2/10/2018

SINOPSIS Mother Episode 6 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Mother Episode 6 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Mother Episode 6 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Mother Episode 7 PREVIEW

Soo-jin membawa Hye-na ke sebuah restoran cepat saji. Disana, Hye-na melihat wajah Soo-jin yang begitu murung, dia pun bertanya: “Apa  sekarang kita sudah ketahuan? Apa ini semua salahku?”

“Tidak.. semuanya baik-baik saja dan ini bukan salahmu..” jawab Soo-jin 


Karena harus pergi Soo-jin meminta Hye-na untuk menunggunya disini. Dia pun menjelaskan kalau dirinya akan pulang sekitar pukul 4:30. “Ibu akan meninggalkan tas ibu disini, kalau ada yang bertanya.. bilang saja ibu sedang ke toilet.. dan kalau ada yang terjadi, telpon saja ibu..”


Ketika Soo-jin datang, dia disambut hangat oleh ibu serta Yi-jin yang bahkan sengaja memasakan tulang iga untuknya. Namun Soo-jin malah meminta maaf, karena diirnya tak bisa makan malam bersama dengan mereka~


Sendiiran, Hye-na menghabiskann waktunya dengan mewarnani. Dia melihat waktu di ponselnya, kemudian mencoba untuk berhitung.. berapa lama lagi, sampai ibunya kembali..


Mendengar penuturan Soo-jin yang tak bisa makan malam bersama, membuat Young-shin bertanya alasannya apa? Kalau tak ada alasan yang jelas, maka dirinya tak akan membiarkan Soo-jin pergi seenaknya..

Ketika Soo-jin bingung harus menjawab apa, tiba-tiba ponsel Young-shin berdering, ada telpon masuk dari Jin-hong yang bertanya apakah Soo-jin ada disana, lalu mengungkapkan niatannya untuk menjemput Soo-jin karena akan mengajaknya pergi ke suatu tempat sekarang juga..


Young-shin memahami hal tersebut.. namun Yi-jin bersikeras meminta mereka untuk makan malam disini saja dulu,

“Sup iga atau lelaki? Kurasa.. kamu lebih tahu jawabannya apa..” tukas Young-shin yang kemudian mengizinkan Soo-jin utnuk pergi


Memerhatikan mereka dari dalam rumah. Yi-jin menganggap, kalau tak ada hubungan yang spesial diantara Soo-jin dan Jin-hong..


Dalam perjalanan, Jin-hong minta maaf karena mendatangi Soo-jin dengan sangat mendadak. Dia menghubungi ibunya Soo-jin, karena tak punya kontaknya Soo-jin, “Aku ingin membawamu ke suatu tempat dan kita tak boleh terlambat.. aku sering menghabiskan waktuku di tempat itu setiap akhir pekan, bahkan kadang aku bermalam disana..”


Di meja makan, Yi-jin mempertanyakan ada hubungan apa diantara Soo-jin dan Jin-hong, dia pun menyindirir ibu yang masih sempat-sempatnya mencarikan laki-laki untuk Soo-jin, padahal kondisinya sedang sakit berat..

“Karena ibu kamu pun bisa menikah..”

“Tapi bukan pernikahan yang bahagia..”

“Bersyukurlah karena kamu telah melahirkan anak kembar yang sangat lucu...”


Yi-jin masih sangat penasaran, dengan karakter Jin-hong. Dia menganggapnya tak cocok dengan Soo-jin, karena kelihatan usianya lebih muda.. dan seorang dokter yang mapan, belum punya pasangan.. bukankah itu hal yang sangat aneh?


Ternyata. Jin-hong membawa Soo-jin ke tempat dimana mreeka bisa melihat burung bermigrasi. Dia mempersilahkan Soo-jin, untuk berkeliling seorang diri, sementara Hye-na akan berkeliling bersama dengannya.


Sementara Soo-jin berjalan sendirian.. Hye-na duduk membaca dongeng anak kelinci melarikan diri ditemani Jin-hong. Kelihatannya, mereak sangat bahagia pada saat ini~


Pada waktu yang bersamaan, ahjumma tengah menonton film dokumenter yang kali ini menayangkan momen ketika Young-shin mengungkapkan isi hatinya, dia bilang dirinya akan memberikan banyak hal untuk Soo-jin sampai Soo-jin melupakan luka lamanya.


Namun Soo-jin kecil berpendapat, kalau dirinya tak membutuhkan banyak hal, “Menerima semua itu, membuatku berpikir.. bahwa ibu kandungku menelantarkanku, mungkin karena dia tak bisa memberikan barang-barang seperti ini untukku...”


Kemudian Young-shin mengatakan bahwa dirinya pernah meyakini bahwa wanita yang menelantarkan Soo-jin, pasti punya alasannya tersendiri, tapi ketika teringat bagaimana caranya Soo-jin ‘dibuang’.. rasanya keyakinan itu menghilang seketika. Melihat tubuh Soo-jin yang dipenuhi luka-luka, bahkan sampai diikat dengan gembok sepeda, “Satu-satunya alasan yang bisa kuterima.. adalah karena wanita itu telah mati..”


