3/20/2018

SINOPSIS Live Episode 2 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Live Episode 2 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Live Episode 1 Part 4
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Live Episode 2 Part 2

Terdapat spanduk besar bertuliskan ‘Katakan Tidak pada Kebrutalan Polisi’. Para demonstran mulai melempari Polisi dengan telor.


“Hyung, Australia sedang musim panas, bukan? Semoga kau tidak bekerja di ladang gandum setiap hari. Kau harus sering ke pantai, bertemu wanita dan berkencan. Lakukanlah itu. Jangan jadi kutu buku dan kerja terus setiap hari. Disini sangat dingin. Aku akan menghalang aksi unjuk rasa hari ini. Unjuk rasa apa? Saat itulah Polisi dipukuli. Kenapa kami dipukuli tanpa perlawanan? Aku juga tahu alasannya.Kami hanya diperintahkan seperti itu,” kata Sang Soo meninggalkan pesan suara untuk Sang Joon.


Jung Oh terjatuh keluar barisan dan rekannya menariknya lagi agar kembali ke dalam formasi. Saat itu, Sang Soo juga berusaha membantunya. Sang Soo juga mengatakan pada Sang Joon bahwa jika Polisi melawan, maka akan timbul masalah yang lebih besar.


Sang Soo juga menceritakan tentang dirinya yang harus tetap berjaga walaupun kakinya gemetar, giginya bergemeretak, dan otaknya membeku karena dingin.


Unjuk rasa bahkan berlangsung sampai malam hari.


Sang Soo menceritakannya kesedihannya pada Sang Joon, ketika ia merasa hancur karena melihat temannya yang mirip dengan Sang Joon harus ambruk karena dipukuli.


Sang Soo berusaha menolong temannya, namun seorang demonstran memukul tangannya dengan kayu, sehingga temannya pun terlepas dan terjatuh. Temannya itu kemudian ditendang dan diinjak oleh para demonstran. Pelindung kepala Sang Soo juga dipukuli dengan tongkat.


Di Kantor Polisi, Dong Kyu meminta temannya untuk menyelimuti seorang wanita yang tertidur di kursi tunggu. Won U pun melakukannya sebelum akhirnya ia pulang.


Dong Kyu kemudian menggunakan mesin fotokopi dan terlihat di ruangan sampingnya, Jang Mi sedang melakukan rapat dengan sesama rekannya.


Jang Mi memperlihatkan video rekaman CCTV, ketika Dong Kyu membiarkan seorang warga di jalanan begitu saja. Seorang Polisi bernama Ki Han Sol (Sung Dong Il) meminta agar masalah ini dilimpahkan ke Divisi Pengawasan Internal, sedangkan Kyung Mo menyarankan agar mereka menutup mata saja.


Kyung Mo bertanya kenapa Polisi harus selalu jujur dan tidak bisa melindungi dirinya sendiri. Kyung Mo mengatakan bahwa orang itu punya dendam pada Dong Kyu, karena Dong Kyu pernah mencabut SIM-nya, saat orang itu menjadi anggota Kongres. Jadi orang itu datang ke Divisi Patroli smabil mabuk dan memukuli Dong Kyu setiap hari selama setahun terakhir.


Lee Sam Bo (Lee Ol) mengatakan bahwa orang itu menyuruhnya supirnya pulang, lalu ia memanggil Dong Kyu dan menyuruh Dong Kyu untuk mengantarkannya pulang. Kyung Mo menyuruh mereka memperhatikan rekamannya. Ia mengatakan bahwa saat Dong Kyu menggendongnya ia yakin orang itu memukul dan mencekik Dong Kyu.


Saat Han Sol menanyakan pendapatnya, Jang Mi juga memilih untuk menutup matanya. Ia tidak mau Dong Kyu diselidiki karena bajingan itu. Jang Mi mengatakan bahwa impian Dong Kyu adalah bekerja di Kantor Polisi di kampung halamannya dan hidup tenang bersama ibu dan anaknya.


Jang Mi bilang jika ia gagal mewujudkan impian Dong Kyu, maka ia tidak pantas dianggap sebagai seniornya. Tapi kemudian ia bilang ia sedang dalam gejala menopause dan bisa jadi ia mengambil keputusan secara emosional, karena ia tahu dengan menutup mata maka itu berarti ia melanggar peraturan. Ia meminta juniornya, Choi Myung Ho (Shin Dong Wook), yang selalu bijak untuk mengambil keputusan.


Kyung Mo menolak mendengarkan pendapat juniornya. Ia bilang setelah Jang Mi pergi maka ia akan menjadi kapten bagi Dong Kyu dan ia tidak mau bawahannya diselidiki. Kyung Mo meninggalkan ruangan dan Sam Bo mengejarnya.


Myung Ho meminta waktu untuk memikirkannya. Ia lalu ikut pergi meninggalkan ruangan itu.


