2/08/2018

SINOPSIS Radio Romance Episode 4 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Radio Romance Episode 4 BAGIAN 1


#4 – Dua Hari Satu Malam bersama Ji Soo Ho


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Radio Romance Episode 3 Part 3

Lee Gang tertawa terbahak-bahak sampai memukul-mukul meja dan Geu Rim menatapnya dengan heran. Lee Gang lalu berkata, “Lulus! Maafkan aku. Aku khawatir kau adalah orang bodoh yang tidak bisa marah walaupun diperlakukan dengan buruk, jadi aku mengetesmu.” Lee Gang terkejut, karena Soo Ho bisa marah dan datang tanpa manajernya.


Geu Rim menggerutu bahwa Lee Gang benar-benar gila. Soo Ho lalu bertanya apakah Lee Gang sungguh melakukan tes padanya. Lee Gang bilang ia hanya ingin melihat emosi yang dimiliki Soo Ho, karena selama ini wajah Soo Ho selalu tanpa ekspresi. 


Soo Ho tampak tidak suka ketika melihat Lee Gang mengambil gelas dari tangan Geu Rim dan meminumnya. Lee Gang melarang Geu Rim minum, karena mereka akan latihan membuat naskah.


Lee Gang: “Mari kita adakan rapat perencanaan resmi secara profesional.”
Soo Ho: “Ayo lakukan. Sebagai profesional.”
Lee Gang: “Ini akan menjadi perjalanan semalam.”


Soo Ho terkejut lalu melihat ke arah Geu Rim, “Perjalanan semalam?” Lee Gang mengiyakan. Ia bilang kalau Soo Ho tidak ikut, maka yang akan melakukan perjalanan itu hanya dirinya dan Geu Rim.


Lee Gang meletakkan tangannya di bahu Geu Rim, dan Soo Ho kembali menunjukkan ekspresi ketidaksukaannya. “Itu tidak akan berguna, kami selalu terjebak bersama setiap hari,” kata Lee Gang.


Ketiga orang itu lalu keluar dari restoran. Geu Rim mengatakan bahwa rumahnya ada di lantai 2. Dan Lee Gang bilang, kalau rumahnya ada di belakang restoran. Soo Ho bertanya apakah produser dan penulis harus tinggal berdekatan. “Ada kamar kosong di lantai 3. Kau mau tinggal berdekatan dengan kami juga?” tanya Lee Gang.


Lee Gang bilang ia sudah tidak sabar untuk mengenal Soo Ho lebih dekat besok. “Anak baru dan aku harus bekerja sepanjang malam,” kata Lee Gang. Soo Ho terkejut. Lee Gang bilang mereka harus membuat naskah yang bagus untuk Soo Ho, lalu mengajak Geu Rim pergi.


Geu Rim bilang ia akan masuk setelah melihat Soo Ho pergi. Lee Gang masuk lebih dulu, tapi Soo Ho memanggilnya. Soo Ho bertanya kenapa Lee Gang terus memanggil Geu Rim sebagai anak baru, padahal Geu Rim sudah menjadi penulis utama. “Dia akan selalu menjadi anak baru bagiku,” jawab Lee Gang santai lalu masuk ke rumah sewanya.


Geu Rim mengikuti Soo Ho dan bertanya apakah Soo Ho bisa menyetir setelah minum. Soo Ho lalu bilang kalau tadi ia tidak minum. Geu Rim mengerti. Ia lalu mencoba meyakinkan Soo Ho bahwa walaupun aneh, Lee Gang adalah orang yang berbakat dan menakjubkan. Tapi Soo tidak peduli dan meminta Geu Rim menutup pintu mobilnya.


Geu Rim berkata bahwa besok ia akan menjemput Soo Ho dan akan mendampinginya dengan ketat. “Mengemudilah dengan hati-hati,” kata Geu Rim lalu menutup pintunya. Soo Ho kemudian mengendarai mobilnya pulang. Geu Rim menggerutu heran kenapa Soo Ho cepat sekali marah padanya.


Soo Ho sedang melamun di ruang tamu, lalu dokter berlari turun dari lantai dua. “Apakah ini akan seperti acara Dua Hari Satu Malam? Apa kita akan melakukan permainan? Apa kita harus melompat ke laut musim dingin?” tanya dokter antusias.


