2/08/2018

SINOPSIS Misty Episode 2 PART 4

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Misty Episode 2 BAGIAN 4


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Misty Episode 2 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Misty Episode 3 Part 1

Kang Tae Wook dan Pak Jung sedang berada di sebuah bakery, mereka sedang memlih menu yang akan di pesan.


Di samping mereka, Eun Joo berdiri di depan kasir sedang mencari dompet di dalam tasnya.


Kasir mempersilahkan Kang Tae Wook untuk lebi dulu bertransaksi selama Eun Joo mencari dompetnya. Tapi pada saat yang bersamaan, Eun Joo menemukan menyerahkan kartunya kepada kasir dan tidak sengaja menabrak lengan Kang Tae Wook.
“Astaga, maaf. Anda ingin lebih dahulu?”
“Tidak. Silakan.” Kang Tae Wook mempersilahkan Eun Joo untuk membayar.


Pak Jung mengenali Eun Joo, dia mengatakan kalau itu adalah istri Kevin Lee.


Kang Tae Wook kemudian melihat ke arah Eun Joo yang kebetulan sedang menelepon. Kang Tae Wook menjadi lebih tertarik saat Eun Hoo menyebut nama Hye Ran.
“Hei, Hye Ran. Ini aku. Maafkan aku. Sepertinya aku tidak bisa menjemputnya. Mebelnya terlambat. Maukah kamu mengantarnya sepulang kerja? Sungguh? Astaga. Terima kasih banyak, Hye Ran. Baiklah.”
Kang Tae Wook terus melihat Eun Joo sampai dia keluar dari toko kue.


Hye Ran berdiri di luar editing. Kepalanya sakit saat dia mengingat Han Ji Won yang sedang menggoda Kevin Lee.


Hye Ran berbicara di telepon dengan Reporter Kwak. Dia sengaja berbicara di tempat yang Han Ji Won bisa mendengarnya.
“Hei, Reporter Kwak. Ini aku. Hari ini, aku tidak enak badan. Tampaknya aku harus pulang lebih awal setelah berita hari ini. Bisakah kamu mengantar Kevin Lee setelah selesai memonitor acara? Tampaknya istrinya sibuk menata rumah baru mereka. Baiklah, terima kasih.”
Han Ji Won memang mendengarnya, di sangat memperhatika apa yang dikatakan oleh Hye Ran.


Saat berada di rumah, Hye Ran mendapat telepon dari Reporter Kwak.
“Ji Won?”
“Ya, katanya dia lewat sana. Dia bilang bisa mengantarnya sembari pulang.”
“Benarkah? Baguslah. Terima kasih sudah menyunting rekamannya. Baiklah. Terima kasih.”


Kevin Lee dan Han Ji Won sedang bermesraan di dalam mobil, tanpa sepengetahuan mereka ada yang sedang memfotonya.


Eun Joo duduk di rumahnya sambil memandang fotonya dan Kevin Lee. Dia mencemaskan suaminya yang belum pulang sampai larut malam.


Eun Joo menelepon Hye Ran, tapi dia mengabaikannya saat mengetahui Kang Tae Wook suda pulang.


Kang Tae Wook bertanya ada apa sehingga Hye Ran sudah berada di rumah. Hye Ran tidak menjawabnya, dia malah mengeraskan suara tv.


Kang Tae Wook masuk ke ruang kerjanya sambil mengingat Eun Joo yang menelepon Hye Ran.
“Hei, Hye Ran. Ini aku. Apa kamu bisa memberinya tumpangan pulang setelah bekerja?”
Dan juga ekspresi Hye Ran yang tampak gugup saat menginterview Kevin Lee.


Hye Ran membaca pesan di ponselnya, sepertinya dia sangat senang.


