2/18/2018

SINOPSIS Misty Episode 5 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Misty Episode 5 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Misty Episode 5 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Misty Episode 5 Part 4

Dalam perjalanan pulang, Tae Wook hanya memejamkan mata. Tapi dia tahu saat asistennya ingin mengatakan sesuatu.
“Ada apa? Katakan saja.”
“Uh, ya, ya. Sejujurnya... Suasana hati di luar sana tidak baik. Tentu saja, aku percaya pada penyiar Go Hye Ran. Aku sudah lihat betapa dia mencintaimu. Mengapa dia bersama pegolf itu? Omong kosong saja. Orang bergosip keterlaluan. Kemanapun kau pergi, mereka akan bergosip. Mereka tidak tahu apa-apa. Apa ini kebetulan tahun kesialanmu saat tahun kelahiranmu? Lagipula, kemanapun kau pergi...”
Tae Wook tidak berkomentar, dia menjawab telepon dari ibunya.


Reporter Yoon bercerita pada Hye Ran, saat menemui Tae Wook dia tampak sangat lelah.
“Kau sudah bicara dengannya? Kau harus menghiburnya.”
“Sekarang Aku juga sibuk.”
“Ini bukan saatnya memasang jurang pemisah. Dalam situasi ini, Tae Wook satu-satunya orang yang akan ada di pihakmu. Bicara padanya...”
“Aku tutup teleponnya.”
Hye Ran menutup teleponnya dan hanya diam termenung.


Ibu Tae Wook sepertinya menyalahkannya yang tidak mengurus tumah tangganya dengan baik. Dia merasa sangat malu hingga tidak bisa menahan untuk memperingatkan Tae Wook. Tae Wook meminta ibunya agar tidak mendengarkan omongan orang, Hye Ran hanya bertindak sebagai saksi dalam kasus ini.
“Aturlah segala hal dan berpisah baik-baik. Aku tidak ingin lagi melihatnya. Aku tidak bisa membiarkannya kali ini.”


Tae Wook mendegar dua orang dibelakangnya sedang membicarakan Hye Ran.
“Go Hye Ran dan Kevin Lee. Kau iri padanya? Kau harus berhenti bermain sepak bola dan golf. Bahkan wanita dingin seperti Go Hye Ran jatuh cinta padanya.”
“Mereka bahkan pergi ke luar negeri bersama. Aku juga dengar hal-hal yang gila. Apa mereka tidur bersama?”
“Suami teman sepupu temanku adalah bagian dari kru disana. Mereka rupanya berbagi kamar yang sama.”
“Menurutmu Go Hye Ran menggodanya, atau Apa Kevin Lee yang menggodanya?”
“Sudah jelas kan? Kau pernah lihat ekspresi mata Go Hye Ran, dan tubuhnya? Pria macam apa yang akan menolak?”
“Citra adalah segalanya dalam penyiaran. Kurasa dia justru sebaliknya di kehidupan nyata. Seorang penyiar wanita akan menghancurkan stasiun tv itu...”


Tanpa pikir panjang, Tae Wook menghampiri mereka dan memukul wajah salah satu dari pria itu. Tae Wook lalu meletakkan katu namanya di meja dan mengatakan agar menuntutnya.


Sebelum pergi, Tae Wook menghampiri ibunya yang sangat terkejut dengan tidakan Tae Wook.
“Kau sedang apa di depan ibumu?”
“Dia istriku. Seluruh dunia menyalahkan dan memakinya. Aku...akan ada di sisinya. Aku juga akan membuat mereka menyalahkanku dan memakiku. Karena aku suaminya.”


Tae Wook berjalan sambil mengenang saat dia melamar Hye Ran. Saat itu Hye Ran mengatakan kalau dia tidak mencintai Tae Wook. Tapi Tae Wook tidak mempermasalahkan hal itu.
“Aku mencintaimu. Itu sudah cukup jika aku mencintaimu.”