Soo Ho heran kenapa dokter harus ikut. Dokter bilang kalau pasien dan dokter harus berdekatan jadi dia memutuskan untuk menemani Soo Ho dan dia juga berencana untuk menjadi lebih dekat dengan Geu Rim. Dokter juga berkata kalau setiap keputusan besar yang Soo Ho buat pasti ada peran Geu Rim di belakangnya. Soo Ho tidak mempedulikannya, lalu pergi ke kamar.


Di tempat tidurnya, Soo Ho mengingat kembali perkataan Lee Gang kalau dia selalu bertemu Geu Rim setiap hari serta saat Lee Gang mengambil gelas dari tangan Geu Rim dan meletakkan tangannya di bahu Geu Rim. Apalagi saat tahu kalau mereka tinggal sangat berdekatan dan akan bekerja bersama sepanjang malam.


“Mereka menghabiskan malam bersama?” gumam Soo Ho sampai terbangun dari baringannya. “Apa yang kulakukan ini?” Ia lalu berbaring lagi dan mematikan lampunya.


Geu Rim menjemput Soo Ho dan bertanya dengan heran kenapa mereka membawa banyak sekali barang. Geu Rim lalu mengajak mereka masuk ke dalam mobil, tapi Soo Ho ingin naik mobilnya sendiri.


Geu Rim bilang Soo Ho tidak tahu tempatnya dan mengambil alih koper Soo Ho dan membawanya masuk ke bagasi mobilnya sendiri. Dokter juga membujuk Soo Ho agar mau naik mobil Geu Rim.


Di dalam mobil, dokter terus saja bersiul. Soo Ho bertanya kemana tujuan mereka, tapi Geu Rim tidak mau memberitahunya.


Perjalanan semakin jauh, tapi Geu Rim masih belum mau memberitahu Soo Ho kemana tujuan mereka. Perjalanan mereka berlanjut sampai melewati jalan tol, area persawahan, sampai dokter tertidur. Dari spion depan, Geu Rim melihat Soo Ho yang tersenyum tipis saat melihat pemandangan.


Soo Ho berkata, “Jangan bilang kita akan naik kapal feri itu.” Geu Rim kemudian melihat teman-temannya datang dan menghampiri mereka.


“Acara Dua Hari Satu Malam Ji Soo Hoo!” sambut Tim Lee Gang sambil membawa poster bertuliskan ‘We Love You, Ji Soo Ho’. Dokter lalu menghampiri mereka dan bertepuk tangan. Soo Ho memakai kacamata hitamnya dan menghela napasnya.


Di atas kapal feri yang sudah berlayar, staf wanita baru dengan rambut di roll (sementara aku sebut staf roll dulu ya..) mengambil foto selfie dengan Soo Ho di belakangnya. “Yes!” katanya setelah berhasil mengambil foto lalu pergi.


Geu Rim menghampiri Soo Ho dan bertanya apakah dia mabuk laut karena wajahnya pucat. Soo bilang ia baik-baik saja, dan Geu Rim lalu memberikan kopi padanya, dan Soo Ho menerimanya. Kemudian terdengar suara orang yang sedang mual.


Ternyata Lee Gang yang muntah dan semua berlari menjauh. Hanya Geu Rim yang bertahan di sampingnya dan menepuk-nepuk punggungnya. Ia  juga mengambilkan jarum untuk ditusukkan ke jari Lee Gang. Soo Ho melihatnya dengan pandangan tidak suka.


Di tempat berbeda, Nyonya Nam dan Tuan Ji terlihat sangat harmonis dan banyak reporter yang mengambil foto mereka dalam rangka peluncuran tas terbaru.


Da Seul yang merupakan selingkuhan Tuan Ji juga hadir disana sebagai modelnya.


Dari tempatnya berdiri, Nyonya Nam melihat ke arah Da Seul, lalu ke arah Tae Ri yang terlihat sedang bicara dengan seorang reporter. Nyonya Nam lalu memberi kode dengan matanya agar Pak Kim mengurus Tae Ri.


Reporter: “Kenapa Ji Soo Ho melakukan siaran radio? Apakah mereka mengetahui kelemahannya?”
Tae Ri: “Kenapa kau bertanya kepadaku? Tanya saja Nyonya Nam.”
Reporter: “Apa kau tidak tahu apa-apa tentang keluara itu?”
Tae Ri: “Kenapa kau pikir aku tahu, Pak Reporter?”


