2/07/2018

SINOPSIS Radio Romance Episode 3 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Radio Romance Episode 3 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Radio Romance Episode 3 Part 1

Geu Rim masuk ke rumah Soo Ho dan duduk di depannya dengan agak gugup, karena Soo Ho tersenyum tipis dengan nada mengejek. Geu Rim lalu mengindormasikan bahwa yang akan Soo Ho lakukan di radio adalah siaran yang dilakukan selama dua jam setiap harinya.


Geu Rim juga memberitahu bahwa stasiun radionya mungkin tidak bisa menawarkan bayaran yang besar. “Kau bersedia melakukannya, terima kasih,” kata Geu Rim. Ia lalu membuka surat kontrak yang ia terima dari Manajer Kang sebelumnya.


Tapi Soo Ho malah menyodorkan surat kontrak yang ia buat sendiri, dan menyuruh Geu Rim membacanya dan apakah dia mampu memenuhinya.


“Nomor 1: Tidak ada siaran langsung, hanya ada rekaman. Nomor 2: Ji Soo Ho punya yurisdiksi tentang naskah dan bintang tamu. Nomor 3: Ji Soo Ho dapat berhenti kapanpun dia mau. Nomor 4: Song Geu Rim haru setuju atas apapun yang Ji Soo Ho katakan.”

Geu Rim bilang kontrak itu tidak masuk akal, karena siaran radio dilakukan secara langsung dan ada tim produksi yang memutuskan naskah dan bintang tamunya. Geu Rim juga mengatakan kalau siaran radio paling tidak direncakan untuk dijalankan selama setahun.


Soo Ho: “Aku akan mencobanya selama satu bulan, dan memutuskannya nanti.”
Geu Rim: “Tapi... Apa lagi ini? Apa aku menyetujui diriku sendiri untuk menjadi budak?”
Soo Ho: “Kau bisa memikirkannya dulu, lalu menghubungiku. Aku punya jadwal lain.”
Geu Rim: “Tunggu, aku mengerti. Aku akan menghubungimu setelah bicara pada bosku.”


Geu Rim meminta Soo Ho membaca kontrak yang mereka buat juga. Geu Rim lalu bertanya bagaimana ia bisa menghubungi Soo Ho, karena Soo Ho tidak punya ponsel. “Kau ingin nomorku?” tanya dokter yang baru turun dari lantai dua.


Geu Rim menghampiri dokter dan mempersilakannya untuk memasukkan nomornya. Geu Rim mengucapkan terima kasih, lalu berpamitan.


Dokter lalu duduk dan menatap Soo Ho dengan ekspresi menggoda dan bahkan tersipu sendiri (haha..). Dia bilang hatinya berbunga-bunga, dan tidak sabar ekspresi wajah seperti apa lagi yang nantinya akan Soo ho tunjukkan di depan Lady Kamikaze. “Bagaimana jika dia setuju dengan kontraknya?” tanya dokter.


Soo Ho bilang itu tidak mungkin. Tapi dokter sangat berharap kalau Geu Rim akan setuju. Da terus tertawa dan mengatakan bahwa pasti akan sangat menyenangkan bagi Soo Ho jika bisa bekerja bersama Geu Rim. Soo Ho lalu masuk ke kamarnya.


“Aku tidak tahu kenapa kau marah. Tapi kau terlihat seksi ketika marah,” kata dokter.


Geu Rim yang baru saja keluar dari rumah Soo Ho mengatakan bahwa dia sudah banyak bertemu dengan DJ-DJ sebelumnya dan ternyata bintang top seperti Soo Ho di luar bayangannya. “Aku harus meningkatkankan kemampuanku,” gumam Geu Rim lalu naik ke mobil.


Lee Gang sedang melakukan yoga dan Geu Rim menghampirinya dengan wajah linglung. Lee Gang menebak kalau Soo Ho tidak mau melakukan siaran langsung dan akan mengontrol naskahnya. Geu Rim kaget kenapa Lee Gang bisa mengetahuinya. Lee Gang bilang ia sudah bertahun-tahun di dunia radio, lalu ia membaca kontrak yang dibuat Soo Ho.


Lee Gang: “Tidak masalah. Suruh saja dia tanda tangan.”
Geu Rim: “Apa?”
Lee Gang: “Suruh dia datang dan menandatangani kontraknya.”


Geu Rim khawatir kalau Soo Ho akan berulah nantinya. “Aku adalah Lee Gang,” kata Lee Gang percaya diri. Dia lalu bertanya bagaimana Geu Rim bisa membuat Soo Ho setuju dan memuji Geu Rim memang ahlinya. “Jangan khawatir. Karena kau mendapatkan Soo Ho, jadi kau adalah penulis utamaku.”


