3/21/2018

SINOPSIS Cross Episode 13 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Cross Episode 13 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Cross Episode 12 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Cross Episode 13 Part 2

Dalam ruangannya, Ji-in menangis seorang diri.. kematian sang ayah, terasa begitu mendadak dan sekarang, dirinya dihadapkan pada secarik surat perizinan donor organ. Ketika biasanya, dia yg meyakinkan pihak keluarga.. namun sekarang sekarang, dia sendiri yg harus menandatangani surat tersebut.


Perasaan serupa, dirasakan oleh In-kyu yg juga kehilangan sosok Dokter Go, yg menjadi ayah angkatnya semasa kecil. Di tempat yg sepi, In-kyu terduduk lemas.. dan tangisnya pun tak tertahankan..


Keesokan harinya, In-kyu dan Ji-in berada dalam ruangan mendiang dokter Go untuk membereskan barang-barangnya.

Ji-in menemukan sebuah berkas, yg ternyata berisi dokumen pendonor dan surat yg ditinggalkan oleh In-joo, yakni adiknya In-kyu, “Kurasa, ini milikmu..” ucapnya sambil menyerahkan dokumen tersebut pada In-kyu


‘Kuharap Aku bisa terus menjaga kakak, sama seperti bagaimana kakak kembali untukku pada malam itu’

Kalimat tersebut, ditulis oleh In-joo.. yg pada akhirnya, memilih untuk merelakan organ tubuhnya didonorkan.


Setidaknya, setelah membaca surat itu.. In-kyu bisa tersenyum lega, karena dia mengetahui alasan yg sebenarnya.. bahwa dokter Go, tak melakukan tindakan hanya berdasar pada kehendaknya semata..


Bak jatuh, lalu tertimpa tangga pula.. mungkin kalimat itu yg bisa mewakili kondisi yg dialami Ji-in sekarang. Kkarena setelah kematian sang ayah, tiba-tiba.. media memunculkan berita, mengenai keterlibatan mendiang ayahnya dalam organisasi penjualan organ ilegal..


Mellihat berita itu, Hyung-bum langsung tertawa penuh kemenangan. Karena secara tidak langsung, posisinya sangat diuntungkan.


Kemudian dia menelpon Son Sajang, dia menyindir sikapnya dan memberikan ‘sedikit’ gertakan.. Son sajang menyuruhnya untuk segera pindah ke luar negeri, namun Hyung-bum bilang.. dia masih kekurangan uang,

“Butuh berapa?”

“1 Milyar!”

“Hah? 100 juta?”

“Hey! Jangan hilangkan angka nol-nya..”

“Oke, Besok Aku akan menemuimu..”


Ji-in hendak mendatangi kantor polisi, karena merasa semua pemberitaan tentang ayahnya, tidak ada yg benar. Dia ingi pergi sendirian, tapi In-kyu meraih tangannya dan mengajkany untuk pergi bersama..


Para dokter dan staff medis dari departemen transplantasi, berkumpul dan mendiskusikan kasus yg menimpa dokter Go. Sebagian besar, merasa ada yg janggal.. karena, kalau pun memang dokter Go bersalah, sangatlah tidak mungkin jika dia tersangka tunggal.. pasti ada orang dalam lainnya, khususnya petinggi di RS yg bekerjasama dengannya.


Dokter Lee yg notabennya, merupakan putra dari salah satu petinggi di RS ini.. sempat memberikan kometnar yg agak ambigu, namun secara implisit.. dia menunjukkan sikapnya yg ingin tegas dan tak berpihak pada siapa pun, termasuk ayahnya sendiri. Karena sejujurnya, dia pun merasakan ada hal yg sangat janggal.. dan jika memang benar, berarti ada seseorang yg telah menjebak dokter Go, dan menjadikanny sebagai kambing hitam.


JI-in dan In-kyu telah tiba di kantor polisi. Mereka berbicara dengan detektif, untuk membela dokter Go.. namun ternyata, detektif punya lebih dari satu bukti. Pertama.. riwayat panggilan di ponsel dokter Go, yg beberpa kali menelpon penjual organ. Kedua, berkas organ ilegal di ruangannya. dan terakhir, ditemukannya sejumlah uang tunak dalam mobilnya.


Melihat bukti-bukti itu, seketika membuat iI-in tak bisa berkomentar apa pun. Dalam perjalanan pulang, dia bertanya pada In-kyu, apakah sebagai seorang anak.. mungkin saja dirinya belum begitu mengenal ayahnya sendiri?


“Jangan khawatir. Tidak mungkin. Mungkin aku tidak mengenalnya dengan baik sejak kita sudah lama hidup terpisah. Aku bersamanya saat kalian berdua hidup terpisah. Percayalah padaku. Dia bukan tipe orang seperti itu” jelas In-kyu

“Terima kasih sudah bilang seperti itu. Sebenarnya, hanya itu yang ingin kudengar...” ucap Ji-in dengan mata yg berkaca-kaca


Sementara Ji-in kembali ke RS, In-kyu memilih untuk pergi ke TKP kecelakaan dokter Go yg kebetulan, berada tepat di sebrang sebuah tempat makan tradisional, “Kecelakaan terjadi sekita pukul 10 malam. Kenapa dia datang kemari dan siapa yang dia temui?” gumamnya


In-kyu berbicara dengan pelayan, dengan memperkenalkan diri sebagai pegawai dari RS Sunrim. Mendengarnya, spontan membuat pelayan itu berkata: “Ah iyaa.. son sajang dan putrinya, juga sangat sering makan disini” “Apakah, sekitar 4 hari yg lalu.. mereka datang kesini?”

“Hmm.. kurasa tidak..”

“Kalau begitu, terimakasih..”


Sekretaris Oh menemui Son Sajang untuk melaporkan gerak-gerik mencurigakan, para satff dari departemen tranplantasi. Namun Son sajang, tak begitu mempedulikannya, dan dia malah bertanya tentang nominal upah Sekretaris Oh, kemudian tiba-tiba menjanjikan untuk memberinya uang dalam jumlah yg berkali-kali lipat lebih besar.. dengan satu syarat, “Selama Kau mengaku... Kalau Kau sendiri, yg memberikan dokumen palsu itu kepada dokter Goo.”

“Anda meminta saya untuk...”


“Jika Kau melakukannya... Kau hanya akan dapat hukuman 6 bulan atau kurang untuk pemalsuan di tempat kerja. Dan jika Kau beruntung, Kau akan dibebaskan saat masa percobaan. Kau tahu seberapa ahli pengacara kita. Kau harus bekerja untukku selama lebih dari 10 tahun lagi agar bisa punya uang sebanyak itu. Sekarang, kuberi kesempatan Kau untuk tidak perlu melakukan apapun lagi untukku atau melihat perbuatan kotor. Kau mau ambil kesempatan ini? untuk dirimu... atau Kau mau membiarkan orang lain mengambilnya?”
Advertisement


EmoticonEmoticon