2/28/2018

SINOPSIS Radio Romance Episode 9 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Radio Romance Episode 9 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Radio Romance Episode 9 Part 1

Soo Ho terpaku menatap Eun Jung yang iri pada keluarganya yang selalu tampil bersama dan tersenyum. Padahal kenyataannya kehidupan Soo Ho tidak sebahagia itu. Geu Rim lalu menulis pesan di layar agar Soo Ho bersikap wajar dan merespon.


“Ayahku adalah seorang petugas pengantar. Itulah mengapa dia selalu memakai earphone untuk mendengarkan radio ketika melakukan pengiriman,” kata Eun Jung.


Pria pengantar barang yang ternyata adalah ayah Eun Jung turun dari motornya. Ia mendengarkan Eun Jung yang berkata padanya, “Ayah! Apakah kau dapat mendengar suaraku? Aku agak marah padamu karena tidak datang hari ini, tapi aku akan memaafkannya karena ayah adalah cinta pertamaku.” Semua orang menahan tangisnya karena terharu.


Eun Jung menyadarkan lamunan Soo Ho dengan menanyakan hal apa yang paling sering Soo Ho bicarakan dengan keluarganya. Soo Ho terdiam dan mengingat saat ibunya mengatakan, “Kau bukan putraku, tapi aku bertanggung jawab atasmu.” Dan juga saat ayahnya mengatakan bahwa mereka harus mematuhi semua perintah ibunya.


Nyonya Nam dan Tuan Ji menunggu jawaban dari Soo Ho. Orang-orang terdekat Soo Ho seperti Jason dan Geu Rim tampak khawatir. Geu Rim kembali mengirimkan pesan bahwa Soo Ho harus merespon.


“Oh, aku tidak yakin,” jawab Soo Ho lalu ia terdiam lagi. “Aku pikir, kami bicara hari ini, tapi aku tidak bisa mengingatnya. Aku rasa itu bukan percakapan.” Geu Rim tampak prihatin dan kembali mengirim pesan agar Soo Ho menyebutkan lagi selanjutnya sesuai dengan naskah.


Geu Rim mengingat saat Nyonya Nam mengatakan kalau setiap perkataan dan perbuatan Soo Ho itu sangat bernilai. Soo Ho terus menatap Geu Rim, lalu ia mengajak para pendengar untuk mendengarkan lag selanjutnya.


Tuan Ji yang ternyata sedang mendengarkan radionya bersama dengan Nyonya Nam berkata, “Istriku, ayo biarkan putra kita tetap melakukan siaran radio. Dia bagus.” Tapi Nyonya Nam memintanya berhenti mengoceh dan bilang kalau Soo Ho harus melakukan dramanya.


Ayah Eun Jung akhirnya datang ke rumah sakit. Ia lalu melihat istrinya dan duduk di sampingnya. Lee Gang memberi kode bahwa siaran kembali dimulai. 


Soo Ho: “Sebelum acara berakhir, apakah ada yang ingin kau katakan?”
Eun Jung: “Aku ingin mengatakan sesuatu untuk ayahku. Ayah, maafkan aku karena mengambil cinta pertamamu. Aku menyesal telah membuatmu mengambil semua air mataku yang tidak ingin aku cucurkan. Ayah! Berhenti menangis karenaku. Dan aku merindukan...”


Kalimat Eun Jung terhenti, karena melihat ayahnya sudah ada di kursi penonton. Soo Ho dan semua orang melihat ke arah yang sama dengan Eun Jung. “Dia akhirnya disini,” kata Eun Jung sambil tersenyum.


Ayah dan ibu Eun Jung berusaha tersenyum. Jason yang duduk di belakang mereka pun merasakan keharuan yang sama.


Saat acara selesai, Eun Jung yang sudah bersama ayah dan ibunya melambaikan tangannya. Soo Ho pun membungkukkan badannya memberi salam kepada ayah dan ibu Eun Jung dari jauh.


Geu Rim: “Ayahku meninggal karena kecelakaan mobil. Aku mendadak kehilangannya dan tidak bisa mengucapkan sepatah katapun hari itu. Jadi ketika kau berkata kau tidak bisa mengingat apa yang kau bicarakan dengan ayahmu, itu menghancurkan hatiku.”
Soo Ho: “Benarkah? Aku tidak tahu tentang ayahmu.”
Geu Rim: “Tentu saja kau tidak tahu. Kita tidak pernah membicarakan itu. Tunggu dulu, aku sering membicarakannya 12 tahun lalu saat di rumah sakit dulu. Kau luupa, bukan?”
Soo Ho: “Kau tidak pernah melakukannya. Aku mengingat semuanya, tapi kau tidak.”
Geu Rim: “Benarkah?”


