2/08/2018

SINOPSIS Misty Episode 2 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Misty Episode 2 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Misty Episode 2 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Misty Episode 2 Part 4

Ketua Tim memuji Kevin Lee, dia mengatakan kalau dialah yang paling dicari di internet.
“Kamu tampan dan berselera humor tinggi. Yang paling baik adalah kejujuran dan kesederhanaanmu.”
Tapi Kevin Lee mengatakan kalau semua itu berkat Bu Go Hye Ran yang mewawancarai dengan baik. Eun Joo pun sangat berterima kasih pada Hye Ran.


Pak Jang lalu mengajukan permintaan pada Kevin Lee.
“Kami punya proyek baru. Judulnya Sang Manusia. Aku ingin mengundangmu sebagai bintang tamu pertama kami. Kami ingin mengikuti Kevin Lee sebagai dirinya sendiri. Kami sangat tersentuh saat kamu bercerita tentang istrimu. Kami ingin fokus pada cerita kalian berdua. Bagaimana menurut kalian?”
Eun Joo tidak percaya dengan apa yang dikatakan Pak Jang. Dia sangat senang mendengarnya. Tapi suaminya sepertinya ragu.


“Entahlah. Apa lagi yang bisa kutunjukkan kepada kalian selain golf? Bagaimana jika Bu Go membawakan dokumenter itu?”
Kevin Lee menatap Hye Ran saat mengatakannya, tapi Hye Ran berusaha tidak tertarik pada ucapannya. Dia terus menatap ke depan.
“Kalian akan mempertimbangkannya?” Pak Jang sangat senang dengan jawaban Kevin Lee.
Kevin Lee lalu mengatakan kalau dia akan mempertimbangkan tawarannya.


Hye Ran merasa tidak senang dengan keputusan Pak Jang yang memberinya progam baru.
“Aku sudah membuktikan kemampuanku dengan mengundang Kevin Lee. Kenapa Anda berubah pikiran?”
Pak Jang mengatakan kalau Hye Ran membawa program dokumenter itu maka mereka akan memonopoli tingkat penonton.
“Kita tidak bisa melewatkan kesempatan ini karena kamu. Kevin Lee bilang harus kamu.”
Hye Ran berusaha menginterupsi, tapi Pak Jang tidak memperdulikannya. Dia tetap pada pendirinnya, menghentikan Hye Ran dari News Nine.
“Produsernya adalah reporter di Biro Laporan. Ambil ini dan tindak lanjuti. Tunjukkan kepada kami bahwa kamu memang Go Hye Ran. Serahkan News Nine kepada Han Ji Won. Dia tidak sebagus kamu, tapi tekadnya kuat. Dia akan tampil dengan baik.”
“Adakah alasan hingga Anda harus menghiburnya? Kenapa Anda mendorong dia untuk mengambil posisiku?”
“Aku yang mendorongmu ke posisi itu. Aku menjadikanmu pewarta bukan untuk menyenangkanmu. Itu didasari intuisiku. Kamu sudah mengetahui itu. Tugasmu hanya sampai di sini. Kuperingatkan. Mundurlah.”


Hye Ran pulang ke rumahnya. Dengan segala yang sudah terjadi padanya beberapa hari ini, dia tampak kesepian dan lelah.


Hye Ran beberapa kali menelepon suaminya, tapi Tae Wook mengabaikan panggilannya. Dia terus bekerja hingga larut. Pak Jung, rekan Tae Wook, berkirim pesan dengan istrinya yang mencurigainya karena terus pulang larut malam.
“Aku tidak berselingkuh. Bosku masih bekerja. Mana berani aku pergi? Siapa tahu? Dia berusaha menjadi kandidat unggul pembela publik. Dia menghafal semua hukum.”


Hye Ran merasa kesal karena Tae Wook terus mengabaikan panggilannya.


Saat ponselnya berdering, dia langsung menjawabnya tanpa melihat siapa yang meneleponnya.
“Kamu sedang apa? Ini nomor rumahmu. Kamu tidak pulang berhari-hari.”
“Bu Go. Ini Kevin.”
“Kenapa meneleponku malam-malam?” Hye Ran sangat terkejut tapi dia berusaha mengendalikan dirinya.
“Ini soal dokumenter Sang Manusia. Bolehkah aku menerimanya?”
“Kamu tidak perlu melakukannya jika tidak mau. Wawancara hari ini sudah cukup.”
“Kenapa? Kedengarannya seru.”
“Dia ingin bekerja denganmu, Hye Ran.” Eun Joo juga ikut berbicara di telepon.


Eun Joo lalu mengambil ponsel suaminya dan berbicara dengan Hye Ran.
“Dia gugup di depan kamera, tapi nyaman denganmu. Hentikan, Sayang. Apa yang kamu lakukan?” Kevin Lee terus mengganggu istrinya yang sedang berbicara dengan Hye Ran.
“Tunggu. Maaf, Hye Ran. Dia bercanda terus. Kamu akan membuat dokumenter tentang kami, bukan? Aku tidak sabar untuk bekerja denganmu.”
“Ayo. Tutup, dan kemarilah.” Kevin Lee terus menggoda Eun Joo.
“Kutelepon lagi nanti, Hye Ran.”


