2/03/2018

SINOPSIS Mother Episode 4 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Mother Episode 4 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Mother Episode 4 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Mother Episode 4 Part 1

Dalam kamarnya, Hye-na menonton TV yang kebetulan tengah menyiarkan berita mengenai penangkapan ibu kandungnya. 


Soo-jin sendiri, telah sampai di depan hotel.. sepanjang jalan, Jin-hong terus bercerita, namun Soo-jin tak begitu memerhatikannya. Setelah turun, dia langsung mengambil barang-barangnya, “Terimakasih karena telah memberikanku tumpangan.” Ucapnya


Jin-hong hendak memberikan kartu namanya, tetapi sepertinya tak dia bawa. Spontan, dia pun memberikan kertas parkir bertuliskan nama dan nomor telponnya, “Kalau ada waktu,.. (hubungi aku)” pintanya


Dalam kamar, Hye-na masih menonton tayangan berita.. disana, Ja-young sempat berbicara pada reporter, dia menyanggah tunduhan kekerasan yang dilakukannya, “Kalian tahu,.. aku sampai mengkonsumsi obat-obatan karena mengurus anak itu. Jadi bagaimana bisa, kalian menuduhku melakukan kekerasan padanya?!”


Tak lama kemudian, Soo-jin datang.. dia langsung mematikan TV dan meminta maaf pada Hye-na, “Maaf.. karena ibu terlambat..”


Hye-na memeluknya erat, tapi dia batuk-batuk hingga muntah..


Soo-jin membawanya ke toilet, kemudian membersihkan wajah Hye-na. Sekali lagi, Soo-jin minta maaf karena terlamat pulang kesini..
Tetapi Hye-na malah bertanya: “Apakah.. ibunya Hye-na benar-benar marah?”


Soo-jin menatapnya, lalu berkata: “Orang itu, bukan ibumu dan kamu bukan Hye-na lagi. Kamu adalah Yoon-bok, dan ibunya Yoo-bok adalah aku..”


“Tapi, bagaimana kalau orang-orang membawa pergi ibunya Yoon-bok, juga?” tanya Hye-na yang nampaknya sangat khawatir


Berita mengenai ditangkapnya Ja-young menjadi topik perbincangan panas di media. Eun-chul melihat berita tersebut.. dan di tempat lain, Seol-ak tengah mengendari truk-nya ke arah yang tak kita ketahui tujuannya. Beberapa kali ponselnya berdering.. ada telpon masuk dari nomor tak dikenal, tapi dia memmilih untuk mengebaikan panggilan tersebut..


Dalam tidurnya, Soo-jin terbangun.. karena Hye-na terus batuk-batuk. Dan saat disentuh, ternyata badannya panas.. bahkan sepertinya, dia kehilangan kesadaran.


Soo-jin menelpon pihak hotel, bertanya apakah ada obat pereda panas. Sayangnya tak ada, dan dia malah ditawarkan untuk pergi ke Rumah Sakit. Soo-jin menolak.. dia pun berpikir keras, dia bingung apa yang harus dia lakukan?


Untunglah, Soo-jin ingat kalau dia punya kontaknya Jin-hong. Bergegas dia menelponnya dan tak lama kemudian, Jin-hong pun datang ke tempatnya..


Jin-hong: “Siapa namanya? Usianya berapa?”

Soo-jin: “Namanya Yoon-bok, usianya 9 tahun..”


Setelah diperiksa, Jin-hong mengatakan kalau ini adalah penyakit infeksi laring atau biasa disebut laringitis, “Kalau dibiarkan lebih lama, mungkin dia harus dibawa ke emergency. Kamu harus memeriksakannya ke Rumah Sakit besok..”


Jin-hong meminta Soo-jin untuk membawawakan air hangat, yang digunakan untuk menyeka tubuh Hye-na. Ruangan ini, udaranya terlalu kering.. Jin-hong meminta Soo-jin untuk meminta humidifier ke pihak hotel..


Ketika Soo-jin, pergi, perlahan Hye-na mulai sadar. Untuk memastikannya, Jin-hong bertanya padanya: “Yoon-bok aa, bisa tolong sebutkan namamu?”

“Kim Hye-na..”

“Bisa kamu, sebutkan lagi siapa namamu, Yoon-bok?”

“Kim Hye-na”

“Kalau nama ibumu siapa?”

