2/16/2018

SINOPSIS Misty Episode 4 PART 4

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Misty Episode 4 BAGIAN 4


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Misty Episode 4 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Misty Episode 5 Part 1

Kevin Lee datang ke sebuah tempat yang gelap dan sepi, seperti di bawah jalan atau jembatan. Hye Ran sudah ada di sana tapi tidak turun dari mobilnya, lalu Kevin Lee yang menghampiri Hye Ran ke mobilnya.


Han Ji Won datang ke sebuah cafe untuk menemui Eun Joo yang sudah menunggunya. Han Ji Won berusaha ramah, tapi dia juga menunjukkan sikap menyerang.
“Halo. Ada apa kemari selarut ini?”
Eun Joo memintanya untuk duduk, tapi Han Ji Won hanya berdiri diam. Sampai Eun Joo mengulanginya lagi.
“Duduklah.” Ucap Eun Joo setengah membentak.


Dari kejauhan, Kang Tae Wook bisa melihat Kevin Lee masuk ke dalam mobil Hye Ran. Tae Wook sangat sedih, hatinya hancur.


Flashback. Saat Kang Tae Wook mengajaknya menikah, Hye Ran masih terus menolaknya.
“Aku hanya akan melukaimu.”
“Aku tahu. Aku yakin bisa mengatasinya.” Ucap Tae Wook dengan penuh keyakinan.


Kang Tae Wook pun menangis, pada saat itu Kevin Lee masih berada di dalam mobil Hye Ran.


Hye Ran pulang ke rumah sambil menangis, dan tubuhnya gemetar.


Eun Joo menghubunginya tapi dia mengabaikannya. Eun Joo sepertinya sangat ingin berbicara dengan Hye Ran, dia tampak sangat cemas.
“Hye Ran. Tolong jawab ponselmu. Tolong jawab. Hye Ran.” Gumamnya sambil terus menghubungi Hye Ran.


Kang Tae Wook bertanya pada detektif yang sedang menginterogasi Hye Ran, apakah dia boleh pergi sekarang.
“Jika dia ingin bungkam, aku tidak punya pilihan.” Detektif itu tidak bisa berbuat apa-apa saat Hye Ran menolak menjawab pertanyaannya.
Saat Tae Wook dan Hye Ran akan keluar dari ruang interogasi, detektif itu bertanya lagi pada Hye Ran.
“Omong-omong, kenapa Anda mengganti berita pagi di hari kecelakaan itu? Anda hanya menjadi pewarta untuk News Nine. Kenapa Anda mulai menjadi pewarta untuk berita pagi?”


Flashback. Pagi itu suasana agak kacau karena Lee Yeon Jung yang seharusnya membawakn berita pagi, mengalami sakit perut dan dilarikan ke UGD. Oh Dae Wook tidak punya pilihan lain, dia menyerahkan naskah kepada Hye Ran.
“Aku tidak bisa menghubungi siapa pun selain kamu.”
“Tidak apa-apa.”
“Terima kasih. Kerja bagus.”


Beberapa detik sebelum siaran dimulai, seorang kru memberikan selembar kertas pada Hye Ran. Itu adalah berita penting yang harus segera dibawakan. Hye Ran tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya membawa kertas itu.


Hye Ran bahkan 30 detik terlambat membuka berita pagi tu. Dia tidak bisa menguasai dirinya, hingga Dae Woong beberapa kali memperingatkannya melalu radio panggil. Hye Ran pun tersadar, dan membaca berita tersebut dengan sedikit tergagap.
“Halo, Pemirsa. Saya... Go Hye Ran dari Berita Pagi JBC. Kami menerima... berita mengejutkan semalam.  Tadi pagi, pegolf profesional Kevin Lee... tewas dalam kecelakaan mobil.”


Eun Joo dan Tae Wook juga sedang menyaksikan berita itu.


Hye Ran masih tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya saat melihat layar yang menampilkan foto Kevin Lee.
“Menurut polisi, telah terjadi tabrakan di persimpangan... Jalan Tol Gangbyeong ke Guri. Pegolf profesional Kevin Lee ditemukan tewas... di TKP karena tabrakan tersebut. Kemungkinan mengemudi sambil mabuk. Masih dalam penyelidikan.”


Hye Ran masih tercengang tidak bisa menjawab pertanyaan detektif. Kang Tae Wook lah yang berbicara untuknya.
“Anda mau bungkam lagi?”
“Anda akan mengetahuinya saat menjalankan penyelidikan.”
“Jadi, aku harus bergerak jika ingin tahu?”
“Intinya sudah tersampaikan. Ayo.” Kang Tae Wook mengangguk pada Hye Ran, lalu mereka berdua keluar dari ruang interogasi.


Hye Ran berjalan mendahului Tae Wook, tapi Tae Wook mengatakan mereka tidak akan melalui jalan yang itu karena wartawan sudah berkerumun di sana. Hye Ran pun tidak mengerti kenapa wartawan menunggunya.
“Untuk apa mereka memberitakanku? Aku hanya saksi.”
“Mereka memanggilmu sebagai saksi, tapi sebenarnya menyelidiki alibimu.”
“Aku tidak mengerti. Kenapa mereka ingin tahu alibiku? Apa maksud semua ini?” Hye Ran mulai panik.
“Artikelnya diterbitkan 30 menit lalu. Di situ tertulis bahwa kematian Kevin Lee adalah pembunuhan, bukan kecelakaan. Sumber anonim polisi sudah mengonfirmasinya. Mereka akan mendapatkan hasil akurat melalui autopsi. Akan dilaksanakan besok pagi.”
“Mereka akan menjalankan autopsi? Eun Joo menyetujuinya?”
“Ya.”


Hye Ran mengambil ponselnya, dia akan menelepon seseorang tapi melihat ada 18 panggilan tidak terjawab dari Reporter Yoon Song Yi. Hye Ran lalu meneleponnya.
“Kenapa kamu sulit sekali dihubungi?”
“Aku di kantor polisi untuk memberikan kesaksian...”
“Hye Ran. Situasinya buruk. Orang-orang menggila sejak artikel pembunuhan Kevin Lee diterbitkan. Menurut informan kami, polisi berpikir kamu pelakunya.”
“Aku? Kenapa?”
“Aku belum tahu sejauh itu. Tapi akan kucari tahu lebih lanjut. Aku akan menghubungimu nanti. Cepat keluar dari sana secepatnya.”


Hye Ran langsung menutup teleponnya dan dengan panik berbicara pada Tae Wook.
“Aku... Aku tidak melakukannya, Sayang.”


Tae Wook kembali teringat saat dia melihat Kevin Lee masuk ke dalam mobil Hye Ran.


Tae Wook tidak berkata apa-apa, hingga akhirnya Hye Ran berteriak dengan panik.
“Aku tidak membunuhnya!” tapi Tae Wook tetap diam tak bergeming.
Advertisement


EmoticonEmoticon