Di seluruh penjuru kota terpampang wajah Kevin Lee yang membintangi berbagai iklan. Orang-orang pun membaca berbagai berita tentang Kevin Lee.


Hye Ran sedang bersama Pak Jang dan Ketua Tim. Ketua Tim terus membicarakan popularitas Kevin Lee.
“Anda sudah dengar? Kevin Lee dijadikan model untuk iklan Perusahaan S. Kepopulerannya kabar baik untuk kita. Bukan begitu, Hye Ran?”


Orang-orang di stasiun tv juga membicarakan Kevin Lee.
“Dia sudah lama ditawari untuk peralatan olahraga. Dia mendapat 20 tawaran iklan ponsel dan kulkas.”
“Apa itu artinya dia akan menghasilkan 10 juta dolar? Dia sangat beruntung. Aku iri kepadanya.”


Hye Ran sedang menikmati minumannya setelah meminum obat pereda nyeri, Han Ji Won datang lalu Hye Ran menyimpan obatnya.
“Bagaimana dia bisa sangat beruntung? Maksudku, istrinya Kevin Lee. Kudengar kalian satu SMA.”
“Kata siapa?”
“Seo Eun Joo. Kudengar kalian sahabat. Tidak sepertimu, dia kurang cerdas untuk masuk kuliah. Saat membantu ibunya di restoran, dia ke Amerika usai jatuh cinta dengan seorang pegolf. Dia menjadi petugas kebersihan untuk menyokong suaminya. Lalu hidupnya mendadak berubah. Kini dia wanita yang paling membuat iri di Korea.”
“Wanita yang paling membuat iri di Korea?”
“Kamu belum mendengar? Di internet dan di mana-mana, para istri membahas Kevin Lee. Dia berbakat, populer, kaya. Dia juga sangat tampan. Dia bahkan lucu. Dia juga seksi. Kita berdua kuliah di kampus bergengsi dan berjuang untuk sampai di sini, tapi apa? Kita hanyalah pewarta meski sudah bekerja keras. Dalam beberapa tahun, kita akan....”
“Hei. Han Ji Won.”
“Maksudku, bukan kamu. Aku juga sama. Mereka tidak akan menempatkanku di News Nine untuk waktu lama. Benar, bukan?”


Reporter Kang datang memanggil Hye Ran untuk bersiap.


Saat Hye Ran akan pergi, Han Ji Won kembali berbicara.
“Hampir lupa. Kamu syuting bersama Kevin Lee mulai hari ini, ya? Kamu pasti stres. Sulit melakukannya setelah sekian lama. Jika bertemu Bu Seo Eun Joo, sampaikan salamku.”


Kevin Lee dan Eun Joo sedang melakukan sesi pemotretan pasangan. Hye Ran berusaha tidak memperhatikan mereka. Dia terus menghindari tatapan Kevin Lee.


Eun Joo merasa canggung, dia mengatakan pada suaminya seharusnya Eun Joo tidak menerima tawaran ini.
“Kenapa? Kamu melakukannya dengan baik.”
“Benarkah?”
“Kamu cantik.” Kevin Lee menunjukkan dia sangat mengagumi istrinya.


Reporter Kwak berkomentar kalau mereka berdua sangat romantis. Hye Ran menanggapi dengan dingin.
“Seperti bukan akting, ya?”


Kevin Lee dan Eun Joo kembali melakukan sesi pemotretan yang membuat Hye Ran teringat ucapan Kevin Lee saat dia mewawancarainya.
“Kamu menyaksikannya? Itu aku.”
Dan juga Hye Ran teringat saat dia bermesraan dengan Kevin Lee.
“Aku mencintaimu, Hye Ran.”


Eun Joo sudah selesai denganpemotretannya lalu dia menghampiri Hye Ran. Dia tampak tidak percaya diri.
Eun Joo: “Seharusnya tidak kuterima. Bagaimana jika aku aneh di foto?”
Hye Ran: “Ini untuk iklan media cetak. Kamu pasti tampak cantik.”
Reporter Kwak: “Teknologi kini sudah canggih. Kami akan meningkatkan kualitasnya.”


Eun Joo bertanya kapan Hye Ran akan mengenalkan suaminya.
“Itu... Sepertinya aku tidak akan punya waktu untuk sementara. Aku harus menyelesaikan urusan dengan News Nine.”
“Kenapa? Kamu tidak akan membawakan News Nine lagi?”
“Aku sudah lama membawakannya. Senang rasanya bisa mengajar dan mendidik pewarta muda berbakat.”
“Tapi orang menontonnya karena kamu.”
“Terima kasih atas pujiannya.”
“Cobalah sempatkan waktu untuk kami. Kami akhirnya pindah ke tempat baru. Kami akan mengadakan pesta rumah baru.”


