3/24/2018

SINOPSIS Cross Episode 14 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Cross Episode 14 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Cross Episode 14 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Cross Episode 14 Part 3

dr. Lee: “Meski cuma sementara, selama aku menjadi kepala pusat Aku harus tahu tentang anggota tim kami... jadi Aku memeriksa resume-mu. Dan Aku sudah penasaran dengan hal ini beberapa kali. Alasanmu bergabung dengan rumah sakit kami. Aku perlu tahu alasannya”

In-kyu: “Kenapa tiba-tiba anda bertanya soal itu, padaku?”

dr. Lee: “Lalu biarkan aku ubah pertanyaannya. Apa hanya kebetulan saja kalau anak korban pembunuhan dari 15 tahun yang lalu... bekerja di penjara? Dan pria yang bekerja di penjara Shingwang untuk membalas dendam ada di Rumah Sakit Sunrim sekarang Aku harus tahu Apa Kau di sini untuk membalas dendam..”


“Berapa banyak yang Kau tahu?”

“Aku hanya tahu kalau Kau tidak bergabung dengan rumah sakit ini untuk membantu pasien”

“Kau benar. Kim Hyung Bum membunuh ayahku dan seseorang di rumah sakit ini... memerintahkan...untuk membunuh ayahku. Setelah membunuh ayah kandungku, dia bahkan membunuh ayah angkatku..”

“Ayah angkat, maksudmu... dokter Go?”

“Iya.. Jadi Aku akan memastikan dia membayar semua yang  telah dia lakukan”

“Bukannya aku tidak bisa mengerti perasaanmu, tapi... ini Rumah Sakit. Aku tak bisa membiarkanmu, bertingkah demi motif pribadimu..”


Dokter Son menemani dokter Lee, minum di sebuah  bar, “Tingkahmu aneh hari ini..”

“Benarkah? Kurasa aku merasa terbebani oleh posisi baruku”

“Jangan merasa terbebani dan ikuti saja peraturannya. Itulah yang diinginkan mendiang kepala pusat”


“Yeon Hee. Ayo pergi ke Jerman bersama. Kupikir Kamu tidak perlu harus menahannya sendiri lagi. Belajar musik seperti dulu, dan...”

“Apa Ayah menyuruhmu melakukan itu? Untuk membawaku ke Jerman? Sama sepertimu, dia menyuruhku untuk belajar musik lagi. Aku mengerti mengapa Ayah bilang begitu. Tapi Kamu harus tahu. Tentang apa yang membuatku menyerah pada musik dan masuk sekolah kedokteran...”

“Ya, Aku tahu.. tapi jika Kamu terus bekerja di UGD...”

“Aku tahu maksudmu. Tapi Aku juga seorang dokter. Jika Aku ada hal itu mempengaruhi kesehatanku, Aku akan menyesuaikan beban kerjaku. Jadi...Kau bisa berhenti mencemaskanku”


Seorang diri, In-kyu datang ke tempat Hyung-bum akan melakukan operasi ilegal-nya,


Disana, dia memasang beberapa kamera pengintai yg ditempatkan di sudut yg tak terlihat, “Cara yang paling ampuh untuk mengamankan bukti... adalah diriku sendiri yang jadi bukti!” gumamnya


Esok harinya, Hyung-bum datang ke tempat itu. Dia memarahi temannya, yg juga belum berhasil menemukan dokter untuk operasi,


“Aku akan memberimu waktu 48 jam. Temukan satu dalam kurun waktu itu. Temukan orang yang bisa membantu juga!” ancam Hyung-bum

“Aku bisa menemukan  orang yang bisa membantu dalam waktu singkat”

“Jika Kau tidak menemukan ahli bedah, Kau yang akan berakhir di atas meja bedah!”


Dari rumah Sakit, In-kyu bisa memantau dan mendengar obrolan mereka via gadget-nya~


Hyung-bum menelpon Son-sajang, “Besok temui aku jam 2 siang!” pintanya

“Jam 2 siang. Dimana?”