Han Sol tetap pada pendiriannya untuk melaporkan Dong Kyu, tapi Jang Mi memintanya agar sekali-kali berbuat curang. Han Sol bilang ia sudah sering bermain curang, tapi Jang Mi tidak mengetahuinya. Han Sol akan pergi, tapi tiba-tiba Jang Mi berkata, “Aku ingin menceraikan Oh Yang Chon.”


“Hei, berhenti untuk membicarakan soal urusan keluargamu!” kata Han Sol dengan keras. “Pulang saja kau! Aku benci mendengarnya.”


Jang Mi juga akan pergi, tapi tiba-tiba ia merasa lengan kanan bagian atasnya terasa sakit. Ia kemudian berusaha meluruskan lengannya dengan hati-hati di dinding.


Di ruang gantu, Myung Ho terlihat sangat bimbang. Disana juga ada Dong Kyu yang sedang berpakaian dan akan pulang. Seorang polisi memanggil Myung Ho untuk patroli, dan Myung Ho memintanya menunggu. Myung Ho bertanya pada Dong Kyu apakah ia akan membawa ibu dan anaknya.


Dong Kyu mengiyakan bahwa ia akan melihat kantor barunya bersama mereka dan mencari rumah di dekat sana, dan juga makan di luar. Dong Kyu bilang ia bekerja sukarela dengan Tim Dua dan bekerja selama 48 jam agar bisa mendapat libur dua hari demi bisa kesana. Dia bilang memikirkan perjalanan itu saja sudah membuatnya sangat bahagia.


Setelah Dong Kyu pergi, Myung Ho mengirimkan rekaman itu pada Dong Kyu.


Dong Kyu yang sudah bersiap pergi dengan mobilnya menerima pesan dari ‘Rekanku Myung Ho’. Ia yang tadinya tersenyum senang, menjadi terkejut. Myung Ho lalu datang dan membuka pintu mobil Dong Kyu.


Myung Ho berkata, “Tinggalkan mobilmu, naik bus saja. Kau kelihatan lelah. Dan saat kau kembali, pergilah ke Divisi Pengawasan Internal sendirian atau aku akan melaporkanmu.” Myung Ho lalu menutup pintu mobilnya dan pergi.


Dong Kyu kelihatannya sangat terpukul.


Sementara itu di tempat lain, Kapten Oh dan seorang detektif (Jang Hyuk Jin) sedang makan sambil membahas laporan otopsi. Mereka membahas bukti terbaru atas kasus sembilan tahun lalu. Tapi detektif bilang apa yang mereka dapatkan jika mengerjakan kasus yang berhubungan dengan seorang detektif bernama Ho Cheol, padahal ada kasus Incheon yang harus mereka kerjakan.


Karena rekannya tidak terlalu peduli, Kapten Oh membawa lagi hasil otopsi dan foto-fotonya. Ia lalu bertanya apakah di mobil ada minuman, lalu berjalan menuju mobil. “Pulang sana!” teriak rekannya.


Dan ternyata Kapten Oh membawa pergi mobilnya. Rekannya berlari mengejar dan berteriak, “Apa yang kau lakukan?! Kau ingin aku dipecat?! Kembalikan mobilku!” 


Setelah agak jauh, Kapten Oh menghentikan mobilnya dan berbicara, “Dengar, brengsek. Ho Cheol sebentar lagi akan pensiun, karena dia sudah bekerja selama 40 tahun. Dia bilang itulah keinginannya untuk memecahkan satu kasus yang tidak bisa dia pecahkan sebelum pensiun.”


Detektif itu kesal dan mengejar mobilnya lagi, tapi Kapten Oh menjalankan lagi mobilnya. Kapten Oh juga mengatakan karena tidak mau membantu, maka Kepala Polisi tidak akan menjadi Komisaris Besar dan detektif itu tidak akan pernah menjadi Kepala Direktorat Reserse Kriminal.


“Sadarlah kau sudah hancur sekarang. Datang saja dan bantu kami jika kau tidak menginginkan itu. Datanglah jam sepuluh. Nanti kukirim alamatnya,” kata Kapten Oh dan kali ini benar-benar meninggalkan rekannya. Ia kemudian menghubungi Ho Cheol, “Hyungnim, kau ada dimana?”


Ho Cheol bilang ia sedang mengawasi tersangkanya. Dia kecewa karena tidak akan ada rekan lagi yang datang untuk membantu. Si tersangka lalu menutup tirai apartemennya. Ho Cheol bilang akan sulit kalau hanya mereka berdua, karena mereka tidak bisa sembarangan menembak.


Ho Cheol kemudian memberitahu Kapten Oh bahwa Kepala Polisi Kim Man Seok meneleponnya dan itu berarti Ju Hyeong pastu sudah memberitahu Kepala Kim. Kapten Oh bertanya apakah Ho Cheol takut pada Kepala Kim. “Buat apa aku takut? Sebentar lagi aku pensiun. Yang aku takutkan adalah tidak bisa menangkap penjahat,” kata Ho Cheol.