Lee Gang menemui Manajer Kang untuk mengatur kontrak sesuai yang diingkan Soo Ho. Lee Gang mengatakan pada Manajer Kang bahwa siaran harian tidak akan berhasil. Jadi mereka akan mengadakan dua jenis show di waktu yang sama secara bergantian.


Tim satunya adalah Seung Ho dan Nona La. “Kalian tiga hari, kami tiga hari. Yang mendapat rating lebih tinggi akan mendapatkan jadwal siaran Hari Minggu. Bagaimana?” tanya Lee Gang. Manajer Kang kebingungan.


Man. Kang: “Maksudmu dua program itu saling berkompetisi?”
Lee Gang: “Tepat sekali. Kau bisa menyebutnya begitu. Kenapa radio semakin menurun? Karena kita tidak pernah mencoba apapun. Kita tidak pernah menantang diri kita sendiri.”


Seung Ho mengejar dan menarik kerah Lee Gang dari belakang. Ia menyatakan ketidaksukannya atas usulan Lee Gang. Ia merasa Lee Gang merendahkannya. Tapi kemudian Lee Gang melepaskan tangan Seung Ho dari bajunya dan menggenggamnya erat, lalu mengatakan bahwa sebenarnya Seung ho sduah dipecat dan dia menawarkan sebuah kompetisi yang terhormat.


“Kau harus mengalahkanku dalam siaran radio paling tidak satu kali. Benar kam?” tanya Lee Gang lalu melepaskan tangan Seung Ho. Seung Ho mengela napasnya.


“Dengarkan baik-baik. Lain kali pedang ini tidak akan berhenti disini. Ini peringatan terakhirku,” dialog Soo Ho saat syuting drama. Oh Ji Soo tampaknya benar-benar ketakutan.
Flashback..


Di hari Ji Soo ingin membawa Geu Rim yang sudah mabuk berat, Soo Ho datang dan menendangnya tanpa mengataka apa-apa terlebih dulu.


Ji Soo: “Apa-apaan ini? Apa aku harus memanggil reporter? Apa kau sudah gila?”
Soo Ho: “Kalau begitu, aku akan menghubungi Polisi.’
Ji Soo: “Apa?”
Soo Ho: “Jika kau melakukan ini lagi, aku sungguh-sungguh akan membunuhmu.”


“Cut!’ teriak Sutradara. Soo Ho lalu membantu Ji Soo berdiri bahkan membantu membersihkan kostumnya. Lalu tersenyum dan berjalan lebih dulu. Sutradara memuji aktingnya dan mengajak mereka menonton hasil syuting tadi.


Geu Rim menempelkan kertas bertuliskan pendapatnya tentang poin-poin kontark yang Soo Ho inginkan. (Hehe.. maaf aku salah, waktu di preview, aku kira Soo Ho yang membuat catatan-catatan itu)


Geu Rim lalu menghubungi dokter yang saat itu tengah berada di dalam mobil bersama Soo Ho.


Dokter: “Siapa ini...?”
Geu Rim: “Hallo.. Aku Song Geu Rim, penulis radio.”
Dokter:”Ah.. ini nomor ponsel Lady Kamikaze.. Kalau kau menghubungiku...”


Soo Ho mengetuk-ngetukkan jarinya di kemudi dan tampak gelisah.


Dokter membiarkan Soo Ho mendengar perkataan Geu Rim bahwa mereka setuju atas kontrak yang diusulkan Soo Ho dan bertanya kapan waktu luangnya untuk datang ke kantor stasiun radio untuk menandatangani kontrak.


Dokter bilang ia akan menyampaikan pesannya pada Soo Ho. Karena Soo Ho sudah mendengar semuanya, dokter hanya bersiul menggodanya. Soo Ho terlihat bingung.


Soo Ho sudah sampai di rumah dan masuk ke kamarnya. Tapi dia terus memikirkan sesuatu, dna akhirnya datang ke kamar dokter.


Soo Ho: “Pinjam ponselmu.”
Dokter: “Jika aku memberikannya, kau harus setuju untuk melakukan sesi terapi.”
Soo Ho: “Cepatlah..”


Dokter tertawa lalu memberikan ponselnya. Soo Ho lalu menghubungi seseorang dan mengatakan bahwa Manajer Perencanaan dan penulisnya juga harus hadir dalam rapat besok.


Keesokan harinya, ternyata Soo Ho mengadakan rapat bersama stafnya di JH Entertainment. Mereka menjelaskan bahwa Lee Gang, pria berumur 34 tahun itu adalah legenda di dunia radio dan acara yang diproduksinya selalu mendapat rating nomor satu.


“Dia memenangkan perhargaan pada tahun 2011 dan 2013. Dia terkenal dengan kepribadiannya yang buruk. Dia dipaksa mengambil cuti panjang selama dua tahun, dan baru saja kembali dari India,” jelas salah seorang staf. Seorang staf wanita juga mengatakan bahwa karena alasan itu, mereka masih belum tahu acara apa yang akan dibuat Lee Gang dan apa yang harus mereka tulis.


