2/24/2018

SINOPSIS Mother Episode 10 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Mother Episode 10 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Mother Episode 9 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Mother Episode 10 Part 2

Sebelumnya, Hye-na membeli kopi di mini market sendirian. Penjaga toko bertanya, “Ibumu mana?”

“Sedang membeli tiket..” jawab Hye-na 


Setelah mendapatkan kopi latte yang disukainya, Hye-na duduk.. dia termenung, teringat pasa Soo-jin..


Sesaat sebelum pergi, ternyata Hye-na sempat menuliskan sebuah surat untuk Soo-jin yang isinya:


..... ..... ..... ..... .....

Bu, kupikir sekarang saatnya aku untuk pergi,

Aku tak bisa membiarkan ibu berpisah dengan keluarga ibu hanya karenaku,

Aku bahagia ketika menjadi Yoon-bok,

Aku senang, ketika ibu memanggilku, “Yoon-bok aaaa”,

Yoon-bok punya banyak pakaian yang bagus, dan dia bisa makan beresama dengan keluarganya,

Kalau aku menjadi Hye-na lagi, aku ingin Yoon-bok tetap ada pada diriku,

Supaya nanti, ketika kita bertemu lagi.. ibu masih bisa memanggilku Yoon-bok,

Sebentar lagi, aku akan berusia 10 tahun. Kemudian tumbuh dewasa menjadi seperti ibu,

Ketika waktu itu tiba, aku pasti akan bertemu dengan ibu lagi,

Pikirkan hal-hal yang ibu suka, ketika ibu ingin menangis,

Aku menyayangi ibu, sepanjang jarak antara surga dan bumi,

..... ..... ..... ..... .....


Setelah Soo-jin bangun dan membaca surat tersebut, dia bergegas mencari Hye-na.. 


Tak menemukannya dimana pun, maka Soo-jin mendatangi barber shop. Dia menggedor pintu, dan tentunya membuat Bu Nam jadi kaget, “Apa ini? Apa yang terjadi?”

“Yoon-bok tak ada dirumah?! Dia melarikan diri?!” jawab Soo-jin dengan panik


Young-shin serta Hyun-jin telah menbaca surat yang ditinggalkan Hye-na, kemduian datanglah YI-jin yang malah menggerutu: “Anak itu, dia membuat masalah dengan kabur seperti ini!”

Hyun-jin membantah celotehan Yi-jin, dia menyuruhnya untuk membaca surat Hye-na, “Anak itu, pergii bukan atas kemauannya. Tapi kita yang mengusinya!”

Yi-jin khawatir, akan ada orang yang menemukan Hye-na, dan membuat kasus ini jadi membesar. Sementara Hyun-jin khawatir akan kondisi Hye-na, dan Jae-bum ahjussi khwatir akan ada orang jahat yang mengambil Hye-na~


Pada waktu yang bersamaan, terlihat Hye-na yang telah memasuki kereta bawah tanah mengikuti seorang nenek tua.


Bu Nam menyelimuti badan Soo-jin, serta memberikannya minuman hangat. Dia mengatakan, bahwa kemungkinan terbesar Yoon-bok memutuskan untuk pulang ke rumah ibunya,

Soo-jin mengatakan dirinya ingin lanjut mencari Yoon-bok. Bu Nam ingin ikut, akan tetapi Soo-jin melarangnya dan berkata “Bagaimana, kalau Yoon-bok datang kesini? Kurasa, lebih baik jika anda tetap tinggal disini saja..” 


Memiliki pemikiran yang sama, Young-shin pun menebak bahwa Yoon-bok kembali ke ibunya. Tapi Hyun-jin meragukan hal itu, “Mana mungkin anak seusianya, bisa melakukan perjalanan jauh dengan jarak lebh dari 200 kilometer..”

“Bagaimana pun caranya, seorang anak pasti akan menemukan jalan menuju ibunya..” jawab Young-shin


Soo-jin lanjut mencari Hye-na. Tapi baru berjalan beberapa langkah, lewatlah mobil Jin-hong. Dia pun menghampiri Soo-jin, dan langsung memakaikan jaket tebalnya ke badan Soo-jin, “Ada apa? Terjadi masalah apa?” tanyanya


Dari kejauhan, ternyata Seol-ak masih terus mengikuti Soo-jin.


Jin-hong memasangkan infus untuk Young-shin. Pada momen itu, Young-shin mengutarakan perasaannya, yang benar-benar takut mati, “Aku menyesal.. aku merasa bersalah.. karena telah membuat putriku menangis seperti itu~”


Soo-jin berganti pakaian, dan tak sengaja dia menemukan catatan kebahagiaan milik Hye-na yang isisnya tentang stasiun kereta. Maka bergegas, dia pun herdak pergi kesana.


Di tangga, Soo-jin bertemu dengan Jin-hong yang tentunya langsung menawarkan diri untuk memberi tumpangan sekaligus membantu mencari Hye-na. Hyun-jin serta Jae-bum juga, berinisiatif untuk membantunya,


Hye-na telah sampai di stasiun pemberhentian. Entah kemana lagi dia akan pergi, namun dia terus berjalan sendirian..


Dalam perjalanan, Soo-jin menceritakan semuanya paa Jin-hong, “Kalau aku membiarkan Hye-na pulang ke rumahnya sekarang, maka aku tak lagi berhak untuk menjadi ibunya..” ujarnya pilu


Jin-hong menggenggam tangan Soo-jin, untuk memberinya semangat dan memintanya tetap fokus dalam pencarian Hye-na.