Reporter lalu bilang kalau ia tahu bahwa Tae Ri dan Soo Ho sudah berteman selama 10 tahun sejak Tae Ri masih artis anak-anak. Pak Kim lalu menghampiri mereka dan berkata, “Aku adalah manajernya sejak dia kecil. Kau bisa bertanya padaku. Apa yang ingin kau tahu?”


Reporter bertanya dimana Soo Ho karena beberapa hari terakhir tidak muncul. Reporter menduga kalau ada masalah keluarga. Pak Kim lalu mengancamnya bahwa jika reporter menulis tentang rumor itu, maka reporter akan terjatuh sangat keras setelahnya. “Apa kau ingin kami mematahkan sayapmu yang satu lagi?” ancam Pak Kim.


Reporter lalu tertawa dan menduga bahwa yang sedang terjadi adalah sesuatu yang besar, karena bisa mematahkan sayapnya. Tae Ri tersenyum sinis melihat pertengkaran mereka dan dia baru menyadari bahwa Nyonya Nam dan Tuan Ji sudah tidak ada di area foto.


Berbeda dengan sebelumnya, Nyonya Nam dan Tuan Ji yang sudah tidak berada di depan wartawan terlihat saling bersika dingin. Da Seul yang juga berada dalam satu lift yang sama dengan mereka merasa gugup.


Nyonya Nam: “Da Seul, bagaimana rasanya bekerja bersama Soo Ho dalam drama? Apa semuanya baik-baik saja?”
Da Seul: “Ya.”
Nyonya Nam: “Ayo kita makan malam bersama. Kita semua.”


Nyonya Nam dan sekretarisnya keluar lift lebih dulu. “Apa yang harus kita lakukan?” tanya Da Seul ketakutan. Tuan Ji hanya mengangkat bahunya pertanda dia juga tidak tahu.


Nyonya Nam kembali ke acara peluncuran tasnya dan difoto kembali. Tiba-tiba Tae Ri ikut naik ke pentas dan mengambil clutch yang ada di tangan Nyonya Nam dan mempersilakan reporter untuk memoto mereka berdua.


Tanpa membuka mulutnya, Nyonya Nam bertanya mengapa Tae Ri ada disana. Tae Ri bilang kalau Reporter An terus bertanya kenapa Soo Ho tidak muncul di acara tersebut.”Kapan kau akan memasangkan aku dengannya?” tanya Tae Ri. Nyonya Nam tidak menjawab dan hanya terus tersenyum di depan reporter.


Soo Ho: “Kita naik mobil, lalu naik kapal feri. Sekarang kita menunggu bus selama dua jam? Kenapa? Untuk apa?”
Lee Gang: “Hanya ada satu feri setiap hari yang datang kesini. Bus ada setiap dua jam. Keindahan menunggu adalah kunci filosofi radio.”


Anggota tim dan juga dokter mengangguk-anggukkan kepalanya.


Setelah itu, mereka berjalan kaki bersama.


Mereka berhenti untuk makan bakpao, tapi Soo Ho menolaknya. Ia tidak mau memakannya.


Mereka lalu bermain jala bersama nelayan, tapi Soo Ho tidak mau ikut serta.


“Jika kita meninggalkan kota, suara di sekitar kita berubah sepenuhnya. Apakau pernah merasakannya, Ji Soo Ho?” tanya Lee Gang. “ Maksudku bukan mobil, alarm, dan keyboard. Itu suara yang hanya bisa kau dengar di alam. Suara yang hanya bisa dihasilkan oleh manusia. Radio adalah dimana suara seperti itu didapatkan.”


Kecuali Soo Ho, yang lain bersenang-senang di pantai. Mereka berlarian dan mengambil foto bersama. Mereka memanggil Soo Ho, tapi dia tetap menolak.


Dari pantai, mereka kembali berjalan kaki. “Soo Ho, kita hampir sampai. Ayo cepat, dingin..” kata Geu Rim. Tiba-tiba seseorang melempar bola salju padanya. Geu Rim tertawa dan membalas melempar kepada yang lain. Soo Ho sama sekali tidak tertarik dan berjalan lebih dulu ke tempat tujuan mereka.


Geu Rim melemparkan bola salju ke punggung Soo Ho, tapi kemudian ia pura-pura tidak tahu. Soo Ho menoleh sebentar, lalu berjalan lagi. Kali ini Lee Gang yang melemparkan salju pada Soo Ho. Soo Ho menoleh ke belakang lagi dimana semua orang sedang tertawa.


