2/15/2018

SINOPSIS Radio Romance Episode 6 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Radio Romance Episode 6 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Radio Romance Episode 6 Part 1

Walaupun bingung, Geu Rim akhirnya turun lagi   dari mobil. Soo Ho mengatakan bahwa dia akan melakukan photo shoot esok hari. Geu Rim sudah tahu kalau photo shoot iut akan selesai jam 2 siang. Karena Soo Ho tidak bisa datang terlambat untuk siaran langsung di radio, dia akan menggunakan pasal ke-4 di kontrak mereka, yaitu Geu Rim tidak bisa menolak permintaan Soo Ho.


Geu Rim sudah sampai kantor dan sedang membersihkan diri di toilet. Ia menatap cermin dan mengingat permintaan Soo Ho untuk menyupirinya besok. Geu Rim menggerutu kalau dia itu bukan supir. “Jadi kau tidak bisa bekerja bersama PD-nim malam ini. Kau harus pulang dan tidur agar mengemudi dengan aman besok,” kata Soo Ho.


Di studionya, Nona La mengeluh bagaimana jika rating mereka kecil lagi padahal sudah memberikan banyak hadiah. “Bukankah ini aneh?” tanya Seung Ho. “Kenapa JH malah mensponsori kita bukan putranya?” Nona La menyuruh Seung Ho agar tidak mengurus hal tak berguna seperti itu dan lakukan saja sesuatu agar rating mereka naik.


Nona La berpapasan dengan Geu Rim yang baru saja keluar dari toilet. Geu Rim memuji acara Nona La hari ini, tapi Nona La malah merasa kalau Geu Rim sedang mengejeknya. Nona La memprovokasi Geu Rim, “Apa peranmpu di tim itu? Penulis Ji Soo Ho yang membuat naskahnya, bukan? Jadi apa yang kau lakukan sebagai penulis? Kau pikir ratingnya tinggi karena dirimu?” Nona La berjalan kesal sambil mengomel kesal bagaimana orang bisa jadi penulis utama begitu saja.


Geu Rim sudah berada di kamarnya sendiir, tapi dia masih sedih saat memikirkan perkataan Nona La tentang tak ada peran dirinya di Tim Lee Gang. Geu Rim membuka buku agendanya dan membaca catatan yang dibuatnya sendiri tentang ‘Kegagalan akan berubah menjadi kesuksesan.

Soo Ho sedang membaca naskah revisi dengan tulisan tangan Geu Rim. Ponsel Geu Rim kemudian berdering dengan nama ibu sebegai peneleponnya. Soo Ho berpikir sejenak, lalu mengangkat ponselnya. “Ya, ibu,” jawab Soo Ho.


Tapi ternyata yang bicara adalah Geu Rim. Geu Rim menanyakan naskah yang diberikannya, dan Soo Ho bilang ia belum cukup mempelajarinya untuk siaran besok. Geu Rim bilang tidak masalah, yang penting Soo Ho sudah membacanya. Geu Rim berkata bahwa dia ingin sekali menulis naskah dengan baik, sehingga suatu hari Soo Ho akan menggunakan naskahnya.


Geu Rim: “Jadi, DJ harus sering bicara dengan penulisnya. Akulah yang akan menulis apa yang ingin kau katakan di depan mikrofon. Walaupun aku belummelakukannya.”
Soo Ho: “Bukankah tidak sopan karena aku menolak naskahnya?”
Geu Rim: “Itu agak mengesalkan, tapi aku tidak punya pilihan. Itu berarti aku harus menulis naskah yang sangat bagus. Aku sangat kesal, tapi aku tida cukup bagus menuliskannya.”


Sambil bicara di telepon, mereka sama-sama berjalan, kemudian sama-sama menuangkan air ke gelas mereka dan meminumnya.


