2/15/2018

SINOPSIS Radio Romance Episode 6 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Radio Romance Episode 6 BAGIAN 1


#6 – Tidakkah Kau Mnegingatku?


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Radio Romance Episode 5 Part 3

Geu Rim bangun dari tidurnya dan Soo Ho masih menatapnya. “Aku penasaran tentang dirimu,” kata Soo Ho. Mereka kemudian buru-buru bersembunyi di bawah meja saat mendengar suara Hun Jung dan Seung Ho.


Seung Ho sedang berusaha melihat kartu isyarat Hun Jung, tapi Hun Jung tidak mau memberikannya. Seung Ho bahkan memuji penampilan Hun Jung yang terlihat lebih baik sejak pindah ke Tim Lee Gang.


Geu Rim bertanya kenapa mereka tidak menyapa saja, tapi Soo Ho menyuruhnya agar tidak berisik. 


Seung Ho: “Apa kau bahagia?”
Hun Jung: “Tentu tidak. Aku ingin membunuhnya. Kemarin kami bekerja sepanjang malam. PD-nim, kenapa kau tidak merekrutku ke tim-mu? Sangat menyenangkan saat tidak perlu melakukan apa-apa.” (Hun Jung mencium tangan Seung Ho)
Seung Ho: “Apaini? Kau menjijikan. Cepat ambilkan kartu isyaratnya.”
Hun Jung: “Tunggu. Itu ada di dalam booth.”


Saat Hun Jung masuk ke dalam booth, Soo Ho dan Geu Rim sudah duduk di atas kursi dan pura-pura sedang berdiskusi. Dia bertanya apa yang sedang mereka lakukan. Soo Ho bilang mereka sedang mempersiapkan untuk siaran berikutnya.


Hun Jung memberitahukan pada para asisten penulis tentang Soo Ho yang menghabiskan malam bersama Geu Rim untuk mempersiapkan siaran. Ia bilang kalau Soo Ho bekerja dengan sangat keras.


Tornado, yang sudah menjadi asisten penulis selama 7 tahun, menyebut Geu Rim kurang ajar. Ia berkata, “Apa kau tidak tahu rumornya? Sesuatu selalu terjadi jika kau menghabiskan malam di booth bersama-sama.” Hun Jung melarangnya bicara seperti itu.


Drought: “Tunggu dulu. Song Geu Rim dan La La Ree, siapa yang paling banyak mendapatkan pendengar?”
Si Pita: “Hidup kita akan lebih mudah jika Nona La yang menang.”
Tornado: “Aku tahu.”
Drought: “Aku vote Song Geu Rim.”
Hun Jung: “Tentu saja kami akan menang. Kami punya Tuan Namaste.”


Di ruangannya, Manajer Kang akan mengumumkan siapa yang meraih rating lebih tinggi atau pendengar lebih banyak antara siaran TimLee Gang dan Tim Seung Ho. “Apakah Radio Romance-nya Soo Ho? Ataukah Ayo Bertemu Jam 6 Sore-nya Jay?”


“Ji..So..Ho..hahaha…” kata Manajer Kang lalu melakukan tos dengan Lee Gang. Seung Ho dan Nona La sangat kecewa. Lee Gang lalu mengingatkan bahwa yang kalah harus melakukan siaran pada Hari Minggu.


Setelah menyorotkan pointernya pada wajah Seung Ho, Lee Gang berdiri dan mengatakan bahwa untuk siaran berikutnya mereka akan menggunakan booth siar DJ Moon. Semua orang terkejut, terutama Nona La. Manajer Kang bertanya apakah Lee Gang sudah mendapatkan izin dari DJ Moon. “Namaste,” jawab Lee Gang lalu pergi.


Manajer Kang memanggilnya lagi dan minta agar Lee Gang melakukan satu siaran rekaman lagi. “Tidak akan,” jawab Lee Gang dan kali ini ia tidak mempedulikan panggilan Manajer Kang.


Manajer Kang bergumam bahwa dia tidak bisa membenci Lee Gang. Nona La bertanya dimana keberadaan Geu Rim. “Tidak tahu,” kata Manajer Kang sambil masih terus memperhatikan grafik pendengar stasiun radionya yang terus meningkat.


Geu Rim memberikan sepotong sandwich pada Soo Ho. Soo Ho baru akan menggigitnya, saat GEu Rim bertanya apa maksudnya ucapannya saat berada di booth tadi. “Apa maksudnya kalau kau penasaran?” tanya Geu Rim. Soo Ho terbatuk.”Apa yang ingin kau tahu?” Tapi Soo Ho tidak bisa menjawabnya.


Tiba-tiba Lee Gang dating dan memaksa duduk di antara mereka berdua. Ia juga memakan sandwich dari tangan Geu Rim. “Ah yang benar saja. Kenapa kau selalu mengambil makananku?” tanya gEu Rim kesal. Lee Gang mengingatkannya agar jangan terlalu pelit.