“Shin Ja Young”


Tak lama kemudian Soo-jin kembali.. lalu Jin-hong pamit pergi. Tak lupa, dia mengingatkan Soo-jin untuk memeriksakan Hye-na ke rumah sakit. Tetapi.. melihat respon Soo-jin yang diam saja, spontan membuat Jin-hong bertanya: “Adakah alasan, yang membuatmu tak bisa membawanya ke Rumah Sakit?”

Tanpa perlu mendengarkan jawaban Soo-jin, Jin-hong lansgung memberikannya solusi: “Besok, datanglah ke Rumah sakit, temui aku dan ambillah obat untuknya. Pastikan dia menghabiskannya, lalu temui aku lagi, setelah 3 hari..”

“Terimakasih..”


Jin-hong mengeluhkan, kamar ini yang tak cocok untuk ditempati oleh anak kecil. Dia pun bertanya, apakah Soo-jin tak bisa tinggal di rumah ibunya saja?

Soo-jin menggelengkan kepalanya, Jin-hong mengangguk faham lalu mengatakan: “Hmm.. ada tiga kamar dirumahku. Tapi aku tinggal sendirian. Aku berangkat kerja di pagi hari dan pulang di malam hari. Kalau butuh bantuanku tinggal telpon saja..”


Dalam sel tahanan, Ja-young telah tertidur selama lebih dari 20 jam. Detektif Chang menduga, kalau itu akibat dari mengkonsumsi terlalu banyak pil tidur, “Kalau seperti ini terus, kapan kita bisa mengiterogasinya?”


Seol-ak menghentikan mobilnya di jalanan yang disampingnya terdapat lautan. Dia pun turun dan melemparkan bola baseball-nya.,,


Keesokan harinya, Soo-jin menitipkan Hye-na pada ahjumma barber shop. Setelah itu, dia pergi mendatangi rumah ibu angkatnya..


Ahjumma membuatkan susu hangat untuk Hye-na.. lalu Hye-na tersenyum, dia bilang dia telah mengetahui darimana asal suara yang selalu di dengarnya ketika berada di tempat ini,


Yaitu dari setumpukan kunci yang selalu dibawa oleh ahjumma itu, “Sepertinya.. ahjumma akan selalu tertangkap ketika main petak umpet, karena suara itu..” ucapnya yang seketika berhasil membuat si ahjumma tersenyum


Masuk kedalam rumahnya, Soo-jin lansgung bertanya pada Yi-jin, “Ibu dimana?”


“Dia beristirahat di kamarnya.. ibu sakit makanya dia perlu istriahat!” jawab Yi-jin


Bergegas memasuki kamar Young-shin, Soo-jin langsung mengutarakan keinignannya untuk mengakhiri semua ini, “Aku akan mengembalikan uangmu. Ibu tak bisa memperlakukanku seenaknya, hanya karena aku meminjam uangmu...”

“Apa maksudmu Soo-jin aaa? Jelaskanlah perlahann..” pinta Young-shin

“Mengenakan pakaian yang ibu suka.. berkencan dengan pria yang ibu suka.. aku telah sering melakukannya dulu. Kubilang, aku bersedia bertemu denganmu untuk menghabiskan waktu berdua denganmu, bukan untuk merubah hidupku supaya sesuai dengan hidup ibu..“ tutur Soo-jin


Tiba-tiba, masuklah Yi-jin.. dengan suara bernada tinggi, dia menggerutu melampiaskan kekesalan sekaligus kekecewaannya pada Soo-jin, “Eonni.. kamu sangat egois! Kamu pergi tanpa mengatakan apapun! Kamu tahu betapa kecewanya ibu dan betapa dia merindukanmu selama ini.. bahkan meskipun dia terkena kanker.. seseorang seperti ibu, yang takut untuk datang ke Rumah Sakit, dia harus pergi kesana untuk di kemo dan operasi.. dia melakukannya sendirian! Dan sekarang, kanker-nya kambuh lagi.. kita semua kesulitan, tapi eonni? Kau malah menghilang dan---”

“Yi-jin aa..”

“Eonni, memangnya seberapa besar kesalahan yang telah ibu perbuat kepadamu? Ibu telah melakukan banyak hal untukmu!”

“Yi-jin tolong keluar sebentar..”


Detik itu juga, mata Soo-jin mulai berkaca-kaca: “Ibu.. terkena kanker?”