Soo-jin kecil bertanya, apakah orang-orang bisa melihatnya di TV? Reporter menjawab ya, lalu bertanya apakah ada seseorang yang Soo-jin harapkan untuk bisa melihatnya? Jika ada, ingin dalam kondisi seperti apa mereka melihat Soo-jin?

“Bahwa aku hidup dengan baik..” jawabnya


INSTAGRAM TABLOID SINOPSIS

Soo-jin duduk diatas bebatuan, tiba-tiba matanya tertuju pada seekor burung yang hinggap tak jauh dari tempatnya berada.. perlahan, matanya berair.. dan tangis mulai menetes membasahi pipinya, “Aku hidup dengan baik..” gumamnya


Seroang pelanggan, datang untuk dicukur.. dia bertanya siapa nama kedua burung yang bertengger dalam sarang itu?

“Yang satu bernama Soo.. satunya lagi bernama Jin..” jawb Ahjumma yang kemudian tersadar, kalau kunci sarang burung masih ada di Hye-na dan dirinya belum sempat memberi makan untuk burung-burung itu


Hye-na pun.. baru sadar akan hal itu. Tak lama kemudian, Soo-jin datang dan mereka pun berpelukan sambil menatap penuh kebahagiaan..


Dalam ruang ‘rahasia’, Hyun-jin menceritakan segalanya tentang Soo-jin pada Yi-jin.. dia rasa dirinya tak bisa menyembunyikan hal ini dari ibu, karena takut, ibu akan meninggal bahkan sebelum dia tahu tentang anaknya Soo-jin.

Yi-jin terkejut, namun dia meminta Hyu-jin untuk menyimpan rahasia ini. Karena ibu tak akan bahagia, kalau tahu bahwa Soo-jin. Putri yang dia besarkan dengan penuh kasih sayang, ternyata punya anak secara diam-diam seperti ini~


Young-shin tak sengaja meihat mereka.. dia pun teringat ucapan Yi-jin yang menyebutkan tempat itu sebagai lokasi mereka biasanya membicarakan hal yang sifatnya rahasia.


Ja-young dan Seol-ak berada di sebauh kedai.. dengan gembira, Ja-young emnagtakan bahwa dirinay tak peduli, kalau pun memang benar Soo-jin membawa Hye-na ke Islandia, karena itu adalah tempat yang sangat jauh darisini. Mulai dari sekarang, hanya tinggal mereka berdua dan mereka bisa memulai kehidupan yang baru..

“Untuk apa dia pergi ke Islandia?” tanya Seol-ak

“Mempelajari burung..” jawab Ja-young


Mendengar kata ‘burung’, membuat Seol-ak nampak terkejut.. dia pun sgeera mengeluarkan catatan Hye-na yang di halaman depannya terdapat gambar seekr burung..


Ketika Yi-jin tengah berbicara dengan Jae-bum ahjussi.. tiba-tiba, ibunya lewat dan memergoki mereka. Ibu menelpon Jae-bum lalu menatapnya tajam..


Dalam perjalanan pulang, Hye-na minta izin supaya diantar ke barber shop. Alasannya, karena dia harus mengembalinya kunci sarang burung yang terbawa olehnya..


Seaat kemudian, ketika Hyun-jin datang, suasana rumah sangat hening.. Jae-bum dan Yi-jin duduk menunduk dihadapan ibu. Hyun-jin tak menegtahui apa yang sebenarnya terjadi, dia menceritakan yang dia ketahui.. padahal Yi-jin dan Jae-bum berusaha kerasa memberi kode supaya dia tak mengatakannya..

“Kapan kamu berencena memberitahu ibu tentang hal ini?” tanya Young-shin

“Sekarang.. Soo-jin eonni, masih sibuk mempersiapkan kepindahannya dengan anaknya..”


Sontak saja, jawaban itu membuat Young-shin benar-benar terkejut, “Jadi.. Soo-jin punya anak?!”


Ditemani Jae-bum ahjussi, Young-shin menunggu di depan barber shop. Tak lama kemudian, mobil Jin-hon datang.. dan keluarlah Hye-na dari sana yang langsung berlari menghampiri ahjumma..


Hye-na mengembalikan kunci tersebut, lalu bertanya apakah sekarang kondisi ahjumma sudah baikan?


Soo-jin memerhatikan dari luar, dia bahkan belum turun dari mobil. Kepada Jin-hong dia mengucapkan terimakasih.. lalu Jin-hong mengajaknya mendatangi tempat itu lagi besok, karena hari Senin dirinay mesti bekerja.

“Apa karena ku, makanya kamu tak masuk kedalam untuk menyapanya?” tanya Jin-hong

“Tidak..” jawab Soo-jin yang kemudian turun dari mobil


Dengan langkah yang begitu berat, Soo-jin masuk ke dalam barber shop. Dia bahkan tak mau menatap mata ibunya dan mengajak Hye-na untuk pergi dari sini..


Tapi tiba-tiba, datanglah Young-shin.. dengan matanya yang tajam,, dia menatap ahjumma lalu menamparnya dengan begitu keras, “Jadi Kau  lah wanita yang telah menelantarkan putriku?!”
Advertisement


EmoticonEmoticon