2/22/2018

SINOPSIS Radio Romance Episode 7 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Radio Romance Episode 7 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Radio Romance Episode 7 Part 1

Soo Ho tega menyuruh Geu Rim langsung dating tanpa menghabiskan makannya, karena dia sudah memanggil koki untuk memasakan makanan di rumahnya. Ia sedang mengecek pekerjaan kokinya, ketika kemudian Dokter Jason turun dari lantai 2.


Jason: “Apa ini? Apa ada acara istimewa? Apa ada seseorang yang akan dating?”
Soo Ho: “Bukankah kau akan pergi clubbing hari ini?”
Jason: “Ah kau menganalisis naskah dan film kemarin, hanya bagian scene percintaan. Apa Lady Kamikaze akan datang?”
Soo Ho: “Tidak.”
Jason: “Dia akan datang. Lady Kamikaze akan datang. Temanku sudah dewasa.”


Di kamarnya, Jason mengetik laporan atas pasiennya, Soo Ho. Dia menulis bahwa pasiennya itu menunjukkan tanda-tanda kecumburan dan ketidakkonsistenan dalam hal bicara dan perbuatan, kekanak-kanakkan, dan menggunakan kontrak agar membuat seseorang dekat dengannya.


Kemudian Jason mengirimkan email itu pada seseorang. Ia lalu menerima panggilan di ponselnya, “Ya, halo?”


Geu Rim sudah sampai dan Soo Ho membaca naskah yang ditulis tangan oleh Geu Rim. Soo Ho memuji naskah itu dan bertanya bagaimana Geu Rim membuatnya. Geu Rim berkata kalau Lee Gang yang mengajarkannya. Soo Ho bertanya lagi sejak kapan mereka dekat. “Sejak aku masih anak baru (maknae),” jawab Geu Rim.


Soo Ho meminta Geu Rim tidak menggunakan kata anak baru lagi. Geu Rim bertanya kenapa Soo Ho berbicara tidak resmi padanya. Soo Ho bilang ia memang selalu berbicara seperti itu pada Geu Rim. Geu Rim tidak percaya. “Lupakan saja kalau kau tidak ingat. Katakan padaku, seperti apa PD-nim itu?” tanya Soo Ho lagi.


Menurut Geu Rim tidak perlu membicarakan itu, tapi lebih baik membahas naskahnya saja. Soo Ho beralasan kalau Produser dan DJ-nya harus dekat agar siaran radionya berjalannya dengan baik. Akhirnya Geu Rim menjawab dan mengatakan kalau Lee Gang adalah Produser terbaik dan memenangkan dua penghargaan penyiaran.


Soo Ho membanggakan dirinya kalau tahun lalu dia memenangkan lebih dari 20 penghargaan. Geu Rim berkata lagi kalau semua acara Lee Gang menjadi hit. “Aku pergi ke Festival Film Cannes saat berusia 15 tahun. Aku adalah orang termuda yang meraih penghargaan aktor utama terbaik. Lalu apalagi? Katakan padaku,” kata Soo Ho tidak mau kalah.


“Dia adalah orang yang pertama kali memanggilku penulis,” kata Geu Rim. Soo Ho berteriak kalau sekarang ia sedang membaca naskahnya Geu Rim. “Kenapa kau jadi marah?” Soo Ho lalu membaca naskahnya lagi.


Soo Ho lalu berkata kalau ia menyukai kalimat penutup di naskah Geu Rim, “Aku akan mendengarkan radio dan menunggumu.” Geu Rim hanya mencibirnya.


Di bagian bahwa naskah juga ada pesan di post-it pink yang bertuliskan, “P.S: Soo Ho, terima kasih telah membaca naskah ini.” Soo Ho tersenyum sendiri dan meminta agar Geu Rim menambahkan ‘P.S’ semacam itu di naskah berikutnya. “Tidakkah kau lapar?” tanya Soo Ho.


Geu Rim terkejut karena meliihat banyak makanan yang Soo Ho sajikan dan bertanya apakah semua itu dibuat sendiri. “Tidak, aku memesannya,” kata Soo Ho jujur. 


