3/04/2018

SINOPSIS Cross Episode 10 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Cross Episode 10 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Cross Episode 9 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Cross Episode 10 Part 2

Kim Chul-ho mengambil penawaran dari Han-shik, lalu dia bertanya: “Kapan aku menerima bayarannya?”

Han-shik bertanya balik: “Memangya kenapa?”

“Aku butuh uang, untuk biaya operasi istriku..” jawab Chul-ho


Han-shik mengeluarkan berkas berisi persetujuan pinjaman. Kalau memang Chul-ho butuh uang segera, maka dirinya bisa meminjamkan uang tersebut,

“Kapan uangnya akan kuterima?”

“Sebelum operasimu dilakukan..”


Meskipun ragu dan gelisah, akhirnya dia menandatangani berkas itu, yg artinya dia telah setuju pada seluruh poin yg tertulis dalam berkas tersebut, yang entah apa saja isinya~

Setelah turun dari mobil, Chul-ho langsung menerima telpon dari In-kyu yg lansgung mencecarnya dengan berbagai pertanyaan, “Darimana saja anda? Kenapa sampa membawa tas?”

“Hmm.. saya hanya mencari udara segar..”

“Sekarnag, bukan saatnya anda memikirkan hal lain. Karena istri anda sangat membutuhkan donor liver! Anda harus segera kembali ke Rumah Sakit..”


Mendengar jawaban itu, sontak membuat Chul-ho lesu.. menatap ibu jari, yg dia gunakan untuk mengecap berkas barusan~


In-kyu melaporkan kondisi Cul-ho pada dokter Go.. dia menjelaskan semuanya, termasuk fakta bahwa Chul-ho belum berani datang ke Rumah Sakit ini, karena kemungkinan besar dia masih berhubungan dengan broker penjual organ.


Saat itu juga, dokter Go dan In-kyu langsung menemui Chul-ho dan menjelaskan kondisi istrinya yang sangat membutuhkan donor. 

“Kalau dokter Go tidak membatalkan operasimu yg kemarin.. mungkin sekarang, kau tak akan bisa mmenjadi pendonor untuk istrimu..” ungkap In-kyu yang membuat Chul-ho merasa bersalah sekaigus berterimakasih karenanya

Pokoknya, Chul-ho harus mendonorkan livernya untuk membuat istrinya bisa bertahan hidup, “Pergilah ke Rumah Sakit untuk diperiksa. Broker itu, pasti akan terus menghubungimu.. jadi matikanlah ponselmu..” pinta In-kyu


Mereka hendak pergi ke RS bersama, namun dokter Go bilang.. dia akan menyusul, karena harus pergi ke suatu tempat terlebih dahulu.


Ternyata, tempat yang dia tuju adalah RS Myungin, tempat pasien Choi dirawat. 


Dokter Go meminta maaf, karena telah membatalkan operasi. Tapi pasien Choi meminta alasan yang pasti, kenapa hal itu terjadi?

“Kondisimu sekarang.. masih bisa ditangani dengan dialisis serta pengobatan. Jadi, meskipun berat, kumohon bertahanlah.. dan tunggu sampai ada donor mati otak~” paparnya

“Begitukah? Saya mengetahui semua hal tersebut. Baiklah, jika memang hanya itu yang ingin anda sampaikan..” ujar pasien Choi


Di RS, Kim Chul-ho melakukan pemeriksaan sebagai pendonor. Ji-in agak gelisah, karena banyak staff yg memerhatikannya, dia takut, mereka mengenali sosok Kim Shul-ho. Pada In-kyu dia sampai mengeluh, “Kenapa, kamu tidak membawanya ke salon dulu.. setidaknya kamu bisa mengubah gaya rambutnya supaya tidak dikenal orang..”


In-kyu lalu mengambil maser dan memasangkannya di wajah Chul-ho, “Sekarang gimana?”

“Ya.. lumayan lah,” jawab Ji-in


Setelah hasil pemeriksaannya keluar, mereka mendiskusikannya dengan dokter Go. Semuanya dalam kondisi baik dan siap untuk dilakukan operasi. 


