2/25/2018

SINOPSIS Misty Episode 7 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Misty Episode 7 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Misty Episode 7 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Misty Episode 7 Part 4

Tae Wook sudah berjalan lebih dulu, mendadak Eun Joo kesakitan sambil memegang perutnya.


Detektif Junior melaporkan kalau dia sudah menemukan lokasi di mana Hye Ran berada saat ini. Dia mendapatkannya dari SNS, seseorang memposting foto Hye Ran (dengan hastag) sedang berada di QS Park, yaitu sebuah mall yang baru saja dibuka. Detektif Senior tampak kebingungan dengan cara yang digunakan oleh juniornya.


Mereka berdua lalu mengintai Hye Ran yang sedang duduk dan tampak menunggu seseorang.
Senior: “Siapa yang dia tunggu di tempat seramai ini?”
Junior: “Apa mungkin, Baek Dong Hyun... Itu akan membuat segalanya makin seru kan?”


Hye Ran sangat terkejut saan Han Young Ho datang tapi hanya melewatinya saja. Sembari berjalan, dia meletakkan sebuah chip di hadapan Hye Ran yang masih tertegun. Matanya berkaca-kaca, dia memanggil pria itu dengan nama Myung Woo.


Kemudian Hye Ran berdiri dan segera pergi. Kedua detektif itu kebingungan kenapa Hye Ran pergi begitu saja. Mereka melihat Hye Ran mengendarai mobilnya, Detektif Senior meminta juniornya untuk mendapatkan rekaman CCTV dari tempat Go Hye Ran duduk. Dia yakin ada sesuatu yang dilewatkannya, walaupun dia tidak melihat apapun dengan mata kepalanya.


Hye Ran dengan tergesa-gesa mengambil tablet dari mejanya, dan berpapasan dengan Han Ji Won. Hye Ran menuju toilet dan membuka chip yang diberikan Han Young Ho, chip itu berisi foto-fotonya dengan Kevin Lee saat berada di Thailand.


Hye Ran menelepon penjara dan mendapatkan informasi bahwa narapidana bernama Ha Myung Woo telah bebas.


Flashback. Saat itu Hye Ran masih menjadi pelajar, dia datang ke penjara tapi tidak bisa menemui Ha Myung Woo. Dia tidak mau menerima kunjungan dari Hye Ran.
Sipir: “Apa dia ingin orang yang dia sukai melihatnya seperti ini? Dia mungkin masih muda, tapi dia tetap seorang pria. Dia tidak ingin orang yang dia sukai melihatnya seperti ini. Saat kau dewasa nanti kembalilah kemari oke?”


Hye Ran sudah lebih dewasa saat itu, dia datang lagi ke penjara dan Myung Woo masih tidak mau menemuinya. Hye Ran hanya menitipkan sebuah surat kepada sipir tahanan.


Di depan penjara Hye Ran berdiri sambil memandang rumah tahanan.
“Tetap saja, Aku tidak akan melupakanmu.”
Siapa pria itu sebenarnya, apakah dia mantan kekasih Hye Ran?


Myung Woo menangis tapi tersenyum membaca undangan pernikahan Hye Ran dan Tae Wook.


Hye Ran membuangn chip itu ke dalam wc.


Dokter mengatakan tidak ada masalah dengan Eun Joo dan bayinya, bayinya tumbuh dengan baik. Dokter bertanya apakah dia merasakan sakit perut, Eun Joo mengatakan dia baik-baik saja. Sepertinya Eun Joo hanya berpura-pura.


Eun Joo keluar dari ruang periksa dan melihat Tae Wook sedang duduk menunggunya. Tapi Eun Joo berhalusinasi kalau Kevin Lee lah yang duduk di sana lalu tersenyum padanya.


Tae Wook menghampiri Eun Joo tapi dia masih melihat Kevin Lee lah yang menghampirinya. Saat Tae Wook berbicara, Eun Joo baru tersadar dari lamunannya. Tae Wook bertanya bagaimana hasil pemeriksaannya, Eun Joo berkata semua baik-baik saja, dan bayinya sehat.


