2/03/2018

SINOPSIS Mother Episode 4 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Mother Episode 4 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Mother Episode 4 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Mother Episode 4 Part 3

Sesampainya, di hotel. Soo-jin panik, karena dia tak melihat Hye-na disana. Dia mencari ke seluruh sudut ruangan, dan juga toilet.. lalu dia melihat isi lemari, dan disana Hye-na meninggalkan catatan bertuliskan: “Aku pergi ke barber shop”


Segera, Soo-jin berlari menyusulnya dan ketika sampai disana. dia menemuka Hye-na tengah duduk dan tertawa, “Keanpa kamu pergi kesini? Kamu tahu betapa takutnya ibu?”

“Maaf bu.. aku pergi kesini, karena tak ada kartun di TV sana..” jawab Hye-na

Soo-jin minta maaf pada ahjumma, karena merasa telah merepotkannya. Dia pun mengajak Hye-na untuk pulang, namun Hye-na bilang dia ingin ke toilet dulu sebentar..


Ahjumma mengajak Soo-jin berbicara berdua, dia menjelaskan kalah Hye-na datang bukan untuk menonton kartun..


“... Dia datang tanpa mengenakan pakaian yang seharusnya.. dan bibirnya pun telah membiru.. terlihat dia sangat kedingan ketika sampai kesini ..”


“..Mungkin aku agak ikut campur, tapi dia masih terlalu kecil untuk ditinggal seorang diri di malam hari..”

“Anda memang benar, terimakasih atas bantuannya..” ucap Soo-jin


Hye-na kembali dari toilet, sambil ternesnyum dia mengajak Soo-jin untuk pergi darisini. Soo-jin melepas matelnya lalu menyelimutkannya di tubuh Hye-na..


Sambil berjalan, Hye-na menceritakan yang sebelumnya terjadi, “Bu,, ada seesorang yang datang untuk menangkap kita. Dia mengetuk pintu dan masuk ke kamar, lalu memeriksa toilet dan juga tempat tidur. Aku bersembuni di lemar dan kabur lewat tangga darurat..”

Mendengarnya, Soo-jin pun tersenyum, “Apa dia juga memeriksa tempat sampah dan mengambil handuk?” tanyanya

“Iya benar sekali! Apa yang harus kita lakukan sekarang?” tanya Hye-na dengan gelisah

“Sekarang.. kita harus pulang kesana, mandi lalu tidur. Da datang hanya untuk membersihkan kamar kita..” jawab Soo-jin


Di kantor polisi, detektif Chang dan rekannya berhasil menemukan rekaman CCTv yang secara jelas, merekam tindakan kasar yang dilakukan Ja-young pada Soo-jin ketika merka tengah berada di supermarket, “Gila.. apa dia itu,, benar-benar ibu kandungnya?”


Sayangnya mereka baru menemukan bukti ini saja, karena CCTV di persimpangan jalan telah rusak, padahal katanya Hye-na terkena lemparan baseball disana.. dan CCTV di tangga rumah sakit yang katanya tempat Hye-na terjatuh, masih mereka selidiki lebih lanjut..


Soo-jin dan Hye-na telah berbaring di tempat tidur.. Soo-jin bertanya, apakah tadi Hye-na merasa ketakutan? Hye-na bilang dirinya tak merasa takut sedikit pun.

“Maaf..” ucap So-jin

“Aku tidak takut, jadi tak usah minta maaf..” ujar Hye-na


Berikutnya, Soo-jin meminta Hye-na untuk tidak terlalu sering menemui ahjumma dari barber shop itu, hanya karena dia bersikap baik padanya, “Kita sedang dalam pelarian. Kita tidak boleh terlalu dekat dengan orang sekitar...”

Hye-na:  “Tapi dia bukan orang jahat..” 

Soo-jin: “Tetap saja..”

Hye-na: “Baiklah..”

Soo-jin: “Terimakasih.. tapi, kamu sudah hafal tabel perkalian?”

Hye-na: “Iya..”

Dengan suara kecilnya, Hye-na menyebutkan perkalian dua.. awalnya lancar, tapi sampai di angka 4 dia mulai kebingungan. Dia ulangi lagi.. tapi tetap saja, dia belum hafal kelanjutannya.


Berpindah ke rumah si ahjumma.. dia membuka salah satu ruangan, yang didalamnya seluruh furniture masih tertutup kain putih. Entah kenapa, tapi dia pun membuka kain putih tersebut satu demi satu..


