2/16/2018

SINOPSIS Misty Episode 4 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Misty Episode 4 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Misty Episode 4 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Misty Episode 4 Part 3

Dae Woong sedang berada di ruang kontrol saat Hye Ran sedang membawakan berita. Berita yang dibawakannya mengenai Rumah Biru mengumumkan kelompok kandidat keduanya, termasuk Jaksa Yoon Ho Young dari Kantor Kejaksaan Distrik Pusat. Seorang pria di samping Dae Woong berbicara padanya.

“Sekretaris senior urusan umum baru memang sungguh berbeda. Kabarnya, Dae Yong dari GBS telah ditunjuk sebagai juru bicara.”

“Kamu tahu orang-orang macam apa yang paling kubenci? Mereka yang masuk ke politik dengan popularitas dari industri media. Kamu tahu mereka yang bertingkah seperti pemain trompet? Aku benci.”


Hye Ran sedang minum bersama reporter Yoon Song Yi, yang sedang membicarakan Jaksa Yoon Ho Young.

“Kudengar, dia terbukti bersih dari riwayat aset dan penghindaran pajak. Suamimu adalah orang yang memiliki integritas. Mereka mati-matian menggali, tapi tidak bisa menemukan keburukannya. Dia meninggalkan kejaksaan untuk menjadi pembela umum tepat sebelum bisa naik jabatan. Siapa yang menyangka itu akan menjadi sangat berguna bagi kami?”


Hye Ran sama sekali tidak memberikan tanggapan, dia lalu memberikan oleh-oleh berupa jam tangan untuk Yoon Song Yi yang masih terus berbicara.

“Mulai sekarang, mereka akan fokus pada kehidupan pribadimu, dari hubungan dengan suamimu sampai ke semua orang di sekitarmu. Pastikan tidak ada yang bermasalah. Hei, kamu hampir berhasil. Tetaplah kuat, mengerti?”

Dia lalu menyemangati Hye Ran yang tampak murung.


Hye Ran pulang ke rumahnya dan sangat terkejut mendapati suaminya sedang berkemas. Taw Eoo akan tinggal di kantor untuk sementara waktu.
“Apa maksudmu? Kenapa mendadak?”
Tae Wook tidak menjawab, dia hanya mengatakan kalau dia meletakkan bros Hye Ran di meja makan.
“Kevin Lee memintaku memberikannya kepadamu. Aku lupa soal ini.” Ucap Tae Wook tanpa menatap Hye Ran dan terus berkemas. Sesuah itu dia langsung pergi tanpa mengatakan apapun.


Hye Ran hanya memandang punggung Tae Wook, dia merasa hancur dengan kebenaran yang sudah diketahui oleh Tae Wook.


Tae Wook menuju mobilnya, dia terngiang ucapan Kevin Lee saat mengembalikan bros Hye Ran.
“Dia menjatuhkan ini saat bersamaku barusan. Kami berdua tidak menyadarinya. Tolong berikan ini kepada Bu Go Hye Ran.”


Hye Ran duduk termenung di ruang makan sambil memandang brosnya. Dia teringat ucapan Yoon Song Yi yang mengatakan kalau mulai sekarang Rumah Biru akan fokus pada kehidupan pribadinya, dari hubungan dengan suami sampai ke semua orang di sekitarnya. Jadi Hye Ran harus memastikan tidak ada yang bermasalah.

Lalu ucapan Kevin Lee setelah Hye Ran sangat marah karena ide shooting di Thailand.
“Andaikan kita tidak bertemu lagi, mungkin itu masa lalumu. Tapi tidak begitu.”
Juga ucapan Tae Wook yang meragukan pernikahan mereka masih mungkin untuk diperbaiki.


Eun Joo membuka pertanyaan dengan suaminya dengan memuji Kevin Lee yang tampak keren di dalam sebuah iklan televisi. Eun Joo lalu bertanya bukankah Kevin Lee sudah lama tidak berolahraga.

“Kamu harus mulai berolahraga lagi untuk kembali bugar.”
“Aku akan menentukan aktivitasku. Ada apa? Apa yang mengganggumu?”
“Ayo kita punya anak. Kita sudah menundanya karena harus menunggu sampai mempunyai tempat tinggal sendiri dan sampai kamu menang. 10 tahun berlalu begitu saja. Kita tidak muda lagi. Ayo kita punya anak, Jae Young.”


Kevin Lee belum sempat menjawab, ada panggilan masuk di ponselnya dengan nomor yang tidak dikenal. Dia menerima telepon dari Hye Ran yang meneleponnya dari telepon umum. Hye Ran berteriak dengan sangat marah begitu Kevin Lee menjawabnya.
“Sadarkah kamu dengan perbuatanmu?! Sadarkah kamu dengan perbuatanmu?!”
“ Halo? Aku sedang bersama istriku. Jika tidak mendesak...”
“Dasar sampah!”
“Tunggu sebentar.”


Kevin Lee lalu berbicara di balkon, tapi Eun Joo mengawasinya dari dalam rumah.
“Dengar! Apa yang kamu lakukan?! Kamu mau Eun Joo mengetahuinya?! Jika takut dia mengetahuinya, apa yang telah kamu lakukan kepada suamiku?! Kamu akan terus bermain kotor?! Pikirmu aku akan peduli jika kamu bersikap seperti ini?!”
“Dia sudah memberimu bros itu? Tampaknya suamimu jauh lebih lugu daripada perkiraanku. Dia tidak memahamiku atau hanya berpura-pura?’
“Jangan keliru bahwa hanya aku yang akan terpuruk! Jika terjadi sesuatu yang buruk, kamu juga akan terpuruk!”
“Itu juga tidak buruk. Setelah kehilangan semua yang kita miliki, kita akan terpuruk. Lalu kita bisa kembali ke kehidupan kita 10 tahun lalu.”
“Kamu gila! Kuperingatkan! Jangan coba-coba muncul di hadapanku! Bahkan jangan pernah menginjak bayanganku! Jangan coba-coba mempermainkan Tae Wook atau siapa pun yang berhubungan denganku!”
“Bagaimana jika kulakukan?”
“Aku akan membunuhmu.”


