden kebakaran. Kyung Mo menyampaikan ada api di Pasar Inseok dan meminta unit patroli yang ada di sekitarnya untuk mempersiapkan cadangan. Ia meminta Jong Min untuk mengeceknya.


“Oke, ini Patroli 20. Kami menerima permintaan pencadangan untuk kebakaran di Pasar Inseok,” jawab Jong Min. Mobilnya langsung berbalik arah, namun karena terburu-buru, mereka tidak sengaja menabrak mobil warga sipil.


Jong Min langsung melaporkan bahwa ia mengalami tabrakan kecil dan meminta unit lain untuk ke TKP. Ia melapor sambil mengatur lalu lintas yang bisa terganggu dengan adanya tabrakan itu.


Sang Soo dan dua Polisi lain tampak berlari menuju TKP.


Jung Oh mengucapkan bagaimana cara penangan korban pelecehan seksual agar bukti tidak rusak. Ia bilang korban tidak boleh mandi atau ganti baju, tidak boleh buang air, dan jika terjadi pendarahan di mulut, maka korban harus menahan diridari makan atau minum


Hye Ri juga mengucapkan hal yang sama. “Unit mana yang dikirim untuk kasus kekerasan seksual?” tanya Sam Bo yang menjadi kepala tim Hye Ri.


Sambil berlari, Sang Soo mengatakan bahwa divisi patrolinya harus sampai lebih dulu untuk kasus pelecehan seksual. Han Pyo meminta agar Sang Soo tetap fokus. “Ya! Aku akan tetap fokus dan terus berlari!” kata Sang Soo.


Myung Ho berkata bahwa petugas wanita harus dikirim untuk kasus kekerasan seksual, jadi ia dan Jung Oh harus lebih dulu sampai daripada Tim Han Pyo. “Ya, Pak!” jawab Jung Oh ketika Myung Ho memintanya agar tetap fokus.


Han Pyo mencatat keterangan dari saksi. Saksi berkata bahwa dia mendengar jeritan di pagi hari dan ia melewati ruangan itu dan membuka pintunya. Saksi itu bilang kalau kedua orang yang dilihatnya mengeluarkan darah dari mulut mereka.


“Apakah hanya mereka yang check in? Apakah ada orang lain?” tanya Han Pyo.


Dengan hati-hati, Myung Ho dan Jung Oh berjalan menuju kamar 203. Myung Ho meminta Jung Oh waspada dengan jarak 5 langkh di belakangnya. Tiba-tiba seorang pria keluar dan Myung Ho langsung menangkapnya. Pria itu bilang bahwa dia tidak melakukannya.


Myung Ho melepaskannya dan bertanya apakah pria itu terluka. “Tidak, aku baik-baik saja. Aku.. aku adalah korban,” kata pria itu. Myung Ho bilang sebagai korban maka pria itu harus dengan sukarela datang untuk diperiksa. “Aku akan.. aku akan pergi bersama Anda.” Korban itu lalu dibawa pergi oleh Won Woo yang datang bersama Sang Soo.


Myung Ho meminta Sang Soo bersiap siaga, sedangkan Jung Oh yang akan masuk lebih dulu. “Aku tepat di belakangmu, jadi percayalah padaku dan masuklah,” kata Myung Ho. Dengan berhati-hati, Jung Oh berjalan masuk. Setelah Jung Oh melaporkan bahwa wanita di dalam mengenakan pakaian, Myung Ho ikut masuk.


Ia membantu wanita yang berdarah-darah itu duduk dan mengecek mulutnya yang berdarah.  Jung Oh memakai selimut pada si wanita dan Myung Ho memasukkan kapas ke dalam mulutnya. “Lidahnya terputus,” kata Myung Ho.


Sang Soo yang mendengarnya dari luar kamar sangat terkejut.


Wanita itu dibawa oleh Tim Sam Bo menuju rumah sakit.


Mobil ambulance Kepolisian terjebak macet yang disebabkan oleh kebakaran di Pasar Inseok.


Jang Mi yang merupakan Polisi Divisi Wanita juga terjebak macet. Ia menghubungi Myung Ho dan menanyakan statusnya.


Jung Oh lalu mengambil es batu dan memberikannya pada Myung Ho. Ia lalu memasang garis polisi dan berjaga.


Di dalam kamar hotel, Myung Ho memasukkan sesuatu ke kantong es batu yang sebelumnya dibawakan oleh Jung Oh. Myung Ho lalu menyerahkannya kepada Jung Oh untuk segera dibawa ke paramedis.


Wanita yang lidahnya terpotong tadi sudah sampai UGD Rumah Sakit. Sang Soo dan Han Pyo lalu berjaga di luar pintu


Han Pyo: “Lidah wanita itu? Operasi akan berjalan dengan baik, kan?”
Sang Soo: “Ngomong-ngomong, ini adalah kasus kekerasan seksual, tapi kenapa lidahnya dipotong? Maksudku, biasanya seorang wanita yang menggigit lidah pria dalam kasus seperti ini. Apakah orang itu cabul? Apakah itu sebabnya dia menggigit lidahnya?”


Han Pyo: “Dia mungkin seorang cabul, atau mungkin dia adalah si penyerang.”
Sang Soo: “Apa maksudmu dia memperkosa pria itu?”
Han Pyo: “Apakah kau menjadi bersemangat karena memiliki kasus untuk dikerjakan?”


Setelah menyerahkan lidah dalam kantong es itu ke paramedis, Jung Oh dan Myung Ho kembali berjaga di luar kamar hotel.


Di dalam sudah ada Jang Mi bersama tim forensik yang melakukan penyelidikan. Jang Mi juga melihat area luar motel dari jendela kamar itu.


Seorang petugas forensik memuji Myung Ho yang sudah memeriksa jalan dan juga mendapatkan rekaman CCTV.


Hmmm.. sepertinya Jung Oh mulai mengagumi Myung Ho.


Selanjutnya Jang Mi mengecek kamar mandi dan melihat jendelanya. Ia merasa korban dapat dengan mudah melarikan diri dan korban dapat dituntut dengan pertahanan diri yang berlebihan.


Di sebuah cafe, Kapten Oh kembali menghubungi Kepala Kim tapi tidak tersambung. Ia sudah menghabiskan 2 gelas minuman disana, tapi orang yang ditunggunya tidak juga datang. “Jadi, kau menghindariku? Apa kau pikir kau bisa menghindariku?” gumam Kapten Oh sinis.


Kapten Oh lalu keluar dari cafe dan masuk ke mobilnya. Ia terkejut ketika Ju Yeong mengetuk jendela mobilnya.


Advertisement


EmoticonEmoticon