Soo Ho lalu menarik wajah Lee Gang, lalu menyuapinya sandwich. “Ini. Kau bisa memakan yang ini,” kata Soo Ho. Lee Gang mengucapkan terima kasih, sedangkan Geu Rim berusaha menahan tawanya.


Lee Gang merangkul bahu Soo Ho dan berterima kasih karena berkatnya mereka mendapat rating pendengar tertinggi. Soo Ho bilang itu bukan apa-apa. Lee Gang lalu merangkul Geu Rim juga dan berkata, “Itulah kenapa kita harus pergi ke suatu tempat hari ini. Ayo pergi!”


Hun Jung sedang memanaskan mobilnya. Geu Rim memastikan apakah Soo Ho sungguh tidak akan ikut bersama mereka. Soo Ho bilang ia ada syuting keesokan harinya. Tapi Lee Gang mengatakan bahwa Soo Ho harus ikut karena mereka membutuhkan wajahnya untuk mendapatkan sponsor.


Tim Lee Gang ternyata pergi untuk menemui DJ Moon dan meminta izinnya untuk menggunakan boothnya. Tapi DJ Moon menolak. “Kalian pikir dengan membawa Ji Soo Ho akan membuatku setuju?” Geu Rim, Lee Gang dan Hun Jung masih berusaha membujuknya. 


DJ Moon: “Soo Ho, kenapa kau tidak mengatakan sesuatu juga? Kenapa kau mau melakukan siarannya di booth-ku?”
Soo Ho: “Aku tidak mau. Aku tidak peduli bahkan jika itu adalah booth-mu. Semua booth sama saja.”
DJ Moon: “Aku akan meminjamkannya padamu.”
Lee Gang + Hun Jung + Geu Rim: “Apa?!”


Syaratnya adalah Soo Ho harus ikut bersama DJ Moon melakukan hiking setiap hari. Lee Gang dan Hun Jung tertawa. Soo Ho yang tidak mengertimu, bertanya apa maksudnya itu. “Kau bilang semua booth sama, jadi aku akan mengajarkanmu bahwa mereka berbeda,” jelas DJ Moon yang kemudian pergi setelah memberikan izin bahwa Lee Gang bisa memakai booth-nya mulai pecan depan.


Geu Rim menyusul DJ Moon keluar. Ia bilang hiking bersama ada tingkat ketiga dalam hubungan pertemanan. Ia merasa dikhianiati karena DJ Moon sudah mengajak Soo Ho hiking bersama, padahal dia saja belum pernah diajak. “Dia manis. Dia adalah anak baru yang tidak mengerti betapa pentingnya ruang di radio. Aku harus mengajarinya,” kata DJ Moon lalu berjalan pergi.


“Ayolah! Kenapa kau tidak mengajariku seperti itu?” teriak Geu Rim. Tapi DJ Moon tidak peduli.


Lee Gang mengatakan bahwa mereka sudah mendapatkan sponsor tempat, dan mengajaknya untuk menemui sponsor berikutnya. Soo Ho menoleh dan di belakangnya banyak orang yang mengambil gambarnya. Ia lalu pamit pergi. “Kalau begitu, ayo kita lakukan ini,” kata Lee Gang.


Di luar restoran, Lee Gang mengajak Soo Ho berkompetisi. Siapa yang dapat melemparkan gelas bekas minum mereka ke sasaran dengan tepat, maka dia yang bisa mengambil keputusan. Mereka bersiap melempar.


“Yes,” kata Lee Gang senang. Ia berhasil sedangkan Soo Ho gagal. “Ini, ini. Buang di tempatnya,” goda Lee Gang sambil masuk kembali ke restoran. Soo Ho kesal dan membuang sampahnya dengan benar, lalu mengikuti Lee Gang.


Tim Lee Gang menaiki banyak anak tangga. Hun Jung bertanya kemana mereka akan pergi dan mengeluh karena udaranya sangat dingin. Lee Gang bilang mereka harus memberikan hadiah kepada para pendengar. Mereka kembali berjalan dan masuk ke suatu tempat.


Setelah  memastikan bahwa pria yang di depannya adalah pemilik Laboratorium All Natural yang mengirimkan cerita pada KBC, Lee Gang kemudian memperkenalkan dirinya. Geu Rim berkata bahwa berarti dia adalah peneliti perawatan kulit bagi segala usia, namun tidak ada yang mau memakai produknya.


Peneltii itu tampak sedih. Ditambah lagi Hun Jung menambahkan kalau pria itu bahkan tidak sanggup membeli ramyeonnya karena banyak hutang. Lee Gang menyuruhnya diam.


Peneliti itu lalu bercerita bahwa ia bekerja sepanjang malam, namun hutangnya terus menumpuk. Jangankan membeli rumah, ia bahkan tidak sanggup membayar sewa bulan ini.


Pacarnya pun meminta putus. Peneliti itu mengambil produknya dan akan membantingnya.


