3/18/2018

SINOPSIS Live Episode 1 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Live Episode 1 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Live Episode 1 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Live Episode 1 Part 4

“Sang Soo! Sang Soo! Kenapa kau mau jadi Polisi! Kerja di perusahaan saja,” kata ibu pada Snag Soo yang sudah membawa barang-barangnya pergi. “Butuh waktu bertahun-tahun bagimu untuk jadi PNS!” Sang Soo tetap melangkah pergi dengan optimis.


Sementara itu di rumahnya, Jung Oh menghubungi seseorang, “Aku anaknya Lee Sun Yeong, Han Jung Oh. Pria lawan bicaranya mengatakan bahwa ia tidak mengenal nama itu, lalu menutup ponselnya.


Jung Oh menyelesaikan memasak dan meninggal pesan untuk ibunya, ‘Sarapanlah.Dan minum obra juga’.


Jung Oh pergi ke suatu tempat dan menghubungi pria itu lagi. Tapi pria yang merupakan ayahnya kandungnya itu tidak menjawab ponselnya. Ia bahkan melewati Jung Oh begitu saja.


Jung Oh lalu bersandar di mobil ayahnya sambil membaca tentang hukum pidana di ponselnya. Tidak lama kemudian ayahnya datang lagi.


Ayah: “Apa maumu?”
Jung Oh: “Kurasa Anda tahu siapa aku. Tapi Anda bilang tidak tahu...”
Ayah: “Apa yang kau mau dariku? Langsung saja intinya.”
Jung Oh: “Aku sedang mencari pekerjaan. Aku butuh uang untuk belajar ujian Polisi. Berikan aku 20 juta won.”


Ayah meminta nomor rekening Jung Oh dan langsung menghubungi sekretarisnya untuk mentransfer uangnya. Ia lalu pergi tanpa berkata apa-apa.


Jung Oh kemudian meninggalkan pesan yang ditempelkan di kaca mobil ayahnya, ‘Kirimi aku nomor rekening Anda, aku akan mengganti uangnya’.


Jung Oh sedih karena merasa harga dirinya jatuh. Ia meminta uang pada ayah kandungnya, padahal sebelumnya ia melarang ibunya untuk melakukan itu.


Keesokan harinya, Jung Oh mulai belajar di Kelas Polisi. Ia mencatat semua hal penting yang ia dengar.


Sang Soo juga terlihat sudah berada di asrama. Ia membuat catatan penyemangat di dinding kamarnya.

Sang Soo juga belajar dengan sangat serius di perpustakaan. Ketika mengantuk, ia akan memukuli wajahnya dengan keras sampai semua orang menoleh ke arahnya. Tapi ia tidak peduli dan melanjutkan membaca. Dan ketika rasa kantuk datang lagi, ia akan memukul kepalanya dengan buku yang tebal. (haha..)


Ada sebuah catatan bertuliskan ‘Sang Joon Hyung meninggalkan ibu. Yeom Sang Soo, kau juga mau meninggalkan ibu?’ di atas kotak pensil Sang Soo.


Sang Soo pergi membeli makanan porsi besar dan memakannya di atap. Ia melihat orang lainnya makan sambil belajar. Tapi Sang Soo memiliki cara berpikir berbeda, “Aku harus fokus makan sekarang, agar bisa lebih fokus saat belajar nanti.”


(hehe.. belajar untuk ujian Polisi, jadi inget sama kasus di Queen Of Mystery 2 yang lagi aku bikin sinopsisnya juga, jangan lupa baca juga ya, Chinguu..)


Jung Oh terlihat menjalani absen di depan kamar asramanya. Ia tinggal di kamar 513 bersama 3 orang lain, yaitu Lee Ye Ji, Park Ye Jin, dan Jeong Ye Jin.


Sang Soo masih sibuk belajar.samai jam 11 malam, lalu dia pergi kelur untuk berolahraga.


Sang Soo lalu jogging cukup jauh.


Ternyata ia melakukan itu demi bisa melihat ibunya. Setelah melihat ibunya naik bus dengan aman, Sang Soo kembali ke asrama.


Hari-hari Jung Oh dan Sang Soo hanya diisi dengan belajar.


Saat musim panas datang, Sang Soo tetap belajar dengan giat. Ia sampai membuka bajunya, menyalakan kipas angin, dan minum es.


Salju mulai turun, dan Jung Oh masih tetap belajar sambil sesekali meregangkan lehernya.


Tidak lupa, Sang Soo juga melatih fisiknya.


Terkadang Sang Soo sampai ketiduran di lantai saat sedang belajar.


Dan... hari ujian pun tiba. Baik Sang Soo maupun Jung Oh berusaha mengerjakan ujian dengan sebaik mungkin.


Ketika hari pengumuman tiba, Sang Soo sangat gugup. Dia berdoa, baru kemudian mengecek pengumuman online melalui ponselnya. Setelah melihat pengumuman itu, Sang Soo menundukkan kepalanya dan memejamkan matanya.


Tetapi sesaat kemudian dia berdiri dan mengangkat tangannya. “Aku lulus...!” Dan semua orang yang ada disana pun menoleh ke arahnya. “Aku lulus masuk Akademi Polisi,” kata Sang Soo pelan. “Maaf, silakan lanjutkan.”