Geu Rim bilang ia tidak marah pada Soo Ho, tetapi pada dirinya sendiri. Ia lalu berkata kalau ingin menanyakan hal pribadi. “Kenapa kau tidak membaca ponsel?” tanyanya. Soo Ho menjawab bahwa tidak ada gunannya ia membawa ponsel, karena ia tidak memiliki orang lain untuk dihubungi dan tidak ada orang yang akan menghubunginya..


Geu Rim tertawa kesal dan bertanya kenapa Soo Ho tidak punya siapapun untuk dihubungi. “Aku, PD-nim, manajermu. Kau harus menghubungi kami,” kata Geu Rim. “Dan kenapa tidak ada orang yang akan menghubungimu? Ketika aku bingung dalam menulis dan bingung kata apa yang kau sukai,  kau bisa menjawab teleponku.  Ji Soo Ho, tidak bisakah kau membeli ponsel?” Mereka kemudian sudah kembali lagi ke kamarnya masing-masing.


Soo Ho: “Bagaimana jika aku punya ponsel? Apa kau akan menghubungiku setiap hari?”
Geu Rim: “Apa?”
Soo Ho: “Apa kau di rumah?”
Geu Rim: “Ya, aku di rumah.”
Soo Ho: “Kau harus tidur lebih awal, karena harus menyupiriku besok.”


Esok harinya, Soo Ho melakukan photo shoot bersama Da Seul untuk produk minuman.


Kemudian mereka melakukan photo shoot indoor dan berjalan dengan baik. Fotografer bilang mereka akan melanjutkannya lagi setelah istirahat makan siang. Da Seul dan Soo Ho sama sekali tidak saling bicara dan langsung pergi untuk urusannya masing-maisng.


Di dalam mobil di area parkir, Geu Rim sedang bicara di telepon dan membicarakan tentang sebuah kunjungan. Soo Ho lalu datang menghampirinya sambil membawa dua kresek makanan.


Geu Rim bertanya berapa jam lagi SooHo harus melakukan photo shootnya, karena Geu Rim ingin pergi ke suatu tempat. “Apa kau menyuruhku untuk turun?” tanya Soo Ho.


Dan Soo Ho turun lagi dari mobil sambil membawa makanan yang sudah ia bawa sebelumnya. Soo Ho kebingungan.


Geu Rim ternyata pergi ke SD yang gurunya sempat mengirim cerita ke website acara radio. Di sekolah itu, ada 4 anak yang sedang berlatih lagu perpisahan. 4 anak itu akan dikirim ke sekolah lain karena ada penggabungan sekolah.


Ibu guru memberitahu bahwa ada 2 anak yang berada di kelas teratas SD, namun hanya satu orang bernama Sang Goo yang akan lulus. Geu Rim bertanya keberadaan Sang Goo pada ibu guru.


Geu Rim lalu pergi ke lapangan dan berhasil bertemu dengan Sang Goo. Sang Goo bertanya apakah Geu Rim seorang reporter dan mengusirnya. “Hei Sang Goo, apa kau mengamuk karena tidak mau lulus?” tanya Geu Rim. Sang Goo bilang itu bukan urusan Geu Rim dan kembali mengusirnya.
Flashback..


Geu Rim mengingat saat Soo Ho bertanya kenapa Geu Rim selalu muncul di hadapannya. Dan pembicaraan lainnya dengan Soo Ho yang hampir selalu berakhir dengan Soo Ho menyuruh Geu Rim pergi.


Geu Rim berkata pada Sang Goo bahwa Sang Goo mengingatkannya pada seseorang.


Di ruang guru, ibu guru menunjukkan foto Sang Goo bersama Gyo Min, dua siswa yang harusnya lulus bersama. “Sayangnya, dia tidak akan pernah lulus,” kata ibu guru.


