2/18/2018

SINOPSIS Mother Episode 7 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Mother Episode 7 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Mother Episode 7 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Mother Episode 8 Part 1

Ketika Soo-jin masuk ke ruang rawat, terlihat Hye-na yang telah terlelap tidur disamping Young-shin. Soo-jin hendak memindahkannya, tetapi Young-shin melarangnya,


“Soo-jin aa... sekarang ini ibu sangat bahagia. Tak pernah terpikir, bahwa kamu akan datang membawa seorang cucu. Sebagian orang, merasa tenang jika punya banyak uang, sebagian lagi merasa tenang jika punya banyak properti. Namun aku, hanya butuh seorang anak.. karena anak adalah masa depan dan segalanya. Dokter bilang, sebentar lagi aku akan mati.. tapi hal itu tidaklah penting, karena ada cucuku yang tidur disampiku sekarang...” ungkap Young-shin, yang kemudian memohon supaya Soo-jin membiarkan Yoon-bok untuk tinggal bersama dengannya. jika Soo-jin ingin pergi.. silahkan pergi lah, kemana pun adn sejauh apa pun, asalah Yoon-bok dirawat olehnya.


Hyun-jin memulai investigasi untuk menulis berita investigasinya. Dia telah berada di Moryung untuk mencari saksi mata. Ketika masuk mobil, dia menonton tayangan berita mengenai Hye-na.. dia agak terkejut ketika si prresenter menyebutkan salah satu tanda lahir berwarna ungu di badan Hye-na.. 


Jae-bum ahjussi masuk ke ruang rawat. Disana, hanya ada Soo-jin yang belum tidur.. dan Jae-bum menyuruhnya untuk pergi jalan-jalan diluar sebentar saja..


Tetapi Soo-jin penasaran akan sesuatu, “Ahjussi, selama ini anda kemana saja?” tanyanya

Jae-bum: “Hmm.. ada sedikit urusan yang arus kuselesaikan..”

Soo-jin: “Kurasa ada yang aneh. Sepenting apa urusan itu, hingga membuatmu sering bepergian ketika ibu dirawat di RS. Karena kamu, adalah tipe orang yang akan berada disini seharian, meskipun ibuku menyuruhmu pergi.... apa kamu bertemu dengannya?”


Jin-hong mengunjungi barber shop Bu Nam, bukan untuk dicukur.. tetapi untuk memberikan titipan dari Yoon-bok, berupa sekaleng minuman coklat bertuliskan sebuah pertanyaan: ‘Neneek baik-baik saja? Aku mengkhawatirkanmu..’


Dengan mata yang berkaca-kaca, Bu Nam berusaha keras menahan haru. 


Sebelum pergi, Jin-hong pun sempat dicukur rambutnya oleh Bu Nam~


Soo-jin berbicara empat mata dengan Jae-bum ahjussi, dia bertanya apa yang dilakukan ibu angkatnya pada ibu kandungnya. Dia menyadari, kalau ibu kandungnya pasti disuruh pergi jauh.. dan Soo-jin tak setuju akan hal itu.


Semasa kecil, anak-anak yang mengejeknya selalu tiba-tiba menghilang dari sekolah. Soo-jin tahu betul, bahwa itu merupakan ulah ibunya dan Jae-bum ahjussi.. padahal sejujurnya, dia tak ingin hal semacam itu terjadi, dia merasa bersalah sampai harus mendatangi rumah teman-temannya satu demi satu, hanya untuk minta maaf pada mereka..

Sama hal-nya dengan sekarang, dia tak ingin mereka mengusik kehidupan ibu kandungnya. Selagi tak membuat masalah, biarkanlah dia hidup dengan tenang~


Soo-jin berjalan sendirian.. dia melewati sebuah patung bunda maria, lalu teringat secerca momen di masa kecilnya. Tentang bu Clara.. dan tentang ibu kandungnya..


