2/06/2018

SINOPSIS Misty Episode 1 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Misty Episode 1 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Misty Episode 1 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Misty Episode 1 Part 4

Di dalam ruangan, orang-orang sedang membicarakan berita tentang Kevin Lee. Semua media mencari tahu tentangnya, tapi hasilnya nihil. Mereka hanya mengetahui Kevin Lee adalah pegolf dar Korea, tanpa tahu latar belakangnya.
“Seoniorku pergi ke Amerika, tapi dia bahkan tidak melihat bayangannya. Bahkan presidennya tergila-gila dengan Kevin Lee sampai memberi perintah khusus untuk menghubungi setiap acara dengan Kevin Lee.” Kata seorang pria dalam ruangan itu.


Hye Ran masuk ke ruangan itu, orang-orang masih saja membicarakan Kevin Lee.
“Yang menemukan dia akan mendapat berita unik, eksklusif, dan besar. Sekali mendayung, tiga pulau terlampaui. Jika beruntung, kalian juga akan menjadi direktur eksekutif. Itu poin plusnya. Ini menggiurkan.” Kata seorang pria yang lain lagi.


Pak Jang masuk dan duduk di samping Ketua Tim Woong.
“Kalian siap untuk perubahan struktur pekan depan?” dia bertanya kepada semua yang ada di ruangan itu. Seorang pria di samping Hye Rang mengatakan dia mulai lelah dengan Kevin Lee karena semua orang mengincar pegolf itu. Pak Jang juga setuju dengannya.


Kemudian Pak Jang membahas program yang diberikannya kepada Hye Rang.
“Selain itu, kamu ingat acara dokumenter manusia yang kukatakan pekan lalu selain stasiun seni liberal? Go Hye Ran yang menjadi pembawa acaranya.”
Hye Rang yang duduk di depannya, menatap tajam Pak Jang.


Semua orang sepertinya senang dengan keputusan itu.


Hanya satu orang yang peduli dengan Hye Rang, yaitu Reporter Kwak. Dia beratnya bagaimana kelanjutan News Nine.


Pak Jang menyebut nama Han Ji Won. Lalu bertanya padanya, apakah dia percaya diri.
“Aku? Aku harus melakukan yang terbaik jika Anda memberiku kesempatan. Aku akan berusaha.” Ucap Han Ji Won dengan ragu-ragu dan menyembunyikan kebahagiannya. Orang-orang di dalam ruangan itu memberi selamat kepadanya.


Tanpa pikir panjang, Hye Ran mengeluarkan senjata untuk mempertahankan dirinya di News Nine.
“Wawancara eksklusif bersama Kevin Lee di "News Nine". Apa itu cukup?”
“Go Hye Ran.” Ketua Tim  Woong menegur Hye Ran, tapi Pak Jang mengangkat tangannya untuk membuatnya diam.
“Tunggu. Apa katamu? Wawancara eksklusif bersama Kevin Lee?”


“Aku berencana membawakan itu di hari perubahan struktur Minggu pekan depan. Kurasa aku harus membawakan News Nine lebih lama untuk itu.”
Hye Ran sepertinya berhasil membuat Pak Jang mempertimbangkan idenya. 


Sementara itu, orang-orang merasa tidak senang dengan ide Hye Ran, karena akan membuat dia mempertahankan posisinya di News Nine.


Ketua Tim dan Hye Ran berada di ruangan Pak Jang, Ketua Tim sangat kesal pada Hye Ran.
“Bukankah itu terlalu konyol? Aku tahu kamu tidak rela melepaskan posisi itu. Tapi kami sudah memutuskan memberikan itu kepada Han Ji Won. Kamu punya sumber spesifik?”
“Aku tidak akan mengatakan itu tanpa narasumber, Pak.” Hye Ran menjawab tapi jawabannya ditujukan untuk Pak Jang.
“Narasumber. Siapa narasumbernya? Han Gi Sup dari "Sports Line"? Atau Park Jang Cheol dari "Semua Tentang Golf"?” Ketua Tim masih terus mengomel.
“Anda ingin aku bagaimana, Pak? Mendapatkan wawancara eksklusif bersama Kevin Lee atau tidak?”
“Kamu bercanda?! Kamu harus mendapatkannya.”
“Lantas, Han Ji Won?” Ketua Tim berusaha memperjuangkan juniornya.


