3/09/2018

SINOPSIS Cross Episode 11 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Cross Episode 11 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Cross Episode 11 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Cross Episode 11 Part 3

Sebelumnya, ketika pendonor Noh masih dirawat, Ji-in sempat bertemu dan berbincang dengannya yg ternyata tengah mempersiapkan diri untuk ujian PNS.


Dalam kotak penyimpanan barang hilang milik pasien, ada sebuah kartu identitas pelajar, atas nama ‘Oh Hyun-woo’,

“Aku bertanya-tanya siapa orang ini. Sekarang Aku tahu..” ujar Ji-in


Setelah mencaritahu tempat belajar yg tertera dalam kartu tersebut, Ji-in dan In-kyu bergegas pergi menuju lokasi..


Disana, mereka bertanya pada pejar yg lain.. namun tak ada yg mengenali sosok Oh Hyun-woo.


Di Rumah Sakit, staff departemen transplantasi organ berkumpul. Mereka mendiskusikan kelanjutan tindakan displin yg didapatkan dokter Go, yg nyatanya belum dicabut juga, padahal jelas-jelas.. penjahatnya telah ditangkap.


Maka bersama-sama, dibawah pimpinan dokter Lee.. mereka bergegas menuju ruangan Son Sjang untuk mengajukan petisi keberatannya,


Setelah bertanya pada petugas resepsionis, akhirnya In-kyu dan Ji-in mendapat informasi bahwa Hyun-woo adalah pelajar yg juga bekerja di tempat ini dan sekarang dia tengah berada di lantai dua..


Awalnya, mereka tak menemukan siapa pun disana. namun tak lama kemudian, Hyun-woo muncul sambil membawa peralatan bersih-bersih~


Son sajang mendengar serta menerima surat petisi dari departemen tranplantasi organ, lalu dia berkomentar: “Waah...manis sekali. Aku suka kerja sama tim dan rasa hormat kalian terhadap atasan.”


“Kumohon cabut tindakan disipliner...” ucap dokter Lee, diikuti yg lainnya

“Hmm, seperti yang kalian semua tahu... Keputusan tersebut dibuat oleh komite disipliner, jadi Aku tidak punya wewenang untuk melakukan apapun. Tapi... Aku akan bicara dengan mereka tentang hal ini...” papar Son Sajang


Meninggalkan ruangan. Para staff bertanya-tanya keheranan. Mereka tak bisa menebak, apakah Son sajang akan benar-benar mencaut hukuman yg diterima dokter Go? Secara.. selama berbicara tadi, wajah Son Sajang tak menunjukkan ekspresi yg jelas. Entah dia berpihak pada mereka, atau justru sebaliknya~


In-kyu dan Ji-in mengajak Hyun-woo duduk dan bebicara serius, 

“Kami di sini karena... karena kami membutuhkanmu untuk bersaksi. Broker yang Kau temui sudah ditangkap. Tapi dia akan menerima hukuman ringan karena ini adalah pelanggaran pertamanya. Dan orang-orang lain yang terlibat bahkan tidak dibesar-besarkan...” jelas In-kyu

“Jika Aku bersaksi... aku akan dihukum juga, kan? Aku sedang mempersiapkan ujian PNS. Jika ini terungkap, Aku tidak akan masuk kualifikasinya..” papar Hyun-woo


In-kyu menunjukkan foto Han-shik, yg seketika membuat Hyun-woo teringat kejadian ketika dia bertemu dengannya untuk melakukan perjanjian terkain operasi transplantasi.


Kala itu, Han-shik sempat bersikap sangat hati-hati.. namun, setelah Han-shik mengancam untuk mengganggu adik serta ibunya, maka dia pun langsung bersedia menurutii apa pun permintaannya..


Kembali pada realita, Hyun-woo berbohong dengan mengaakan pada In-kyu bahwa diirnya tak mengenal sosok pria pada foto itu. 

