2/01/2018

SINOPSIS Radio Romance Episode 2 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Radio Romance Episode 2 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Radio Romance Episode 2 Part 1

Keesokan harinya, Geu Rim mulai merapikan meja kerja barunya. Ia menarik napas, lalu memberanikan diri menghubungi JH Entertainment. Dia memperkenalkan dirinya sebagai penulis radio dan bermaksud meng-casting Soo Ho. Geu Rim bermaksud menemui CEO-nya, namun pihak JH mengatakan bahwa CEO sedang rapat dan tidak bisa memberitahu kapan selesainya, lalu menutup teleponnya.


Geu Rim kembali terbatuk, karena ruangannya belum bersih benar. Ia kemudian menatap tablet-nya.


Geu Rim kemudian pergi ke resepsionis JH sambil membawakan kopi. Ia minta untuk dipertemukan dengan CEO atau manajer Soo Ho. Resepsionis bilang ia harus membuat janji terlebih dulu. Tapi resepsionis juga tidak mau menjadwalkan janji temu Geu Rim dengan Nyonya Nam.


Soo Ho yang baru turun dari kantornya, melihat Geu Rim di respsionis. Soo Ho menghampirinya saat Geu Rim berkata dia akan menunggu di depan sampai Nyonya Nam ada waktu.


Soo Ho menarik tangan Geu Rim sambil membawanya keluar.


Geu Rim berakhir dengan menyupiri Soo Ho yang berkata bahwa dia mendengar semua pembicaraan Geu Rim di resepsionis. Geu Rim berusaha menyabarkan dirinya. Ia lalu mengajak Soo Ho membicarakannya di café. “Aku tidak punya waktu. Aku akan mendengarkan selama 30 menit dalam perjalanan pulang ke rumah,” kata Soo Ho.


Geu Rim berjanji akan mengantarkan Soo Ho dengan selamat karena dia punya surat izin mengemudi, terbiasa mengantar jemput DJ dan bintang tamunya, dan terkadang menjadi supir pengganti. Tapi Soo Ho tidak merespon sedikit pun. Geu Rim lalu menyodorkan sebuah tablet pada Soo Ho yang berisi perkenalan tentang radionya.


Soo Ho: “Jadi? Apa aacara terbesarmu?”
Geu Rim: “Belum ada.”
Soo Ho: “Kau memenangkan penghargaan?”
Geu Rim: “Tidak ada.”
Soo Ho: “Dimana aku bisa melihat pekerjaanmu?”
Geu Rim: “Hhmm itu.. Jika kau setuju untuk menjadi DJ kami, itu akan menjadi pertama kalinya aku menjadi penulis utama.”


Soo Ho mengatakan bahwa penghasilan dari radio jauh lebih sedikit daripada di depan kamera. Tiba-tiba mobil terkena goncangan polisi tidur. Soo Ho secara spontan melindungi Geu Rim agar tidak terjatuh ke depan. Mereka sejenak saling bertatapan, lalu Geu Rim berterima kasih.


Sesampainya di depan rumah, Geu Rim berusaha meyakinkan bahwa radio dapat menjadi jalan keluar bagi Soo Ho yang selama 15 tahun terakhir terus berada di depan kamera. Soo Ho meminta kembali kunci mobilnya.


Geu Rim mengikuti Soo Ho dan menyodorkan kembali tabletnya, “Soo Ho, hanya lima menit. Lihatlah video ini selama 5 menit, dengarkan radio selama 50 menit, dan pikirkanlah selama 5 hari. Aku mohon?” 


Soo Ho bertanya sudah berapa lama Geu Rim berada di industri itu. “Aku sudah bilang aku tidak akan pernah ikut serta di radio bodoh itu, dan tolong jangan muncul di tempat syuting, kantor agency, atau dimanapun,” kata Soo Ho yang kemudian berjalan ke pintu rumahnya.


“Radio bodoh? Kenapa kau meletakkan kata bodoh setelah radio?! Apa kau pernah menginjakkan kaki di studio radio?! Apa kau pernah mendengarkan radio dengan benar?! Mulai sekarang aku akan mengajarkanmu apa radio itu sebenarnya. Dan aku akan berada di sekitarmu,”  teriak Geu Rim kesal.


Geu Rim lalu tersenyum sambil memberikan tabletnya ke tangan Soo Ho dan berkata, “Aku akan menemui besok, lusa dan seterusnya.” Ia lalu pergi.


“Beraninya dia tidak menghormati radio? Kau bisa tidak menghormatiku, tapi tidak pada radio,” gerutu Geu Rim sambil berjalan pulang.


