3/05/2018

SINOPSIS Cross Episode 10 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Cross Episode 10 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Cross Episode 10 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Cross Episode 10 Part 3

Dokter Lee selesai melakukan operasi pengangkatan liver Kim Chul-ho, dengan lancar...


Selanjutnya, giliran dokter Go dan In-kyu yang mengangkat liver milik Park In-sun, untuk diganti dengan liver dari Kim Chul-ho. Meskipun penglihatannya agak samar, namun dokter Go berhasil melakukan tindakannya dengan tepat, yakni menjahit salah satu arteri menuju liver.


Tetapi pekerjaan belum beres, karena masih ada satu arteri yang harus disambungkan. Dokter Go meminta In-kyu untuk melakukannya. Dan In-kyu mengerjakan tugas tersebut dengan begitu tenang.


Setelah proses menjahitnya selesai, In-kyu memberi instruksi untuk mengalirkan darah. Tapi dokter Go menahannya, dan berkata “Kamu yakin? Mestinya, kamu merasakan sendiri denyutan dan aliran darah dengan tanganmu..”

“Bukankah kita akan menggunakan doppler?”

“Jangan bergantung pada mesin, manfaatkanlah indra peraba-mu.. anggap tanganmu sebagai doppler..”


Sesuai instruksi dari dokter Go, In-kyu menyentuh bagian arteri yg baru dia jahit, lalu memejamkan matanya.. dan benar saja, dia seakan bisa melihat aliran darah yang terdapat dalam arteri tersebut..

“Seberapa hebatnya penghilatanmu, tetap saja yang paling penting untuk seorang dokter bedah adalah indra peraba-nya~” papar dokter Go


Karena telah menyelesikan operasinya, dokter Lee sempat melihat proses operasi yg dilakukan In-kyu dan dokter Go--


Di malam hari, dokter Go mengajak In-kyu untuk melihat kondisi Park In-sun yang masih tak sadarkan diri kaerna pengaruh obat bius, “Bagaimana perasaanmu?” tanyanya

“Biasa saja.. karena aku sudah sangat sering melakukan operasi..” jawab In-kyu

“Jujurlah dengan perasaanmu sendiri. Kalau senang, ya bilang senang. Begitu pun sebaliknya. Kamu menyembunyikan perasaanmu, hingga tak tahu mana yang kamu suka dan tidak kamu suka.. setiap kali menyelamatkan seorang pasien, anggaplah seakan kamu menyelamatkan ayahmu. Daripada membalas dendam.. hal ini lebih cocok dilakukan olehmu..” papar dokter Go


Hasil sidang etik telah dirilis.. dokter Go mendapat  hukuman berupa skorsing selama 6 bulan. Respon staff beragam, ada yang menerima dan adapula yang merasakan kejanggalan. Terlepas dari semuanya, mereka diharuskan untuk tidak membuat berita mengenai insiden ini, sampai menyebar di luar sana.


Ji-in langsung menemui ayahnya, dan memintanya untuk menyuruh Kim Chul-ho memberikan kesaksian. Namun dokter Go menolak, dan memilih untuk menerima keputusan yang telah ditetapkan..


Di ruangannya, Son Sajang dan Direktur Lee berbincang empat mata. Secara terang-terangan, Son Sajang menyatakan bahwa dirinya ingin menggunakan momen ini, untuk menendang dokter Go dari posisinya sekarang,

“Lantas, kenapa adna tidak lansgung memecatnya saja?” tanya direktur Lee

“Karena, banyak junior yang sangat menghormatinya..” jawab Son Sajang yg kemudian, bertanya mengenai doketr Lee, “Telah berapa lama, dia bekerja disini?”

“Sudah sekitar 8 tahun...” jawab Direktur Lee

“Hmmm.. kurasa, dia orang yang tepat untuk menggantikan posisi dokter Go~” ujar Son Sajang.


Di ruang konferensi, staff medis berkumpul.. mereka berencana untuk membuat sebuah petis terkait keputusan untuk memberikan skorsing pada dokter Go. Didalamnya terdapat dokter Lee.. dan itu membuat staff yg lainnya bimbang..