“Kau tahu bagaimana Kongres hidup sekarang? Berkat dirimu, dia menjalani hidup sehat lagi. Tapi bagaimana denganmu? Kau hampir saja mati, dan penglihatanmu memburuk, kan? Pusing, kelelahan karena kurang tidur, kehilangan nafsu makan, dan mual. Kau sakit kepala, dan mengalami penurunan fokus dan ingatan, ya kan? Kau mungkin belum menyadari hal itu, tapi Kau bisa mengalami depresi...” papar In-kyu

“Itu hal biasa bagi siswa sepertiku yang berada di bawah banyak tekanan.” Ujar Hyun-woo

“Tidak. Aku berbicara tentang gagal ginjal. Kau mungkin terlihat baik sekarang, tapi jika Kau terus mengabaikannya ginjalmu akan rusak pada saat Kau mengalami gejalanya. Skenario terburuknya, Kau akan memerlukan transplantasi untuk dirimu sendiri...” jelas In-kyu yg tentunya membuat Hyun-woo lansgung gelisah


“Jangan terlalu khawatir. Dokter Kang hanya ingin Kau menjaga kesehatanmu jadi dia memperingatkan skenario terburuknya.” tukas Ji-in

“Datanglah untuk pemeriksaan, tidak peduli seberapa pun sibuknya dirimu. Tanpa kesehatanmu, ujian tak ada artinya. Jangan anggap enteng.Aku mengatakan ini kebaikan dirimu.” Tegas In-kyu


Son sajang memanggil direktur Lee kedalam ruangannya, lalu menceritakan kejadian barusan ketika staff departemen tranplantasi mengajukan petisi terkait hukuman dokter Go,

“Dokter Lee yg mepimpin mereka datang kesini..” ungkap Son sajang

“Maafkan saya, pak..” jawab direktur Lee


Dalam perjalanan pulang, Ji-in mengomentari sikap In-kyu yg dianggapnya terlalu berlebihan,

“Semua yang kukatakan itu benar. Saat Oh Hyun Woo menjual organ tubuhnya, aku bertaruh tidak ada yang memberitahunya tentang risiko yang akan menantinya. Karena penerima donor tidak tertarik dengan kesejahteraan pendonor. Oh Hyun Woo tidak sengaja mengabaikan kesehatannya... Tapi dia tidak tahu kalau dia harus mendapatkan perawatan khusus..” papar In-kyu

“Lalu...Kau mengatakan semua itu padanya hanya supaya dia datang menjalani pemeriksaan?” tanya Ji-in

“Bukan itu maksudku. Aku hanya marah..” jawab In-kyu


Sesampainya di depan mobil, In-kyu menyuruh Ji-in pergi duluan karena diirnya harus pergi ke suatu tempat lebh dulu.


Namun tak sengaja, Ji-in melihat In-kyu yg masuk dan keluar dari sebuah apotek, “Oh Astaga, dasar pria itu.” komennya


Beberapa saat kemudian, Hyun-woo hendak pulang dari tempat belajar. Tapi resepsionis memanggilnya dan memberinya sebuah kreses sambil mengatakan, “Orang yang mampir kemari tadi menginginkan Aku memberikan ini padamu. Dia bilang untuk menjaga kesehatanmu saat Kau belajar”


Dokter Son makan bersama dengan ayahnya sambil membahas tentang kelanjutan hukuman yg diterima dokter Go. Dengan cara yg halus, dokter Son mengungkapkan pendapatnya yg ingin supaya hukuman itu dicabut,


“Dokter Go memang orang yg keras kepala dan tidak fleksibel.. Tapi karena itulah dia harus tetap bekerja. Dengan begitu, kita akan tahu kalau pasien kita tidak akan menderita. Apalagi di tempat seperti pusat transplantasi. Aku ingin dokter seperti itu tetap di sampingmu...” papar dokter Son

“Jadi, kau juga berpihak padanya?” tanya Son sajang

“Tidak.. aku pastinya berpihak pada ayh. Aku hanya khawatir, itu saja..” jawab dokter Son


Dokter Go meminta dokumen rencana bisnis RS Sunrim dari mulai didirikan hingga sekarang. Dan kebetulan, direktur Lee melihatnya~


Setelah diperiksa, dokter Go menemukan beberapa kejadian penting sputar kemajuan RS Sunrim yg berkaitan dengan para pejabat tinggi yg kebetulan melakuakn operasi transplantasi. 

Yang paling baru, adalah rencana pendirian Kompleks Wisata Medis.. meskipun tak terpilih, namun pada masa pemilihannya Son sajang menangani pasien-pasien dari kalangan pejabat tinggi seperti Kongress Noh dan presdir Choi~~


Direktur Lee melaporkan gerak-gerik mencurigakan dokter Go pada Son sajang. Mereka berbincang, dan saling mengingatkan untuk membersihkan segala dokumen terkain pasiean VIP di RS ini, sebelum dokter go mengetahui semuanya.
Advertisement


EmoticonEmoticon