Esok harinya, Soo-jin terpaksa meninggalkan Hye-na lagi.. sebelum pergi, dia berjanji tak akan pulang terlambat hari ini, dia pun telah menyiapkan beberapa snack dan makanan untuk Hye-na. Tak hanya itu, Soo-jin juga mengatakan kalau dirinya akan menyimpan tanda ‘jangan masuk’ di depan pintu supaya tak ada orang yang masuk ke kamar ini lagi..


Tiba-tiba Hye-na batuk.. Soo-jin khawatir, tetapi Hye-na mengatakan bahwa dirinya hanya merasakan sakit biasa di tenggorokannya~


Berikutnya, Soo-jin berlari menuju sebuah butik dimana Young-shin telah menunggunya. Disana ada Jae-bum juga.. tetapi ketika jae-bum menyapa Soo-jin, segera Young-shin meraih tangannya.. seakan memberi tanda supaya Jae-bum tak banyak berbicara.


Dalam kamar, Hye-na tengah melihat-lihat isi tas milik Soo-jin.. Dia membuka kotak yang isinya barang milik Soo-jin dari panti asuhan. Setelah itu, dia mengeluarkan gaun biru yang pernah dipakah Soo-jin kecil..


Bersamaan dengan itu, Soo-jin sendiri tengah mencoba beberapa dress yang dipilihkan Young-shim. Dia terlihat cantik dan anggun, tetapi dia mengatkan bahwa dirinya tak memerlukan pakaian seperti itu karena dia tak akan pergi kemana pun..


“Kamu bisa pergi kemana pun dengan mengenakannya. Karena tak akan ada pria yang berani merendahkan seorang wanita yang mengenakan pakaian berkelas seperti ini. Jadi.. meskipun kamu berada pada momen terlemah sekali pun, maka pakaian ini akan melindungimu..” papar Young-shim

“Akan lebih baik, jika aku melindungi diriku sendiri..” sanggah Soo-jin

Young-shin faham, dia pun setuju dengan pendapat Soo-jin. Kemudian dia meminta pemilik butik untuk menyiapkan pakaian yang sesuai dengan selera Soo-jin, “Bawakan beberapa mantel, celana dan sweater. Karena serpetinya, aku tak akan bisa membelikannya pakaian lagi setelah 10 tahun kedepan.. dan bawakan juga bebrapa pakaian yang meodelnya kuno, semacam seragam sekolah katolik. Karena dia suka pakaian seperti itu...”


Bersamaan dengan itu, terlihat Hye-na yang telah berganti mengenakan dress biru milik Soo-jin kecil. Dia melihat pantulan dirinya di cermin.. lalu senyuman manis merekah di wajahnya..


Berpindah ke rumah Ja-young, yang kini tengah membereskan pakaian Hye-na. Tak sengaja, dia menemukan pakaian bayi.. sejenak dia terdiam, dan dengan tangannya yang bergetar, dia mengikat simpul pada pakaian tersebut.. dan tanpa disadari, air mata perlahan menetes membasahi pipinya..


Kini, Soo-jin telah meneukan apakian yang sesuai dengan seleranya. Young-shin ppergi untuk melihat koleksi pakaian lainnya.. tetapi Soo-jin menarik tangan Jae-buk dan mengajaknya berbicara..


Soo-jin: “Ahjussi, aku tahu kamu bisa menjaga rahasia dengan baik. Dan aku pun, tahu bahwa tak ada hal yang tak bisa kamu lakukan. Ahjussi selalu menemukanku, setiap kali aku melarikan diri dari rumah. Kamu tahu, bertapa kagetnya aku setiap kai kamu berhasil menemukanku?”

Jae-bum: “Aku tak bisa melakukannya lagi, Soo-jin aaa... ahjussi sudah terlalu tua. Jadi kalau kamu pergi terlalu jauh,, itu terlalu menyulitkanku untuk mencarimu..”

Soo-jin: “Ahjussi.. aku butuh bantuanmu. Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku minta bantuanmu.”

Jae-bum: “Aku tidak bisa melakukan hal yang akan melukai orang lain dan tak bisa membantumu pergi untuk tidak kembali. karena jika aku melakukannya, maka ibumu akan sangat marah padaku..”

Soo-jin: “Melakukan hal yang agak illegal, tak apa ‘kan?”


Ja-young duduk bersandar dalam kondisi yang terlihat begitu gelisah. Dia pun meminum beberapa butir pil.. seprtinya obat tidur (?)


Dalam kamarnya, Hye-na tengah melanjutkan membaca buku dongengnya. Tapi beberapa kali, dia batuk..


Bersamaan dengan itu, beberapa orang polisi datang ke rumah Ja-young. Mereka menahannya dengan alasan telah melakukan tindak kekerasan pada anak.. tetapi Ja-young sendiri, hanya diam seperti orang linglung. Nampaknya, pengaruh pil tadi.. membuatnya tak sadar akan apa yang tengah terjadi padanya.


