2/22/2018

SINOPSIS Radio Romance Episode 8 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Radio Romance Episode 8 BAGIAN 1


#8 – Sampai Kau Mengenaliku


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Radio Romance Episode 7 Part 3

Soo Ho: “Aku… menyukaimu.”
Geu Rim: “Kenapa kau menyukaiku? Pacarmu juga ada disini.”
Soo Ho: “Apa?”
Geu Rim: “Dan aku tidak menyukai ini. Ini sangat tidak nyaman.”


Geu Rim bilang ia hanya ingin hubungan antara DJ dan penulisnya saja. Tapi Soo Ho berjalan mendekatinya. “Tidak. Kau bilang akan mengajariku apa itu radio dan bagaimana itu akan mengubah hidupku. Aku akan melakukannya dengan tulus dan aku akan selalu berada di sampingmu. Apa kau mengerti? Sampai kau mengenaliku,” kata Soo Ho.


“Apa maksudmu dengan sampai aku mengenalimu?” tanya Geu Rim tidak mengerti. Soo Ho berkata bahwa jika ia melakukan hal yang sama, maka ia akan kehilangan Geu Rim sama seperti sebelumnya. Geu Rim semakin tidak mengerti.


“Aku mengenalmu. Kita sudah saling mengenal sejak lama,” kata Soo Ho.


Setelah mengantar para tamu yang berpamitan, Pak Kim menghampiri Tae Ri yang terlihat putus asa. Tae Ri lalu menampar Pak Kim. Pak Kim bertanya kenapa tae Ri melakukan ini semua dan bekerja bersama Nyonya Nam. “Sudah kubilang ini berbahaya. Aku sudah bilang untuk tidak melakukannya!” kata Pak Kim.


“Apa Nyonya Nam mempermainkan aku?” tanya Tae Ri lalu pergi. Ia kemudian melihat Soo Ho sedang bersama dengan Geu Rim. Ia memanggil Soo Ho dan menghampirinya.


Tae Ri: “Ji Soo Ho, kenapa kau ada disini? Apa kau lupa kalau kita akan mengumumkan kalau kita berkencan? Song Geu Rim, bisakah kau pergi? Kami sedang bicara.”
Soo Ho: “Kami yang sedang bicara. Kaulah yang mengganggu kami. Ayo kita bicara di luar, Geu RIm.”
Tae Ri: “Hey!”
Geu Rim: “Soo Ho, aku mengerti. Aku ingin mendengar semua yang kau katakan, tapi aku rasa kau harus bicara dengan Tae Ri lebih dulu. Kita bisa bicara nanti.”


Soo Ho ingin meminta Geu Rim menunggunya, tapi Geu Rim sudah pergi. Tae Ri juga menarik lengan Soo Ho dan meminta Soo Ho agar bicara lebih dulu dengannya.


Di galeri, sekretaris memberitahu Nyonya Nam bahwa tim produksi bertanya kapan mereka bisa bertemu dengan Soo Ho untuk mendikusikan drama yang sebelumnya sudah ditandatangani kontraknya oleh Nyonya Nam. “Dimana Jin Tae Ri?” tanya Nyonya Nam.


Sekretaris berkata kalau Pak Kim sudah meminta semua orang pergi dan sekarang Tae Ri sedang bersama dengan Soo Ho. “Telepon dia dan suruh temui aku besok,” kata Nyonya Nam lagi.


Soo Ho dan Tae Ri bicara di sebuah café, dan ada yang memfoto mereka. Soo Ho bertanya apakah mereka berkencan. “Jika kau tidak mau berkencan dibawah kontrak, apa kau ingin berkencan yang sesungguhnya?” tanya Tae Ri. Tae RI bilang ia tidak takut bekerja bersama Soo Ho, yang ia takutkan adalah jika orang-orang mulai tidak mengenalinya dan menjadi orang yang menyedihkan. Soo Ho meminta Tae Ri berhenti agar tidak semakin menyedihkan.


Tae Ri berkata bahwa mereka hanya akan mengambil beberapa foto dan tidak akan menyakiti hidup Soo Ho terlalu banyak. Ia mengingatkan bahwa dulu hubungan mereka dekat. “Soo Ho, apa kau tidak merasa bersalah padaku?”


Soo Ho bertanya apakah ia terlihat bahagia. Tanpa menunggu jawaban Tae RI, Soo Ho pergi meninggalkannya. Tae Ri terlihat sedih.


Geu Rim sudah sampai di depan rumahnya. Ia  terlihat tidak terlalu bersemangat. Ia mengingat saat di lapangan sekolah, Soo Ho bertanya apakah Geu Rim tidak mengingatnya, lalu menciumnya dengan menutup matanya. Ia juga mengingat saat Soo Ho mengungkapkan perasaannya dan berkata kalau mereka sudah saling mengenal sejak lama.