Saat berada di dalam mobil, Eun Joo mencurahkan perasaannya saat ini.
“Kami pergi ke AS tanpa apa-apa. Kami tidak mengenal siapapun. Kami juga tidak punya uang, tapi masih baik-baik saja. Aku tidak sendiri. Ada suamiku di sampingku. Tapi sekarang... Aku tidak tahu harus bagaimana. Aku juga tidak tahu bagaimana cara menjalani hidup.”
Tae Wook tidak mengatakan apapun, dia hanya sedikit tersenyum lalu memutar lagu Bob Dylan - Knocking on Heavens Door.


Melihat Tae Wook memutar lagu itu, Eun Joo lalu mengatakan kalau Tae Wook pasti sangat mencintai Hye Ran, lagi-lagi Tae Wook hanya tersenyum.
“Aku yakin Kau sangat mencintainya. Hye Ran layak dicintai. Dia cantik dan cerdas. Dia tahu persis keinginannya. Dia sudah seperti itu sejak SMA. Dia sangat populer di kalangan anak laki-laki, tentu saja. Jadi, tidak ada yang tahu... Seberapa keras Hye Ran harus bekerja menjalani hidupnya.”
Sepertinya Tae Wook tidak tahu banyak tentang masa lalu Hye Ran, lalu Eun Joo mencibirnya.
“Aku mengerti. Seperti Hye Ran tidak mau.” Ucap Eun Joo dengan ekspresi yang tidak menyenangkan.


Pada rapat mingguan, Han Ji Won membahas tentang sebuah tempat gym yang sedang dibangun lalu ambruk dan banyak orang-orang yang tertimbun. Perusahaan konstruksi yang membangunnya sama dengan perusahaan yang membangun apartemen yang ambruk di Busan tahun lalu.
Dae Woong: “Perusahaan itu tujuannya apa sih untuk membangun atau membuat bangunan runtuh?”
Han Ji Won: “Pemasok materialnya dulu juga sama seperti yang mereka gunakan saat ini.”
Dae Woong: “Sangat jelas. Mereka menggunakan subkontraktor dan menggunakan matetrialnya. Apa kita harus mengekspos mereka? Siapa mereka?”
Han Ji Won: “Konstruksi Kanghae bertanggung jawab untuk tenaga kerja dan konstruksi. Hwanil Steel bertanggung jawab untuk material bangunan.”
Dae Woong: “Kanghae adalah cabang konstruksi Hwanil Steel.”


Hye Ran lalu menyarankan agar memberitakan hal tersebut, tapi Dae Woong tidak menyukai ide Hye Ran.
Dae Woong: “Kenapa denganmu? Kau ingin Han Ji Won yang membacakan beritanya?”
Pak Jang: “Konstruksi jelek menggunakan subkontraktor adalah masalah kronis. Kami sudah melihat berita ini selama bertahun-tahun. Ini bukan hal baru atau menyenangkan.”
Hye Ran: “Kau benar kalau itu bukan hal baru. Tapi, berita itu bukan program untuk mengenalkan produk atau tren baru. Jika itu memang masalah kronis yang sudah ada selama bertahun-tahun... bukankah harusnya kita mengatasinya? Berita bukan untuk bersenang-senang. Entah kita bersenang-senang atau tidak, kita perlu bertindak.”
Semua terdiam dengan pernyataan Hye Ran, lalu Pak Jang mengatakan secara tidak sadar hal ini akan menyebabkan kekacauan di siaran berita mereka.


Dengan tajam Hye Ran lalu memandang Han Ji Won dan berbicara padanya.
“Kau dengar dia kan? Apa yang perlu kau lakukan agar siaran beritanya tidak menimbulkan kekacauan? Kau harus menggali dan menemukan suatu masalah yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Gali dengan benar dan temukan masalah yang ingin kau beritakan. Lakukan pekerjaan dengan benar.”
Hye Ran lalu menyibukkan diri dengan membereskan kertas-kertas di hadapannya, sementara yang lainnya dibuat tercengang.


