2/16/2018

SINOPSIS Misty Episode 4 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Misty Episode 4 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Misty Episode 4 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Misty Episode 4 Part 4

Berkali-kali Eun Joo menghubungi nomor Kevin Lee tapi tidak ada jawaban.


Han Ji Won muncul dari balik selimut dan memberitahu Kevin Lee kalau Eun Joo terus meneleponnya.
“Istrimu luar biasa. Sudah ada enam panggilan tidak terjawab darinya.”
Kevin Lee tidak merespon, dia sedang melihat dirinya di iklan televisi. Han Ji Won mengatakan Kevin Lee tampak tampan di iklan itu.
“Kamu dibayar satu juta dolar setelah syuting iklan beberapa detik itu?”
“Ayolah. Syuting iklannya memakan waktu seharian.”
“Lalu kamu dibayar satu juta dolar. Mudah sekali mendapatkan uang.”


Kevin Lee lalu menyaksikan siaran News Nine yang dibawakan Hye Ran, Han Ji Won merasa sebal lalu masuk lagi ke balik selimut. Sedangkan Kevin Lee terus melihat tayangan itu karena memperhatikan penampilan Hye Ran.


Setelah mencoba menelepon lagi, dengan murung Eun Joo akhirnya meletakkan ponselnya di meja. Bersebelahan dengan alat tes kehamilan yang menunjukkan hasil positif.


Pak Jung sedang makan ramen, tapi dia beberapa kali melirik ke tempat bekal yang dibawa oleh Hye Ran. Dia puntergoda untuk membukanya, dia mengagumi hasil masakan Hye Ran yang ditata sangat rapi.


Saat akan memakannya, dia terkejut karena Tae Wook masuk ke ruangan. Pak Jung pun langsung meletakkan lagi makanan yang sudah berada di sumpitnya. Dia lalu mengemasi kotak makanan seperti semula.


Perhatian Kang Tae Wook terpaku pada tayangan News Nine. Go Hye Ran sedang membawakan berita tentang pekerja yang tidak mendapatkan upah. Itu adalah berita tentang kasus yang sedang ditangani Tae Wook.
“Mereka yakin bisa menafkahi keluarga di negara asal mereka. Tapi sebaliknya, mereka malah dianiaya karena tidak memahami bahasa Korea. Ini adalah kisah Kaham yang tidak dibayar selama setahun dan ditahan karena melakukan penganiayaan.”


Seorang napi yang bernama Han Young Ho juga sedang melihat Hye Ran membacakan berita.
“Dia tidak mengetahui kata percobaan dalam bahasa Mandarin. Itu sebabnya dia menulis pernyataan seperti yang diperintahkan. Lalu dia menandatanganinya. Pria berusia 27 tahun ini jujur dan pekerja keras, tapi dia menjadi kriminalis.”


Han Ji Won dan Kevin Lee menyadari kalau berita yang dibacakan Hye Ran adalah tentang Perusahaan Baja Hwanil.
“Total gaji setahun yang tidak dibayarkan adalah 18.000 dolar. Lantas disebutkan bahwa perusahaan rela membayar satu juta dolar untuk mengontrak seorang pegolf terkenal baru-baru ini.”


“Sebelum menghabiskan uang sebanyak itu demi citra perusahaan, bukankah seharusnya mereka menghapuskan air mata kemarahan pegawai yang bekerja keras untuk perusahaan? Sekian dari Mata Pewarta.” Hye Ran pun menutup siarannya.
Oh Dae Woong yang berada di ruang kontrol, dia melihat tayangan iklan Perusahaan Baja Hwanil yang dibintangi Kevin Lee, yang ditayangkan tepat setelah Hye Ran mengakhiri siarannya.
“Astaga, Kevin Lee dalam masalah.”


Kevin Lee mendapat telepon dari Manajer Baek Dong Hyun. Dia sepertinya enggan menerima telepon itu, tapi Han Ji Won mengingatkannya kalau dia harus menjawabnya. Manager Baek Dong Hyun mengatakan kalau berita tentang dirinya sudah tersebar di internet. Han Ji Won menunjukkan hasil pencarian di internet, banyak yang berkomentar negatif. Antara lain:
“Kevin Lee mendapat satu juta dolar dari iklan 18 detik, padahal gaji 18.000 dolar Kaham tidak dibayarkan.”
“Yang gila itu Perusahaan Baja Hwanil atau Kevin Lee?”
“Kevin Lee seorang pegolf atau hanya untuk pencitraan?”
“Kamu amat menyukai uang?”


Tae Wook juga mendapat informasi dari asistennya tentang banyaknya komentar negatif tentang Kevin Lee.
“Kevin dan Perusahaan Baja Hwanil dikritik habis-habisan. Jika terus begini, Kevin bisa terpuruk. Pengacara Kang? Pengacara Kang. Berdamailah dengan istrimu. Istrimu berusaha keras mendukungmu.”
Tae Wook tidak menjawab, dia hanya termenung. Setelah itu dia beranjak dari kursi dan keluar dari ruangannya.


