2/24/2018

SINOPSIS Mother Episode 10 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Mother Episode 10 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Mother Episode 10 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Mother Episode 11 PREVIEW

Soo-jin dan Hye-na telah sampai di apartemen Jin-hong, mereka beristirahat untuk sekedar makan cemilan.


Soo-jin meminta Jin-hong untuk tidak terlibat lebih jauh dengan penculik sepertinya, karena dirinya pun tak akan menyebut nama Jin-hong jika nanti sampai tertangkap oleh polisi.


Namun Jin-hong malah tertawa, dan itu membuat Soo-jin bekata: “Ini bukan situasi yang bisa ditertawakan. Kumohon berjanjilah padaku..”


Jin-hong menjelaskan bahwa dirinya tak merasa terbebani, justru dirinya sempat berniat untuk cuti kerja demi membantu Soo-jin. 


Berikutnya, dia memberikan sebuah ponsel untuk Soo-jin, “Kuharapn, ini masih berfungsi dengan normal..” ucapnya yang kemudian mencoba menghubungi ponsel tersbut


‘adeul♡’ (artinya putra) begitulah nama kontak Jin-hong tersimpan dalam ponsel tersebut. Karena ternyata, ponsel itu milik mendiang ibunya, “Mungkin terdengar agak aneh.. tapi aku memang sengaja menyimpannya, bahkan terus membayar tagihan ponsel itu tiap bulag. Sesekali aku menelpon nomor itu, karena aku bahagia ketika mendengar ponselnya berdering..”


Jin-hong menerima telpon dari ibunya Soo-jin, yang sekarang telah berada di depan gedung. Ternyata, Soo-jin memutuskan untuk ikut pergi bersama dengan sang ibu yang kebetulan memang akan pindah.


Mereka pamit pada Jin-hong kemudian pergi.. namun mengerikannya, hingga sekarang Seol-ak masih membuntuti mereka~


Detektif Chang mendatangi TK, dimana Hye-na sempat melakukan wawancara. Dia menunjukkan foto Hye-na dan guru disana langusng mengenalinya. Dia pun bercerita mengenai Yoon-bok atau Hye-na, yang sebelumnya mendaftar kesini namun hanya ditemani oleh bibinya.


Ketika dijelaskan bahwa Hye-na merupakan korban penculikan, bu guru merasa heran, sepertinya dia agak menyangsikan hal tesebut. Untuk memperjelas pendapatnya, dia pun meunjukan rekaman ketika Hye-na di wawancara kala itu..


Dari gestur tubuh dan gaya bicaranya, Bu Guru memastikan bahwa Hye-na sangat mengenal dan bangga terhadap sosok ibu yang dia ceritakan, seakan-akan itu memang ibu kandungnya sendiri.  Dari aawancara itu pula, Bu Guru bisa menduga bahwa Hye-na tipe anak yang tulus, peka dan peduli serta bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitarnya.


Dalam perjalanan, Bu Nam menceritakan tempat yang akan dia tuju.. yaitu rumah temannya di pesisir laut, “Dari sulu, aku ingin tinggal disana..” ungkapnya, yang kemudian menjelaskan bahwa selama ini, dirinya tinggal di dekat rumah ibu angkatnya Soo-jin bukan untuk mencari ruang, melainkan untuk tinggal dengan tenang hingga ajalnya tiba. Tapi takdir berkata lain, maka hal ini lah yang terjadi padanya sekarang.

Soo-jin minta diturunkan di pelabuhan terdekat, dirinya ingin tetap pergi tanpa merepotkan siapa pun. 


Bu Nam tertawa.. mengatakan, bahwa Soo-jin belum punya pengalaman. Sementara dirinya, pernah menjadi seorang kiriminal, yang melakukan pembuuhan dan ditahan selama 6 tahun, jadi drinya lebih tahu banyak hal, “Aku telah menelpon temanku, kita tinggal bertemu dengannya disana..” jelasnya


Detektif Chang masih terlihat hektik dengan fakta-fakta yang terkumpul. Sementara juniornya, menarik berspekulasi bahwa Soo-jin diterlantarkan ibunya semasa kecil makanya dia kasihan pada Hye-na dan memabwanya pergi..

Sayangnya, detektif Chang tak begitu menghiraukan pendapatnya. Dia malah mengajaknya pergi ke stasiun, setelah menerima infomrasi dari kantornya..


