2/20/2018

SINOPSIS Misty Episode 6 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Misty Episode 6 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Misty Episode 6 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Misty Episode 6 Part 4

Pak Jung sedang mewawancarai Han Young Ho yang melamar pekerjaan di kantor Kang Tae Wook. Dia sangat terkejut dan ketakutan saat mengetahui Han Young Ho adalah mantan napi yang dipenjara selama 19 tahun karena pembunuhan. Dia juga bingung, harus memberi selamat karena sudah keluar dari penjara, atau harus merasa kasihan karena begitu lama di dalam tahanan.


Jaksa Byun dan istrinya, Lee Yeon Jung juga datang ke acara Malam Hukum Kemasyarakatan. Istrinya sangat yakin kalau dia akan bisa masuk ke Klub “Gold Door”, tapi Jaksa Byun belum tahu apa yang akan terjadi.

“Kau bilang CEO Kang Yool menyuruhmu datang kemari. Dia mungkin ingin memberimu tempat rekanan di biro hukumnya. Kau perlu menikmati hidup, tidak bekerja sekeras jaksa. Jujur saja, apa ada orang yang sebagus dirimu?”


Kemudian seorang wanita membisikkan sesuatu pada Lee Yeon Jung, dan mereka semua menoleh. Semua orang yang ada di tempat itu mengalihkan perhatian mereka pada Tae Wook yang datang bersama Hye Ran.


Hye Ran mengatakan kalau dia merasa seolah-olah orang-orang mengabaikan mereka.
“Tidak apa-apa. Kita juga bisa mengabaikannya.” Ucap Tae Wook lalu tersenyum pada Hye Ran.


Semua orang makin terkejut karena seorang pria yang mereka hormati, memanggil Tae Wook lalu menghampirinya.


CEO firma hukum Kang Yool, Kang In Han. sangat senang bertemu Tae Wook karena sudah 5 tahun mereka tidak bertemu, setelah Tae Wook memilih menjadi pengacara umum. Tae Wook lalu memperkenalkan Hye Ran pada CEO, Kang In Han mengatakan dia adalah orang yang menonton News Nine.


Jaksa Byun sangat kesal melihat kedekatan Tae Wook dan CEO Kang, dia lalu pergi meninggalkan istrinya.


Dua orang wanita menghampiri Lee Yeon Jung, menanyakan nasib Jaksa Byun. Mereka juga mengumpat kalau Hye Ran adalah orang gila yang tidak tahu tempat apa ini.


Ketiga wanita itu memperhatikan Tae Wook yang sedang diperkenalkan kepada rekan-rekan CEO Kang.


Hye Ran menunggu Tae Wook yang diajak oleh CEO masuk ke sebuah ruangan eksklusif. Itu adalah ruangan di mana anggota Gold Door Club berkumpul. Hye Ran tampak sangat bangga melihat suaminya bisa memasuki ruangan itu.


Flashback. Reporter Yoon memberitahu Hye Ran tentang Gold Door Club. Yaitu perkumpulan yang semua anggotanya adalah hakim. Mereka adalah lulusan Sekolah Pascasarjana Universitas Korea membuat ikatan kelompok mereka kuat. Mereka bilang otoritas kehakiman Korea dan dasar media dibuat di sana. Gold Door Club adalah klub dengan kekuatan yang mutlak.

“Jika suamimu bisa mempengaruhi orang-orang di sana... maka situasinya game over.”
“Bagaimana bisa pembela umum melakukannya?”
“Mereka bilang kalau ayah Tae Wook adalah anggota pendiri Gold Door Club. Kau tahu seberapa baik mereka merawat anak generasi kedua kan? Jika Tae Wook ingin melakukannya, memenangkan hati petinggi-petinggi itu... sangat mudah baginya.”


CEO Kang memperkenalkan Tae Wook dengan seorang pria bernama Jung Dae Han, dia dulu bekerja di MA. Dan juga mantan sekretaris senior di Blue House. Pria itu sangat senang mengetahui Tae Wook adalah putra Hakim Kang Han Soo.


Kemudian Tae Wook juga diperkenalkan dengan Wakil Presiden TV Song Nak Joon, yang juga merasa senang berkenalan dengan Tae Wook karena dia adalah putra hakim Kang Han Soo.
“Senang bertemu denganmu akhirnya. Aku sering mendengar tentangmu dari istriku.”
CEO Kang memberitahunya bahwa istri Tae Wook adalah Go Hye Ran. Awalnya wajahnya tampak senang, tapi setelah mengetahui Kang Tae Wook adalah suami Hye Ran dia sedikit tercengang.
Song Nak Jon lalu membicarakan gosip yang beredar saat ini, dia pikir Tae Wook menghawatirkan Hye Ran dengan adanya gosip itu. Tapi Tae Wook mengatakan itu hanya gosip. Tidak ada kebenaran, tapi targetnya adalah penderitaan.
“Bukan hanya target. Stasiun tv kami juga menderita. Setiap hari, kami mendapatkan begitu banyak pesan. Publik beropini kita harus mengganti penyiarnya.”
“Pendapat publik biasanya mengikuti keinginan orang yang bertanggung jawab. Selalu ada kemungkinkan untuk mengubahnya.”
“Itu tidak bisa... Apa mungkin kau di sini untuk mengajukan permintaan mewakili keluargamu?”