Geu Rim lalu masuk ke rumah, namun tidak bisa menemukan ibunya padahal sudah mencarinya ke seluruh ruangan. Ia lalu menghubungi ponsel ibunya dan terdengar suara deringnya dari kamar mandi. Geu Rim membuka pintunya dan menemukan ibunya tergeletak pingsan. “Ibu,” panggil Geu Rim dan langsung menghampiri ibunya.


Soo Ho terlihat sampai di depan rumah Geu Rim. Soo Ho berusaha menghubungi ponsel Geu Rim, namun sibuk.


Geu Rim sedang menggunakan ponselnya untuk menghubungi teman-temannya, namun tidak ada yang mengangkat ponselnya. Ia kebingungan. “Ibu.. ibu.. Bangunlah. Apa yang harus kulakukan?” gumam Geu Rim. Ia lalu mendapat telepon dari Soo Ho. “Ji Soo Ho, apa yang harus kulakukan? Ibuku…”


Soo Ho segera berlari masuk ke rumah Geu Rim.


Tak lama kemudian, mereka sampai di rumah sakit. Ibu langsung mendapatkan penanganan di UGD. Geu Rim terlihat sangat khawatir.


Geu Rim memegang tangan ibunya dan mengingat perkataan dokter bahwa walaupun ibu sangat terbiasa dengan kehidupan sehari-harinya, tetap saja ada potensi bahaya. Dokter juga mengatakan kalau ibu kelelahan. “Maafkan aku, ibu,” kata Geu Rim pada ibunya yang masih belum sadar. “Aku selalu meninggalkanmu sendirian. Maafkan aku.”


Soo Ho melihat Geu Rim yang terlihat sangat mengkhawatirkan dan menyayangi ibunya. Soo Ho lalu berjalan pergi dan minta disambungkan dengan Dokter Yoon.


Geu Rim bertanya kepada perawat kenapa ibunya dipindahkan ke ruangan itu. Perawat bilang kalau semua biaya pengobatan sudah dibayar dan memberitahu Geu Rim agar menekan tombol darurat jika membutuhkan bantuan. Geu Rim lalu keluar dari kamar rawat dan menghubungi Soo Ho.


Soo Ho: “Apa ibumu sudah lebih baik?”
Geu Rim: “Apa itu kau? Aku sedang membicarakan tentang kamar rawat di rumah sakit. Aku sudah berhutang. Kau membuatku merasa tidak enak.”
Soo Ho: “Aku tahu. Aku melakukannya untuk membuatmu merasa tidak enak.”


Geu Rim: “Apa maksudmu?”
Soo Ho: “Kau membuatku memikirkanmu dengan membuatmu merasa tidak enak. Ini bukan strategi yang buruk, jadi aku memutuskan untuk menirumu.”
Geu Rim: “Soo Ho, bagaimana kau bisa bercanda pada saat seperti ini?”


Soo Ho bilang itu bukanlah sebuah candaan. Soo Ho lalu menyuruh Geu Rim beristirahat dan tidur tanpa memikirkan apapun. Geu Rim bertanya tentang apa yang Soo Ho katakan sebelumnya. “Kau tidak akan mengingatnya. Tidurlah,” kata Soo Ho.


Keesokan harinya, di rapat JH Entertainment, salah satu peserta rapat bertanya kenapa Soo Ho tidak datang. Nyonya Nam berkata bahwa jadwal Soo Ho sangat penuh dan menyakinkan mereka kalau Soo Ho akan datang pada rapat berikutnya.


Seorang lagi bertanya apakah Soo Ho bisa melakukan syuting di luar negeri dengan jadwal radionya yang padat. Nyonya Nam mengingatkan bahwa mereka sudah menandatangani kontrak, jadi mereka tidak perlu khawatir.


Tae Ri lalu diperkenalkan sebagai pasangan bermain Soo Ho.


Sementara itu di KBC, Manajer Kang dikejutkan dengan artikel tentang Soo Ho yang akan memulai produksi drama berjudul ‘Who Am I’ yang syutingnya di luar negeri setelah mengurus jadwal radionya.


“Hei, Crazy Gang, apa yang dia bicarakan?! Dia baru saja memulai siaran radio sebulan yang lalu!” kata Manajer Kang lalu meminta Lee Gang membaca artikelnya. “Jangan bilang kau tidak tahu tentang ini. Bagaimana ini bisa terjadi?” 


Lee Gang bilang ia tidak memprediksi sifat seorang bintang yang seringkali berubah-ubah. Ia juga berkata kalau ia akan mengurusnya. Ia kemudian pergi tanpa menunggu respon dari Manajer Kang.


Tuan Ji berkata dengan kesal pada Nyonya Nam dan khawatir kalau Tae Ri akan membocorkan foto-fotonya. “Tidak bisakah kau mengontrol putramu?” tanya Tuan Ji. Tapi Nyonya Nam bilang Tuan Ji bukan dalam posisi bisa berkata seperti itu padanya.


Tuan Ji: “Apa?”
Nyonya Nam: “Jung Da Seul! Aku mengurusnya untukmu. Apa yang akan kau lakukan tentang putramu? Bagaimana jika berakting seperti ayahnya sebagai balasannya?”
Tuan Ji: “Apa? Aku tidak pernah menjadi seorang ayah sampai sekarang. Bagaimana aku bisa bersikap seperti itu secara tiba-tiba?”


