2/18/2018

SINOPSIS Mother Episode 8 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Mother Episode 8 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Mother Episode 7 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Mother Episode 8 Part 2

Hyun-jin sadar, bahwa Hye-na adalah Yoon-bok yang dia kenal sebagai anak dari Soo-jin. Tetapi kepada detektif, dia berbohong mengatakan bahwa dirinya tak mengenal Hye-na. Dia pun bertanya, apakah detektif mengira Hye-na telah meninggal?


“Kemungkinan anak itu hilang.. sangatlah kecil. Kalau dia diculik, harusnya si penculik minta tebusan sejak lama.. Untuk menyatakan anak itu telah meninggal, hanyalah kesimpulan sederhana dari banyak kemungkinan..”

“Jadi.. apa kemungkinan yang lain?”

“Seseorang telah membawanya pergi..”

“Apakah ada seseorang yang anda curigai?”

“Aku tidak bisa memberitahumu, karena proses investigasi masih berjalan..”

“Kalau begitu, bolehkah aku mengetahui lebih banyak informasi mengenai kekerasan yang dilakukan ibunya Hye-na?”

“Hmm.. kenapa, sepertinya anda sangat tertarik dengan kasus ini?”


Hye-na kaget, karena ketika bagun dari tidurnya. Dia tak melihat neneknya. Kepadanya Soo-jin, Hye-na sampai bertanya, apakah neneknya itu tidak meninggal?

“Tidak.. dia tak akan meninggal dengan sangat mendadak seperti itu.. barusan ibu bertemu dengannya.. Apa kamu sangat khawatir nenek akan meninggal? Jadi.. haruskah kita tinggal bersama nenek lebih lama..?” tanya Soo-jin, yang seketika direspon dengan anggukan setuju dari Hye-na

Soo-jin memberikan sebungkus chiki titipan dari Jin-hong untuk Hye-na.. setelah membaca tulisan dibungkusnya, Hye-na tersenyum lega dan langsung memeluknya erat.


Jae-bum menelpon Bu Nam.. dia memintanya untuk tidak pergi. Tetapi Bu Nam, terlanjur mengemas barang-barangnya dan telah siap untuk pergi..

“Hmm.. bisakah anda tetap tinggal disana setidaknya sampai Ny.Cha.. (tiada)..” pinta Jae-bum


Young-shin akhirnya diperbolehkan pulang kerumah.. dia disambut dengan pesta kejutan sederhana yang cukup meriah. Disana ada Tae-mi dan Tae-hoon yang dengan gembira menyambut kedatangannya..


Tae-hoon langsung akrab dengan Hye-na dan mereka bermain lempar bola. Tae-mi yang serasa tak memiliki teman, mengeluh: “Kenapa dia melakukan permainan semacam itu, padahal dia’kan seorang perempuan..”


“Perempuan bisa bermain seperti itu juga.. kamu kira, anak perempuan tidak boleh main menangkap bola, Tae-mi?” tanya Young-shin

“Nek.. anak perempuan bisanya bermain rumah-rumahan atau boneka.. atau main piano.. atau menggambar..” jawab Tae-mi

“Dia mengikuti jejak ibunya.. Ibunya Yoon Bok pun, tidak main rumah-rumahan atau boneka. Dan kamu mengikuti jejak ibumu.. yang selalu membawa sebuah bonek bersama dengannya sejak dia bisa berjalan..” papar Young-shin


Soo-jin berniat membantu Yi-jin yang tengah sibuk memasak, tetapi Yi-jin menolak bantuan tersebut dengan alasan dirinya mesti fokus melakukan semuanya sendirian dan tak bisa diganggu oleh orang lain.


Yi-jin: “Eonni.. aku mengundang dokter Jung..”

So-jin: “Kenapa?”

Yi-jin: “Karena aku penasaran.. kenapa seorang dokter sepertinya, tertarik pada wanita berusia 38 tahun yang sudah punya anak. Apakah dia punya motif tertentu, atau dia bermasalah..”

So-jin: “Motif tertentu maksudnya?”

Yi-jin: “Mungkin, dia salah faham.. dia kira, eonni punya  warisan dalam jumlah besar. Apakah eonni sudah bilang padanya, kalau eonni tak akan mengambil warisan?”