Mobil Bu Nam berhenti sejanak di tempat peristirahatan. Soo-jin membeli makanan serta minuman. Ketika kembali ke mobil Hye-na terbangun dari tidurnya..

“Bu.. apa ibu mendengar suara (nyanyian seseorang) ini ?”

“Tidak.. ibu tak mendengarnya..”

“Nenek juga tidak mendengarnya..”


Mobil kembali melaju, dan ternyata.. suara yang didengar Hye-na, berasal dari siulan Seol-ak yang memarkirkan mobilnya tak jauh dari tempat mereka berada barusan.


Detektif Chang sampai di stasiun, dia lansgung memeriksa CCTV yang sempat menangkap keberadaan Hye-na, Soo-jin dan Jin-hong. 


Juniornya lagi-lagi berpendapat bahwa interaksi antara Soo-jin dan Hye-na telrihat seperti interaksi antara seorang ibu kandung dengan anaknya. Namun yang dia bingun, kenapa di awal rekaman terlihat Hye-na sendirian, “Mengapa mereka berpisah.. lalu bertemu lagi?”


Soo-jin bertemu dengan teman yang Bu Nam sebutkan. Tak basa-basi, wanita itu lansgung bertanya, “Seberapa buruk kondisimu?”

“Sangat buruk..” jawab Soo-jin

“Kalau begitu.. apakah kau rela mempertaruhkan nyawa?” tanyanya


Diluar, Hye-na bermain dengan binatang peliharaan pemilik toko. Dia tertawa dengan begitu riangnya, hingga tiba-tiba dia merasakan keanehan pada giginya..


Teman Bu Nam menjelaskan bahwa semuanya tergantung pada uang yang dimiliki Soo-jin, “Kamu bisa naik ‘bus’, ‘subway’, atau ‘taxi’, bahkan ada juga ‘limosin’..  Orang seperti kita, biasanya naik ‘bus’ atau ‘subway’, tapi kamu pergi dengan seorang aak yang tak mungkin, mampu untuk bertahan dalam tempat gelap di dasar kapal yang terus bergoyang sambil makan dan BAB disembarang tempat. Kalau begitu, setidaknya kamu harus naik ‘taxi’. Jadi berapa uang yang kamu punya?”

“Tidak perlu menghawatirkan masalah itu..” tukas Bu Nam

“Aku mengenal seorang kapten yang telah berlaut lebih dari 30 tahun. Dia tahu banyak rute menuju berbagai tempat.. sepertinya, kamu bisa sampai ke China dalam waktu seminggu. Bagiamana? Bersedia?”


Hye-na mendengar siulan Seol-ak.. dia kaget dan langsung , berbalik melihat sekelilingnya~


Kemudian,  Hye-na berlari masuk mengahmpiri ibunya. Soo-jin bertanya, “Ada apa?”


“Hmm.. sepertinya gigiku goyang..” jawab Hye-na


Selanjutnya.. mereka berempat berjalan menuju pesisir lautan. Sementar Hye-na bermain dengan temannya Bu Nam.. Soo-jin berdiri berduaan dengan ibunya, seakan bernostalgia akan momen di masa lampau~


Bu Nam menceritakaan perasaannya selama 30 tahun kebelaang, yang sering terpikirkan bagaimana jadinya.. jika pada hari itu dirinya benar-benar berjalan ke tengah laut bersama dengan Soo-jin? Atau bagaimana jika dirinya berjalan sendirian, meinggalkan Soo-jin?

Dan sekarang, dirinya mesti melepas Soo-jin pergi bersama He-na ke tempat yang sangat jauh dan hal itu membuatnya benar-benar khawatir, “Bisakah.. kita bertiga, menetap disini, membuka salon dan tinggal bersama, dalam persembunyian selama-lamanya...”


Soo-jin mengungkapkan perasannya.. yang pada kala itu, hanya diam menatap burung-burung terbang. Dirinya memang menolak ajak ibunya untuk berjalanke tengah laut. Namun, dirinya selalu terpikirkan, apakah suatau saat dia bisa pergi ke tempat burung-burung pergi itu.. “Kurasa karena itulah, aku bisa sampai pada momen ini,”


Teman Bu Nam menghampiri mereka, dan memberi kabar bahwasanya malam ini akan akan ada perahu yang datang, “Bisakah kalian datang ke rumahku pukul 11.30 malam nanti?” tanyanya


Di sebuah kedai, Hyun-jin menemani Ja-young minum-minum.