“Aku akan sms lokasinya..”


UGD menerima pasien usus buntu yg kondisinya sudah parah. Salah satu staff, menelpoon In-kyu dan minta bantuan untuk memeriksanya..


In-kyu bergegas pergi kesana, tak sengaja Dokter Lee melihatnya.. maka dia pun mengikutinya.


Sesampainya di ruang UGD, In-kyu hendak memeriksa pasien itu.. disana pun ada dokter Son, tapi dia tak terlalu menghiraukannya dan lebih peduli pada pasein itu.

Tapi tiba-tiba, dokter Lee datang dan lansgung megambil alih pasien itu dan menyuruh In-kyu untuk pergi saja. In-kyu menolak.. tapi dokter Lee memaksanya untuk pergi darisana.


Situasi yg agak ‘panas’ ini, membuat dokter Son keheranan. Tapi dia hanya diam, dan memutuskan untuk tak bertanya tentang hal apa pun~


In-kyu sengaja menunggu dokter Lee, kemudian mengajaknya berbicara empat-mata di luar. Gara-gara situasi barusan, In-kyu menyadari.. bahwa dokter Lee mengetahui sesuatu dan sedang berusasa untuk melindungi dokter Son darinya.


Tanpa ragu, dokter Lee menegaskan: “Aku perlu melindunginya tidak peduli apapun. Jadi hentikan semua yang Kau lakukan sekarang juga. Ini perintah!”

“Kurasa, bukan aku  tapi kau-lah yg tak bisa menilai situasai karena emosi dan perasaan. Jika kita mengabaikan semuanya, maka akan ada lebih banyak korban. Tolong pikirkan kenapa Aku mencoba mengungkapkan kebenaran. Dan tentang apa yang Kepala Pusat coba lindungi!!!”


Tak sengaja, Ji-in melihat kebersamaan mereka. Dia pun bertanya, apa yg mereka obrolkan? Tapi, In-kyu enggan memberikan jawaban dan malah berjalan pergi begitu saja~


Setelah melakukan operasi, dokter Lee berbicara pada In-kyu: “Kau perlu menemukan pria yang membunuh ayahmu... dan Aku perlu melindungi orang yang kucintai. Dan selama Aku tahu yang sebenarnya, Aku tidak bisa hanya duduk dan menonton..”


“Apa maksudmu?”

“Aku akan membantumu... selama kau merahasiakan ini dari Yeon Hee”

“Jangan terlibat dalam hal ini. Bisa berbahaya!”

“Daripada membiarkan Yeon Hee terluka... Aku lebih baik menempatkan diriku dalam bahaya”


Di malam hari, dokter Lee sengaja menyamar menjadi penjudi dan menguping obrolan sobat Hyung-bum yg tengah mencari-cari dokter bedah. Dia pun, sengaja menghampirinya dan menawakan diri untuk membantunya,

“Apa kebetulan Kau mencari dokter?”

“Mengapa? Kau kenal seseorang?”

“Aku seorang dokter. Aku sedang tidak bekerja sekarang”

“Spesialis apa?”

“Ahli bedah”

“Oh, benarkah? Itu yang sedang kucari”


Keluar dari tempat judi, dia menelpon Hyung-bum untuk menjelaskan mengenai dokter bedah yg baru saja dia dapatkan. Hyung-bum bertanya: “Apa yang dia lakukan sebelumnya?”

“Dia dulu bekerja di rumah sakit universitas tapi berhenti karena dia penjudi. Dia bilang dia akan melakukan apapun asalkan kita membayarnya. Dia ahli bedah. Dia bahkan punya pengalaman transplantasi”

“Oke, itu bagus. Kau dapat nomor teleponnya? Sms-kan padaku.. dan juga, Besok Aku ingin kau pergi ke suatu tempat”

“Kemana?”

“Untuk mengumpulkan sejumlah uang”
Advertisement


EmoticonEmoticon