Dam masih.. dari belakang, Seol-ak mengikuti pergerakan mereka~


Ja-young dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Dia mengakui semuanya.. tapi pengakuannya agak bias, karena dia mencampurkan fakta dengan kebohongan yang agak dilebih-lebihkan.


Dia menunjukkan seluruh bukti dan alasan dirinya bisa mengetahui bahwa Soo-jin yang telah menculik Hye-na. Dari mulai buku catatan.. kemudian data-data dari internet tentang Soo-jin.. dia pun bercerita egenai pertemuannya dengan Hye-na.


Detektif Chang heran, dia pun bertanya: “Kalau anda telah bertemu dengan Hye-na, kenapa anda tidak membawanya pulang bersama dengan anda?!”

Ja-young terlihat agak gugup.. tapi kemudian, dengan suara bergetar menahan tangis, dia mengatakan Soo-jin tak mau mengembalikan Hye-na padanya dan telah menghasut Hye-na hingga membuatnya menolak untuk kembali kepadanya.


Interogasinya selesai, detektif Chang belum memiliki spekulasi apapun. Tapi juniornya, meyakini ada yang janggal dengan sosok Ja-young, “Bukankah, pada situasi seperti ini seharusnya seorang anak ingin kembali pada ibunya? Tapi.. kenapa dia malah ingin tinggal bersama dengan gurunya?”

“Entahlah.. kita harus memastikan fakta itu setelah bertemu dengan anaknya secara langsung..”


Hye-na berjalan mengikuti seorang ibu beserta anaknya. Tapi kemudian, anak-anak menyadari keberadaan Hye-na yang terus mengikuti mereka, “Heh.. kenapa kamu terus mengikuti kita?”

Hye-na diam tak menjawab, kemudian ketika diatanya: “Ibu kamu mana?”


Hye-na langsung melihat ke satu arah, lalu berteriak, “Ibu...” dan kemudian dia berlari pergi menuju toilet.


Jin-hong dan Soo-jin akirnya tiba di stasiun, begitu pun dengan Seol-ak~


Hye-na sendiri, setelah beberapa saat bersembunyi dalam toilet.. dia kemudian mencari tempat aman. Akhirnya dia duduk disamping seorang kakek yang tengah tertidur lelap.


Jin-hong dan Soo-jin berpencar, sementara Seol-ak juga berkeliling disekitar stasiun. Dikejar oleh waktu yang terus berjalan, mereka beradu cepat mencari keberadaan Hye-na..


Ternyata.. Hye-na sedang membeli tiket dari mesin. Sepertinya, dia ingin pergi ke Mooryung~


Sial, karena Seol-ak lah orang yang pertama menemukannya. Perlahan, dia berjalan menuju Hye-na..


Namun beruntung, karena pada waktu bersamaan, Soo-jin muncul dan langsung berlari dan berteriak memanggil, “Yoon-bok aaaaa!!!!!”


Hye-na menunjukkan tiket yang dibelinya sendiri, lalu mengatakan bahwa dirinya akan pulang kerumah. Soo-jin bertanya kenapa, dan berharap Hye-na bisa tetap tinggal bersamanya.

“Karena aku.. ibu harus berpisah dengan keluarga ibu dan tak bisa bertemu dengan mereka lagi... Karenaku, hidup ibu jadi susah..” ucap Hye-na

Soo-jin menyanggah pernyataan tersebut, “Ibu adalah seorang ilmuan..” tegasnya, “Ibu telah memperkirakan seluruh kemungkinan yang terjadi. Dari mulai tertangkap polisi hingga berpisah dengan keluarga. Jadi ini semua bukan salah kamu..”

“Tapi kenapa seperti ini?” tanya Hye-na

“Kamu kamu pun sama.. kamu bersedia meninggalkan semuanya untuk pergi dengan ibu..” jawab Soo-jin


Serentak, air mata tak lagi tertahankan.. mereka memeluk satu sama lain dengan erat. Soo-jin mengatakan dirinya merasa bersalah, karena lupa akan kemungkinan ini.. maka seharusnya dia memeluk Hye-na lebih erat,

“Tak apa kalau kamu ingin kabur lagi.. karena ibu akan selalu mencari dan menemukanmu..” ucap Soo-jin


Detektif Chang serta juniornya, memcau mobil mereka menuju kediaman Young-shin,


Di waktu bersamaan, Soo-jin tengah meminta maaf pada Young-hin. Namun, dia membiarrkan Hye-na menunggu di mobil Jin-hong. Alasannya, karena Soo-jin tak ingin Hye-na terlalu sering meminta maaf pada orang dewasa, “Dia tak melakukan kesalahan apa pun, kita lah yang bersalah~” tambahnya

“Jangan mendidik anakmu seperti itu! Kalau memang dia bersalah, harusnya dia minta maaf! Jangan mentang-mentang kita sudah tak ada ikatan keluarga dan kamu bersikap seperti ini!” keluh Yi-jin


Young-shin memotong pembicaraan mereka, dia menyuruh Yi-jin untuk pergi dan mengantar anak-anak pergi ke TK. 

“Maafkan aku, Yi-jin aa..” ucap Soo-jin

‘Hati-hati di jalan, eonni.. mungkin, ini akan menjadi kelai terakhirnya aku memanggilmu dengan sebutan itu...” ujar Yi-jin yang kemudian berjalan pergi
Advertisement


EmoticonEmoticon