Geu Rim sudah dalam perjalanan menjemput Soo Ho. Ia mengingat saat ibu guru berata bahwa dia tidak bisa memberitahu anak-anak lain tentang keadaan Gyo Min yang sebenarnya. Jadi ibu guru mengatakan pada mereka bahwa Gyo Min sedang menjalani perawatan di Seoul. “Aku tidak mau mereka terkejut. Tapi aku tidak tahu kalau mereka akan menunggu sampai selama ini. Itulah kenapa Sang Goo tidak mau lulus sebelum temannya kembali,” jelas ibu guru.


Soo Ho dan Da Seul sudah bersiap untuk melanjutkan pemotretan, namun Da Seul terlihat marah. Ternyata di hadapannya berdiri Tae Ri yang memakai gaun yang sama dengannya. Padahal Tae Ri adalah artis yang sudah turun pamornya.


Tae Ri: “Sutradara, kau sudah mendapat telepon dari Nyonya Nam?”
Da Seul: “Apa ini? Sutradara, ada apa?”
Tae Ri: “Menurutmu apa? Minggir.”
Sutradara: “Da Seul, maafkan aku. JH Entertainment meminta beberapa perubahan.”
Da Seul: “Kau bercanda? Level kami berbeda.”
Tae RI: “Kau mau mati.”


Kedua artis itu terus beradu mulut, hingga akhirnya saling menarik rambut dan mulai berkelahi. Pak Kim mengajak sutradara pergi. Soo Ho juga tidak ambil pusing dan lebih memilih pergi.


Pak Kim menghubungi Nyonya Nam dan menceritakan bahwa kejadian tersebut. Soo Ho merebut ponselnya dan protes pada ibu tirinya mengapa terus mengurus masalah dengan cara buruk seperti itu. Nyonya Nam bilang itu semua karena kesalahan Soo Ho yang setuju untuk melakukan siaran radio. Ia lalu menutup teleponnya.


Nyonya Nam ternyata sedang bersama sutradara Kim Sang Soo yang akan membuat film dokumenter tentang keluarga mereka. Sutradara Kim bertanya apakah Nyonya Nam sudah memberitahu Soo Ho tentang syuting film itu, padahal Soo Ho punya jadwal rutin untuk siaran radio. Nyonya Nam berkata bahwa semua akan berjalan sesuai jadwal.


Nyonya Nam lalu men-stempel surat kontrak atas film tersebut. Dan stempel itu adalah stempel atas nama Ji Soo Ho!


Akhirnya sesi pemotretan dilanjutkan oleh Tae Ri. Setelah selesai, Pak Kim menghampiri mereka.


Tae Ri memanggil Soo Ho dan bertanya kenapa Soo Ho terus mengabaikannya. “Pasti adalasannya bukan? Bisakah kau mengabaikanku juga?” kata Soo Ho. Tae Ri senang karena akhirnya Soo Ho bicara. “Apa semua ini yang kau butuhkan?” tanya Soo Ho lagi. Tae Ri berkata bahwa pertayaan itu juga pernah ditanyakan oleh Nyonya Nam, sehingga mereka terdengar seperti keluarga sungguhan. “Bukankah begitu?” tanya Tae Ri pada Pak Kim. Pak Kim terkejut. Soo Ho lalu pergi dan Pak Kim mengikutinya.


Geu Rim berbicara di ponselnya dna mengatakan bahwa dia dalam perjalanan menjju lokasi pemotretan Soo Ho dan meminta agar Manajer Kang tidak khawatir. Manajer Kang berpesan agar Geu Rim selalu menempel pada Soo Ho seperti lem dan kembali ke Seoul tepat waktu.


“Bagaimana dengan si gila Gang?” tanya Manajer Kang.


Lee Gang sedang berada di studio DJ Moon dan sedang menyiapkan produk perawatan kulit yang akan digunakannya sebagai hadiah untuk pendengar. “Tidak ada bintang tamu lagi? Hanya Ji Soo Ho selama dua jam?” tanya Seung Ho. Lee Gang berkata bahwa Tim Seung Ho seharusnya tidak bergantung pada idola dan hadiah, tapi lebih memfokuskan pada nilai radio itu sendiri.