Setelah Tae Wook merasa lebih baik, dia menelepon asistennya. Dia meminta Pak Jung untuk menemukan semua artikel negatif tidak berdasar di internet tentang Hye Ran dan juga reporternya. Tae Wook berencana akan menuntut mereka karena penghinaan.


Hye Ran memberikan surat pengunduran dirinya kepada Pak Jang. Pak Jang malah bertanya apa yang sedang dilakukan oleh Hye Ran.
“Jadi, Kau cukup polos sehingga Kau bersedia menggunakan kartu terakhirmu. Itu saja?”
“Terimakasih untuk semuanya. Jaga kesehatanmu.” Lalu Hye Ran melangkah menuju pintu. Tapi Pak Jang kembali bicara.
“Menyerah untuk jadi sekretaris media di Blue House. Aku hanya punya satu reputasi. Aku tidak bisa mempertaruhkan reputasiku untuk orang yang sebentar lagi ingin pergi. Kau mau bagaimana? Kau yang tentukan.”


Dae Woong mengejar Pak Jang, sepertinya ada hal yang tidak sesuai yang dilakukan Pak Jang. Dae Woong mengatakan kalau Pak Jang sedang melakukan bunuh diri dengan cara ini.
“Oh Dae Woong. Menurutmu berita itu apa? Nah, berita... Keadilan, kebenaran di dunia kita. Ini semua adalah pertunjukan pada akhirnya, sebuah pertunjukan. Pertunjukan, pertunjukan yang memberikan fakta. Go Hye Ran akan tetap di News Nine.”
“Sebuah Pertunjukan? Bagaimana Go Hye Ran bisa mendapatkan kembali rating 6% itu? Bagaimana jika peringkatnya turun bahkan lebih jauh? Bagaimana jika orang memprotes?”
Pak Jang tidak memperdulikannya, dia terus saja berjalan meninggalkan Dae Woong.


Semua kru bersiap menyiarkan News Nine, Hye Ran pun sudah berada di tempatnya.


Flashback. Seorang pria dari Rumah Biru yang menyampaikan penunjukannya sebagai kandidat juru bicara, mengatakan pada Hye Ran kalau mereka membatalkan tawaran itu. Hye Ran bertanya apakah itu adalah keputusan Sekretaris Pers Senior. Pria itu belum melapor pada Sekertaris Pers Senior, dan baru akan melaporkannya setelah ini.
“Baiklah. Aku mengerti. Jika tidak ada masalah denganmu... Kau bisa melaporkannya kembali setelah Kau melihatku di News Nine malam ini?”
“Kau tidak akan melepaskan News Nine?”
“Memang benar kalau penyiaran bisa jadi industri yang obyektif. Tapi, mereka tidak menyingkirkan mata pencaharian seseorang hanya untuk diinterogasi sebagai saksi.”


Seorang pria di ruang kontrol bertanya pada Dae Woong apakah akan baik-baik saja bagi Go Hye Ran untuk melanjutkan. Dengan kesal, Dae Woong menjawab kalau dia tidak tahu dan menginstruksikan untuk segera memulai siaran.


Dari kantornya, Tae Wook menyaksikan Hye Ran yang kembali membawakan News Nine. Sebenarnya dia agak terkejut saat mendengar suara Hye Ran.
“Halo semua pemirsa kami. Aku Go Hye Ran JBC's News Nine.”


Ayah Tae Wook dan pria dari rumah biru juga mendengarkan News Nine.
“Sebelum Aku memulai berita hari ini, aku merasa harus mengatakan sesuatu untuk membantu pemirsa mengerti.”


Polisi dan detektif pun menyimak saat Hye Ran berbicara.
“Seperti yang pemberitaan kemarin, aku diinterogasi oleh polisi sebagai saksi tentang kematian Kevin Lee. Polisi percaya kalau ini bukan kecelakaan mobil sederhana.”


