3/18/2018

SINOPSIS Live Episode 1 PART 4

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Live Episode 1 BAGIAN 4


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Live Episode 1 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Live Episode 2 PREVIEW

Selepas latihan, semua anggota merasa sangat lelah. Mereka memakai koyo di seluruh tubuh dan saling memijat. Bahkan ada teman Sang Soo yang beralis tebal yang tidak bisa bergerak sama sekali, saking lelahnya.


Di kamar asramanya, Jung Oh mendengar salah satu temannya menangis tersedu-sedu dan ada juga yang hanya duduk melamun. Jung Oh menghela napas panjang.


Keesokan harinya, para anggota melakukan simulasi menangkap penjahat. Sang Soo yang bertindak sebagai penjahat, berhasil dikalahkan. Jung Oh yang berperan sebagai polisi juga berhasil menangkap penjahat. Tapi kemudian, Kapten Oh meminta Jung Oh memborgolnya dan dia gagal. Jung Oh mendapat 13 poin pelanggaran.


Kapten Oh memperingatkan bahwa Jung Oh sudah mendapat total poin pelanggaran 21, dan jika mencapai 30 poin maka ia akan dikeluarkan. Jung Oh bilang ia akan mempertaruhkan nyawanya agar bisa bertahan.


Kapten Oh juga memberikan lima poin pelangggaran karena Sang Soo meremehkan kemampuan wanita. Sang Soo terlihat kecewa.


Malam harinya, mereka berlatih simulasi antara Polisi huru-hara dan pengunjuk rasa. Mereka mengerahkan seluruh tenaganya untuk saling mendorong.


Barisan polisi berhasil dikalahkan dan Sang Soo serta satu temannya jatuh lebih dulu. Mereka mendapat masing-masing dua poin pelanggaran. “Sialan,” umpat Sang Soo pelan, tapi tampaknya Kapten Oh mendengar itu.


Song Hye Ri (Lee Joo Young) menyusul Jung Oh ke atap dan mengingatkan bahwa Jung Oh bisa dihukum jika terus berada disana. Jung Oh bilang tidak masalah jika ia dikeluarkan. Hye Ri menyayangkannya dan mengatakan kalau Jung Oh harus lulus.


Jung Oh menyuruh Hye Ri masuk lebih dulu agar tidak mendapat poin pelanggaran. Jung Oh bilang ia harus tetap disana untuk menenangkan pikirannya, karena jika tidak, ia pasti akan marah sebelum dikeluarkan dan bahkan menggigit leher Kapten Oh.


Hye Ri mengajaknya mendengarkan musik bersama. “Aku pasti lulus,” kata Jung Oh optimis. Hye Ri juga mengatakan hal yang sama.


Keesokan harinya, ketika para anggota baru membersihkan salju dua orang tampak berjalan keluar dari akademi. Jung Oh dan Sang Soo menatap mereka dengan heran.


Sambil bersenandung, Kapten Oh mengendarai mobilnya dan juga pergi keluar akademi. Beberapa anggota bertanya-tanya kemana Kapten Oh pergi. “Siapa yang peduli dia mau kemana?” kata Sang Soo sambil terus menyapu salju.


Kapten Oh lalu mengklakson dua orang yang tadi pergi dan menghentikan mobilnya, “Kalian berdua. Kalian keluar? Ya, ampun. Aku harus turun lapangan hari ini. Sepertinya kalian tidak tahu. Ah, apa aku belum bilang ya. Kalian seharusnya bertahan sedikit lebih lama lagi. Kau Polisi Pria tidak punya poin pelanggaran, kenapa kau keluar?”


Pria itu mengatakan bahwa Kapten Oh dan juga tempat itu tidak masuk akal dan tidak adil. Kapten Oh tertawa dan membenarkan hal itu. Ia bahkan mengatakan bahwa mereka mengambil keputusan yang tepat, tapi nantinya mereka akan menghadapi situasi yang lebih tidak adil.


Kapten Oh berkata, “Kalian akan menghadapi orang yang melanggar hukum dengan mabuk, menyumpahi kita, menendang kita, memukul kita, dan bahkan menusuk kita, sebagai orang biasa. Dunia mana yang adil Pokoknya, fighting!” Kapten Oh menyalakan musiknya lagi dan pergi.


Di persimpangan jalan, Kapten Oh menghentikan mobilnya dan bernyanyi di ponselnya lalu berkata, “Aku merindukanmu, aku mencintaimu, sudah lama tak berbincang, sayangku. Tapi bagaimana ini. Aku bertugas hari ini, jadi aku tidak bisa pulang malam ini.”


“Kapan kau akan pulang?” tanya An Jang Mi (Bae Jong Ok), istri Kapten Oh yang juga seorang Polisi. “Tonton rekaman yang kukirim dan telepon aku.”


Setelah menutup ponselnya, Jang Mi memperhatikan dua bawahannya yang sedang berdiskusi.