Walaupun suasana agak canggung, Soo Ho terlihat senang karena Geu Rim menikmati makanannya. Tapi kemudian Nyonya Nam datang kesana. Geu Rim berusaha menjelaskan kalau mereka sedang mempersiapkan untuk siaran besok. Ia kemudian pamit pergi.


Nyonya Nam bertanya pada Geu Rim apakah Soo Ho harus melanjutkan siaran radionya. Dia bilang kalau perkataan, perbuatan, dan waktu Soo Ho sangat berharga. Dan hal itu tidak bisa disia-siakan untuk melakukan siaran radio. Soo Ho melarang Nyonya Nam bicara seperti itu.


Jason senang melihat respon Soo Ho yang memberontak seperti itu. Nyonya Nam berkata lagi kalau orang yang berdiri di samping Soo Ho memiliki peranan penting. Dengan terang-terangan, Nyonya Nam menyuruh Soo Ho pergi dan tidak mendekati Soo Ho lagi.


“Aku lebih memilih kau saja yang pergi,” kata Soo Ho. “Bukankah aku tersenyum saat aku memintamu pergi, Nyonya Nam?” Jason bertambah senang.


Soo Ho lalu mengajak Geu Rim pergi dan akan mengantarnya pulang. Ia langsung berdiri dan berjalan pergi. Geu Rim memberi salam pada Nyonya Nam, lalu mengikuti Soo Ho. Nyonya Nam bertambah kesal.


Di luar, Geu Rim mengatakan bahwa dia akan pulang sendiri saja. “Bisakah kau masuk saja ke mobil? Ini karena aku tidak mau kembali ke dalam,” kata Soo Ho.


Geu Rim akhirnya bersedia diantar pulang oleh Soo Ho. Geu Rim beberapa kali menoleh ke arah Soo Ho. Soo Ho mengatakan agara Geu Rim bertanya saja jika dia penasaran. Tapi menurut Geu Rim, Soo Ho tidak akan mau menjawabnya.

Saat Geu Rim sudah sampai dan akan turun dari mobil, Geu Rim berkata agar Soo Ho tidak bersikap pahit pada orang lain terutama pada dirinya sendiri. Geu Rim bilang sikap Soo Ho yang seperti itu akan membuat orang lain dan dirinya sendiri terluka.


Soo Ho: “Itu bukan urusanmu.”
Geu Rim: “Itu bukanlah sesuatu yang bisa kau ucapkan sambil tersenyum. Kenapa kau tersenyum? Itu sama sekali tidak lucu.”
Soo Ho: “Kenapa kau tidak berubah sama sekali?”


Soo Ho berkata dalam hati bahwa dirinya sendiri berubah sangat banyak. Soo Ho menatap Geu Rim sesaat lalu mengalihkan pandangannya lagi. Geu Rim lalu bertanya, “Soo Ho, apakah kita pernah bertemu sebelumnya?” Soo Ho tidak menjawab.


Pak Kim menemui Tae Ri dan bertanya apa yang dia inginkan. “Kau tahu apa yang kumau. Atau haruskah aku ke atas dan mendapatkannya sendiri?” kata Tae Ri. Pak Kim bertanya apa yang Tae Ri maksud. “Aku melihatnya di lacimu. Aku tidak akan memintanya secara gratis. Haruskah aku menjadi pacarmu tanpa sepengetahuan Soo Ho?” Pak Kim menyuruh Tae Ri menutup mulutnya.


Tae Ri kemudian menerima telepon dari Nyonya Nam. Ia lalu menjauh dari Pak Kim dan melanjutkan pembicaraannya dengan Nyonya Nam.


Nyonya Nam ternyata mengajak Tae RI bertemu. Nyonya Nam bertanya apa keuntungan yang ia dapatkan jika Soo Ho bersama dengan Tae Ri. Ia bilang ia adalah seorang pebisnis, yang jika menginvestasikan sesuatu, maka ia harus melihat adanya keuntungan. Tae Ri belum menjawab, tapi tiba-tiba Da Seul masuk.


Da Seul memprotes Nyonya Nam karena ia dipecat dari semua iklan dan drama yang dibintanginya. Ia juga bilang kalau Tae Ri yang akan mengambil tempatnya. Ia melirik Tae Ri penuh kemarahan. Nyonya Nam bertanya apa yang Da Seul inginkan.