Kemudian terdengar tertawa Lee Gang yang ngajak mereka pergi untuk merayakan siaran hari ini. Geu Rim setuju dan akan membuat mereka minuman terbaik. “Jangan lakukan hal seperti itu,” sela Soo Ho. Geu Rim berhenti bicara dan menurut.


“Jadi inilah kenapa orang melakukan siaran radio,” kata Jason menghampiri mereka. “Aku adalah seor ang pendengar.”


Sementara itu, Tae Ri yang sedang bicara di ponsel mengatakan kalau dia mengerti apa yang Nyonya Nam bicarakan. “Kalau aku ingin melakukan dramanya, maka aku harus membuat Soo Ho berhenti siaran, bagaimanapun caranya. Itulah maksudmu.”


Nyonya Nam meminta Tae Ri berhenti mengulangi perkataannya dan memberikannya hasil yang bagus. “Sekedar kata-kata tidak ada nilainya,” kata Nyonya Nam. Tae Ri bilang kalau Nyonya Nam juga tidak melakukan apa-apa, jadi tidak bisa mengeluh tentangnya. Tae Ri mengungkit Nyonya Nam yang tidak berhasil membuat hubungan cintanya dengan Soo Ho dan juga tidka mendapatkan kontrak drama untuknya.


Seung Ho mengatakan bahwa semuanya sudah berakhir, karena acara Lee gang kembali menjadi hit. Seung Ho menanyakan dimana keberadaan Jay, DJ mereka. “Cuup. Aku tidak bisa sabar. Aku sudah menghubungi Jin Tae Ri. Kita harus membuat ini berhasil,” kata Nona La. Tae Ri datang lalu menepuk bahu Seung Ho kalau dia ingin duduk.


Tae Ri: “Kau ingin aku menjadi DJ pengganti? Haruskah aku setuju dan melakukannya ketika kau tiba-tiba menghubungiku?”
Seung Ho: “karena kau adalah yang terbaik, bintang tamu paling populer yang kami milki di acara kami. Kau tahu itu.” (padahal sebenarnya Seung Ho kesal haha)
Nona La: “Komentarnya sangat bagus.”


Tae Ri terpancing dan akhirnya setuju untuk menjadi DJ pengganti. Tapi tetap saja sikapnya menyebalkan. Nona La bahkan harus terima disebut ahjumma lagi. Tae Ri berkata kalau acara Soo Ho berada di halaman utama berita dan bertanya apa yang akan mereka lakukan untuk acara besok.
Flashback..


Komentar atas penampilan Tae Ri ternyata negatif. Geu Rim menyarankan agar Nona La membuat kompetisi komentar negatif satu lawan satu.


Nona La langsung mengambil buku catatannya dan menulis sambil sesekali melihat ke arah Tae Ri. “Apa kau kerasukan?” tanya Tae Ri. Tae Ri lalu menanyakan seperti apa Geu Rim pada Seung Ho.


Tim Lee Gang merayakan keberhasilan mereka dengan makan bersama di restoran ibu. Lee Gang kemudian menyuruh mereka berhenti makan dan mulai bermain. Soo Ho yang tidak mengerti langsung kalah, dan harus minum. Ia melakukannya. Masih di permainan yang sama Soo Ho kalah lagi. Hun Jung ingin berganti permainan, tapi Jason bilang tujuannya memang untuk membuat Soo Ho minum. “Apa kau baik-baik saja? Kau tidak terlalu baik dalam hal minum,” kata Geu Rim.


Jason tertawa dan Hun Jung memberi kode agar Geu Rim berhenti bicara. Lee Gang mengambil gelas  Soo Ho dan mengatakan kalau Soo Ho lemah jadi dia yang akan menggantikan Soo Ho untuk minum. “Aku tidak lemah. Berikan minumnya padaku,” kata Soo Ho kesal. Ia lalu meminumnya sampai habis dan Geu Rim hanya geleng-geleng kepala.


Mereka kembali melakukan permainan berbeda, tapi Soo Ho terus saja kalah. Karena tidak mau dibilang lemah, Soo Ho tetap minum atas kekalahannya. Yang lain sangat senang melihatnya.


Hingga akhirnya Soo Ho ambruk, dan menjatuhkan kepalanya ke atas meja.


Seung Ho mengatakan kalau Geu Rim sangat manis dan biasa berlarian kesana kemari. Seung Ho juga bilang kalau Geu Rim selalu tersenyum apapun yang orang lain katakan padanya dan sabar. Tapi Nona La mengatakan kalau Geu Rim tidak bisa menulis. “Bagaimana kau tahu? Kau tidak pernah membacanya?” tanya Seung Ho. Nona La bertanya sebenarnya Seung Ho ada di pihak siapa.