Tae Wook mengatakan dulu saat dia menjadi jaksa di Seoul Pusat, putra Song Nak Jon didakwa melakukan kejahatan narkoba. Wajahnya langsung berubah karena Tae Wook mengungkit hal itu.
“Saat itu... dia tidak didakwa karena kurangnya bukti. Aku ingat kau sedikit menderita.”
“Oh, sekarang Aku ingat. Jaksa dalam kasus itu kau, kan?” CEO Kang pun secara kebetulan menguatkan posisi Tae Wook saat ini.
“Ini bukan permintaan. Aku dengan sopan meminta bantuan Anda. Percayalah pada penyiar Go Hye Ran dan awasi dia.” Ucap Tae Wook dengan sangat sopan.


Jaksa Byun sangat kesal dengan situasi ini, dia menghabiskan cukup banyak minuman beralkohol.


Lee Yeon Jung menatap tajam Hye Ran yang sedang menggangukkan kepala padanya. Lalu dua wanita yang bersama Lee Yeon Jung saling membicarakan Tae Wook yang berhasil masuk ke ruangan eksklusif itu.
“Bukankah hari ini harusnya Jaksa Byun ada di sana? Yeon Jung bekerja sangat keras untuk mendapatkan Jaksa Byun di sana.”
“Aku tidak tahu kalau putra mantan hakim agung bisa punya kekuatan sebanyak ini.”
“Kang Han Soo bukan hanya mantan hakim agung. Apa yang akan dilakukan suamimu, Yeon Jung?”


Hye Ran kemudian mendapat pesan ancaman lagi di ponselnya.
“Sepertinya hari ini, kau harus lebih berusaha. Hei, pembunuh. Hari ini, kau sangat cantik. Haruskah aku mengungkapkan bukti kalau kau seorang pembunuh di sini? Ini akan menyenangkan.”


Hye Ran lalu menyisir seluruh sudut ruangan itu dan kebetulan melihat seorang pria yang tampak mencurigakan di lantai atas. Pria itu pergi setelah Hye Ran melihatnya.


Hye Ran pun mengikuti kemana pria itu pergi.


Hye Ran mengejar pria itu sampai dia menuruni tangga. Tapi Hye Ran terpaksa harus berhenti karena kakinya terkilir saat mengejarnya. Pria itu sudah jauh berada di bawah Hye Ran. Dia mendongak dan Hye Ran mengenali wajahnya, dia adalah manager Kevin Lee yang bernama Baek Dong Hyun.


Hye Ran ingat dia adalah pria yang “merebut” Eun Joo saat Hye Ran memeluk bahu Eun Joo dan jalan bersamanya seusai kremasi.


CEO Kang sedang berbicara dengan Tae Wook di tempat yang jauh dari keramaian. Tapi tanpa mereka sadari, Jaksa Byun mendengarkan pembicaraan mereka.
“Tugas penyiar Go Hye Ran akan aman untuk saat ini. Tentu saja, itu tergantung padanya jika dia tidak bersalah dalam kasus ini.”
“Hasil otopsi tidak meyakinkan.”
“Bergantung pada bagaimana kau melihatnya, bisa diserahkan ke jaksa. Apa yang kau inginkan?”
“Tidak ada dakwaan. Lagipula, kita kekurangan bukti. Ini kasus yang tidak punya bukti, jadi dia tidak akan didakwa.”
“Jadi, kenapa kau melakukan ini? Apa ada aspek lain?”
“Aku ingin semua aspke lain disertakan. Aku ingin ini terkubur seperti tidak pernah ada yang terjadi. Bisakah anda melakukan ini untukku?”


Dengan kaki yang sakit, Hye Ran berjalan tertatih mengikuti Baek Dong Hyun. Walapun Hye Ran tidak tahu di mana dia bersembunyi, dia tetap berteriak pada pria itu.
“Kau manajernya Lee Jae Young kan? Benarkan? Berhenti bersembunyi dan keluar. Apa yang kau inginkan dariku?”


Tae Wook tidak melihat di mana Hye Ran berada lalu dia meneleponnya.