Lagi-lagi Pak Jang memintanya untuk diam.
“Tunggu. JBC akan melakukan sesuatu yang tidak bisa CNN lakukan. Buktikan reputasimu sebagai pewarta utama News Nine.”
“Tapi Pak...”
“Maaf, tapi diamlah. Jika gagal, bukan hanya kamu yang harus mundur dari "News Nine". Tapi kamu juga harus mempertaruhkan jabatanmu, paham? Paham?”
“Ya.” Hye Ran menjawab dengan sangat percaya diri.


Ketua Tim masih saja menggerutu saat kembali ke ruangannya.
“Kamu benar-benar gila. Kamu pamer dan angkuh. Kamu takut dipecat? Bisa-bisanya kamu berbohong seperti itu. Kevin Lee? Kamu ingin dipermalukan sebelum dipecat?”
“Aku mengambil posisi pewartamu sebelum kamu bisa berbuat apa-apa. Satu-satunya trikmu setelah tujuh tahun hanya Han Ji Won? Dae Woong. Itu sebabnya kamu tidak pernah sukses.”
“Kami memberimu penghargaan kemarin. Jika kami sudah berusaha membuatmu terkenal, kamu harus sadar dan keluar secara baik-baik. Itu tidak terlalu memalukan.”


Hye Ran melangkah ke hadapan Ketua Tim, dan menekankan ucapannya “Yang sangat memalukan itu dipermainkan seperti kamu. Aku pergi dan berhenti sesuai kehendakku.”


Dia lalu mengatakan pada reporter Kwak untuk mencarikan data dari Webdotcom. Lalu mereka berdua pergi dari ruangan itu.


Ketua Tim sangat kesal. Dia menghancurkan barang-barang yang ada di mejanya.


Han Ji Won mendengarkan perdebatan Ketua Tim dan Hye Ran dari kursinya.


Hye Ran mencari informasi tentang Kevin Lee. Dia melihat rekaman pertandingannya tapi wajahnya selalu tertutup di bawah topi. Reporter Kwak bertanya apakah dia benar-benar  punya cara untuk menghubungi Kevin Lee.
“Tidak. Aku harus mencarinya sekarang.”
“Senior. Itu sungguh bohong?! Lalu apa yang akan kamu lakukan?!”
“Tenang saja. Aku akan membawanya kemari.”


Dari luar ruangan, ada Han Ji Won yang mendengar percakapan mereka.


Hye Ran mengamati setiap detail Kevin Lee, dia melihat ada bekas luka di tangan kanannya.


Sorang pria yang tadi juga ada di ruang rapat, masuk dan menegur Hye Ran.
“Hei, Go Hye Ran. Di mana sopan santunmu? Bukankah ada batasan? Kenapa orang stasiun berita masuk ke stasiun olah raga? Kamu tidak menghormatiku karena kami lebih rendah darimu?”
“Kita semua menangani berita. Yang penting dapat berita eksklusif.”
“Benar. Kamu Go Hye Ran. Aku lupa. Bagaimana caramu mengubah keputusan Pak Jang kali ini?”
“Apa maksudnya?”
“Benar. Itu keahlianmu. Kamu memberi yang harus kamu beri dan mengambil yang harus kamu ambil.”


Hye Ran lalu berdiri dan berhadapan dengan pria itu, dan melibasnya dengan kata-kata yang tajam.
“Kamu benar. Aku dikenal karena itu. Aku memberikan keahlianku dan dikenal karena keahlianku. Kamu masih seperti ini di usiamu sekarang karena kamu tidak mampu.”
“Apa katamu?!”
“Jika kamu senior, bersikaplah seperti senior. Tunjukkan keahlianmu atau setidaknya jaga sopan santun. Kamu sangat kekanak-kanakan.” Hye Ran dengan segera keluar dari ruangan itu dengan wajah penuh kemenangan.


Hye Ran menenagkan dirinya di toilet, kemudian Han Ji won masuk untuk mencuci tangannya.


Han Ji Won mengibaskan tangannya yang basah hingga pakaian Hye Ran terkena cipratan air. Hye Ran memandangnya dengan tajam.


Dengan santai Han Ji Won mengambil selembar tissue dan memberikannya pada Hye Ran.
“Bersihkan itu.”


Hye Ran dengan angkuhnya tidak mau menerima tissue itu.
“Bukan "Bersihkan itu". Tapi "Maafkan aku". Kamu seharusnya minta maaf kepadaku. Karena memercikkan air dan mengincar posisiku.”
“Kamu juga merebutnya dari orang lain. Apa saat itu kamu meminta maaf? Tidak ada yang abadi. Bukan hanya kamu yang bisa mendapatkan posisi itu. Jangan tamak di usiamu ini. Itu membuatmu terlihat jelek.” Han Ji Won dengan santai dan penuh senyum membalas kata-kata Hye Ran.