Di kamarnya, Soo Ho meletakkan tabletnya begitu saja. Ia lalu melihat tampilan awal videonya, tapi tidak menekan tombol play.


Geu Rim menceritakan tentang kelakuan Soo Ho pada para sahabatnya. Sekarang sudah bertambah satu orang, sepertinya itu adalah Monsoon (angin musim). Tornado bertanya apakah Geu Rim optimis bisa memenangkan hati Soo Ho. “Tidak mungkin,” kata Drought.


Geu Rim bilang Soo pasti akan menghargai ketulusannya. Tornado menertawakannya. Drought menyarankan agar Geu Rim menghubungi Nona La dan mengajukan diri menjadi asistennya. Geu Rim berkata kalau dia tidak mau mundur begitu saja setelah diperlakukan seperti itu.


Soo Ho sedang mempelajari naskah dramanya, ketika dokter datang dan memanggilnya untuk makan bersama. Karena Soo Ho tidak menjawab, Dokter merebut naskah itu dan membawanya ke ruang makan.


Dokter mendudukkan Soo Ho di kursi makan. Dokter bilang ia sudah menyiapkan menu untuk Soo Ho yang sulit tidur. “Berikan saja aku obat tidur,” kata Soo Hoo. Dokter menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.


Soo Ho: “Hey, Dok. JIka kau terus berjaga karena kau tidak mau memberikan obat, apa yang harus kulakukan saat syuting besok?”
Dokter: “Itu bagus! AKu sangat ingin melihatmu mengantuk.”
Soo Ho: “Lalu? Apa yang harus kulakukan utnuk terus berakting tanpa minum obat?”
Dokter: “Hhmm.. pertama-tama, makan ini. Dan ceritakan apa yang kau rasakan.”


Soo Ho bilang bahwa dokter pernah berkata bahwa ia bisa tahu perasaan Soo Ho tanpa bertanya, dan itulah sebabnya Soo Ho bersedia membayar lima kali lipat. Dokter bilang dia bukan yang mencipatakan Soo Ho, jadi bagaimana dia bisa tahu. Soo Ho pergi meninggalkan ruang makan dan kembali ke kamarnya.


“Sial. Aku gagal lagi, gagal lagi,” kata Dokter lalu memakan supnya. “Ah asin sekali.”


Nyonya Nam dan suaminya makan bersama.. Suaminya menyebut make up Nyona Nam tidak sesuai dengan usianya. Nyonya Nam memperbolehkan suaminya bermain-main dengan para artis, tetapi harus menjauh para staf.


Nyonya Nam lalu berkata kalau perilaku anak suaminya itu sangat aneh, dan mereka harus menghentikanya sebelum menjadi semakin aneh. “Jika kau ingin melanjutkan hidupmu seperti sekarang. Aku yakin kau tahu maksudku,” kata Nyonya Nam.


Tuan Ji, ayah Soo Ho, terdiam. Nyonya Nam berkata lagi, “Tinggal sementara disini. Kau bisa membawa pacarmu kalau kau mau.” Nyonya Nam lalu meninggalkan suaminya yang masih makan.


“Keluar. Aku mau kerja,” kata Soo Ho pada Dokter yang tiba-tiba ikut masuk ke dalam mobil. Dokter bilang ia adalah manajer Soo Ho yang akan mengikutinya 24 jam sehari.


Soo Ho sedang membaca naskah di lokasi. Ia mengingat perkataan Geu Rim yang akan terus menemuinya.


Seorang teman Soo Ho sesama aktor datang menyapanya dan menyesal karena kemarin ia tidak ada untuk melihat wanita yang rel menjadi pemeran pengganti demi meng-casting Soo Ho untuk acara radionya. Temannya bilang ia bisa tahu dari para staf yang terus membicarakan wanita yang mereka sebut sebagai Lady kamikaze.


Teman Soo Ho bilang, ia merasa kasihan pada wanita itu dan dia akan setuju jika wanita itu mengajaknya. Ia juga lalu berinisiatif untuk mengajak Geu Rim untuk minum bersama setelah syuting.


Geu Rim: “Ibu, apa kau kenal Ji Soo Ho?”
Ibu: “Ji Soo Ho? Siapa itu?”
Geu Rim: “Dia tidak seterkenal itu, tapi kenapa dia sangat brengsek? Dia bahkan bukan bintang terkenal.”
Ibu: “Kenapa? Ada apa?”


Geu Rim meyakinkan dirinya bahwa ada 3 kali kesempatan menyerang dalam permainan baseball dan ibunya setuju. Geu Rim bertanya bagaimana jika setelah 3 kali tapi masih tetap gagal. “Kalau begitu ubah prinsipmu. Ada 9 babak dalam baseball. Dan jika masih gagal, maka coba lagi dan coba terus,” kata ibu.