Namun Ji-in masih merasa ragu, “Apa ayah.. benar-benar akan melakukan operasi ini?”

Tanpa agu sedikit pun, dokter Go menyatakan bahwa dirinya pasti akan melakukan operasi ini, tak peduli resikonya seperti apa!


In-kyu menjelaskan kondisi pasien di di ruang konferensi. Kemudian dokter Go menjelaskan bahwa pendonor adalah orang yg terlibat dalam manipulasi identitas pendonor beberapa hari yg lalu.


Mendengar hal tersebut, membuat para staff keheranan. Mereka bertanya, mengapa dokter Go bersedia melakukan operasi pada orang yang seharusnya dia masukkan kedalam penjara?

Dokter Go menegaskan, bahwa pasien yg akan mereka selamatkan adalah Park In-sun yg merupakan istri dari Chul-ho. Kemudian, Ji-in memaparkan bahwasanya Chul-ho sampai berniat menjual organnya untuk membiayai pengobatan istrinya.


Kemudian, In-kyu mengungkapkan sisi lain yang belum disadari semua orang.. bahwa Kim Chul-ho, bisa menjadi saksi yang membuat dokter Go tidak sampai menjalani sidang etik, jika dia bersedia mengakui apa yg sebenarnya terajdi saat itu.


Fakta-dakta tersebut, membuat mayoritas dokter setuju untuk membantu pelaksaan operasi. Namun dokter Lee.. menegaskan bahwa diirnya tak mau terlibat dalam operasi ini~


Ketika dokter Lee berdiri sendirian di depan mesin kopi, dokter Go menghampirinya. Dengan cara yang santai, dokter Go mengatakan bahwa dokter Lee telah mengambil keputusan yg tepat, “Kalau kau ikut dalam operasi ini, maka akan membuatku merasa tidak nyaman..”


Presdir Choi menelpon Son Sajang, untuk memberitahukan bahwa putrinya tak akan di operasi sampai ada donor mati otak.

“Loh kenapa?”

“Kau tidak tahu?! Dokter Go datang kesini dan berbicara langsung dengan putriku! Harusnya, kau bisa mengontrol orang seperti dia! Karenamu aku harus berhadapan dengan berbagai masalah rumit!”

“Maaf..”

“Setiap kali membuka mulut, bisamu hanya meminta maaf!”


Setelah telponnya ditutup, Son Sjang terlihat begitu kesal. Dia langsung menelpon dtaff, dan meminta sidang etik dilakukan secepat mungkin!


Operasi tranplantasi untuk istri Chul-ho siap dilaksanakan. Sebelum masuk ruangan, Chul-ho sempat dibuat sedih ketika melihat istrinya yg telah terbaring tak sadrkan diri..


Dalam ruang operasi, tiba-tiba muncul dokter Lee, “Aku akan melakukan operasi ini!” ujarnya


Dokter Go sempat berbincang dengan In-kyu, dia memberinya beberapa nasihat lalu berkata: “Mungkin, kita tak memiliki banyak kesempatan lagi.. untuk melakukan operasi bersama-sama..”

“Jika itu karena sidang etik, kurasa.. semuanya akan segera terselesaikan..” ucap In-kyu


Suster lewat dan mengabari mereka bahwasanya dokter Lee ikut dalam operasi pengangkatan organ. Mendengarnya, tentu membuat dokter Go keheranan~


Di waktu yg bersamaan, sidang kode etik dilaksanakan. Son Sajang menyampaikan pendapatnya tentang sosok dokter Go yg memang sangat profesional, namun seringali bersikap gegabah. Dia mabil beberapa contah kejadian yg terjadi baru-baru ini.. pertama, adalah transplantasi ginjal untuk seorang kriminal yang pada akhirnya meninggal begitu saja. Kemudian pembatalan operasi tanpa alasan jelas, yang membuat paseian sampai pindah Rumah Sakit, “Karena semua itu, aku meminta kalian untuk mengambil keputusan yang terbaik..” ucapnya yg kemudian berjalan pergi


Ketika tadi terlihat begitu serius.. sekarang diaat berjalan sendirian, Son Sajang menunjukkan senyuman piciknya~
Advertisement


EmoticonEmoticon