Selanjutnya mereka menjelaskan mengenai Geu Rim yang sudah menjadi asisten penulis selama 4 tahun. Mereka tidak memiliki contoh naskah yang ditulis Geu Rim, tapi Geu Rim terkenal dengan keahliannya merekrut bintang tamu untuk acaranya. “Seperti Song Hye Kyo, Sohn Suk Hee, dan Kim Soo Hyun,” jelas seorang staf wanita. (hehe.. di episode pertama disebutkan Suzy, dan sekarang malah Kim So Hyun yang adalah pemeran Geu Rim itu sendiri)


Walaupun para penulis dari JH belum tahu naskah seperti apa yang mereka harus buat, Soo Ho tetap akan menggunakan naskah dari JH. Soo Ho meminta mereka memulai persiapannya.


Saat Soo Ho dan Pak Kim akan pergi, seorang karyawan wanita datang dan mengatakan kalau Nyonya Nam ingin bertemu dengan Soo Ho.


Di ruangan Nyonya Nam ternyata sudah ada Tae Ri yang meminta agar dirinya dijadikan bintang tamu di acara siaran radio Soo Ho. Sepertinya tae Ri membawa foto  Tuan Ji yang sedang bersama Da Seul yang menjadi selingkuhannya, sebagai ancaman. Tae Ri berkata bahwa ia dan Soo Ho memenangkan penghargaan akting bersama saat kecil, dan tidak ada salahnya jika mereka reuni di sebuah acara radio.


Tae Ri bilang ia sering melihat Tuan Ji makan bersama Da Seul di restoran yang sama dengannya, dan Tuan Ji selalu membayar makan mereka. Jadi dia curiga bahwa mereka berdua memiliki hubungan.


Nyonya Nam: “Apa kau hanya menginginkan melakukan siaran radio bersamanya?”
Tae Ri: “Ayolah.. Itu tidak cukup. Itu hanya awalnya saja. Aku pergi dulu.”


Di luar ruangan Nyonya Nam, Tae Ri bertemu dengan Soo Ho dan menyapanya. Tae Ri bilang kalau mereka akan sering bertemu, tapi Soo Ho tidak peduli dan langsung masuk ke ruangan Nyonya Nam. Tae Ri lalu menyapa Pak Kim, tapi Pak Kim juga tidak membalas sapaannya dan akan masuk ke ruangan Nyonya Nam.


Tae Ri kesal karena mereka tidak membalas sapaannya dan akan pergi. Tapi ia berbalik lagi dan berkata, “Hey, ahjusshi.. Bisa kau membantuku? Demi hubungan lama kita?” Pak Kim belum menjawab.


Nyonya Nam menyetujui keinginan Soo Ho untuk melakukan siaran di radio, tapi sebagai gantinya Soo Ho juga harus setuju untuk melakukan syuting film dokumenter tentang kehidupan keluarganya. Soo Ho tetap tidak setuju dan pergi.


Geu Rim menyambut kedatangan Soo Ho di luar kantor Radio KBS. Dokter dan Pak Kim juga ikut bersamanya. Geu Rim lalu mengajak mereka masuk.


Saat Soo Ho masuk ke dalam gedung, semua orang melihatnya dengan takjub. Mereka tidak percaya seorang Ji Soo Ho datang kesana. Mereka bahkan ikut masuk ke dalam lift yang sama dengan Soo Ho, bahkan sampai kelebihan beban. Akhirnya yang masuk paling akhir mengalah dan keluar dari lift.


Berbeda dengan saat Lee Gang lewat, para asisten penulis malah membuka pintu ruangan mereka lebar-lebar dan menatap Soo Ho dengan terpesona. Mereka bahkan sampai keluar dari ruangannya.


Geu Rim dan Soo Ho masuk ke sebuah ruangan untuk bertemu dengan Manajer dan para eksekutif. Dokter juga ingin ikut masuk, tapi Pak Kim menariknya dan mengajaknya untuk menunggu di lobi.


Manajer Kang berdiri menyambut kedatangan Soo Ho dan mengucapkan terima kasih. Dia langsung memeluk Soo Ho dengan sangat erat. Soo Ho terkejut, namun tetap tersenyum. Manajer Kang lalu mengajaknya menandatangani kontrak dan setelah itu makan siang bersama.


Soo Ho: “Aku hanya menandatanganinya sendiri bersama Song Geu Rim. Aku tersentuh dengan semangatnya yang tak terbatas dan cintanya pada radio  yang akhirnya membuatku setuju. Itulah kenapa aku ingin menandatanganinya sendiri bersamanya.”
Man. Kang: “Baiklah. Oke! Pergilah.”