Kapten Oh lalu bertepuk tangan untuk Ho Cheol dan menyebutnya Polisi sejati. Ho Cheol meminta Kapten Oh segera datang lalu menutup ponselnya. Dan sepertinya ia tidak menjawab telepon dari Kepala Kim.


Jang Mi tampak sibuk memasak dan ada seorang gadis yang sedang menonton TV sambil makan camilan. Jang Mi kemudian menjawab ponselnya, “Ya.. Ya.. Ya, aku akan segera kesana.”


Ketika masakannya selesai, gadis itu menghampiri Jang Mi sambil membawa sendoknya. Tapi Jang Mi menangkis sendok itu dan menyuruhnya untuk memasak makanannya sendiri. Gadis bernama Oh Song Yi (Go Min Si) itu kesal dan membanting sendoknya ke meja. Ia kemudian memilih untuk memakan jeruk.


Song Yi bertanya apakah ibunya akan pergi ke suatu tempat. Jang Mi berkata, “Kakek dan nenekmu kondisinya parah.” Song Yi bilang mereka sering mendapat kabar itu, tapi tidak ada yang terjadi. Song Yi bilang ia harus berangkat kerja dan meminta Jang Mi untuk menghubunginya jika ada sesuatu terjadi. Ia lalu masuk ke kamarnya.


Anak laki-lakinya lalu keluar dari kamarnya dan minta dibuatkan ramen. Tapi Jang Mi menyuruhnya membuatnya sendiri. “Aku lagi puber,” kata anak laki-laki itu. Sedangkan, Jang Mi bilang ia sedang menopause.


Jang Mi lalu memakai jaketnya dan pergi. Ia berpesan agar kedua anaknya membersihkan rumah. “Menyebalkan,” gerutu si anak laki-laki sambil makan jeruk.


Jang Mi menghubungi Kapten Oh yang menjawab teleponnya dengan bersenandung dan menyebutnya ‘istriku tersayang’. Jang Mi mengatakan bahwa orang tuanya sakit parah sambil masuk ke dalam mobil.


Kapten Oh bilang ia tidak mengerti masalah begitu, dan Jang Mi-lah yang tahu segalanya. Kapten Oh bilang ia harus segera menangkap penjahat. Kapten Oh bilang agar Jang Mi mengecek keadaan orang tuanya dulu, baru menghubunginya lagi.


Jang Mi yang kecewa menutup ponselnya sebelum Kapten Oh selesai bicara. “Bajingan,” gerutunya. Ia lalu menyetir mobilnya pergi.


Ho Cheol datang sambil membawa bekas makanan dan puntung rokok si tersangka dan yakin kalau dialah pelakunya. Kapten Oh mengambil potongan keripik dan merasa aneh, karena bekas gigitannya sangat rapi, sedangkan di foto bekas gigitan yang ada di bahu korban, tampak ada gigi yang hilang.


Ho Cheol tersenyum dan menunjukkan foto tersangka yang baru saja keluar dari sebuah klinik gigi. “Ah, veneer gigi!” kata Kapten Oh. Ho Cheol bilang ia sudah mencaritahu dan menemukan bahwa tersangk mem-veneer semua giginya lima tahun lalu.


Ho Cheol yakin tersangka itu berhubungan dengan kasus lain. “200 persen,” kata Kapten Oh lalu menari senang sampai berguling di lantai.


Jang Mi sudah sampai di rumah sakit dan kedua orang tuanya tampak dirawat di ranjang yang bersebelahan.


“Kali ini kukira mereka akan bertahan. Dokter dan aku juga mengira begitu,” kata ayah Kapten Oh (Lee Soon Jae). Jang Mi lalu menanyakan kondisi ibu mertuanya yang juga dirawat di ruangan yang sama. “Dia pasti beruntung jika dia benar-benar meninggal dunia.”


Jang Mi lalu makan bersama ayah mertuanya. Ia berkata, “Ayah, aku akan menceraikan anakmu.” Ayah mertuanya terkejut tapi tidak mengatakan apa-apa. “Aku ingin menceraikannya dari dulu, tapi tidak jadi terus, demi ayah. Jangan larang aku, karena aku kali ini serius akan menceraikannya.”


Ayah mertuanya masih tetap tidak merespon. Ia meletakkan uang untuk tagihan makannya, lalu pergi. Jang Mi mengikutinya.


Jang Mi: “Aku akan mengantar ayah pulang. Ayah.. Ayah..”
Tuan Oh: “Aku tidak bisa tidur kalau tidak jalan kaki sendirian.”
Jang Mi: “Tapi ayah bisa 2 jam sampai rumah.”
Tuan Oh: “Aku memang selalu begitu.”


Jang Mi berteriak, “Nanti kubawa barang-barang anak ayah ke rumah ayah. Ya?” Tapi Tuan Oh tetap tidak menjawab dan melangkah pergi. Jang Mi lalu masuk ke mobilnya, sedangkan Tuan Oh terus berjalan pergi.


Advertisement


EmoticonEmoticon