Soo Ho lalu datang dan protes karena selalu mengetahui tentang jadwalnya malah dari media. Dia mengambil naskah ‘Who Am I’ yang di meja dan mengeluh kalau terlalu banyak adegan di luar negeri dan itu akan sulit dengan jadwalnya saat ini.


“Berhentilah melakukan siaran radio, kalau begitu,” kata Nyonya Nam. Tuan Ji menyetujui perkataan istrinya dan mengatakan kalau siaran radio tidak cukup berkelas untuk mereka. Soo Ho bilang kalau ia akan tetap melakukan siaran radionya.


Soo Ho berkata kalau itu adalah hal pertama yang pernah ia inginkan. “Aku akan melakukan hal yang lainnya, jadi tolong urus yang satu ini,” pinta Soo Ho. Nyonya Nam menolak dan mengatakan kalau Tae Ri sangat menginginkan hal itu karena ancaman foto itu.


Tuan Ji tidak jadi meminum anggurnya karena mendengar  Soo Ho berbicara bahwa seharusnya ayahnya yang bertanggung jawab atas foto tersebut. Nyonya Nam lalu mengatakan bahwa dua hari lagi akan ada acara donasi di rumah sakit dan dia meminta Soo Ho hadir disana.


Geu Rim sangat lega karena ibunya sudah sadar. Ia berpura-pura protes pada ibunya karena sudah tertidur selama 12 jam. Ia juga marah karena ibu tidak memberitahunya kalau ibu sedang minum obat atas sakit kepalanya. Ibu tersenyum dan berkata kalau dia bisa merasakan Geu Rim sedang melotot padanya.


Ibu meminta maaf. Ia tidak memberitahu Geu Rim karena melihat Geu Rim sedang sibuk. “Seberapapun sibuknya aku, ibu adalah yang paling berharga,” kata Geu Rim. Ibu mengangkat tangannya dan Geu Rim menggenggamnya. “Jika ibu sakit tanpa memberitahuku lagi, aku akan menempel pada ibu seperti lem.” Mereka lalu tertawa.


Geu Rim lalu memberitahu ibunya kalau itu adalah rumah sakit yang sama ketika ibu menjalani operasi mata dulu. “Benarkah?” tanya ibu.


Sementara itu di Kantor JH, Nyonya Nam tampak sedang memberikan instruksi kepada bawahannya. Kemudian Lee Gang datang dan menyapanya, “Namaste.” Nyonya Nam menoleh heran, tapi senyum Lee Gang malah semakin lebar. Mereka berdua lalu bicara sambil berjalan-jalan ke galeri.


Nyonya Nam berkata bahwa seperti itulah bisnis berjalan, tapi Lee Gang bilang radio bukanlah bisnis, melainkan sebuah hubungan. “Para pendengar  mempercayai dan menunggu Ji Soo Ho. Kau tidak bisa menggunakan manipulasi media. Itu tidak adil. Bukankah aku benar?” kata Lee Gang.


Nyonya Nam bilang ia sudah berbicara dengan Soo Ho. Tapi Lee Gang tahu Nyonya Nam berbohong, karena menurutnya Soo Ho adalah orang yang bertanggung jawab dan akan menjaga janji yang sudah dibuatnya. Lee Gang bahkan menyebut Nyonya Nam sangat berbeda dari Soo Ho.


Sebelum pergi, Lee Gang berkata bahwa lukisan yang ada di galeri itu sama sekali tidak cocok dengan tempatnya. Lee Gang bilang tempat itu sedingin es dan tidak cocok dengan mahakarya seperti itu.


Dari galeri, Lee Gang pergi ke kantornya. Ia hanya menemukan Hun Jung yang sedang menelepon disana. Hun Jung bilang hanya ada dia sendirian yang sedang bekerja keras disana. Lee Gang menanyakan Geu Rim. “Ibunya masuk rumah sakit. Apa dia tidak menghubungimu?” tanya Hun Jung.


Sementara itu, tim produksi sedang menyiapkan iklan mobil. Tapi Soo Ho malah sibuk menghubungi Geu Rim yang tidak juga mengangkat ponselnya. Ia tampak gelisah dan menggerutu itulah mengapa dia tidak mau mempunyai ponsel. Kemudian terdengar sutradara berkata bahwa syuting akan dimulai.


Ia ternyata melakukan pemotretan iklannya bersama Tae Ri. Saat jeda foto, Soo Ho langsung mengambil ponselnya dan kembali menghubungi Geu Rim, namun masih belum berhasil. “Kita mulai lagi!” kata sutradara. Dan Soo Ho terpaksa menyimpan ponselnya lagi.


Saat jeda berikutnya, Soo Ho kembali menghubungi Geu Rim. Dan masih belum tersambung. “Dengan siapa dia bicara?” gerutu Soo Ho.

Advertisement


EmoticonEmoticon