Walaupun tidak bisa menulis dengan baik. Seung Ho mengatakan kalau Geu Rim hebat dalam memenangkan hati orang lain. “Jujur saja,aku menyukainya sebagai penulisku,” kata Seung Ho. Nona La bertanya ocehan apa itu. “Itu benar. Seorang oenulis haruslah melihat orang lain dengan hangat. Tidak sepertimu.” Nona La langsung memukul punggung Seung Ho.


Tae Ri bertanya bagaimana dulu Geu Rim bisa mendapatkan Soo Ho sebagai DJ-nya. Nona La tidak tahu, tapi ia mendengar ada semacam kontrak. Nona La menyebut kalau Soo Ho seperti oppa dan Lee Gang seperti ayah untuk Geu Rim. “Haruskah aku menjadi paman Geu Rim? Hahaha...” goda Seung Ho. Kali ini Nona memukul wajahnya.


Lee Gang baru saja mengirim orang lain pulang dan bertanya pada Geu Rim apa yang akan mereka lakukan pada Soo Ho. Geu Rim bertanya apa Jason juga sudah pulang. “Ya, dia pergi tanpa menoleh ke belakang sama sekali,” kata Lee Gang.


“Aish..Jason itu benar-benar unik. Dan Soo Ho ini tidak bisa minum, tapi dia benci kekalahan,” gerutu Geu Rim. Geu Rim berkata kalau mereka harus melindungi Soo Ho sebagai DJ mereka. Lee Gang bilang banyak orang yang akan melindungi Soo Ho, tapi ia tidak jadi melanjutkan ucapannya. Soo Ho menggeliat dan Geu Rim berusaha membangunkannya. Lee Gang tampak memperhatikan mereka.


Jason ternyata tidak pulang ke rumah. Ia menemui Nyonya Nam di galeri.Ia berkata kalau sangat mendebarkan harus menemui Nyonya Nam sendirian seperti itu. “Kau pindah ke rumahnya.Bukankah kau harusnya sudah menunjukkan hasil?” tanya Nyonya Nam.


Jason: “Aku sekolah karena JH mensponsoriku. Tidakkah kau pikir kalau Soo Ho tahu?”
Nyonya Nam: “Lalu? Apa maksudmu?”
Jason: “Aku mempelajari psikologi selama bertahun-tahun bahwa seseorang tidak dapat memenangkan hati orang lain dengan memenuhi obsesinya sendiri. Bukankah itu lucu? Itulah kenapa kau mengambil semuanya dari Soo Ho. Dan juga aku.”
Nyonya Nam: “Dimana Soo Ho sekarang?”


Di restoran ibu, Soo Ho mengigau minta dibuatkan minum juga oleh Geu Rim.


Lee Gang sedang bicara dengan ponselnya di depan restoran.


Soo Ho juga meminta agar Geu Rim tidak membuatkannya untuk orang lain. Geu Rim berbisik dan mengatakan agar Soo Ho tidak bicara yang aneh-aneh. Soo Ho membuka matanya sedikit, lalu berkata, “Kau tahu, kapanpun aku melihatmu, moodku selalu baik. Itulah bagaimana aku menyadari bahwa lebih baik untuk merasa baik daripada terlihat baik.”


Lee Gang kembali ke dalam dan bertanya apakah Soo Ho masih tidak sadar. Geu Rim mengangguk tapi kemudian ia dikejutkan dengan Soo Ho yang kembali mengoceh, “Tapi Song Geu Rim, aku sangat kesal. Kau tidak pergi saat aku mengusirmu. Sekarang, ketika aku mengatakan kalau aku menyukaimu, kau malah berusaha melarikan diri.” Lee Gang berusaha menghilangkan keterkejutannya dengan minum segelas lagi.


“Dia pasti sudah kehilangan akal. Mungkin dia sedang berlatih membaca naskah,” kata Geu Rim. Lee Gang menganggukkan kepalanya.


Kemudian, ibu mengantar mereka keluar dan Lee Gang terlihat memapah Soo Ho dan mendudukkannya di kursi luar restoran.


Lee Gang bertanya apakah mereka harus membiarkan Soo Ho disana. “Kita tidak bisa mengabaikan seorang bintang top,” kata Geu Rim lalu merapatkan jaket Soo Ho. Lee Gang lalu berkata kalau Geu Rim dan Soo Ho terlihat semakin akrab dan bertanya apakah Geu Rim tidak ingin melapor padanya.


Geu Rim: “Apa kau ingat ketika aku menceritakan tentang cinta pertamaku?”
Lee Gang: “Ya. Pria yang kau temui di rumah sakit yang tidak pernah kau lihat wajahnya?”


Geu Rim lalu menunjuk Soo Ho. “Benarkah?” tanya Lee Gang. Geu Rim mengiyakan.


Lee Gang melihat Soo Ho, lalu kembali menatap Geu Rim yang juga sedang memperhatikan Soo Ho. Lee Gang mengerti, tapi tetap saja dia sedih.


Advertisement


EmoticonEmoticon