So-jin: “Tidak.. aku tidak mengatakannya..”

Yi-jin: “Harusnya, enni menjelakan hal itu padanya, supaya tidak perlu menjelaskannya di kemudian hari..”


Ja-young kesal, karena menyadari betara terobsesinya Seol-al pada sosok Soo-jin. Maka dia pun mulai mencaritahu siapa itu Soo-jin, “Tapi.. wanita ini bukan tipenya, oppa..” komentarnya


Sementara itu, Seol-ak sendiri telah menerobos masuk, kedalam panti tempat Soo-jin tinggal dulu...


Hyun-jin melaporkan hasil investigasi pada atasannya.. Namun, karena tak memberikan kesimpulan yang pasti, dia mendapatkan teguran dan kesempatan untuk menulis artikel khusus, bisa jadi dibatalkan~


Jae-bum mendapatkan informasi, bahwasanya Bu Nam mendapatkan barber shop itu, dari sipir yang menganalnya. Dia pun mencari informasi lebih lanjut, supaya bisa bertemu dengan sipir terseut..


Jin-hong sampai ke kediaman Young-shin.. disana dia mendapatkan sambutan yang hangat, dan dia  pun sangat menikmati hidangan yang telah dimasak oleh Yi-jin. 


Namun secara sengaja, Yi-jin melakukan hal yang terbilang ‘memancing’-nya. Dari mulai pakaiannya yang agak ‘seksi’, hingga beberapa pertanyaan yang terkesan menjelekkan Soo-jin.


Dengan bangga, Yi-jin menceritakan kelebihannya yang pandai memasak, sementara Soo-jin sebaliknya. Tetapi Soo-jin menyanggah pernyataan tersebut, dengan mengatakan bahwa dirinya bisa memasak beberapa makanan sederhana dan praktis.


Lebih memperjelas maksudnya, Yi-jin mengataka bahwa dirinya sengaja mengundang Jin-hong untuk mempertanyakan seberara serius perasaannya padaperempuan seperti kakaknya itu..

“Memangnya, perempuan seprti apa yang kamu maksud?” tanya Jin-hong

“Dia tua.. miskin.. dan terobsesi dengan penelitian..” Yi-jin

Jin-hong tersenyum, “Wah.. mendengarmu mengatakannya, membuatku menyadari.. alasan sesungguhnya, mengapa aku menyukai Soo-jin..” ungkapnya


Bercerita mengenai kisah orangtuanya.. ternyata, dulu ayahnya Jin-hong adalah seroang dokter anak yang sangat mencintai pekerjaannya, hingga lupa akan keluarganya. Tapi ayahnya hidup bahagia.. karena itu lah yang dia inginkan. Sementara sang ibu.. hidupnya tidak bahagia.. karena selalu ditinggal di rumah sendirian, lalu di diagnosa mengidap kanker yang membuatnya tak bisa mewujudkan impiannya yaitu berkeliling dunia.. sampai ajal menjemputnya..

Jika dikaitkan dengan alasannya menyukai Soo-jin, jawabannya sangat sederhana.. Yaitu, karena Soo-jin tak akan pernah merasa tidak bahagia. Soo-jin punya kehidupannya sendiri, dia sangat bijaksana dan dewasa..


Mendengar jawaban itu, seketika Yi-jin diam tak bisa berkomentar apa pun. Ibunya tertawa... mengatakan bahwa Jin-hong adalah pria pertama yang berhasil membuat Yi-jin tak berkutik seperti sekarang ini.


Berbicara berduaan saja, Soo-jin meminta Jin-hong untuk tidak bersikap terlalu baik kepadanya.. karena dirinya tak akan bisa membalas kebaikan itu dalam kondisinya yang sekarang. Bahkan, Soo-jin sampai mengatakan, bahwa drinya adalah seorang kriminal yang tengah dalam pelarian..


Jin-hong tak ingin tahu lebih banyak.. dia duduk di samping Soo-jin lalu mengatakan: “Sama halnya seperti kamu menyukai burung.. pohon.. buku.. dan Antartika.. seperti itulah, perasaan suka-ku pada sosok Kang Soo-jin yang sangat dingin dan rumit..”


