3/21/2018

SINOPSIS Live Episode 2 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Live Episode 2 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Live Episode 2 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Live Episode 2 Part 3

Tersangka menghubungi no telepon kamar di depannya, namun tidak tersambung. Ia akhirnya menggedor pintu itu dengan keras karena tidak juga ada yang keluar.


Ketika Ho Cheol membuka pintunya, tersangja menyuruhnya mengecilkan volume televisinya. Setelah Ho Cheol mengiyakan, tersangka kembali ke kamarnya.


Tapi si tersangka merasa aneh, karena jendela kamarnya terbuka. Ia melongok keluar, lalu menutup jendelanya. Setelah itu, Kapten Oh tiba-tiba datang menyerang. Si tersangka berusaha melawan dan ingin melarikan diri.


Kapten Oh membenturkan kepala tersangka beberapa kali ke lantai, hingga ia lemas. Ho Cheol kemudian masuk sambil mengeluarkan pistol dan berkata, “Hei Kim Hak Soon. Kau ditangkap atas pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur, pembunuhan, dan pembuangan mayat secara ilegal. Kau berhak menerima bantuan jasa hukum dan juga mengajukan banding atas penangkapanmu. Kau juga bisa membela dirimu, bajingan.”


Hak Soon kembali melawan dan berhasil menjerat leher Kapten Oh dengan kabel hair dryer. Ho Cheol menodongkan pistolnya, tapi ia ragu untuk menembak karena Hak Soon terus bersembunyi di belakang Kapten Oh. “Lepaskan dia, bajingan!” kata Ho Cheol.


Ju Hyeong tiba-tiba muncul dari luar jendela dan menodongkan pistolnya ke kepala Hak Soon. Hak Soon terpaksa melepaskan Kapten Oh. Ho Cheol lalu menghajarnya sampai ambruk. Kapten Oh merasa kesakitan dan menggerutu karena Ju Hyeong lama sekali baru datang. Ju Hyeong lalu membawa Hak Soon turun.


Saat Hak Soon dibawa masuk ke mobil Polisi, Ho Cheol bersorak girang karena berhasil menangkap penjahatnya. Kapten Oh pun berteriak dan tertawa bersamanya.


Dalam perjalanan, Ho Cheol mengatakan bahwa ia sudah menelepon ayah korban. Ayah korban kesal padanya karena walaupun pelakunya ditangkap itu tidak akan mengembalikan istri dan anaknya yang sudah meninggal. Kapten Oh bertanya apakah Ho Cheol jadi kesal juga. Tapi Ho Cheol bilang dia baik-baik saja, karena merasa hutangnya sudah lunas dan bisa membantu korban beristirahat dengan tenang.


Kapten Oh memberi hormat dan merasa bangga memiliki mentor seperti Ho Cheol. Ho Cheol hanya tertawa mendengarnya.


Setelah selesai mengamankan berjaga dalam cuaca yang sangat dingin, Sang Soo merasa tubuhnya kaku karena karena hanya berdiam diri saja.


Hye Ri dan Jung Oh merasa mereka bisa terindikasi infeksi saluran kandung kemih. Jung Oh malah sudah kama tidak lancar buang air kecilnya. Atasan lalu datang dan memberi mereka roti dan kopi. Mereka lalu terbatuk dan hampir tersedak saat atasan mengatakan bahwa mereka tidak ada apel malam, tapi harus bangun jam 3 pagi besok dan memakai seragam mereka. Ia lalu menyuruh anggota untuk menyanyikan lagu kebangsaan.


Kapten Oh berhenti di mini market untuk membeli minuman.Yang tadinya ingin membeli 2 kopi, ia akhirnya hanya membeli 1 kopi dan ditambah 3 kaleng bir. Ia lalu kembali ke mobil dan memberikan kopinya kepada Ho Cheol.


Ho Cheol merebut bir Kapten Oh dan mengatakan bahwa Polisi tidak boleh minum saat bertugas, tapi Kapten Oh bilang dia sedang tidak aktif dan Ho Cheol-lah yang mneyetir. Ho Cheol tetap tidak mengizinkan dan memberikan kopinya pada Kapten Oh.


Anggota baru masih menyanyikan lagu kebangsaan dan mereka sudah dalam perjalanan kembali ke Akademi.


Kapten Oh dan Ho Cheol juga sedang menyanyikan lagu yang sama. Tiba-tiba Kapten Oh melihat sesuatu dan meminta Ho Cheol menghentikan mobilnya.


Mereka melihat seorang pria berteriak, “Yeong Soon! Yeong Soon!” Pria itu perlahan berjalan menuju air dan beberapa kali hampir terjatuh. Ho Cheol bilang cuaca sedang sangat dingin. Kapten Oh lalu akan turun dan meminta Ho Cheol tetap disana dan melapor pada Polisi.


Ho Cheol sempat melarang Kapten Oh, namun tidak berhasil. “Aish. Aku terlalu untuk masalah begini,” kata Ho Cheol lalu menghubungi Polisi. Sementara itu Kapten Oh mulai terjun ke air untuk menyelamatkan pria tadi. Ho Cheol melihatnya dan menjadi panik, “Yang Choon! Jangan jauh-jauh! Yang Chon! Bodoh sekali! Yang Chon! Sialan!” Ho Cheol keluar dari mobil dan mengejar Kapten Oh.


Kapten Oh berusaha menemukan pria itu. Ia lalu menyelam untuk mencarinya. Ho Cheol menyuruhnya keluar dari air, tapi Ho Cheol tidak mendengarnya. Ho Cheol panik karena tidak melihat Kapten Oh lagi. “Yang Chon!” teriak Ho Cheol.


Tidak lama kemudian, Kapten Oh muncul ke permukaan sambil menggendong pria tadi yang tidak sadarkan diri.Ia lalu merebahkan pria itu dan memberikan pernapasan buatan. Polisi dan ambulance sampai ke lokasi.


“Ada orang disana!” kata Polisi sambil berlari menuju air. Kapten Oh masih berusaha untuk menyadarkan pria itu. Ia melihat ke mobil Ho Cheol dan tidak ada seorang pun disana.


Ia masih memompa jantung pria itu dan melihat Ho Cheol-lah yang tenggelam dan sedang diberikan pernapasan buatan oleh petugas ambulance. Kapten Oh bingung, tapi ia tetap berusaha menyadarkan pria itu. Ketika pria itu sadar, barulah ia berlari ke arah Ho Cheol.


Ia mengecek Ho Cheol dan berusaha memberikan pernapasan buatan lagi. “Bangunlah, hyung.  Ho Cheol hyungnim,” kata Kapten Oh. Rupanya Ho Cheol terjun ke air untuk menyelamatkan Kapten Oh yang ia kira tenggelam.


Di bawah hujan salju, Jang Mi tampak berlari masuk ke rumah sakit. Ayah mertuanya juga sudah ada disana.


Jang Mi melihat kedua orang tuanya sudah ditutup kain dan siap dipindahkan. Saat Jang Mi datang, perawat membuka kain itu dan Jang Mi terlihat sangat sedih.


Sementara itu, Kapten Oh mulai menangis karena Ho Cheol tidak juga sadar.


Perawat menutup kembali kainnya dan membawa kedua jasad itu pergi.

Advertisement


EmoticonEmoticon