Sang Soo lalu menghubungi Sang Joon, “Hyung, telepon aku secepatnya setelah kau menerima pesan suaraku. Karena apa? Karena aku lulus masuk Akpol! Kau tidak dengar? Adikmu akan jadi polisi! Polisi! Polisiiiii!” dna lagi-lagi semua orang menoleh ke arahnya.


Di sebuah kafe, ibu tampaknya mendapat nasabah asuransi baru. Setelah menyelsaikan prosesnya, ibu mengantarkan nasabah barunya keluar. Dna di luar kafe, Jung Oh sudah berdiri menunggu ibunya.


Jung Oh berbisik pada ibunya, lalu langsung pergi lagi.


“Hei!” panggil ibunya sambil membuka kedua lengannya. Jung Oh pun berlari memeluk ibunya. “Anakku!”


Setelah itu mereka menari bersama, tanpa mempedulikan ada orang yang menatap mereka dengan aneh. “Ibu!” kata Jung Oh lalu memeluk ibunya lagi.


Pelatihan di akademi dimulai. Jung Oh dan Sang Soo tampak menjadi salah dua dari para Polisi baru yang sedang berlari.


Seorang teman Sang Soo berkata kalau ia dan teman-teman yang lain akan minum bersama dan mengajak Sang Soo ikut bersama mereka. “Tentu saja. Aku akan mabuk malam ini. Tapi sampai kapan kita harus berlari?” kata Sang Soo. Temannya bilang pelatih mereka sangat galak.


Sang Soo penasaran siapa pelatih mereka. Ia mendaftar di Divisi Patroli dan berkata bahwa dia akan berkeliaran di jalan sambil membawa pistol.


Jung Oh melakukan tos dengan temannya, karena mereka sama-sama mendaftar di Divisi Patroli. 


Terdengar bunyi peluit, lalu mereka berlari di tempat. Seorang Polisi memperkenalkan pelatih bela diri mereka yaitu Kapten Oh Yang Chon (Bae Sung Woo).


“Lihat wajahnya. Seseorang mungkin mengira dia itu kriminal,” kata Sang Soo.


Kapten Oh mulai memberikan instruksi, “Siap sedia... Siap sedia... Jangan coba ingin beristirahat sekarang. Larilah!” Dan para Polisi baru pun mulai berlari lagi.


Sambil berlari bersama mereka, Kapten Oh mengatakan bahwa walaupun mereka sudah lulus menjadi PNS jangan sampai santai dan lengah. Dia bilang setiap bulan dia kaan mengeluarkan satu orang yang tidak fokus berlatih.


“Bicara apa dia?”
“Dia akan mengeluarkan kita? Tapi kenapa?”
“Firasatku tidak enak.”
“Bagaimana ini sekarang?”


Jung Oh bilang Kapten Oh hanya menakut-nakuti mereka saja. Tapi teman Jung Oh mengatakan kalau kapten mereka cukup menakutkan dan membuatnya khawatir dikeluarkan, padahal akhirnya ia bisa lulus ujian setelah belajar seperti orang gila selama dua tahun.


“Pelaan! Lari di tempat!” perintah Kapten Oh lalu memeriksa barisannya. Dan perhatiannya langsung tertuju pada Sang Soo dan menyebutnya belum memiliki rasa tanggung jawab. “Lari!”


Ketika melihat seorang Polwan yang gugup saat akan terjun tali, Kapten Oh mengurangi satu poinnya. Polwan itu bersiap terjun, “Saya seorang Polisi! Saya memiliki rasa tanggung jawab! Ah, tunggu dulu!” Kapten Oh mengurangi poinnya lagi. Dan karena ia tidak terjun dengan benar, Polwan itu mendapat total 4 poin pelanggaran.


Seorang Polwan mengajukan protes karena temannya itu sudah belajar tiga tahun untuk ujian, tapi kemudian mendapat 4 poin pelanggaran dalam satu latihan pendaratan. Kapten Oh bilang akan menjadi masalah jika Polisi takut ketinggian padahal sedangkan nyawa orang lain dalam bahaya. Polan itu mendapat satu poin pelanggaran karena tidak berpikir panjag dalam menyampaikan pendapatnya.


Jung Oh dan Sang Soo terjun bersama dengan baik.


“Kau yang tadi kena empat poin pelanggaran! Kembalilah ke atas. Cepatlah kesini dalam 10 detik, jika tidak kau akan mendapat 5 poin pelanggaran,” kata Kapten Oh ketika melihat anak didiknya menangis.


Kapten Oh menginstruksikan agar anak didiknya mengisi peluru ke dalam pistol saat latihan menembak. Mereka semua mendapat satu poin pelanggaran karena kurang disiplin dalam laporan berulang. 


Kapten Oh lalu menginstruksikan agar mereka mulai menembak selama lima menit. Mereka mendapat poin pelanggaran lagi karena tidak ada satupun yang posisi lengannya tepat.


Setelah itu, mereka juga menjalani hari-harinya dengan berlatih dengan perisai untuk menangani kasus huru-hara. Latihan bela diri juga tidak kalah penting.


Kapten Oh mengatakan bahwa mereka tidak boleh membuang-buang uang pembayar pajak sebagai Polisi. Dia bilang dia sangat menginginkan juniornya menjadi Polisi yang baik suatu saat nanti. Jung Oh dan Sang Soo yang belum saling mengenal terus giat berlatih.
Advertisement


EmoticonEmoticon