Saat sedang membuat minuman, Han Ji Won menghampiri Hye Ran. Dia bertanya apa mkasud Hye Ran melakukan itu padanya.
Hye Ran: “Aku memberitahu seorang reporter untuk membuat pemberitaannya. Aku memberitahumu untuk melakukan pekerjaanmu. Kau bilang kau menginginkan kursiku. Jadi, buktikan kemampuanmu. Keterampilanmu tidak dimulai di meja kerja. Kau tahu kalau kau itu perlu mempelajarinya di lapangan.”
Han Ji Won: “Itu hal yang kau katakan pada junior yang kau hargai. Tapi junior itu bukan aku. Kau kan membenciku.”
Hye Ran: “Benar aku membencimu. Kau pintar dan kau punya semangat. Kau terfokus pada hal yang salah dan melakukan hal-hal yang tidak berguna. Lakukan pekerjaan dengan benar di pemberitaan ini. Jadilah adil dan tidak memihak. Letakkan harga dirimu sebagai reporter sebagai prioritas pertamamu. Seperti yang kau katakan... Kursi itu bukan milikku selamanya. Jika kau duduk di kursiku di sana dan kau tidak lebih baik dariku... Kupikir aku akan sangat marah.”


Pembicaraan mereka terputus karena Kwak Ki Suk memanggil Hye Ran. Hye Ran lalu menyerahkan minumannya pada Han Ji Won.
“Bekerja keraslah.”


Reporter Kwak memberikan flashdisk kepada Hye Ran, itu adalah vudeo yang dimintanya. Awalnya Reporter Kwak enggan memberikannya dan meminta Hye Ran memberitahunya apa rencananya dengan video itu. Hye Ran hanya mengatakan dia melakukan sesuatu yang baik.
Ki Suk: “Adil dan tidak memihak. Kau mengatakan ini dengan harga dirimu sebagai prioritas utama, kan?
Hye Ran: “Aku tidak bisa bilang apapun di depan yang lain. Adil dan tidak memihak. Tentu saja. Berhentilah mengkhawatirkan omong kosong. Kembalilah ke pekerjaan aslimu.”


Hye Ran sudah berjalan tapi dia menoleh dan mengatakan sesuatu.
“Pemberitaan tentang pembuangan limbah pabrik... itu bagus.”
Ki Suk sangat senang mendapat pujian dari Hye Ran.


Hye Ran berada di suatu tampat sambil menggengam flashdisk yang diberikan Ki Suk. Dia teringat ucapan Reporter Yoon.
“Dia sudah mengumumkan kalau dia mengundurkan diri hari Senin. Hari ini, mereka melakukan tawaran verbal. Mereka bertemu di sebuah restoran Jepang di Gangnam agar kontraknya diresmikan. Tapi sayangnya. Kupikir kau harus mencoba mendapatkannya lain kali.”
Dalam hatinya, Hye Ran mengatakan tidak ada waktu lagi baginya.


Seorang pria sedang membasuh tangannya, dan dia dikejutkan tiba-tiba ada yang memberikan tissue padanya.


Hye Ran muncul di samping Jun Hyung Sung yang datang untuk bertemu dengan Sekretaris Choi Hyung Shik. Hye Ran bertanya apa Jun Hyung Sung sudha terpilih sebagai juru bicara Blue House, dia bertanya apa yang Hye Ran inginkan. Lalu Hye Ran mengatakan apa Sekertaris Choi Hyung Shik tahu, kalau dari tahun 2014 sampai 2016 Jun Hyung Sung merupakan bagian dari sekelompok pejabat tinggi pemerintah dan ahli waris yang kaya. Jun Hyung Sung mengambil bagian dalam perjudian ilegal dan bersenang-senang dengan pelacur.
Pria itu terkejut dan mengatakan kalau penyelidikan itu sudah ditutup dan kenapa mengungkitnya sekarang. Hye Ran mengatakan pada September 2016, jaksa sedang menyelidiki perjudian ilegal di Macau, mereka tahu kalau penyiar saat iti “J” juga terlibat.