Hari yang terang berubah jadi gelap.. dengan menggunakan sebuah senter, Seo-ak masih mengitar setiap sudt panti. Dia masuk ekdalam kamar.. dan tak senagaj, melihat gambar bertuliskan  nama ’Kang Soo-jin’, ‘Kim Hye-na’


Hyun-jin benar-benar galau.. dia tahu segalanya, tapi bingung di harus berbuat apa~


Dia pulang ke rumahnya, dan semua keluarga tengah berkumpul menonton Tae-mi yang tengah bermain piano dan bernyanyi. Dia tak ingin berkumpul bersama mereka, dan lansgung izin masuk ke kamarnya..


Berikutnya,, giliran Hye-na untuk menunjukkan bakatnya. Namun ketika ditanya bakatnya apa? Hye-na bingung sendiri.. dia pun mengatakan ‘shampo’, maskudnya adalah mengeramasi orang, karena nenek kelingking menagtakan dirinya pandai melakukan hal tersebut.


Pada akhirnya, Hye-na membacakan dongeng kelinci yang ingin melarikan diri. Semuana berjalan lancar, hingga Tae-mi mengeluh.. menyebut buku dongen itu sebagai bacaannya anak umur 3 tahun. dan Yi-jin pun menaydari, kalau Hye-na tidak membacanya.. tapi telah menghafal dogeng itu di luar kepalanya.

Hye-na pun diminta untuk membaca buku lain.. tetapi, Hye-na kesulitan, karena ada huruf konsonan ganda, yang masih belum dia fahami cara membacanya.


Hal tersebut, membuat Young-shin meminta Hye-na untuk sekolah di TK yang sama dengan Tae-mi dan Tae-hoon. Tetapi Soo-jin menolaknya.. apalahi, Yi-jin mengatakan bahwa masuk TK itu, tidaklah mudah karena harus lulus beberapa tes, “Kalau membaca saja tidak bisa, bagaimana mau ujian..” ujarnya


Mereka pun berdebat dengan pendatapnya masing-masing.. namun keputusan akhir, diserahkan pada Hye-na sendiri, apakah dia ingin masuk Tk atau tidak..


“Apakah aku boleh berkata jujur?” tanya Hye-na

“Tentu saja..” jawab Young-shin

“Sebenarnya, aku ingin belajar Bahasa Inggris dan bermain piani seperti Tae-mi..” ungkap Hye-na, yang seketika membuat Young-shin memerintahkan Yi-jin untuk mempersiapkan segala dokumen pendaftaran sekolah untuk Hye-na..


Jae-bum ahjussi bertemu dengan sipir yang mengenal Bu Nam.. Dia dia mendaparkan fakta lainnya, bhawa ternyata selama dalam tahanan, Bu Nam mendonasikan seluruh uang yang dia dapat untuk panti asuhan yang ditempati Soo-jin.. dia bahkan mengirimnya secara anonim, dan tak ingin namanya dikethaui orang-orang.


Sebelum tidur, Soo-jin mengobrol dengan Hye-na yang mengungkapkan bahwa dirinya sangat mengagumi sosok Tae-mi yang cantik.

Hye-na: “Dulu.. teman-teman, menyebutku tempat sampah untuk makanan sisa. Apakah sekarang, aku masih terlihat seperti tempat sampah?”

Soo-jin: “Tidak..”

Hye-na: “Bahkan ibu (kandung) ku, selalu menyebutku menjijikan. Makanya kau terlihat seperti tempat  sampah.. tapi sekarang, aku punya seorang ibu, yang membacakan buku dan menceritakan dongeng untukku..”


Soo-jin: “Baiklah.. sekarang, ibu akan membacakan banyak buku dongeng untukmu.. ibu akan mengajarimu membaca konsonan ganda dan semuanya..”

Hye-na: “Aku bisa membaca huruf lainnya.. hanya konsonan ganda di akhir kata yang membuatku kesulitan..”

Soo-jin: “Ibu tahu, jadi sekarang kita tidur..”

Hye-na: “Selamat malam bu..”

Soo-jin: “Selamat malam, Yoon-bok aaa..”
Advertisement


EmoticonEmoticon