Seung Ho mengatakan bahwa mereka harus menarik minat generasi yang lebih muda, jadi harus memperhatikan hal-hal yang mereka sukai. Ia juga memberikan beberapa nasehat lain. Lee Gang berkata bahwa apa yang disampaikan Seung Ho benar dan akan mempertimbangkannya. Ia berterima kasih lalu pergi dan berpesan agar Seung Ho tidak  menyentuh meja hadiahnya.


Soo Ho dan Tae Ri sudah berganti pakaian. Soo Ho menyuruh Pak Kim pulang bersama Tae Ri, sedangkan dia sendiri akan pulang bersama Geu Rim. Geu Rim baru saja datang dan membuka kaca jendela lalu menyuruh Soo Ho masuk. Tae Ri mengenali Geu Rim, namun Geu Rim tidak melihatnya.


Di mobil, Geu Rim mendengar siaran radio yang memberikan peringatan bahwa salju lebat akan turun dan bisa menimbulkan banyak kecelakaan, bahkan salju diperkiran akan terus turun semakin lebat dan berlanjut sampai malam.


Kemudian mobil mereka terjebak macet, padahal Seoul masih 125 km lagi. Kemudian terlihat pemberitahuan di layar lalu lintas bahwa ada kecelakaan terjadi.


Di dalam mobil, Soo Ho memperhatikan Geu Rim yang sedang kebingungan. Geu Rim lalu menghubungi Lee Gang bahwa mereka terjebak macet dan jembatan yang akan mereka lewati ditutup. Lee Gang bertanya apakah Geu Rim akan sampai tepat waktu dan Geu Rim tidak terlalu yakin.


Manajer Kang mendekati Lee Gang dan menanyakan rekaman siaran Soo Ho sebelumnya. Lee Gang bilang ia sudah menghapusnya dan tidak punya file back up-nya. Manajer Kang merebut ponsel Lee Gang dan mengomel karena sebelumnya Geu Rim sudah berjanji akan datang tepat waktu. Dia juga mengancam akan memecat Geu Rim.


Lee Gang lalu menghubungi seseorang dan bertanya apakah bisa mengirimkan van broadcast dari Chuncheon. Lee Gang lalu mengambil kembali ponselnya dan mengatakan bahwa mereka akan tetap siaran apapun yang terjadi. Dia meminta Geu Rim untuk pergi ke van broadcast terdekat. Mereka akan melakukan siaran jarak jauh dengan Lee Gang tetap berada di Seoul.


Geu Rim lalu mengingat pertemuannya dengan ibu guru di sekolah Sang Goo. “PD-nim, aku punya ide bagus,” kata Geu Rim. Geu Rim lalu memutar balik mobilnya menuju sekolah Sang Goo.


Geu Rim sampai di sekolah bersamaan dengan van broadcast. Lee Gang meminta Soo Ho memperlakukan Geu Rim sebagai penulis utama untuk siaran darurat mereka kali ini. Soo Ho menoleh ke Geu Rim yang tangannya gemetar. Soo Ho berjanji tidak akan melakukan kesalahan.


Soo Ho mengembalikan ponsel Geu Rim dan memakaikan syalnya pada Geu Rim.

INSTAGRAM TABLOID SINOPSIS


Soo Ho lalu meminta Geu Rim mengatakan apa yang harus ia kerjakan dan ia akan mengerjakannya. Geu Rim diam saja. Soo Ho lalu mengatakan bahwa mereka akan melakukan siaran dari sana bersama-sama, tanpe gemetar, dan melakukan tugas mereka. “Baiklah, apa dulu yang harus kulakukan?” tanya Soo Ho.


Geu Rim meraih tangan Soo Ho dan berkata, “Aku.. aku butuh bantuanmu.” [crstl]
Advertisement

1 komentar:

Setia menanti..


EmoticonEmoticon