Pak Jang sangat marah. Dia melempar foto-foto skandal Han Ji Won dengan Kevin Lee.
“Beraninya kamu punya skandal bahkan sebelum memulai! Kamu tidak sadar betapa pentingnya citramu untuk menjadi pewarta malam?”
“Hei, jelaskan apa yang terjadi! Dari mana ini?” Ketua Tim juga terkejut dengan foto-foto itu.
“Diam! Jika ini sampai ke tanganku, artinya semua orang juga punya. Di mana Go Hye Ran?”
“Dia izin sakit hari ini. Katanya hari ini dia sakit. Dia ingin beristirahat.”
“Suruh dia kemari. Tidak, jemput dia. Sekarang!”
Han Ji Won hanya diam, dia tampak marah dan juga terpukul.


Hye Ran berada di dalam mobil dengan wanita yang menemuinya waktu itu.
“Kamu berutang kepadaku.”
“Sudah saatnya membeli mobil baru. Kamu butuh kendaraan bagus agar bisa menangani kasus bagus.” Ucap Hye Ran sambil menyerahkan sebuah amplop.
“Akan kuingat itu, Pewarta Go Hye Ran.”


Han Ji Won memandang layar besar yang sekarang sudah menampilkan wajah Hye Ran lagi untuk membawakan News Nine.


Han Ji Won mendatangi Hye Ran yang sedang beristirahat.
“Kamu lebih buruk dari dugaanku. Aku kecewa. Apa salahku? Jika ingin bermain kotor, aku juga tidak akan tinggal diam.”
“Kamu mau apa?” tanya Hye Ran tanpa memandang Han Ji Won.
“Kevin Lee. Apa hubungan kalian?”


Kembali ke ruang interogasi. Detektif mengkonfirmasi pengakuan Hye Ran.
“Bintang tamu dan pembawa acara. Itu saja? Ada sesuatu selain suami teman, bukan? Bukan hanya tamu dan pembawa acara. Bukan sebagai suami teman. Aku bertanya apa kalian pernah bertemu di waktu lain untuk alasan lain.”


Pertanyaan Han Ji Won membuat Hye Ran menoleh dan menatapnya dengan tajam.”
“Kenapa diam? Apa sulit? Kamu sulit menjawabnya?” Han Ji Won berusaha menyudutkan Hye Ran.
“Tidak. Kenapa sulit? Tidak ada apa-apa.”
“Apa maksudmu tidak ada apa-apa?”
“Artinya kami hanya bintang tamu dan pembawa acara atau suami teman. Itu saja.”
“Begitukah? Kamu ingin aku memercayai itu?”
“Harus. Atau kamu akan dalam masalah. Kamu tidak ingin melihat foto itu di internet, bukan? Maka kamu akan keluar dari industri ini selamanya.”
“Kamu juga. Bukan begitu? Seharusnya kamu tahu.”
“Seharusnya kamu berhati-hati. Jangan menggoda suami orang, Ji Won.”


Hye Ran berbicara kepada detektif, dia mnegatakan harus pergi sekarang, karena waktunya sudah habis, detektif meninta waktu lima menit lagi sambil menyerahkan sebuah foto.
“Pernah melihat ini? Sepertinya ini bros wanita. Pernah melihatnya?”
“Ada apa dengan bros ini?”


“Ini ditemukan di mobil. Tampaknya mirip yang kamu pakai di berita di hari kecelakaan. Bukan begitu? Kurasa ini milikmu. Benar? Bisa jelaskan kenapa bros ini ada di mobil itu? Go Hye Ran.”
“Aku tidak bisa berkomentar soal itu.”
Hye Ran menatap fotonya sendiri. Dia cukup terkejut tapi masih bisa mneguasai dirinya.


Detektif terus berusaha membuat Hye Ran bicara. Tapi Hye Ran cukup kuat untuk tidak membeberkan rahasianya.
“Artinya kamu tidak bisa menjawab karena tidak ingat, atau tidak mau menjawab meski mengetahuinya?”
“Aku tidak akan menjawabnya.”


Hye Ran teringat saat sedang bermesraan dengan Kevin Lee. Tanpa sepengetahuannya, bros yang dipakainya terjatuh saat Kevin Lee menarik bajunya.
Advertisement


EmoticonEmoticon