‘Kamu ingat.. apa yang terjadi pada hari itu..’ terdengar suara Bu Nam yang bertanya kepadanya, yang seketika membuat Soo-jin benar-benar engingat dengan jelas.. momen ketika dirinya ditemani ibu kandungnya, berdisi di pesisir lautan..


Dengan suaranya yang bergetar, Bu Nam bertanya padanya: “Soo-jin aa.. haruskah kita berdua, mengikuti burung-burung itu.. perlahan menuju lautan bersama-sama?”

Soo-jin yang polos, menatap ibunya dan berkata: “Aku tidak mau.. Ibu saja yang pergi sendirian, aku ingin tetap hidup..”


Kemballi pada realita, Jin-hong datang menghampirinya. Dia bertanya, Soo-jin kenapa?

“Entahlah.. kurasa, aku mengingat kejadian yang sebelumnya tidak pernah ku ingat. Aku pun tak yakin, apakah ini nyata, atau sekedar khayaan belaka..” jawab Soo-jin


Kepada Young-shin, Jae-bum ahjussi, menceritakan seluruh informasi yang didapatkannya tentang Bu Nam. Meskipun hanya spekulasinya, tapi Young-shin merasa bahwa tujuan Bu Nam menelantarkan Soo-jin, adalah karena dia tak ingin putrinya disebut sebagai anak seorang pembunuh.


Jae-bum bertanya, bukankah seharusnya mereka menceritakan semuanya pada Soo-jin? Karena selama ini, Soo-jin mengira, ibu kandungnya lah yang menyiksanya dan sengaja menelantarkannya tanpa sebab yang jelas..

Young-shin melarangnya.. dia ingin pencarian informasi berhenti disini saja dan cukup mereka yang tahu segalanya~


Soo-jin duduk ditemani Jin-hong.. dia menceritakan satu-satunya momen menyakitkan, semasa kecil yang sellau dia ingat.. yaitu roti kacang merah yang dia makan ketika dia diikat dan ditinggalkan oleh ibu kandungnya.


Sejujurnya.. Soo-jin menydari, bahwa pada saaat itu... dirinya telah mengetahui bahwa ibunya tak akan kembali. Namun dia membohongi dirinya sendiria, dengan terus menunggu dan menunggunya..


Dan pada hari ini, ingatan yang lain muncul, “Ibu yang telah kutunggu dalam waktu yang sangat lamaa.. dulu dia mencoba untuk membunuhku... Aku marah.. snagat marah sampai aku tak tahu harus berbuat apa..” ucapnya pilu


Jin-hong menggenggam tangan Soo-jin, kemudian memeriksa denyut nadinya, “Sekitar 130 kali per-menit, padahal normalnya sekitar 60 sampai dengan 100. Berati sekarang, kamu sangat stress..”

Soo-jin: “Terus?”

Jin-hong: “Minum air yang banyak.. mungkin 8 sampai 10 gelas per hari,  llau makan yang teratur, dan jangan lupa untuk beritirahat. Proses penyembuhan terjadi ketika kamu tidur.. sama hal nya dengan burung, biarkan instingmu berjalan terus, hingga akhirnya bisa menyembuhkan lukamu dengan sendirinya.. Lalu, kamu ingat nomor telpon yang dihubungi pasien ketika mengalami kejadian darurat?”

Soo-jin: “911?”

Jin-hong: “Untukmu.. kamu harus menelponku. Jangan telpon orang lain, dan telpon lah aku. karena aku adalah 911-mu..” *gombalannya yaampun*


Young-shin meminta Jae-bum untuk sesegera mungkin membuat Bu Nam pergi jauh. Dirinya serasa marah ketika melihat Soo-jin bersama dengan ibu kandungnya.. pokoknya, sampai hari ketika dirinya meninggal, Yung-shin ingin menjadi satu-satunya ibu untuk Soo-jin.


Seol-ak masih sibuk menonton video dokumenter.. kali ini, bagian ketika Young-shin menceritakan amarah dan kekesalannya pada ibu kandung Soo-jin yang telah menelantarkan putrinya begitu saja..