Selesai siaran, Hye Ran berbicara dengan Dae Wook yang menunggunya di luar studio.
“Berita ini menduduki posisi teratas kata kunci yang paling dicari. Orang-orang memberi ribuan komentar setelah beritanya disiarkan. Kamu masih ingin aku keluar?”
“Tekadmu pasti kuat. Kamu sengaja melakukannya meski tahu iklan selanjutnya adalah iklan dari Perusahaan Baja Hwanil?”
“Kamu pernah melihat ada pewarta yang memeriksa iklan selanjutnya?”
“Belum pernah. Perusahaan Baja Hwanil ingin memutus seluruh kontrak dengan kita. Semua orang dari kantor CEO dan departemen program mengeluh. Sudah tersebar ke seluruh penjuru kantor.”
“Jadi, mereka akan meyalahgunakan kekuasaan dengan uang?”
“Berhenti bersikap angkuh dan pergilah ke ruangan Pak Kepala. Dia ingin menemuimu. Dia amat marah sampai bisa meledak kapan saja! Cepat temui dia!”


Saat Hye Ran akan masuk ke ruangan Pak Jang, Hye Ran melihat Pak Jang sedang berbicara dengan dua orang pria yang sudah selesai berurusan dengan Pak Jang. Dua pria itu juga menatap Hye Ran dari balik dinding kaca.


Pak Jang menghampiri Hye Ran dan langsung mengomel padanya, tapi kali ini dia tampak lebih lunak.
“Bisa-bisanya kamu menusukku dari belakang lagi seperti ini. Mereka memang pengiklan utama kita, tapi fakta ini tidak bisa diabaikan. Kita tidak bisa menoleransi kesalahan mereka. Astaga. Sekarang apa? Kamu ingin menjadi juru bicara Rumah Biru?”
“Bagaimana Anda tahu?”
“Aku baru bertemu dengan orang-orang dari Rumah Biru. Mereka kemari untuk menyiapkan investigasi mereka terhadapmu.”
“Anda bilang apa?”
“Apa maksudmu? Aku hanya menyampaikan fakta bahwa kamu keras kepala, lancang, dan tidak sopan. Bahwa kamu terlalu perfeksionis, angkuh, dan menyebalkan. Tapi lebih menyebalkan karena si angkuh ini selalu memegang teguh pendiriannya dalam menegakkan keadilan. Ucapanku kepada mereka membuatku makin kesal. Puas?”
Hye Ran tersenyum dengan tulus dan mengucapkan terima kasih.
“Terima kasih apanya. Dengar. Itu bukan jalanmu... Jangan menderita dengan memilih jalan yang tidak sesuai denganmu. Jadilah pewarta utama News Nine selama dua atau tiga tahun lagi. Posisi ini sudah pasti akan menjadi milikmu. Bagaimana?”
“Jangan terlalu percaya diri. Aku belum tentu terpilih menjadi juru bicara. Itu hanya harapanku. Meski nantinya terpilih, aku tidak akan melupakan rasa terima kasihku kepada Anda. Mungkin aku memang tidak sopan, tapi aku setia.”
Pak Jang tampak keberatan jika Hye Ran meinggalkan News Nine.
“Kamu sungguh akan pergi?”
“Jika tidak, aku akan menyesalinya seumur hidup.”
“Astaga, dasar berandal.”


Han Ji Won mengatakan pada Kevin Lee kalau dia akan diberi teguran karena berita Perusahaan Baja Hwanil itu, lalu mengatakan pada Kevin Lee agar bersiap menghadapinya.
“Menjadi terkenal memang mengerikan. Kamu yang lebih dikritik daripada Hwanil. Tahu? Bukankah seharusnya kamu mengambil tindakan?”
Kevin Lee tidak menjawab, dia mengambil ponselnya dan menelepon Hye Ran. Hye Ran dengan sengaja mengabaikannya, dia memasukkan polselnya ke dalam tas lalu berjalan keluar ruangan.


Karena Hye Ran tidak menjawab teleponnya, Kevin Lee lalu menelepon Manajer Baek Dong Hyun sambil keluar dari kamar hotel. Han Ji Won yang akan menyusul Kevin Lee, mendapat telepon dari nomor yang tidak dikenalnya.
“Ya, dengan Han Ji Won. Siapa ini?”
Setelah beberapa detik tidak ada jawaban, akhinya Eun Joo berbicara “Aku Seo Eun Joo, istrinya Kevin Lee.”


Hye Ran sedang mengamati meja penyiar di studio News Nine lalu reporter Kwak datang.