“Kupastikan, untuk mengambil kembali Hye-na! Meeskipunaku bukanlah ibu yang baik, tapi aku akan merawat dan membesarkannya!” ungkap Ja-young

“Hmm.. aku akan menuliskan artikel yang sangat bagus. Tentang betapa kerasnya usaha seorang ibu mengambil kembali putrinya. Aku pastikan untuk menulisnya dengan sangat akurat dan objektif.. kupastikan untuk menerbitkannya besok..” papar Hyun-jin


“Besok? Bukankah aku menyuruhmu menerbitkannya sekarang?” tanya Ja-young

“Artikel yang bagus, mesti dibuat dengan sungguh-sungguh. Makanya, aku baru bisa menerbbutkannya besok..” jelas Hyun-jin

“Baiklah..” ujar Ja-young


Detektif Chang akhirnya menemukan rekaman CCTV yang menangkap momen ketika Soo-jin dan Hye-na masuk kedalam mobilnya Jin-hong. Mereka pun dengan mudah melihat plat kendaraannya, dan bergegas melacak identitas pemilik serta keberadaanya.


Hari berubah gelap.. Bu Nam menggunting rambut Soo-jin, sementara Hye-na tertawa riang, karena asyik menonton kartun.


Tiba-tiba, Hye-na mengatakan dirinya ingin pergi ke toilet. Soo-jin memintanya untuk menunggu sebentar, biar diantar olehnya. Tapi Hye-na bilang, dirinya bisa pergi sendiri..

“Baiklah, kuncinya ada di pintu. Dan jangan lupa pakai payung karena saljunya cukup deras..” ucap Bu Nam


Toiletnya berada tepat di samping barber shop, Hye-na pastinya berani untuk pergi sendian. Tapi masalahnya.. terlihat Seol-ak yang berdiri memerhatikannya dari kejauhan~


Dalam toilet, Hye-na mendengar suara siulan Seol-ak. Dia kaget, sekaligus takut.. hingga dia pun buru-buru keluar. 


Namun perhatiannya teralih pada seekor kucing kecil, yang terdapat seutas tali merah yang mengikat lehernya. Ketika Hye-na menghampirinya.. kucing itu berlari pergi..


Hye-na mengikutinya.. tapi tiba-tiba dia menunjukkan wajah kaget dan dalam waktu singkat, Hye-na telah lenyap begitu saja..


Dari dalam barber shop, Soo-jin melihat truk putih yang melaju kencang, “Kurasa.. Yoon-bok pergi terlalu lama..” ucapnya panik


Soo-jin berlari keluar dan hanya menemukan payung merah yang tadinya digunakan Hye-na, yang sekarang telah tergeletak begitu saja..


Dia melihat kepergian truk berwarna putih yang telah melaju cukup jauh, “Yoon-bok aaa!” teriaknya panik

KOMENTAR:

Aishhhh... beneran diculik dan ini baru episode 10. Apa yang bakalan Seol-ak lakuin ke Hye-na coba?!?!?!?!?

Btw, rada sebel sama detektif Chang. Dia obsesi banget nangkap Soo-jin, tanpa penah dengerin pendapat juniornya. Tapi yaudahlah, namanya juga drama~

Senenngnya nonton episode ini, ketika dua ibunya Soo-jin sama-sama bantuin Soo-jin. Masing-masing punya caranya tersendiri, dan keduanya sama-sama tulus kok. Meskipun sempet agak marah sama tindakan Youg-shin, tapi semuanya masuk akal. Dan pada momen semacam ini, kayaknya Young-shin faham banget, gimana perasaan Soo-jin yang sadar kalau Hye-na masih punya ibu kandung yang bakalan ngurusin dia, tapi gak bisa balikin Hye-na gitu aja~ 

Duh, meskipun udah tahu cerita masa lalunya kayak gimana, aku sih belum rela kalau tiba-tiba Hye-na balik ke tangan ibu kandungnya.. apalagi setelah denger perkataan Ja-young yang bilang mau ngasih Hye-na buat Soo-jin dan enggak akan sudi buat ngambilnya lagi.. dan kenapa? Alasannya dia apa, sampai bilang ke polisi kayak gitu? Ini orang maunya apaa sihhh?!?!?!
Advertisement

4 komentar

Mbk lanjut ya mbk kutungu updatenya drakor ini keren ku suka

Deg deg an.... Semangat ya cingu

@Sulis mingdep yaaa lanjutannya, ditunggu aja :)

Hyena ah. Sebell sm ja young. Makasihh mimin


EmoticonEmoticon