Sebelum berpisah, Jin-hong menitipkan sebungkus chiki untuk Yoon-bok, yang pada bungkusnya tertulis pesan balasan dari Bu Nam: ‘Yoon-bok aaa.. aku baik-baik sama.. terimakasih’


Soo-jin: “Kamu baru potong rambut yaa.. Apa dia, memang baik-baik saja?”

Jin-hong: “Da orang yang tidak banyak bicara. Dia memotong rambutku, tanpa mengatakan sepatah kata pun. Dan hanya memintaku untuk merawat Ny.Cha dengan baik... dia sangat hebat alam hal mencukur rambut pria. Aku telah menemukan barber shop yang kusuka, tapi dia bilang.. dia akan segera pindah.. dia bahkan telah mengemasi barang-barangnya..”


Soo-jin bergegas menemui ibunya, dia memintanya supaya tidak mengusik kehidupan ibu kandungnya. Lagipula, dirinya sama sekali tak ada niatan untuk menemuinya..

Young-shin menolak, dengan alasan.. melihat ibu kandung Soo-jin hanya akan memperburuk kondisi kesehatannya..

Soo-jin: “Kalau begitu, apa yang harus kulakukan supaya ibu berhenti mengusik kehidupannya?”

Young-shin: “Apa artinya, kamu akan melakukan apa pun yang ibu minta?”

Soo-jin: “Selagi bisa kulakukan.. aku akan melakukannya..”

Young-shin: “Yoon-bok.. aku tak peduli kamu mau pergi kemana, tapi biarkan Yoon-bok tinggal bersamaku..”

Soo-jin: “Dia adalah putriku dan aku akan membawanya, kemana pun aku pergi..”


Terdiam beberapa saat, akhirnya Soo-jin menyatakan bahwa dirinya akan tinggal dengan Yoon-bok lebih lama lagi di rumah ibunya. Hanya itu, satu-satunya hal yang bisa dilakukannya sekarang.

Sejujurnya, Young-shin kurang setuju.. namun rasa cintanya yang terlalu besar pada Soo-jin, membuatnya tak bsia menolak tawaran itu, dia pun meminta Jae-bum untuk segera menelpon ibu kandung Soo-jin dan menyuruhnya untuk tidak pergi..


Hyun-jin selesai mewawancarai Ja-young.. selanjutnya, dia meminta foto Hye-na, namun Ja-young menolak..


“Saya tak akan menggunakannya untuk di publikasi, hanya saja. Ketika menonton berita di TV, saya rasa Hye-na mirip dengan seseorang yang saya kenal..” ungkap Hyun-jin 


“Tidak.. saya tidak punya fotonya Hye-na lagi, karena saya telah menghapusnya...” jelas Ja-young dengan gugup


Saat pulang kerumahnya, Ja-young tak melihat Seol-ak. Dia pun berteriak memanggilnya, namun tak ada jawaban.


Hyun-jin mendatangi kantor polisi. Dia berbicara dengan Detektif Chang, bertanya seputar kasus Hye-na dan alasan Ja-young sempat diatahan. Tetapi dia tak bisa mendapatkan banyak informasi penting, karena proses penyelidikan masih berlangsung dan bukti masih bersifat rahasia.. yang jelas, Detektif Chang menegaskan, bahwa pihak polisi punya bukti tindak kekerasan, tetapi masih belum cukup untuk menyeret Ja-young kedalam sel tahanan.

Berikutnya, Hyun-jin minta selebaran yang digunakan untuk mencari Hye-na. Dia harus menunggu sebentar, karena seorang detektif tengah mencarikan selebaran itu untuknya~ 


Seol-ak tengah duduk dalam truk-nya, dia masih sibuk menonton film dokumenter Young-shin dan Soo-jin~


Hyun-jin menerima selebaran yang dia pinta.. dan betapa terkejutnya dia, ketika melihat foto Hye-na yang terpampang jelas pada kertas tersebut...
Advertisement


EmoticonEmoticon