Dua orang sipir penjara sedang berpatroli, mereka lalu berhenti depan sebuah sel yang dihuni oleh napi bernama Han Young Ho. Mereka membicaran Han Young Ho yang akan segera bebas, tapi salah satu sipir itu ragu siapa yang tahu kalau Han Young Ho akan berulah apa lagi kali ini.


Hye Ran tertidur di sofa. Saat bangun, dia langsung menuju dapur dan mengeluarkan bahan-bahan makanan dari kulkas. Dia lalu beriap untuk memasak.


Pak Jung, asisten Kan Tae Wook terkejut melihat Tae Wook tidur di sofa kantor. Tae Wook langsung bangun dan bertanya pukul berapa sekarang, dia harus meninjau sesuatu.


Tae Wook menuju mejanya dan membuka beberapa berkas.
“Anda tidur di sini? Anda bertengkar dengan istri anda? Bukankah anda pergi ke Thailand bersama istri anda kemarin?”
“Kamu mengunjungi Kaham kemarin?” Tae Wook tidak menjawab pertanyaan asistennya, tapi fokus ke masalah pekerjaan.
“Kalian bertengkar karena apa? Seburuk apa pun masalahnya, anda tidak boleh menginap di luar.”
Tiba-tiba Hye Ran datang dengan membawakan makanan, sepertinya dia mendengar pertanyaan-pertanyaan Pak Jung jadi dia berbohong dan mengatakan kalau suaminya bekerja semalaman.


Hye Ran memberikan makanan yang dibawanya tapi Tae Wook buru-buru beranjak dan keluar dari ruangan.
“Aku akan pergi. Aku akan mencari pengacara HAM dahulu. Bisa cari pekerja buruh lainnya dengan kasus serupa?”
“Mereka tidak akan bersaksi. Mereka tidak akan bersaksi melawan bos yang membayar mereka. Mungkin beberapa dari mereka telah berubah pikiran.”
“Tolong terus cari.”


Hye Ran melihat sebuah berkas di meja Tae Wook yang berjudul “Kasus Upah Kaham yang Belum Dibayar”. Pak Jung lalu memberitahu tentang kasus yang sedang ditangani Kang Tae Wook.
“Ini luar biasa. Itu Kasus Kaham. Pengacara Kang selalu sibuk karena itu. Terdakwanya adalah perusahaan besar. Mereka punya masalah dengan pekerja asing beberapa tahun lalu.”


Hye Ran sedang berbicara dengan reporter Kwak Ki Suk di ruang editing.
“Itu ada di naskah berita, tapi diselesaikan dengan cepat sebelum disiarkan. Itu tidak diliput sampai akhir. Bisakah kamu mencari reporter dan melihat apa ada video terkait?”
“Beri aku waktu untuk bernapas. Aku telah bekerja dua malam berturut-turut seusai dari Thailand. Kevin Lee ingin melihat video yang sudah diedit, jadi harus kuselesaikan hari ini.”
“Kita memang mengerjakannya berhari-hari, tapi hidup seseorang bergantung pada video itu. Dia belum digaji selama setahun hanya karena dia pekerja asing. Dia dipenjara karena diduga melakukan kekerasan. Akankah kamu mengabaikannya? Begitukah?”
“Kapan kamu akan meluncurkannya?”
“Malam ini. Terima kasih sebelumnya.”


Oh Dae Woong masuk ke studio saat Hye Ran sedang bersiap akan siaran.

“Astaga, itu dia. Si Wanita Menyeramkan.” Umpatnya saat melihat Hye Ran. Dia sengaja mengatakannya agar Hye Ran mendengar.

Hye Ran lalu bertanya apakah dia sudah mendapatkan naskahnya dari Reporter Kwak. Dae Woong mengatakan sangat tekejut dsampai kepalanya mau meledak. Hye Ran tersenyum geli lalu mengatakan kalau hanya konten segmennya yang akan berubah,dan dia sudah merapikan naskahnya agar pas dengan waktunya.

“Bukankah ini yang kamu bilang sebelumnya? Pikirmu berita itu permainan? Kamu menambahkan hal yang tidak diketahui pewarta sebelum siaran. Kamu sampai mengusir Han Ji Won yang menjanjikan ke Daejeon! Kamu menambahkan hal baru saat sudah di meja? Kamu mau ke mana? Pulau Jeju? Mau udara segar?”

“Aku akan bertanggung jawab jika ini menjadi masalah. Bagaimana?”
“Kamu akan turun dari posisimu?”
“Kamu sangat ingin aku turun dari posisi ini?”
“Ya, tolonglah. Hanya itu keinginanku!”
“Keinginanmu bisa saja terkabul bukan?” Hye Ran selalu menimpali dengan tenang ocehan Oh Dae Woong yang menggebu-gebu karena kesal.


Saat akan memulai siaran, Hye Ran memegang bros dari Tae Wook yang sedang dipakainya. Sepertinya dia sedang memantapkan hatinya atau mencari kekuatan dari bros itu.
Advertisement


EmoticonEmoticon