Peneliti itu tidak jadi membanting produknya karena sadar banyak orang yang senasib dengannya yang mengirimkan ceritanya ke stasiun radio. Ia kini bahkan sudah kehabisan dana untuk penelitiannya


Lee Gang bilang mereka akan membeli produk perawatan kulit si peneliti dan akan mempromosikan juga produknya di radio. Ia merangkul bahu Soo Ho dan berkata, “Siapa yang akan melakukannya? Ji Soo Ho.” Soo Ho melepaskan tangan Lee Gang dari bahunya.


Geu Rim meniru ucapan DJ Moon bahwa setelah kegagalan ada keberhasilan. Ia bilang timnya akan mendukung si peneliti yang kemudian terlihat bersemangat lagi.


Dokter pribadi Soo Ho sedang memberikan seminar di depan rekan dokter lainnya. Ia emnceritakan kasus tentang pasiennya yang masih saja menolak melakukan terapi dan menderita insomnia parah. Dokter bilang itu terjadi karena hubungan palsu yang ia jalani. Dokter bertekad untuk terus  mengawasi perubahannya.


Nyonya Nam menduga Pak Kim sudah tidak bisa mengontrol Soo Ho. Pak Kim yakin kalau Soo Ho sedang bersama tim radionya. “Soo Ho tidak pernah pergi keluar bersama orang lain, bukankah itu aneh?” tanya Nyonya Nam. Pak Kim menduga kalau Soo Ho membuka hatinya. “Karena itulah, itu menjadi aneh. Kau mengerti? Kau boleh pergi.”


Pak Kim sudah berjalan pergi saat mendengar nama Tae Ri disebut. Nyonya Nam bilang di telepon bahwa ia sudah mengirim Tae RI untuk menemui orang yang sedang bicara dengannnya itu.


Dua pria yang ditemui Tae RI mengatakan bahwa Tae Ri tidak cocok untuk iklan kulkas mereka. Bukan Tae Ri namanya jika tidak melawan. Mereka kemudian bertengkar, dan diakhiri dengan pria botak menampar Tae Ri.


Pak Kim lalu datang dan menarik Tae Ri pergi.


Pak Kim membiarkan Tae Ri menenangkan dirinya, sedangkan ia sendiri kembali ke dalam ruangan.


Pak Kim membungkukkan badannya dan meminta maaf atas kesalahan Tae Ri. Pria botak mengatakan bahwa Pak Kim harus mengawasi orang seperti itu, karena bisa menusuknya dari belakang. Pak Kim mengerti lalu meminta izin untuk menuangkan minum untuk mereka.


Pak Kim: “Tapi Tuan, apa Anda akan artis kami melakukan iklannya?”
Pria botak: “Apa kau gila? Siapa yang mau mempekerjakan orang seperti dia?”
Pak Kim: “Jika kau tidak mau mempekerjakannya, kenapa kau memukul dan menjambak rmabut seorang gadis?!”


Teriakan Pak Kim membuat kedua pria itu sangat terlejut. Pak Kim lalu mengangkat sebuah botol dan terlihat seperti akan melakukannya sesuatu yang buruk.Ia kemudian berhasil menenangkan dirinya dan menuangkan minumnya. Pria botak memegang gelasnya dengan tangan gemetar. Pak Kim berkata bahwa dia yang akan membayar minumannya dan pamit pergi.


Tae Ri menahan lengan Pak Kim yang berjalan melewatinya, “Ahjussi, cepat berikan padaku. Aku akan memanfaatkan Ji Soo Ho dengan segala cara. Aku tahu masa lalunya, dan ahjussi punya buktinya. Hm?”


Lee Gang memperhatikan Soo Ho dan Geu Rim dari dalam mobil.


Soo Ho bertanya kemana lagi Geu Rim akan pergi. Geu Rim bilang mereka harus bekerja sepanjang malam di studio. Geu Rim memberikan naskah yang sudah direvisi kepada Soo Ho.


Lee Gang lalu menghampiri mereka dan mengajak Geu Rim pergi. Geu Rim lalu berjalan masuk ke mobil. Soo Ho bertanya kenapa Lee Gang memanggil Geu Rim dengan sebutan anak baru lagi, padahal dia sudah menjadi penulis utama dan akan membingungkan jika ada anak baru yang dating.


Lee Gang: “Kenapa harus bingung? Hanya Geu Rim yang kupanggil anak baru. Dan sepertinya penulis baru itu berhenti Aku tidak bisa menghubunginya.”
Soo Ho: “Tetap saja. Tolong jangan panggil dia anak baru. Dia penulis utama…”
Lee Gang: “Tapi kau memperlakukannya seolah dia anak baru. Namun tentu saja, dengan cara yang berbeda denganku.”


INSTAGRAM TABLOID SINOPSIS

Soo Ho: “Apa maksudmu?”
Lee Gang: “Kau mengabaikan naskahnya dan membuat dia berlari kesana kemari. Kau memperlakukan penulis utama kami seperti seorang anak baru. Baiklah kalau begitu, kami pergi sekarang. Sampai bertemu besok. Aku dan dia akan bersama malam ini.”


“Penulis Song Geu Rim, bisakah kita bicara?” panggil Soo Ho. [crstl]

Advertisement


EmoticonEmoticon