Da Seul tiba-tiba berlutut dan meminta maaf. Ia berkata kalau ia tidak akan melakukannya lagi. “Ayo kita pergi, Tae RI,” ajak Nyonya Nam. Tae Ri juga sebenarnya terlihat agak ketakutan, tapi ia tetap mengikuti Nyonya Nam.


Nyonya Nam dan Tae RI kemudian terlihat ada di sebuah butik. Nyonya Nam bilang ia akan memberikan Tae Ri kesempatan, tapi bukan karena ancaman foto yang ia terima. “Sudah banyak yang bertingkah di hadapanku, dan kau tahu apa yang terjadi pada mereka? Jika aku memberimu kesempatan, apa kau bisa menjalankannya?” tanya Nyonya Nam.


Dengan yakin Tae Ri  menjawab kalau ia bisa melakukannya. Nyonya Nam meminta Tae Ri agar mulai membuat rumor antara dirinya dengan Soo Ho.


Sementara itu, Geu Rim mengingatkan ibunya agar memakai syal jika bepergian karena cuaca akan sangat dingin. Ibu kemudian memuji kalimat penutup yang Soo Ho ucapkan saat siaran di sekolah. “Bukankah itu yang selalu kau katakan saat aku dioperasi?” tanya ibu. “Keren sekali bisa mendengarnya di radio.”


Geu Rim lalu mengingat saat dulu ia pernah memeluk seseorang dengan mata tertutup dan mengucapkan kalimat yang sama dengan kalimat penutup Soo Ho.


“Apakah ibu ingat saat aku berlatih merasakan tidak bisa melihat? AKu berjalan di lorong dengan mata tertutup sehingga aku bisa berlatih. Saat itu, ada seorang teman bicara dan kami mendengar radio bersama-sama,” kata Geu Rim pada ibunya.


Ternyata Geu Rim pernah ingin membuka penutup matanya, tapi Soo Ho melarangnya. “Maukah kau mengingatku seperti ini?” tanya Soo Ho saat itu.


Geu Rim tampak bersenang-senang dengan beberapa anak kecil. Soo Ho dan Ji Woo memperhatikannya.


Ibu: “Ya..ya, Woo Ji Woo?”
Geu Rim: “Ya. Si pria tanpa wajah, Woo Ji Woo.”


Di kamarnya, Geu Rim membuka kotak yang berisi barang-barang lamanya. Ia kemudian tersenyum dan membaca sebuah surat dari Soo Ho yang saat itu mengenalkan dirinya dengan menggunakan nama temannya. “Hai, Song Geu Rim. Aku Woo Ji Woo. Aku harus memperkenalkan diriku dulu, tapi aku merasa malu untuk memulai bicara saat kau tidak mengenalku. Biasanya aku tidak merasa malu di depan para gadis. Dari seseorang yang masih merasa malu, Woo Ji Woo.”


“Namanya Woo Ji Woo,” gumam Geu Rim.


Di kamarnya, Soo Ho juga melakukan hal yang sama. Ia mengambil kotak berisi barang-barang lamanya. Ia mengambil beberapa surat yang bertuliskan, “Untuk Dewiku, Song Geu Rim.” Sepertinya itu surat-surat yang ditulis Soo Ho, namun tidak sempat ia berikan. Ia menyimpan kembali surat itu ke dalam kotaknya.


Keesokan harinya, di Kantor KBC, Nona La berkata bahwa ia akan memeriksa naskah Geu Rim agar Geu Rim tidak terlalu dipermalukan. Geu Rim lalu mengatakan bahwa sejak siaraan terakhir, Soo Ho sudah menggunakan naskahnya. “Aku menulisnya dengan tangan, jadi hanya Soo Ho yang memiliki naskahnya,” kata Geu Rim.


Di sebuah café, Tae Ri mengetahui kalau dirinya sedang difoto oleh orang-orang yang disana, jadi dia bersikap seolah sedang berpose agar hasil fotonya bagus.


Ia lalu mengoles ulang lipsticknya, berfoto, lalu meng-uploadnya. Ia menulis caption, “Bibir yang berkilau. Siapa yang ingin berpesta di Hari Rabu? Siapa yang akan menjadi partnerku?” Ia menulis caption itu untuk memulai rumor hubungannya dengan Soo Ho.