Lee Gang: “Namaste..”
Dokter: “Hei, hentikan. Baiklah, kami tidak akan melakukannya. Maafkan kami.”


Tapi kemudian malah dokter yang melemparkan salju pada Soo Ho. Soo Ho menangkapnya, tapi dokter berhasil melepaskan dirinya dan kembali berlari menuju teman-teman barunya yang sedang bersenang-senang.


Soo Ho tiba lebih dulu, dan terlihat tempatnya sangat sepi.Kemudian yang lain datang dan memuji tempat tersebut menyenangkan.


Lee Gang: “Ji Soo Ho, apa kekuatanmu?”
Staf Roll: “Wajah?”
Si Kacamata: “Senyum?”
Geu Rim: “Akting?”
Lee Gang: “Di radio, kau tidak butuh wajah dan tidak perku berakting. Kau punya yang lain?”


Karena Soo Ho tidak memberikan jawaban, Lee Gang lalu mengajak mereka merapikan barang-barang mereka. Dan setelahnya mereka akan mengadakan rapat.


Keempat pria akan tinggal dalam satu kamar, dan tentu saja Soo Ho keberatan dengan hal itu. Lalu terdengar suara Geu Rim, “Ah, tidak! Laptopku! PD-nim!


Lee Gang menghampiri Geu Rim yang kemudian memberitanya kalau tas laptopnya tertinggal di kapal feri. Geu Rim bilang ia harus kembali ke dermaga untuk mengambilnya, karena draft naskah dan materinya ada di laptop tersebut. 


Soo Ho mendengarkan pembicaraan mereka.


Lee Gang: “Aku akan pergi denganmu. Hun Jung, aku akan pergi dan....”
Geu Rim: “Tidak, tidak. Kau bisa memulai rapatnya tanpaku.”


Geu Rim lalu berlari pergi dan menyebut dirinya sendiri bodoh karena meninggalkan laptop yang sangat penting itu. Geu Rim menghubungi dermaga dan bertanya apakah ada yang menemukan tas laptopnya, namun pihak dermaga tidak tahu. Geu Rim kebingungan, karena disana tidak ada taksi yang bisa membawanya ke dermaga.


Geu Rim lalu bertemu dengan seorang pria dan minta diantarkan kemana saja asal bisa lebih dekat dengan dermaga. Pria tersebut setuju dan menyuruh Geu Rim naik ke bak belakang kendaraannya. Geu Rim akan naik dan tiba-tiba Soo Ho membantunya dan ikut naik.


Geu Rim: “Ji Soo Ho, kenapa...?”
Lee Gang: “Kau meninggalkan tasmu, karena kau terlalu sibuk mengurus PD-nim.”
Geu Rim: “Cepatlah turun. Rapatnya...”
Soo Ho: “Tasnya berwarna coklat dan ada bonekanya. Aku lihat kau turun tanpa membawanya.”
Flashback..


Saat Lee Gang mabuk laut, Geu Rim segera menghampirinya dan menyimpan tasnya di ujung kursi.


Geu Rim bertanya kenapa Soo Ho tidak memberitahunya dan alasannya mengikutinya. “Untuk pulang ke rumah,” jawab Soo Ho. Pria tadi mulai menjalankan kendaraannya.


Terlihat tidak ada kegiatan yang tim lakukan di penginapan. Si roll lalu masuk ke kamarnya dan meninggalkan Hun Jung yang sedang tertidur. Dokter lalu menoleh kesana-kemari. Ia menengok ke kamarnya.


“Hey, Ji Soo Ho,” panggil dokter. Ia menyadari bahwa Soo Ho tidak ada disana, bahkan kopernya pun belum dibuka sama sekali.


Soo Ho melihat tangan Geu Rim yang bergetar kedinginan. Geu Rim mengatakan bahwa Soo Ho tidak bisa pulang, karena tidak akan ada feri sampai besok. Soo Ho memegang syalnya dan ingin memberikannya pada Geu Rim, tapi ia ragu. Tiba-tiba, kendaraan itu berguncang.


Secara spontan, Soo Ho memegang lengan Geu Rim agar tidak terjatuh. Geu Rim terkejut sejenak, lalu mengucapkan terima kasih. Mereka terlihat canggung. [crstl]

Advertisement


EmoticonEmoticon