3/24/2018

SINOPSIS Cross Episode 14 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Cross Episode 14 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Cross Episode 13 Part 4
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Cross Episode 14 Part 2

Setelah In-kyu memutus telponnya Ji-in terdiam dan berpikir sejenak, dia teringat cerita In-kyu tentang seorang ayah yg dibunuh untuk diambil organnya dan itu membuatnya berspekulasi: “Tidak mungkin. Apa dia bergabung dengan rumah sakit kami karena...”


Kebetulan, Dokter Ha yg dulu sempat merawat In-kyu berjalan melewatinya. Maka Ji-in langsung bertanya, “Dokter Ha. Saat Dokter Kang pingsan terakhir kali Kamu melakukan tes darah, kan? Apa Kamu... kebetulan mengingat golongan darahnya?”

“Tentu saja. Golongan darahnya Rh-A. Jenis darah yang langka..”


Jawaban itu, secara pasti mengkonfirmasi dugaan Ji-in mengenai hubungan In-kyu dengan dengan jantung ‘ilegal’ yg sekarang berada dalam rubuh dokter Son.


Dokter Son menemui dokter Lee sambil membawakan satu pot, tanaman kecil yg biasa diberikan sebagai ucapan selamat,

“Terima kasih” 

“Aku merasa bersalah pada mendiang dokter Go... tapi selamat atas jabatanmu yg baru..”


“Yeon hee. Kamu menjalani operasi di tahun 2002, kan? Bulan apa?”

“Januari...”

“Yeon Hee, maafkan aku, tapi aku harus pergi. Aku lupa ada masalah mendesak yang perlu kuurus”


Dokter Lee bergegas pergi menemui ayahnya. Dia menunjukkan potongan berita mengenai kasus penjualan organ yg korbannya adalah ayahnya In-kyu, dan bertanya: “Apa jantung yang diterima Yeon Hee berkaitan dengan korban kasus ini?”

“Kau ini, bicara apa?”

“Aku sudah tahu semuanya!”

“Aku tidak tahu apa pun tentang ini!”

“Ayah!!!!”

“Kubilang, Aku tidak tahu apa-apa!”


“Tapi kau satu-satunya dokter... yang mengoperasi Yeon Hee. Sekarali lagi kutanya, Apa jantung korban... benar-benar diberikan pada Yeon hee?”

“Aku tidak mengetahuinya saat Aku mengoperasinya! Percayalah padaku! Aku benar-benar tidak mengetahuinya saat Aku mengoperasinya. Aku tidak tahu darimana dia mendapatkannya, tapi dia mendatangiku dengan sepenuh hati dan memohon padaku untuk menyelamatkan Yeon Hee”

“Meski begitu, bukankah ayah ini seorang dokter?”

“Aku tidak punya pilihan!”

“Jika Aku tidak mengoperasinya, kami pasti sudah kehilangan jantung itu dan Yeon Hee!”

“Tapi... tetap saja, itu adalah operasi yang seharusnya tidak Kau lakukan”

“Tapi hasilnya, Yeon Hee bisa bertahan hidup!”

“Aku selalu bertanya-tanya apa alasanmu pensiun. Tapi akhirnya aku mengerti. Saat Kau menyelamatkan Yeon Hee... hari itu juga, Kau menyerah menjadi seorang dokter”


Direktur Lee tak bisa memberian penjelasan untuk membela dirinya sendiri, dan dokter Lee benar-benar marah akan hal itu. dia pun pergi begitu saja, meninggalkan ayahnya.. yg hanya bisa melampiaskan emosinya dengan melemparkan papan nama miliknya~


Kembali ke Rumah sakit, In-kyu bergegas mendatangi UGD untuk mencari okter Son. Tapi staff mengatakan, bahwa dia sedang tak ada di ruangan.


Kebetulan, dokter Son tengah berada di kafeetaria dan bertemu dengan Ji-in. Mereka pun duduk dan berbincang sejenak..


“Tak ada kata-kata yang bisa menghiburmu. Begitulah perasaanku saat ibuku meninggal dunia...”

“Maaf jika aku tidak sopan... tapi bolehkah Aku bertanya bagaimana ibumu meninggal?”

“Dia menderita penyakit jantung. Kardiomiopati dilatasi”

“Kardiomiopati dilatasi adalah penyakit yang turunan”

“Ya, ayahku sangat menderita karena itu. Setelah ibuku meninggal, aku juga sakit”

“Apa sekarang Kamu sehat-sehat saja?”

“Seperti yang bisa Kamu lihat, itu tidak mempengaruhi kehidupanku sehari-hari lagi”

“Tapi kardiomiopati dilatasi sulit disembuhkan”

“Aku menjalani transplantasi”

“Lalu...apa Kamu tahu apapun soal si pendonor?”

“Pasien, seperti dokter, tidak diberi tahu soal identitas pendonor..”


In-kyu melihat mereka.. dia ingin menghampirinya.. tetapi Ji-in buru-buru menahannya, “Jangan, Dokter Kang!”


“Lepaskan Aku!”

“Aku mengerti, tapi ini bukan waktunya. Kami bahkan belum yakin. Kita tidak punya hasil biopsi juga. Dan...Dokter Son tidak tahu apa-apa. Dia akan terkejut jika dia tahu”


Dokter Son melihat sikap aneh In-kyu, dia kebingungan.. tapi dia tak bisa bertatanya atau berbuat apa pun, karena mereka telah berjalan pergi.


Dalam ruangan, Ji-in menunjukkan berkas yg telah di kumpulkan dan menceritakn segala hal yg dia tahu tentang operasi dokter Son,

“Memang benar dia mendapat transplantasi jantung, tapi tidak ada catatan tentang itu. Dan operasi itu mungkin terjadi selama proses pengambilalihan rumah sakit”

“Aku tidak mengerti bagaimana orang yang terlibat langsung bisa tidak menyadarinya!”

“Dokter Son saat itu usianya 19 tahun. Dan dia mengalami koma akibat gagal jantungnya. Bisa saja dia tidak tahu. Sebaiknya kita cari dokumen yang terkait. Sekarang kita tahu pasti, kalau Son sajang terlibat dalam masalah ini. Aku akan mencari dokumen terkait. Dia akan menjalani pemeriksaan berkala setelah operasi. Jika tidak ada catatan tentang itu... maka kita tidak punya pilihan selain melakukan biopsi. Kita hanya bisa melakukan biopsi sebagai upaya terakhir. Karena itu akan melibatkan melepas sebagian jaringan jantungnya.”


“Sekarang... giliranmu untuk berbicara. Aku tahu kau tahu sesuatu tentang kematian ayahku. Katakan padaku. Aku juga harus tahu, saat itu ada hubungannya dengan Ayahku..”

“Kau benar. Aku memang mencari tahu info kecelakaannya. api Aku belum menemukan apa-apa”


Tiba-tiba ponsel In-kyu berdering. Ada tepon masuk dari dokter Lee, “Tolong datanglah ke kantor kepala pusat”

“Memangnya, ada apa?”

“Aku perlu berbicara denganmu tentang sesuatu..”


In-kyu bergegas pergi, maka Ji-in bertanya: “Mau kemana?”

“Ke kantor kepala pusat?”

“Ada perlu apa?”

“Entahlah, aku pun tah tahu..’
Advertisement


EmoticonEmoticon