Ketika dia dimasukkan kedalam mobil polisi, truk Seol-ak baru tiba disana tetapi dia hanya diam dan memerhatikannya dari kejauhan...


Young-shin membawa Soo-jin ke sebuah restoran mahal. Disana telah ada seorang pria yang menunggu mereka.. pria itu benama Jung Jin-hong (Lee Jae Hoon), dia merupakan dokternya Young-shin.


Baru saja mereka duduk, tiba-tiba Young-shin harus pamit pergi karena ada syuting mendadak. Tak lupa, dia meminta Soo-jin untuk tersenyum. bahkan ketika dia tengah makan sekali pun...


Setelah Young-shin pergi, Jin-hong dengan ramah bercerita pada Soo-jin, betapa dirinya sangat menghormati sosok Young-shin, “Beliau sangat jujur seperti seorang anak kecil.. dia sangat keren..” ucapnya

“Anda tidak sadar, kalau barusan dia berbohong tentang syuting-nya??” tukas Soo-jin


Datanglah seorang pelayan yang hendak menjelaskan menu malam ini. Tetapi Soo-jin menolaknya, “Lain kali saja..” ucapnya


Kepada Jin-hong, Soo-jin lanjut menjelaskan kalau ibunya memang selalu menggunakan alasan semacam itu, ketika dia tergesa-gesa untuk pergi..

Jin-hong: “Memangnya, hari ini dia akan pergi kemana?”

Soo-jin: “Dia ingin menjodohkan kita. Maaf.. tapi aku memiliki seseorang yang telah menungguku”

Jin-hong: “Oh begitu rupanya..”

Soo-jin: “Biasanya, aku tidak pernah bersikap tak sopan seperti ini, tapi aku benar-benar tidak ingin terjatuh dalam ‘trik’ ibuku kali ini. Sekali lagi, aku inign minta maaf...”

Jin-hong: “Ya.. bukan hal yang baik, jika kamu terjebak dalam ‘trik’ ibumu”

Soo-jin: “Saya pamit pergi..”

Jin-hong: “Biar saya antar kalau begitu..”

Soo-jin: “Tidak perlu, saya bisa pulang sendiri..”


Ternyata, Young-shin pergi.. karena dia harus ke Rumah Skit. Besok pagi adalah jadwalnya kemoterapi dan malam ini, dia mesti menjalani beberapa tes terlebih dahulu..


Soo-jin yang terges-gesa pulang, tak bisa menemukan satu pun taksi yang lewat. Untung saja, ada Jin-hong yang dengan sanang hati.. menawarkan tumpangan untuknya.


Sejurjunya, Jin-hong merasa kurang enak.. karena kondisi mobilnya yang sangat berantakan. “Sepertinya, anda senang pergi berkemah..” tebak Soo-jin

Selanjutnya, Jin-hong ingin meluruskan kesalahdafahaman tadi.. dia ceritakan, bahwa ibunya Soo-jin tak bermasuk menjodohkan mereka. Karena sebenarnya, Jin-hong sendiri yang minta dipertemukan dengan Soo-jin.. mendengar cerita tentang Soo-jin membuatnya tertarik, karena dirinya pun sangat menyukai burung dan berahap bisa bertemu dengan orang yang bisa berbagi cerita dengannya.


Jin-hong memperdengarkan rekaman suara burung.. lalu dengan mudah, Soo-jin menebak jenis burung tersebut sekaligus memberikan penjelasan lebih lanjut..


“Aku sangat ingin melakukan obrolan seperti ini.. sama sepertimu, aku berharap bisa mempejari burung di perkuliahan dan bisa beregian keliling dunia. Tapi aku tak memiliki keberanian.. keberanian untuk mengecewakan orangtuaku..” papar Jin-hong

“Bahkan sampai sekarang, aku masih mengecewakan ibuku...” ujar Soo-jin

“Tapi Ny. Cha sangat bangga padamu..” tukas Jin-hong

“Itu merupakan bagian dari usaha kerasnya untuk mendekatiku. Lihatlah, biasanya aku tak mengenakan pakaian seperti ini.. dan ini adalah cara ibuku untuk menunjukkan kemampuannya dalam mengatur hidupku..” tutur Soo-jin
Advertisement

2 komentar

Berharap semoga jin hong oppa menolong soo jin ikut merawat hye na...

@Miranti Pastii dia bantu sih, tapi enggak tahu mulai bantunya kapan. Heheheh...


EmoticonEmoticon