3/02/2018

SINOPSIS Cross Episode 9 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Cross Episode 9 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Cross Episode 9 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Cross Episode 9 Part 3

In-kyu menelpon Ji-in, bertanya apakah dia telah menemukan pendonor Choi. Dan karena jawabannya belum, maka In-kyu mengajaknya bertemu di kafe RS..


Disana, tak sengaja Ji-in mendengar dokter Son dan rekannya yang tengah memperbincangkan sidang komite etik terkait ayahnya. Tak mau diam saja, Ji-in lansgung menegur mereka, “Bukankah tak adil, jika RS mengadakan sidang itu, sebelum tahu yang sebenarnya terjadi!” tegasnya

“Maaf.. kami tidak tahu, kalau kamu ada disini..” ucap dokter Son

“Memang, kalau aku tak ada.. kalian boleh membicarakan hal ini?!” tukas Ji-in

“Bukan itu maksudku..” ujar dokter Son

“Ini permasalahan internal yang melibatkan seluruh staff RS dan bukan hanya departemen transplantasi saja! Kalau memang ada yang salah, kita harus mengungkapnya.. tapi sekarang, malah orangtua kita yang menanggung semuanya..” jelas Ji-in


“Iya.. saya mengerti.. sekali lagi, saya minta maaf..” ucap dokter Son yang kemudian berjalan pergi


In-kyu tiba dan dia melihat serta mendengar kejadian barusan. Ketika ditanya ada apa, Ji-in tak mau memberikan penjelasan lebih lanjut.

Tujuan utama In-kyu mengajaknya bertemu, ialah untuk meminta data terkait identitas pendonor Choi. Ji-in menolak.. karena data itu hanya boleh dilihat oleh staff internal. 

“Lantas, kamu akan membiarkan ayahmua menjalani sidang etik begitu saja?”

“Tetap saja.. aku tak bisa memberikan data ini. Memangnya, untuk apa dan apa kepentinganmu dalam ha ini?”

In-kyu enggan menjawab, lalu kemudian Ji-in bertanya lagi: “Kau telah tinggal bersama dengann ayahku cukup llama. Menurutmu, apa ayahku terlibat dalam masalah ini?”


Sejenak diam, kemudian In-kyu menjelaskan bahwa menurutnya dokter Go bukanlah tipe orang yang akan melakukan hal semacam ini. Tetapi.. tindakan ilegal terjadi tanpa sepetahuan dia, dan mereka tak bisa membiarkannya begitu saja.


Akhirnya Ji-in luluh, dia pun memberikan berkas dokumen terkait pendonor Choi. Ketika melihatnya, In-kyu langsung ingat.. bahwa pria itu, merupakan pria yang berpapasan dengannya tadi.

Tanpa mengatakan apa pun, In-kyu berggeas pergi.. JI-in bertanya mau kemana? Bukankah mau menemui Choi Gyung-nam yang asli?

“Mereka sudah ketahuan.. kita tak akan berhasil, jika hanya mencari Chi Gyung-nam yang asli.. Orang ini, dia pergi menggunakkan taksi yang sebelumnya ku naiki menuju sini..” papar In-kyu

Tanpa perlu diminta, Ji-in inisiatif menawrkan diri.. mengajak In-kyu untuk pergi menggunakan mobilnya.


Presdir Choi hendak memindahkan putrinya ke RS lain.. putrinya bertanya, mengapa sang ayah sangat bersikeras untuk membuatnya menjalani operasi, padahal dirinya sendiri.. masih bisa bertahan dengan proses dialisis,


Tak memberikan jawaban yang pasti, presdir Choi hanya berkata: “Maafkan ayah.. yang telah membuatmu melewati banyak masa sulit..”  


In-kyu dan Ji-in menemui sopir taksi..  agak cukup lama, sampai si supir teringat sosok pendonor Choi. 


Sepanjang perjalanan, pendonor Choi menelpon seseorang dan memberitahukan bahwa dirinya telah dalam perjalanan pulang. Dan dia minta diturunkan di daerah sekitar Minimarket Sooneung.


Segera, mereka menuju lokasi yang disebutkan.. Ji-in belanja sambil bertanya pada pemilik minimarket...

“Apa anda mengenal pria (dalam foto) ini?”

“Ahh.. ayahnya Dong-hwan? Iya.. putranya sangat sering belanja kesini..”

“Kalau begitu, anda tahu, dia tinggal dimana?”