Petisi tersebut, akan diajukan langsung kepada direktur Lee.. yang mereka ketahui, merupakan ayah dari dokter Lee, “Apakah anda yakin untuk ikut terlibat dalam hal ini?”


Tiba-tiba ponsel dokter Lee berdering, ada telpon masuk dari ayahnya. Maka segera, dia pun mendatangi ruangannya untuk berbicara empat mata dengannya.


Direktur Lee memberitahukan kabar bagus yg baru saja dia dengar dari Son sajang. Namun itu, tak membuat dokter Lee senang.. dan justru sebaliknya, “Apa ayah tak bisa mempercayai kemampuanku?”

Selama ini, dokter Lee merasa, bahwa sang ayah terus memintanya untuk memanfaatkan keadaan.. dan itu membuatnya malu, terutama ketika melihat sikap dan tindakaan yang diambil dokter Go.

“Ayah.. tak apa jika ayah bukan dokter yang hebat. Tapi kumohon, jangan terus melakukan hal semacam ini.. Karena itu, hanya membuatku merasa malu ketika melihatmu..” papar dokter Lee


Di malam hari, dokter Lee minum di bar ditemani dokter Son. Duasana sangat hening, dan tak sengaja, dokter Son melihat bekas luka di tangan dokter Lee..


“Oppa, kenapa kamu tak memanfaatkan kesempatan ini untuk pindah ke departemen bedah cardiothoraks?” tanya dokter Son

“Memangnya kenapa?”

“Hanya saja,.. kulihat pekerjaanmu yg sekarang sangat berat..”

“Yeon-hee yaaa.. jangan merasa bersalah. Yang terjadi waktu itu, bukan kesalahanmu. Kurasa aku ingin memulai semuanya darii awal.. secara perlahan..”


Di pagi hari, Kim Chul-ho terbangun dari tidurnya.badannya masih terasa kaku, karena operasi yg tempo hari dilewatinya. Dalam kondisi seperti itu, dia bangun dan berjalan keluar, karena ingin bertemu dengan istrinya..


Namun tak sengaja, dia melihat pengumuman terkait hukuman skorsing yang diterima dokter Go..


Chul-ho merasa bersalah.. kebetulan, Ji-in melihatnya dan dia pun mengajaknya berbicara empat-mata. Dia tak ingin Chul-ho merasa terbebani, “Sekarang fokus saja pada pengobatanmu dan jangan memikirkan hal apa pun yang bisa membuatmu merasa stress..”


Setelah Ji-in pergi, Chul-ho menyalakan ponselnya.. yg langsung diberondong pesan serta panggilan masuk dari broker. 


Ketika telponnya diangkat, Han-shik lansgung membentak Chul-ho yg belakangan ini, mengabaikan telpon darinya, “Kau ingin mati!” teriaknya

“Sepertinya.. aku tak bisa melakukan operasi itu..” ungkap Chul-ho

Han-shik marah, dan dia lansgung mengancam untuk menemukan anak serta istri Kim Chul-ho, 

“Jangan bawa-bawa keluargaku dalam masalah ini..” pinta Chul-ho

“Hahah.. masa bodoh! Aku tak punya keluarga, jadi aku tak tahu bagaimana rasanya, jika ada orang yg mengancam keluargaku! Jadi terserahku mau melakukan apa!” ancamnya, “Pokoknya, kalau tak ingin terjadi apa pun, termuilah aku di persimpangan Sangjoo-ro sekarang juga!”


Hyung-bum tertawa, “Han-shik aa.. kau makin hebat saja dalam hal ini..” ujarnya

Han-shik melihat banyak perlatan bedah yg teah tertata rapi di meja, “Kau akan menggunakannya untuk apa?”

“Kim Chul-ho..” jawab Hyung-bum

“Hah? Kukira, kau akan memberikan organnya untuk pasien lain.. karena pasien yg kemarin tak jadi melakukan operasinya~” ujar Han-shik

“Banyak paseian yg akan membutuhkan organnya, karena Chul-ho memiliki golongan darah yang umum...” jelas Hyung-bum, “Aku tak akan membiarkannya lolos begitu saja! Dasar pengkhianat!”
Advertisement


EmoticonEmoticon