Kapten Oh menonton rekaman dimana seorang Polisi mengusik orang lain. Ia menghubungi kembali istrinya dan bertanya apa maksudnya mengirimkan rekaman itu.


Sambil memperhatikan bawahannya, Jang Mi mengatakan pada Kapten Oh bahwa dia menemukan itu ketika sedang memeriksa rekaman lain. Ia bilang tidak ada yang melaporkan kejadian yang dilakukan oleh salah satu bawahannya yang bernama Dong Kyu. Jang Mi bilang Do Kyung akan dipindahkan ke bagian SDM dan dia adalah Polisi yang baik dan seorang ayah tunggal yang juga mengurus ibunya.


Jang Mi bilang tugasnya di Divisi Patroli akan selesai dalam dua minggu dan meminta pendapat suaminya apakah ia harus melaporkan Dong Kyu atau membiarkannya.


Kapten Oh bilang karena Dong Kyu adalah Polisi yang baik, maka ia harus dilaporkan. Jika saja kejadian itu terjadi pada musim dingin, maka orang itu bisa mati kedinginan.


Jang Mi lalu memanggil Dong Kyu dan minta dibuatkan teh. “Baiklah,” jawab Dong Kyu lalu mulai menyiapkan teh. “Kalau Kapten pergi, apa yang akan kulakukan?”


“Aku juga akan merindukanmu,” kata Eun Kyung Mo (Jang Hyun Sung) sambil menepuk bahu Jang Mi. Tanpa menoleh, Jang Mi mengatakan bahwa orang-orang melihat mereka. Kyung Mo tertawa lalu pergi.


Sambil keramas, Sang Soo menggerutu tentang Kapten Oh yang malah bernyanyi dan menari setelah menghancurkan hidup orang lain. Sang Soo bilang Kapten Oh yang tidak mengerti tanggung jawab, karena pergi sebelum menyelesaikan tugasnya. Sang Soo yakin bisa menyelesaikan pelatihannya yang akan berlangsung dua minggu lagi, apalagi Kapten Oh sudah pergi.


Si Alis Tebal berkata kalau besok mereka akan mulai turun ke lapangan dan angkatan tahun kemarin mulai keluar satu persatu setelah turun ke lapangan. “Ah, sial!” teriak Sang Soo.


Di toilet wanita, Hye Ri mengatakan bahwa turun ke lapangan adalah hal yang sulit. Ia bilang mengatasi mahasiswa yang berdemonstrasi adalah hal yang berat. Jung Woo berkata bahwa mereka harus tetap mencobanya. Hye Ri juga mencoba menyemangati teman-temannya bahwa mereka harus lebih tangguh dari para pria dan tetap mempertahankan formasi.


“Aku tidak akan pernah mengacaukan formasi!” teriak Jung Oh lalu melanjutkan sikat giginya.


Di lorong, kelompok pria dan wanita berpapasan dan mereka saling tos dan menyemangati bahwa mereka tidak akan menyerah. Jung Oh dan Sang Soo juga melakukan tos, tapi mereka tidak saling memperhatikan wajah.


Di kamar asrama, Sang Soo dan teman-temannya mulai memakai atribut tugas mereka. Salah satu temannya mengatakan bahwa mereka akan menjaga bangunan yang diduga lokasi perkumpulan agama terlarang dan ada mayat disana.


Sang Soo bilang ia tidak akan goyah, karena impiannya adalah berada di Divisi Patroli. Ia juga menasehati mereka agar tidak goyah.


Para anggota beratribut lengkap berlari menuju mobil bus yang akan membawa mereka ke lokasi.


Setelah semua anggota duduk di dalam mobil, mereka pun berangkat.


Di dalam perjalanan, seorang atasan memerintahkan agar mereka menyerahkan tongkatnya. Sang Soo berpikir keadaannya tidak begitu parah, karena mereka akan bertugas tanpa tongkat.


Hye Ri: “Sepertinya ini tidak berbahaya. Aku sampai tidak bisa tidur, karena memikirkan aku harus memukul orang dengan tongkat itu.”
Jung Oh: “Diam, nanti kita dapat poin pelanggaran. Tiga poin lagi, aku out. Aku juga ingin berhasil.”


Anggota diminta untuk memakai helm pelindung mereka dan mereka tidak akan melakukan apapun hari ini. Mereka dilarang untuk bergeming, walaupun diserang. Mereka juga harus mengulangi  perintahnya itu dengan mulut mereka sendiri.


Hye Ri menggenggam tangan Jung Oh, ketika mereka dilarang untuk saling membantu rekannya walaupun rekannya itu sedang diserang. Mereka hanya boleh bergerak maju dalam formasi. Dan jika formasi tidak sesuai, mereka akan mendapat lima poin pelanggaran.


Mereka juga akan dikeluarkan jika perisai mereka direbut oleh pengunjuk rasa atau pelindung kepala mereka hilang.

Advertisement


EmoticonEmoticon