Tae Wook menghampiri Hye Ran yang sedang berdiri di depan mobilnya yang sudah di tulis dengan cat semprot “Go Hye Ran seorang pembunuh”.
Hye Ran mengatakan dia tidak melihat siapa pelakunya. Dia hanya mengaku melihat pria yang bertingkah aneh di pesta jadi dia mengikutinya lalu kehilangan jejaknya. Tae Wook sepertinya tahu Hye Ran mendapat ancaman, Hye Ran berkilah dia ingin menyembunyikannya.
“Aku tidak ingin memberitahumu hal ini. Aku sudah cukup membebanimu. Sampai sejauh ini... Aku masih bisa menangani sendiri. Aku baik-baik saja. Aku tidak akan membiarkan dia lolos begitu saja. Siapapun yang main-main denganku seperti ini. Aku tidak akan membiarkan dia lolos begitu saja.”
Hye Ran lalu berjalan menuju pintu masuk, Tae Wook memperhatikannya sambil memikirkan sesuatu.


Tae Wook sedang memeriksa rekaman CCTV yang menunjukkan gerak gerik pria itu. Sepertinya dia sangat mengenali letak CCTV karena di beberapa tempat dia sengaja menutup wajahnya.


Di salah satu kamera, wajah Baek Dong Hyun tertangkap kamera dengan jelas.


Reporter Yoon memberikan data diri Baek Dong Hyun kepada Hye Ran. Dia mengatakan kalau hidup pria itu sangat menyedihkan.
“Aku tidak bisa melihatnya tanpa air mata. Bukankah sudah jelas mengapa dia mengancammu?”
Pria itu mempunyai catatan mengenmudi sambil mabuk, tidak membayar tagihan restoran, dan penggelapan dana. Saudarinya bernama Baek Seon Hee yang sedang menderita penyakit ginjal. Saat in Baek Dong Hyun sedang dililit hutang karena perjudian.


Pak Jung sangat senang Tae Wook sudah datang ke kantor. Dia menyambutnya dengan antusias, karena dia mengatakan ada masalah besar di kantornya.


Pak Jang menunjuk pada pria misterius yang sedang duduk membelakangi mereka.
“Ya, eh... aku menjelaskan padanya sangat jelas. Tapi... Kami hanya mempekerjakan orang-orang yang memiliki moralitas dan rasa keadilan yang solid. Aku menyuruhnya pergi. Mungkin telinganya terpasang. Tapi dia tidak mengerti. Dia sudah datang sejak kemarin dan hanya duduk di sana. Bagaimana ini?”
Pak Jung lalu memberikan data diri pria itu dan mengatakan data itu tidak ada gunanya, hanya omong kosong. Karena hanya ada catatan telah melakukan pembunuhan, selain itu selembar sertifikat hukum. Tae Wook tidak merasa takut, dia justru meminta Pak Jung untuk segera datang ke pengadilan.


Sebelum dia pergi, Pak Jang mengatakan akan segera kembali dengan suara yang sengaja dikencangkan. Lalu memberi kode untuk berhati-hati kepada Tae Wook.


Jaksa Byun Woo Hyun bertemu dengan detektif yang menangani kasus kematian Kevin Lee. Dia sengaja mengundang detektif itu untuk datang menemuinya.
“Kenapa Kau ingin bertemu denganku, Jaksa Byun?”
“Kau yang menangani kasus Go Hye Ran, kan?”
“Maksudmu kasus Kevin Lee?”
“Kudengar Go Hye Ran itu tersangka utama. Aku tertarik dengan hal itu. Bisa Kau ceritakan tentang kasus ini?”


Dengan sopan Tae Wook menginterview Han Young Ho. Dia mengkonfirmasi apa benar Han Young Ho adalah lulusan hukum dan juga mantan narapidana karena pembunuhan. Tapi Han Young Ho tidak mau berbasa basi, dia langsung mengutarakan maksudnya.
“Aku melihat daftar yang bilang kalau kau mencari pekerja keras. Dan aku butuh pekerjaan sekarang juga.”
“Itu kebetulan atau pembunuhan terencana?”
“Dia orang yang mengganggu orang lemah hanya karena dia punya uang. Temanku adalah korbannya. Aku tidak hanya bisa berdiam diri dan menyaksikannya.”


Tae Wook menghela nafasnya lalu bertanya apa yang bisa dilakukan pria itu. tapi dia malah balik bertanya pada Tae Wook.
“Kau butuh apa dariku?”
“Kau bisa menemukan dia?” Tae Wook memberikan foto Baek Dong Hyun.


Han Young Ho mengenali wajah Baek Dong Hyun. Saat dia mengintai kremasi Kevin Lee, dia melihat Baek Dong Hyun berusaha menjauhkan Hye Ran dari Eun Joo.
Advertisement


EmoticonEmoticon