“Tentu saja.. tapi, kenapa anda bertanya?”

“Saya dari Rumah Sakit..”

“Ah.. pasti karena ibunya Dong-hwan yaaa.. Kalau kamu terus berjalan ke atas sana, akan menemukan tempat bernama Samil Villa. Mereka tinggal disana, tepatnya di lantai satu..”

“Iya.. terimakasih..”


Mereka sampai di lokasi yang disebutkan... suasananya sangat hening, In-kyu melihat salah satu kotak surat dimana terdapat banyak tagihan utang atas nama Kim Chul-ho~


Setelah mengetuk pintu, dan memanggil nama Kim Chul-ho.. keluarlah seorang anak kecil dan bersamaan dengan itu, pendonor Choi yang bernama asli Kim Chul-ho baru pulang ke rumahnya.


Dia kaget melihat kedatangan mereka.. tapi kemudian dia minta maaf, karena telah melarikan diri.


“Saya tahu.. saya faham kalau anda pasti, punya alasan tersendiri. Tapi sekarang, situasinya terlalu berbahaya untuk bersembunyi seperti ini..” ungkap Ji-in

“Anda akan melaporkan saya ke polisi?” tanya Chul-ho

In-kyu malah bertanya tentang kontak si broker penjual organ, “Kalau kau memberitahukan itu padaku, maka aku tak akan melaporkanmu!” tegasnya

“Terus ayahku bagaimana!” tukas Ji-in

“Bukankah tak ada bukti yang lebih kuat dibanding broker yang membawa Chul-ho ke tempat itu!” ujar In-kyu


Chul-ho teringat perjanjiannya dengan Han-shik. Saat itu, dengan sangat jelas.. Han-shik mengancam akan mencelakai anggota keluarga Chul-ho, jika sampai dia melaporkannya ke pihak polisi. Hal tersebut, yang membuat Chul-ho menolak untuk menuruti permintaan In-kyu.


Sadar, bahwa Chul-ho tengah berada dibawah ancaman.. In-kyu langsung menceritakan pengalaman mengerikan.. tentang insiden yang menimpa ayahnya 15 tahun yang lalu,


“Sama seperti anda.. dia mengambil tawaran itu, karena dia butuh uang. Namun satu bulan kemudian, dia ditemukan dalam kondisi seluruh organnya telah diambil.. dan tahukah, siapa orang yang tega membunuhnya? Dia adalah broker yang berurusan dengan anda saat ini!” papar In-kyu 


Chul-ho bingung, “Lantas, apa yang harus kulakukan? Dia bilang akan menjual diriku serta nggota keluargaku..” ungkapnya

“Aku akan membantumu! Aku punya cara.. jadi percayalah padaku!” tegas In-kyu yang akhirnya bisa meyakinkan Chuk-ho untuk menunjukkan nomor telpon broker yang menghubunginya.


Namun ketika dihubungi, nomor tersebut sudah tidak aktif lagi. Chul-ho sendiri kebingungan, “Kok bisa? Padalah siang tadi, dia masih menelponku dengan nomor ini.. aku tidak berbohong..” ucapnya


Tiba-tiba, putra Chul-ho yakni Dong-hwan berteriak sambil menangis menyebut nama ibunya. ..


Ketika diperiksa oleh In-kyu, kondisi ibunya Dong-hyun benar-benar parah dan harus dibawa ke RS sekarang juga. 


Ji-in dan In-kyu membawanya pergi, sementara Chul-ho dan putranya tetap tinggal karena situasi akan rumit, kalau dia ketahuan berada di RS. Tak lupa, In-kyu berpesan agar Chul-ho segera menghubunginya, ketika broker menelponnya lagi.


Son Sajang berbicara dengan Presdir Choi. Sekali lagi, Son sajang meminta maaf.. dan presdir Choi menjelaskan bahwa dirinya telah menutup rapat mulut adiknya (yang identitasnya dipake pendonor Choi). tapi kemudian mengatakan bahwa dirinya masih merasa khawatir karena tak ada yang bisa menebak apa yang akan terjadi kedepannya.


Diluar, putri Presdir Choi tak sengaja lewat dan melihat serta mendengar perbincangan mereka. Terutama, ketika Son Sajang mengatakan bahwa dirinya akan betanggung jawab, membereskan masalah yang terjadi tempo hari~
Advertisement


EmoticonEmoticon