Young-shin bersikap tenang, dia meminta Soo-jin untuk duduk di dekatnya. Ketika Soo-jin tanya, kenapa tak memberitahukan semua itu padanya, Young-shin jawab kalau dirinya terkena kanker bukan karena Soo-jin, “Masih ingat, bagaimana dulu ibuku meninggal karena kanker payudara saat aku masih kelas 2 SMA? Kala itu aku sangat marah, aku mengira ibuku pergi dengan sengaja. Dan setelahnya, aku berjnaji pada diirku sendiri, supa aku tak pernah kena kanker.. karena takut kalau anak-anakku akan marah juga kepadaku..”


Sambil menggengam tangan Soo-jin, Young-shin mengatakan kalau dirinya telah mengetahui bahwa Soo-jin akan kembali kesini, “Makanya, 7 tahun lalu.. aku berani melakukan kemoterapi dan operasi seorang diri.. supaya aku bisa kembali sehat, ketika menyambut kedatnganmu lagi. Tapi sekarang, aku tahu kalau penyakitku kambuh lagi dan.. itu membuatku agak takut. Aku tak tahu, kamu ada dimana seama ini, apakah kamu masih hidup atau sudah tiada dan aku takut kalau pada akhirnya aku mati disni, seorang diri.. bisakah kamu disini menemaniku?”


Soo-jin hanya diam menatap ibunya, “Ibu, aku--”

“Haruskah kamu pergi?” tanya Young-shin

Soo-jin mengangguk, Young-shin memehaminya lau berkata: “Tidak bisakah setidaknya kamu bertemu 10 kali denganku, sebelum kamu pergi lagi? Dan kamu, jangan mengenakan pakaian yang biasa kamu pakai. Memang apa salahnya, mengenakan pakaian yang ibu belikan? Dan mengenai Dokter Jung.. dia bukan tipe pria yang ibu suka. Dia menghabiskan hari-harinya di rumah sakit. Apa kamu takut, ibu akan menjodoohanmu dengannya? sekarang, ibu akan melupakan hal barusan kamu katakan.. tetnang mengembalikan uang pinjaman dan sebagainya..”


Mengatakan kalau dirinya lelah dan ingin istirahat, Young-shin meminta Soo-jin untuk pergi meninggalkannya, tak lupa dia meminta Soo-jin untuk tidak memasukan hari ini kedalam hitungan 10 hari yang dia minta, “Itu tidak adil..” ujarnya


Ye-eun dipanggil ke kantor polisi, lagi-lagi Detektif Chang meragukan spekulasi mengenai Hye-na yang katanya bunuh diri. Tetapi Ye-eun tetap berusaha untuk membuatnya yakin, dan menyebut sikap Detektif Chang terlalu dipengaruhi oelh perasaan.


Detektif Chang: “9 dari 10 kasus macam ini, berakhir dengan ditemukannya tubuh korban. Tapi aku tak bisa menyerah, pada 10% kemungkinan kalau dia masih hidup.. mungkin saja, ada ahjumma atau guru dari sekolahnya yang membawa dia pergi.. mungkin, seseornag seperti bu guru yang meneliti burung itu?”


Ye-eun: “Hmm.. anda maksud wali kelas pengganti itu? Dia bukan tipe orang seperti itu! Dia tak tertarik pada urusan orang lain dan dia tak suka anak kecil.. kurasa, anda terlalu naif..”


Soo-jin datang menjemput Hye-na. Lalu di ahjumma memberinya seuah kunci, “Dia ada di lantai 3, kamar yang di rooftop..” ucapnya


Soo-jin berjalan memasuki kamar tersebut, suasananya sangat heing dan disana Hye-na tengah tertidur pulas. Tak tega membangungkannya, maka Soo-jin ikut berbaring disampingnya..


Bersamaan dengan itu, kita melihat Seol-ak yang tengah membeli beberapa perabotan dari toko material.. dia mengambil sekop, lakban, palu dan beberapa alat lainnya.


Setelah masuk dalam mobilnya, dia bertanya: “Haruskah kita bermain petak umpet?”


Sementara itu.. Soo-jin sendiri, tengah tertidur disamping Hye-na~~~
Advertisement

2 komentar

Bagus. Lanjutannya kapan

@Arta dramanya tayang setiap hari Rabu-Kamis, jadi sinopsisnya mungkin di posting sekitar hari Kamis-Jum'at atau Jum'at-Sabtu, heheheh 😊😊😊


EmoticonEmoticon