Han Ji Won dan Reporter Yoon melihat tayangan News Nine dari ponsel mereka.
“Ada banyak artikel di internet menyimpulkan kalau sementara aku adalah tersangka utama. Aku ingin memberitahu semua orang kalau aku masih merupakan saksi referensi. Aku ingin meminta artikel yang memperluas simpulan ini berhenti. Sayangnya, kejadian ini ada di ranah publik. Aku merasa yang terbaik adalah menjelaskan dan jujur. Begitulah perasaanku dan bagaimana perasaan JBC.”


“Jika Aku dibutuhkan untuk penyelidikan, aku akan terus bekerja sama. Sampai kebenaran terungkap, Aku akan tetap melanjutkan siaran dengan News Nine. Seperti News Nine Go Hye Ran yang selalu berhasil... kami akan terus bersikap adil dan transparan. Begitulah cara kita mendekati Anda, para pemirsa. Sekarang, ke tajuk berita pertama kami.”
Orang-orang di studio memuji penampilan Hye Ran, dia tampak hebat seperti biasa.


Asisten Jung juga memuji Hye Ran, tapi Tae Wook mengalihkan perhatiannya dengan meminta daftar orang yang akan dituntut.


Pak Jang sangat takjub dengan efek yang dibuat oleh Hye Ran, rating penonton hari itu melonjak tajam.
“Yah... memang Go Hye Ran yang bisa. Memang hanya dia yang tahu.”


Setelah selesai siaran, Reporter Kwak datang dan memberikan minuman pada Hye Ran.
“Kau sudah bekerja keras. Kau hebat, senior. Kerja bagus.”
Semua orang di studio juga setuju dengan Reporter Kwak, mereka mengacungkang jempol pada Hye Ran. Hye Ran mengucapkan terima kasih lalu keluar studio dengan perasaan senang.


Saat Hye Ran menuju mobilnya di tempat parkir, Tae Wook datang menghampirinya. Dia meminta Hye Ran mengizinkannya bertanya satu hal.
“Apa yang Kau lakukan dengan blackbox chipnya?”
Hye Ran mengatakan tidak tahu, tapi Tae Wook tidak percaya begitu saja. Hye Ran lalu menambahkan saat mobilnya dibawa ke bengkel, chip itu hilang begitu saja.


Detektif menanyakan tentang blackbox mobil Hye Ran pada seorang montir, dia mengatakan chipnya tidak ada saat mobilnya datang. Dia pikir chip itu dikirim ke perusahaan asuransi.


“Sejujurnya... Aku pikir mereka kehilangannya di bengkel, tapi mereka bilang tidak pernah ada chip didalamnya. Aku tidak tahu apa yang terjadi, jadi itu membuatku gila. Itu satu-satunya hal yang akan membuktikan kalau aku tidak membunuh Kevin Lee. Tapi menghilang. Aku yakin kau tidak percaya padaku.”
Setelah selesai bicara, Hye Ran langsung membalikkan badannya dan menuju mobil. Tapi Tae Wook berbicara lagi dengan mata berkaca-kaca.
“Berita... Kau hebat, seperti biasanya. Maafkan aku karena bertingkah seperti bajingan. Maafkan Aku. Mungkin terdengar lebih buruk. Aku hanya marah. Fakta kalau kau terlibat dalam situasi ini dengan orang seperti itu... Membuatku kesal dan marah. Mulai sekarang, aku percaya padamu. Aku akan percaya semua yang kau katakan. Jadi, izinkan aku membantumu. Sebagai suami dan pengacaramu. Sekarang... maukah kau bersandar padaku, Hye Ran?”
Tae Wook menghampiri Hye Ran lalu memeluknya, Hye Ran lalu menangis dipelukan Tae Wook. Dia tidak mempercayai suaminya bersikap hangat padanya.
Advertisement


EmoticonEmoticon