Kevin Lee bergabung dengan mereka, dia juga mengajak Hye Ran untuk datang.
“Itu akan membuatmu terhibur. Ayo makan malam bersama. Ayo.”
“Tidak, itu akan merepotkan kalian.”
“Aku membuatmu tidak nyaman?”
“Begitukah? Kamu tidak nyaman di dekat suamiku?”
“Tidak. Kenapa aku tidak nyaman? Tidak sama sekali.” Hye Ran berusaha menyembunyikan kegugupannya.
“Kalau begitu, datanglah makan malam. Eun Joo sangat ingin mengundangmu.”
“Tentu. Ayo, Eun Joo. Mari pilih hari terdekat.”
“Bagus. Aku sangat ingin bertemu dengan suamimu.”
Kevin Lee menimpali ucapak istrinya, dia juga mengatakan ingin bertemu suami Hye Ran dan penasaran dengannya.


Pengacara Kang datang ke penjara untuk mengunngi terdakwa Kham.


Saat dia akan keluar, tidak sengaja bertabrakan dengan seorang napi. Dan menjatuhkan kertas yang dibawa napi itu.


Seorang petugas datang dan menerima kertas yang dibawa pria itu.
“Ini saja untuk hari ini? Kamu bisa meminta anak baru untuk mengerjakan hal semacam ini.”
“Aku ingin melakukannya.”


Pria narapidana itu terus memperhatikan Pengacara Kang yang sudah berjalan keluar dari penjara.


Pria itu kembali ke selnya, dia membuka sebuah buku yang berisi potongan berita dari koran. Di salah satu halamannya ada potongan berita dengan judul “Suami Jaksa Reporter JBC Go Hye Ran” dan “Reporter Go Hye Ran Menikah dengan Jaksa Muda, Kang Tae Wook”.


Hye Ran merasa tidak nyaman melihat video Kevin Lee saat sedang melakukan pemotretan. Dia lalu keluar dari ruang editing.
“Jangan bekerja terlalu keras. Sampai jumpa.”


Reporter Kwak memeriksa keadaan di luar lalu menutup pintunya.


Reporter Kwak lalu memeriksa rekaman yang tidak sengaja didapatkannya. Saat itu dia sedang membawa kamera dalam keadaan stand by, dan dia melihat Hye Ran sedang bersama Kevin Lee yang berdiri sangat dekat dengan Hye Ran.


“Apa yang kamu lakukan sekarang?” Hye Ran merasa tidak nyaman dengan Kevin Lee yang berdiri di hadapannya.
“Kenapa? Ada yang salah?” Kevin Lee semakin mendekatkan tubuhnya ke tubuh Hye Ran.


Hye Ran sedang meminum obat pereda sakit, dia segera menyembunyikannya saat seorang wanita datang.
“Hye Ran! Kapan kamu menyiapkannya untukku?”
“Hei, kapan kamu tiba?”
“Para atasan terus mengusikku karena mereka tahu kalian dekat. Aku harus bagaimana? Tidak bisakah kamu mempertemukanku dengannya sekali ini saja? Ayolah, bantu aku.”
“Kenapa semua orang ingin bertemu dengan Kevin Lee?”
“Siapa tahu? Entahlah, tapi orang-orang mengantre untuk bisa makan bersamanya. Bahkan kudengar sejumlah aktris ingin bertemu dengannya.”
“Apa untungnya makan bersama dia? Dia sudah beristri.”
“Zaman sekarang, siapa yang memedulikan itu? Tampaknya, wanita menyukai itu karena dianggap menegangkan.”


Pak Jang datang untuk mengajak Hye Ran menemui Kevin Lee.


Han Ji Won melihat kevin Lee sendirian di sebuah ruangan.


Han Ji Won masuk dengan membawakan minuman.
“Astaga, kamu di sini sendiri. Kukira Pak Jang bersamamu.”
“Dia keluar barusan untuk memanggil Bu Go Hye Ran.”
“Begitu, ya.”
“Omong-omong, bukankah tadinya kamu pewarta sementara News Nine?”


Dari bahasa tubuh dan gaya bicaranya, sepertinya Han Ji Won sepertinya sedang menggoda Kevin Lee.
“Aku merasa terhormat kamu mengingatku. Aku Han Ji Won.”
“Senang bertemu denganmu. Aku Kevin Lee. Kamu pewarta. Aku terkejut kamu menyediakan minum untuk tamu.”


Hye Ran datang dan diam saja mengamati tingkah Han Ji Won.
“Tidak. Aku hanya melakukan ini untuk tamu spesial. Aku hanya membawakannya minum. Kalau begitu, aku kembali bekerja.” Dia melihat Hye Ran lalu keluar dari ruangan itu.


Saat Han Ji Won keluar, Pak Jang dan seorang wanita yang bersama Hye Ran sudah ada di ruangan itu. wanita itu juga melihat ada yang aneh dengan Han Ji Won.
“Apa-apaan? Dia bahkan tidak membuat kopi untuk dirinya.”
Advertisement


EmoticonEmoticon