3/21/2018

SINOPSIS Cross Episode 13 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Cross Episode 13 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Cross Episode 13 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Cross Episode 13 Part 4

Di pagi hari, In-kyu sempat memerhatikan mobil yg digunakan oleh Son sajang.. yg sebelumnya, telah dia pasang alat pelacak secara diam-diam.


Dalam ruang ganti, In-kyu sibuk memastikan alat pelacaknya berfungsi, hingga membuatnya terkesan angkuh, karena mengabaikan perkataan rekan sejawatnya.


Son Sajang memanggil dokter Lee ke ruangannya, dan dia langsung emnawarkan posisi mendiang dokter Go untuknya.  Tetapi Dokter Lee, nampaknya tak menginginkan hal tersebut. Namun tiba-tiba, Son sajang memberikan sedikit geratakan dengan menyinggung nama direktur Lee.


Berikutnya, dokter Lee menemui ayahnya dan menjelaskan tawaran yg baru saja dia dapatkan. Sama sepertinya, sang ayah pun terlihat tidak setuju akan hal itu,

“Kenapa ayah berbuah pikiran? Apa ayah menyembunyikan sesuatu dariku? Kematian mendadak mendadak dan bukti yang pas. Ada...ada sesuatu yang terjadi, kan?”

“Itu benar-benar omong kosong.”

“Jika ayah tidak memberitahuku... Aku akan menerima tawaran Son sajang. Aku akan mencari tahu sendiri. Jadi, jujurlah padaku. Ayah tahu sesuatu tentang kecelakaan mobil yg dialami dokter Go, kan?”

“Jangan sia-siakan tenagamu untuk hal-hal yang tidak berguna dan fokus saja pada operasimu...”


Dan pada akhirnya, dokter Lee resmi ditetapkan menjadi kepala pusat departemen tranplantasi. Namun sedihnya, tak ada satu pun staff yg senang akan hal itu.. dan menganggap dokter Lee, hanya memanfaatkan situasi dan jabatan ayahnya.


Namun mereka semua, dengan terpaksa.. tetap harus memanggilnya dengan sebutan kepala pusat. Meski demikian, Ji-in dengan cara yg halus.. menjelaskan pada sokter Lee, bahwa dirinay belum siap memanggilnya sengan sebutan itu, “Kalau sudah saatnya, mungkin aku akan bisa memanggil anda kepala pusat..”

“Tentu, Aku akan lebih nyaman seperti itu...” jawab dokter Lee


Son sajang memanggil Ji-in ke ruangannya, tapa bas-basi.. dia menyodorkan amplop bersisi uang yg dia sebuat sebagai ‘uang duka’, sekaligus uang untuk membuatnya ‘rehat’ dari pekerjaannya untuk beberapa saat.

“Anda menyarankaku untuk mengundurkan diri?”

“Anggap saja begitu jika itu membuatmu mudah memahaminya.”


“Nanti akan kupikirkan!” tukas Ji-in yg langsung berjalan pergi

“Orang miskin pasti punya harga diri yang tinggi.” Celoteh Son sajang


Mendapatkan perrlakuan seperti barusan, Ji-in hanya bisa menangis seorang diri..


Son sajang pergi meninggalkan RS dengan menggunakan mobil pribadinya.. In-kyu menyadari hal tersebut, maka dia lansgung mengikutinya dengan menggunakan taksi.


Ternyata, son sajang pergi untuk menemui Hyung-bum.. dia bangunan bekas RS, yg dijadikan tempat operasi pengangkatan organ ilegal.


Diam-diam, In-kyu terus mengikutinya.. bahkan, dia berhasil menguping obrolan mereka yg tengah berada di ruangan yg disebut sebagai tempat ‘operasi’


“Apa pasien bisa bertahan setelah operasi di sini?” 

“Apa Aku dokter? Aku tidak peduli dengan itu. Dia hanya perlu terus bernapas selama beberapa hari. Sampai Aku dapat uangku.”


Mereka pun berjalan keluar, dan In-kyu masih belum ketahuan karena dia bisa bersembunyi di tempat yg aman.


Masuk kedalam mobil, Son sajang meneyrahkan koper berisi uang tunai. Tapi Hyun-bum protes, karena jumlahnya tak sesuai dengan yg dia minta.

“Aku akan memberikan sisanya setelah selesai!”

“Bukan itu yang kita sepakati. Kau bilang akan membayarku lunas.”

“Aku sudah memberimu banyak uang selama bertahun-tahun.”

“Aku sudah jelas memperingatkanmu.”

“Kalau Aku tidak akan membiarkanmu lolos, jika Kau mencoba melakukan sesuatu.”

“Maksudmu?”


Hyung-bum menunjukkan foto mereka, ketika bertemu di padang ilalang beberapa sata yg lalu, “Aku bukan target yang mudah. Jika Aku mati, anak buahku akan segera merilis salinan ini!”

“Kau ingin kita berhubungan seperti ini sampai akhir?”

“Kenapa? Kau berencana mengakhirinya denganku? Sebenarnya, jika Kau rela menghabiskan sedikit lebih banyak uang, Aku akan mengakhiri ini dan menghilang selamanya..”


Kemudian Hyung-bum menyebut nama dokter Son yg seketika membuat Son Sajang membentaknya, “Jangan sebut nama anakku dengan bibir kotormu itu”

“Kenapa tidak? Anakmu bekerja keras, menyelamatkan nyawa pasen UGD, jadi bagaimana perasaannya jika dia tahu ayahnya membunuh seseorang? Haruskah Aku memanggil anak buahku dan menyuruhnya untuk menyebarkan foto?”

“Besok temui aku. Aku akan memberikan sisanya.”


Son sajang pergi.. dan tak lama kemudian, Hyung-bum dijemput oleh komplotannya. Bergegas, In-kyu turun dan mengikutinya..


Advertisement


EmoticonEmoticon