“Ibu. Anak siapa aku ini? Aku diajarkan sangat baik di rumah. Jadi aku akan makan dengan baik dan pergi mendapatkan 3 kali kesempatanku,” kata Geu Rim yang disambut tos tangan ibunya. Mereka tertawa.


Soo Ho sedang melihat haisl syutingnya. Ia meminta agar syuting diulang, namun sutradara bilang mereka sudah melakukannya sebanyak tujuh kali dan hasilnya sudah bagus. Soo Ho lalu mendengar temannya dan beberapa staf yang membicarakan Geu Rim.


Mereka ingin mengajak Geu Rim minum bersama dan Asisten Sutradara yang akan menghubungi Geu Rim, karena dia yang mempunyai nomor ponsel Geu Rim.


Geu Rim menerima telepon dari Asisten Jo. Setelah tahu, Soo Ho akan ada disana, Geu Rim bersedia untuk datang. Ia lalu memasukkan kartu pos tulisannya ke dalam tas dan bersiap pergi.


Soo Ho sudah selesai syuting dan berpamitan pada para staf. Sementara itu Pak Kim dan Dokter juga ada disana dan terus memperhatikan Soo Ho.


Pak Kim: “Siapa kau? Kenapa kau mengikutinya kesini?”
Dokter: “Jangan terlalu antagonis. Mari kita berkenalan secara resmi. Aku manajer Ji Soo Ho. Dan kau?”
Pak Kim: “AKu manajer Ji Soo Ho.”
Dokter: “Oh.. Kalau begitu aku akan berganti menjadi teman sekolah Soo Ho.” 


“Seseorang yang punya hubungan rahasia dengannya,” bisik Dokter. Ia lalu mengulurkan tangannya, tapi Pak Kim diam saja. “Ayolah, ayo kita berjabat tangan,” ajak Dokter.


Soo Ho berkata pada Asisten Jo bahwa dia tidak bisa ikut minum, karena akan ada acara esok hari. Teman Soo Ho mendengarnya dan membujuk Soo Ho agar ikut bersama mereka,“Ayolah. Ayo bermain bersama Lady Kamikaze. Kau harus datang untuk bersenang-senang. Ayolah.” Soo Ho hanya tersneyum, lalu pergi.


Geu Rim pergi ke mini market dan membeli banyak minuman.


Geu Rim lalu datang ke bar dan menyapa semua orang. Ia juga membawakan permen kesukaan Da Seul, artis yang ia gantikan sebelumnya.


Teman Soo Ho lalu menyapanya sebagai Lady Kamikaze yang kesusahan karena Soo Ho. Geu Rim lalu bertanya kapan Soo Ho akan datang. Mereka tidak yakin kapan Soo Ho akan datang, karena bintang utama biasanya datang terlambat.


“Apa kalian hanya akan menikmati minuman yang membosankan ini?” tanya Geu Rim sambil tersenyum.


Dokter merasa frustasi karena baik Soo Ho maupun Pak Kim tidak menjawab saat ia bertanya siapa Lady Kamikaze. “Astaga! Keheningan ini menyiksaku!” Dia sampai ingin turun dari mobil.


Soo Ho diam saja, sepertinya ia sedang memikirkan sesuatu.


Geu Rim menunjukkan keahliannya membuat minuman dan membuat mereka yang hadir bersorak dan bertepuk tangan. Geu Rim lalu meminta mereka berjanji akan bersedia hadir untuk acara radionya nanti. Mereka setuju dan membuat janji kelingking.


Teman Soo Ho menyemangati Geu Rim agar meminum minuman buatannya sendiri sampai habis.


Teman Soo Ho terus saja menuangkan minuman untuk Geu Rim. Geu Rim bertanya pada Asisten Jo kapan Soo Ho akan datang. Teman Soo Ho berbohong bahwa Soo Ho akan segera datang. Teman So Hoo lalu menyuruh Geu Rim minum lagi, padahal dia sendiri tidak ikut minum.


Geu Rim berjalan keluar ruang bar sambil sempoyongan, karena sudah terlalu mabuk. Ia lalu terduduk, karena sudah tidak bisa melangkah dengan baik lagi.


“Song Geu Rim, kau tidak selemah ini hanya karena Ji Soo Ho me’mukul’mu. Soju  juga tidak bisa mengalahkanku, itu melukai harga diriku. Ayo! Ayo pergi!” kata Geu Rim pada dirinya sendiri. Ia berusaha berdiri, namun jatuh lagi.


Terlihat sepasang kaki pria berjalan menghampiri Geu Rim. [crstl]
Advertisement


EmoticonEmoticon