Reporter Kwak bertanya apa yang sedang dilakukan Hye Ran. Hye Ran mengatakan dia hanya sedang ingin saja berada di sana.
“Sunbae. Aku sudah menghubungi Kevin Lee untuk besok siang. Pukul 15.00.”
“Baiklah.”
“Kamu akan baik-baik saja? Saat ini semua orang menulis komentar jahat tentang dia. Tapi ‘The Human’ tentang dia. Jika kamu merasa tidak nyaman...”
“Berita itu tidak menyerangnya secara langsung. Dia tidak mencari tahu soal perusahaan yang mengontraknya. Menjual citra publik seperti itu adalah salahnya. Bukan begitu?
“Kudengar nanti akan turun salju. Hati-hati saat mengemudi.”
“Baiklah. Terima kasih atas segalanya, Ki Suk.”
“Sunbae. Hari ini kamu bekerja dengan baik.”


Hye Ran keluar dari studio dan terkejut melihat Tae Wook sedang menunggungya.
“Apa maksud berita itu? Itu kasusku. Kenapa kamu memberitakannya?”
“Aku memilih memberitakannya karena itu informasi berharga yang harus diketahui semua orang.”
“Bukan karena kamu harus melakukannya?”
“Kamu meragukan integritas dan penilaianku di acara beritaku?”
“Itu kasus dan pekerjaanku. Aku ingin kamu mengerti betapa kesalnya aku.”
“Dengar, Jaksa Kang. Maksudku, Pengacara Kang Tae Wook. Kasusmu itu. Andaikan tidak kuberitakan, pasti kasusnya sudah terkubur sejak lama. Kamu hanya akan memperpanjangnya dan membuat Kaham dideportasi, yang berarti kamu akan kalah lagi.”
“Aku akan kalah? Itu alasannya? Jika aku kalah lagi, kamu tidak akan mendapatkan posisi juru bicara. Itu alasannya?”
“Tae Wook. Kamu pasti tersiksa karena klien yang harus kamu menangkan. Mereka telah menahan ketidakadilan dan penghinaan. Melihat itu semua pasti menyakitkan. Lantas biar kutanya sesuatu. Pernahkah kamu memandangku seperti saat memandang mereka? Aku juga harus berjuang keras untuk bertahan dan sampai ke sini. Pernahkah kamu berusaha memahamiku seperti halnya saat berjuang untuk orang lain?”
“Lantas bagaimana denganmu? Kamu tahu apa yang membuatku bisa melewatinya? Kamu tahu sekeras apa usahaku untuk memahamimu? Apa kamu bahkan memperhatikanku? Setidaknya kamu harus mendiskusikannya denganku sebelum menyiarkannya. Sudah seharusnya.”
Mata mereka berdua berkaca-kaca, sebelum Hye Ran berbicara ponselnya bergetar. Ada panggilan masuk dari ‘Lee Jae Young’. Hye ran berusaha menyembunyikan ponselnya dan mengatakan dia harus pergi.
“Maafkan aku. Aku masih harus menghadiri rapat. Aku harus pergi.”


Tae Wook masih memperhatikan Hye Ran yang berjalan sambil berbicara di telepon.
“Ada apa?”
“Bukankah seharusnya kita bertemu?”
“Untuk apa aku menemuimu?”
“Kurasa kamu belum menerima hadiah dariku.”


Hye Ran segera menuju mobilnya dengan was-was. Tangannya gemetar saat mengambil amplop yang diletakkan di kaca depan mobilnya. Amplop itu berisi foto-foto dirinya dan Kevin Lee saat bermesraan di Thailand. 


Flasback. Manager Baek Dong Hyun secara diam-diam mengambil foto mereka berdua.


Pelayan di rumah orang tua Kang Tae Wook memberitahu kalau ada tamu dari Rumah Biru yang datang untuk mewawancarai keluarganya Go Hye Ran sebagai bagian dari proses seleksi.


Dari dalam mobilnya, Manager Baek Dong Hyun mengawasi Hye Ran yang masih berada di dalam mobilnya. Lalu dia menelepon Kevin Lee.
“Dia duduk di kursi pengemudi. Sudah diam selama 10 menit. Aku harus bagaimana, Jae Young?”
“Awasi saja dia. Aku hampir tiba.”


Hye Ran yang sangat terpukul teringat masa lalunya saat dia datang ke penjara mengunjungi Han Young Ho (belum diketahui siapa pria ini). Sambil menangis, Hye Ran mendengarkan dia berbicara.
“Tidak apa-apa. Pergilah. Kamu punya impian. Fokuslah dan kejar impianmu. Jangan menengok ke belakang. Pergilah. Pergilah, Hye Ran. Jangan menengok ke belakang. Jangan berhenti.”
Hye Ran pun berlari keluar dari tahanan dan masih menangis.


Hye Ran menerima telepon dari Kevin Lee, dan bertanya di mana Kevin Lee berada.
“Sebaiknya kita bertemu di mana? Itu yang seharusnya kamu tanyakan. Hye Ran. Katakan. Di mana kamu?”


Hye Ran lalu melaju mobilnya keluar dari gedung. Ternyata di tepi jalan Kang Tae Wook masih berada di dalam mobilnya, dia melihat mobil Hye Ran keluar dari gedung lalu mengikutinya.


Sementara itu Manager Baek Dong Hyun berusaha mengejar Hye Ran tapi kehilangan jejaknya.
Advertisement


EmoticonEmoticon