Hye Ran lalu menunjukkan flashdisk yang dipegangnya, yang berisi file CCTV di Macau.
“Kau ingin mengalami rasa malu tingkat tinggi dan kehilangan microphone mu? Atau kau bisa bilang kalau, ‘Rumah Biru bukan untukku’. Menolak pekerjaan dengan bermartabat dan menyerah secara sukarela.”
“Dan jika aku menolak posisinya? Kau pikir posisi itu akan jadi milikmu? Kenapa kau tidak pedulikan dirimu saja? Kudengar jaksa penuntut sedang menyelidikimu.”
“Itu masih berlangsung. Penyelidikannya belum selesai. Perjudian, perempuan... Semuanya baik. Setidaknya, bukankah seharusnya kau mendukung partai itu? Begitu partai baru berkuasa, Kau mengalihkan dukunganmu ke yang baru. Menurutmu, itu salah, kan? Apa iya kau mendukung sepenuhnya prinsip-prinsip pemerintahan ini?”
“Ahhh, apa maumu?!”
“Menurutmu? Kau tidak tahu partai mana yang kau dukung, kau dengan cepat merubah dukunganmu. Sekarang setelah kau ditawari posisi sekretaris pers... Kau mengabaikan partai yang dulu kau gunakan sebagai juru bicaramu. Aku melihatmu sebagai pemburu kesempatan yang menginginkan kekuasaan.”
“Bagaimana denganmu?! Menurutmu, kau sangat sempurna?!”
“Setidaknya, Aku sempurna saat menyiarkan berita. Saat hari dimana kau akan diumumkan sebagai sekretaris pers... News Nine akan melakukan menyiarkan berita tentang perjudian ilegal. Ini akan jadi headline, jadi sebaiknya kau bersiaplah.”


Sebelum pergi, Hye Ran meletakkan flashdisk yang dibawanya dan membuat Jun Hyung Sung sangat marah karena tersudut oleh ulah Hye Ran yang sangat ambisius.


Sekretaris Choi Hyung Shik tertegun, dia sepertinya baru saja mendengar berita yang mengejutkan. Hye Ran berada di mobilnya, saat Sekretaris Choi Hyung Shik menelponnya, Hye Ran mengabaikannya.


Detektif Senior sedang memeriksa rekaman CCTV, lalu juniornya menghampirinya dan memberitahu Baek Young Hyun datang ke kantor.


Detektif bertanya pada Baek Young Hyun kenapa saat itu dia lari darinya.
“Kupikir Go Hye Ran mengubahku. Aku sudah mengancam Go Hye Ran.”
“Kenapa Kau mengancam Go Hye Ran? Kau punya sesuatu?”
Baek Dong Hyun hanya diam saja, hingga detektif membentaknya. Dia hanya mengatakan dia mengancam Hye Ran karena membutuhkan uang.
“Semua orang bilang Go Hye Ran tersangkanya. Kupikir jika aku berpura-pura punya sesuatu, dia akan merasa takut.”


Han Myung Woo membuat Baek Young Hyun berulang-ulang mengucapkan “Aku hanya butuh uang.” Dengan terus menerus. Sampai akhirnya Baek Young Hyun menangis ketakutan.
“Kumohon percayalah padaku. Aku sangat membutuhkan uang.”


“Kumohon percayalah padaku. Aku sangat membutuhkan uang. Jadi, Aku mengancam Go Hye Ran, yang salah dituduh. Maafkan Aku. Aku akan menerima hukumanku.” Dia kembali menangis di hadapan detektif. Detektif tidak mempercayai ucapannya, dan bertanya apakah dia sedang diancam.


Han Myung Woo berada di kamar tempat kakak Bae Young Hyun dirawat, dia menelpon Tae Wook dan mengatakan tidak perlu khawatir, dia sudah mengurusnya.


Detektif terus mendesaknya agar Baek Young Hyun mengakui kalau dia sedang diancam. Apakah Go Hye Ran yang mengancamnya.
“Maaf, Aku hanya butuh uang.” Ucap Baek Young Hyun dengan ketakutan.
Advertisement


EmoticonEmoticon