Soo Ho sudah berada di studio dan sedang membaca ulang naskah Geu Rim. Ia kemudian melihat foto Geu Rim bersama ibunya di mading. Naskahnya kali ini tentang Alice in Wonderland. Tiba-toba, Nona La masuk ke studio dan memperkenalkan dirinya sebagai penulis saingan di acara Soo Ho.


Nona La menyombongkan dirinya sebagai orang yang terkenal di bidang radio. Tapi Soo Ho mengingatnya sebagai orang yang  meremehkan Geu Rim di lorong dengan mengatakan bahwa Geu Rim tidak akan bisa mendapatkan Soo Ho sebagai DJ-nya.


Soo Ho juga mengingatkan bahwa saat itu Nona La mengatakan bahwa kemungkinan Soo Ho menjadi DJ jauh lebih kecil dibandingkan Geu Rim menjadi seorang penulis utama.


Nona La terlihat kesal. Kemudian Soo Ho keluar karena harus mengangkat ponselnya. Saat Soo Ho sudah keluar, Nona La melihat naskah Geu Rim tertinggal disana. Ia ingat bahwa Geu Rim hanya memiliki satu salinan naskah.


Nona La menatap naskah itu, lalu menghubungi seseorang dan memintanya datang menemuinya.


Sementara itu tanpa mengetahui ada hal buruk yang mungkin terjadi, Geu Rim sedang bicara dengan Sang Goo di ponselnya. Geu Rim berkata kalau para pendengar siarannya ingin mengetahui kabar Sang Goo. “Bisakah kau bicara di telepon hari ini?” tanya Geu Rim. “Ya, nanti akan bersama Paman Soo Ho.” Kemudian Soo Ho masuk dan mendengar namanya disebut.


Lee Gang berbisik kalau Geu Rim sedang berbicara dengan Sang Goo. Terdengar Geu Rim berkata lagi, “Baiklah, kalau begitu. Aku akan bertanya pada Paman Soo Ho dan akan menghubungimu lagi dalam 10 menit. Baiklah.”


Lee Gang lalu berkata bahwa mereka punya rencana untuk menghubungi Sang Goo untuk siaran hari ini. Soo Ho berkata bahwa sepertinya akan sulit, jika tanpa naskah. “Ini bukan orang asing. Ini Sang Goo,” kata Geu Rim berusaha meyakinkan Soo Ho. Lee Gang juga berkata bahwa jika ada yang tidak beres, maka itu akan menjadi kesalahannya.


“Kalau begitu, aku meminta penulis Song Geu Rim untuk duduk di sampingku, mulai hari ini,” kata Soo Ho. Geu Rim merasa heran dengan permintaannya itu.


Dan akhirnya, Geu Rim benar-benar duduk bersama Soo Ho di dalam booth siar. Soo Ho terlihat sangat senang. Sesekali ia mencuri pandang ke arah Geu Rim, dan ketika Geu Rim memergokinya, Soo Ho pura-pura sedang membaca naskah.


Tapi kemudian mereka bertengkar. Soo Ho merasa naskah wawancaranya dengan Sang Goo terdengar seperti bukan gayanya. Tapi kemudian Geu Rim bilang itu karena gaya bicara Soo Ho tidak menyenangkan dan tidak mungkin bicara dengan kasar pada anak-anak. Geu Rim mengajaknya agar mengikuti saja naskahnya.


Tim Lee Gang dan juga Pak Kim memperhatikan waktu siaran Ji Soo Ho’s Radio Romance yang kurang dari 2 menit lagi. Geu Rim meminta Soo Ho agar bersiap.


Soo Ho memasang earphone dan membuka naskahnya. Namun hanya ada kertas putih disana. Soo Ho terlihat kebingungan. Geu Rim mengambil kerta kosong itu dan tidak sengaja menumpahkan air ke atas keyboardnya.


Akibatnya, keyboardnya tidak bisa berfungsi. Geu Rim panik. Ia terus berusaha menggunakannya.


“Ada apa ini?” gumam Lee Gang. Ia lalu menyalakan lampu ‘on air’.

Advertisement


EmoticonEmoticon