Soo Ho duduk di ruangan Geu Rim dan melihat sekeliling. Geu Rim bilang ia berencana untuk membersihkan dan mendekorasi ulang ruangan tersebut. Soo Ho lalu mengatakan bahwa ia ingin rencana harian, mingguan, dan bulanan berserta naskahnya sudah ia terima di awal.


Soo Ho bilang jika mereka melihat poin ke-4, maka Geu Rim tidak boleh menolak apapun keinginannya. Dia tidak terbiasa dengan radio, jadi dia meminta Geu Rim membantunya. “Jika kau setuju, bisakah kita menandatanganinya?” tanya Soo Ho.


“Baiklah,” kata Geu Rim. Setelah menandatangani kontraknya, Geu Rim terlihat senang dan lega. Tapi kemudian Soo Ho batuk. “Aku berjanji akan membersihkan ruangannya dengan baik,” kata Geu Rim yang kemudian ikut terbatuk. Soo Ho lalu pamit pergi, tapi Lee Gang kemudian masuk ke ruangan itu.


“Namaste.. Aku Lee Gang,” sapa Lee Gang sambil mengajak Soo Ho berjabat tangan. Soo Ho menyambut jabatan tangan Lee Gang dan memperkenalkan dirinya. “Percayalah padaku. Aku memenangkan dua penghargaan penyiaran,” kata Lee Gang lagi. Soo Ho kembali memperkenalkan dirinya dan melepaskan tangannya.


Lee Gang lalu merangkul Geu Rim dan mengatakan bahwa penulis dan DJ-nya harus mendiskusikan acaranya dan meminta agar Soo Ho meluangkan waktunya akhir pekan nanti.


Soo Ho terlihat tidak suka melihat Lee Gang merangkul bahu Geu Rim. Ia lalu minta maaf, karena tidak bisa hadir. Soo Ho juga berpesan agar Lee Gang menghubungi agensinya jika sudah membuat rencana untuk acara radio mereka. Ia lalu pergi.


Melihat penolakan Soo Ho, Geu Rim dan Lee Gang hanya geleng-geleng kepala.


Geu Rim lalu menyusul Soo Ho keluar gedung dan mengucapkan terima kasih padanya. Geu Rim juga berjanji akan bekerja dengan keras dan memastikan bahwa Soo Ho akan bahagia bekerja di radio. “Aku akan berusaha agar kau mencintai radio. Terima kasih banyak,” kata Geu Rim tulus. Setelah membungkukkan badannya sekali lagi, Geu Rim pergi.


Soo Ho menatap Geu Rim yang berlari kecil masuk ke dalam kantornya.


Di dalam kantor, Soo Ho bertemu dengan Nona La yang meminta Geu Rim agar memperlihatkan kontraknya dengan Soo Ho. Geu Rim ragu.


Nona La: “Geu Rim, aku dengar kita berkompetisi. Apa kau tahu?”
Geu Rim: “Aku dengar dari Pak Lee.”
Nona La: “Kau melawanku? Haha.. Kau tidak sepadan. Apa kau percaya diri?”
Geu Rim: “Tentu saja tidak. Aku hanya akan berusaha keras. Aku harus pergi untuk menulis naskahku.”


Lee Gang mulai merekruy stafnya. Ia mengangkat kaki orang yang sedang tidur dan memukul telapak kakinya hingga orang itu terkejut dan bangun. “Kau ingin menjadi Asisten Sutradaraku?” tanya Lee Gang.


“Kau akan melakukannya? Hahaha...” tanya Lee Gang pada seseorang yang sedang berada di dalam bilik toilet.


“Apa kau akan melakukannya?” tanya Lee Gang pada seseorang yang sedang bekerja di dalam studio siar. Tentu saja orang itu menolak. “Ckk..”


“Bangunlah...” kata Lee Gang pada pria berkacamata yang sedang tidur yang sebelumnya juga pernah satu tim dengan Geu Rim. “Bangun!” teriak Lee Gang yang membuat pria itu sampai berdiri karena kaget


“Bekerjalah denganku,” kata Lee Gang sambil membekap pria kacamata itu, lalu membawany pergi.


Lee Gang lalu memulai rapatnya hanya dengan Geu Rim dan pria berkacamata itu saja. Lee Gang menjelaskan kenapa banyak acara radio yang gagal. “Pertama, jangan meniru program lain. Kedua, jangan menggunakan musik untuk mengisi waktu. Ketiga, jangan mengabaikan komentar pendengar,” kata Lee Gang.


Lee Gang bertanya apa senjata andalan kedua stafnya itu. Mereka saling berpandangan dan kompak menggelengkan kepalanya. Lee Gang hampir putus asa, dan memberikan mereka waktu satu minggu untuk menemukan senjata andalan mereka. [crstl]

Advertisement


EmoticonEmoticon