Han Ji Won akan keluar dari toilet, Hye Ran memanggilnya.
“Ji Won. Pikirmu usia mudamu adalah keahlianmu? Kamu yakin akan mengambilnya jika kuberikan kepadamu? Coba saja jika kamu berani.”
“Pasti akan kulakukan.” Han Ji Won mengganguk untuk memberi hormat lalu pergi.


Seorang wanita keluar dari bilik toilet, dia bercermin dan bertanya apakah Hye Ran sedang diet karena wajahnya tampak pucat. Hye Ran mengatakan tidak, lalu wanita itu kembali berbicara.
“Jika usiamu di atas 35 tahun, wajahmu harus berkerut dan perutmu harus kendur agar seperti manusia. Orang takut menua. Menurutku mereka jelek. Apa aku menggemuk?”
“Ya.” Hye Ran menjawab dengan tidak peduli.


“Biarkan saja. Aku tidak sadar saat putus asa, tapi aku lega setelah menyerah. Perutku menyusut lima sentimeter. Tapi kebahagiaanku meningkat dua kali lipat. Bukan berarti kamu tampak tidak beruntung.”
“Kudengar, belakangan kamu membawakan acara radio.”
“Ya.”
“Kamu sudah bekerja keras.”
“Omong-omong, kamu datang bersama suamimu, bukan? Astaga. Kamu tidak tahu?” wajahnya seperti mengejek Hye Ran.
“Tidak. Aku sudah tahu. Kami harus datang bersama.” Hye Ran sempat terkejut beberapa saat, tapi dia menutupinya dan berbicara dengan penuh keyakinan.


Kang Tae Wook datang ke sebuah restoran dan terkejut melihat istrinya sedang berdiri menunggunya.


Hye Ran lalu menggandeng lengan suaminya dan berbisik padanya sambil menuju ke sebuah meja.
“Kamu tepat waktu, Sayang. Lakukan yang terbaik. Kita masih suami istri. Tolong hargai aku.”


Orang-orang yang sedang duduk di sebuah meja, membicarakan keduanya yang datang bersama.


Hye Ran dan Tae Wook bergabung dengan mereka untuk makan malam bersma. Mereka membicaran tentang anak dan membuat Hye Ran dan Tae Wook hanya diam sambil berpura-pura menikmati makanannya.


Seorang pria di samping Hye Ran memberikan kode dengan tatapannya kepada seorang wanita yang duduk di hadapan Hye Ran.


Wanita itu lalu berbicara dengan gaya yang dibuat buat.
“Jaksa Kang. Astaga. Terkadang, aku membuat kesalahan seperti itu. Sekarang kamu pengacara, bukan? Kamu pasti sangat bahagia. Makin hari, Hye Ran makin cantik.”
“Ya.”
Kang Tae Woon tersenyum sekilas dan menjawab dengan singkat.


Wanita di samping Hye Ran melihatnya sedang mengambilkan makanan untuk Kang Tae wook dan dia juga berkomentar.
“Astaga. Kalian berdua tampak sangat bahagia bersama. Kudengar sulit punya anak jika hubungan terlalu baik.”


Hye Ran menjawab pertanyaan wanita itu dengan meyakinkan, tapi suaminya memandang Hye Ran sambil mengerutkan dahi. Sepertinya dia tidak menyukai jawaban Hye Ran.
“Kami sengaja menunda.”
“Tapi pikirkan usiamu. Kamu mungkin tampak muda di luar, tapi tubuh wanita cepat menua.” Wanita itu mencibir jawaban Hye Ran.
“Aku tahu. Aku berencana berolahraga dahulu.”


Wanita yang bertemu dengan Hye Ran di toilet adalah istri Jaksa Byun, dia bertanya tentang kasus yang ditangani oleh Kang Tae wook
“Omong-omong, kudengar kamu membela ayah seorang anak lagi. Katanya dia (Jaksa Byun) tidak enak karena selalu menang. Dia (Jaksa Byun) selalu saja mengeluh.”
Semua orang tertawa kecuali Hye Ran dan suaminya.
“Hei, jangan terlalu keras kepadanya. Kamu akan membuat Tae Wook menangis. Tae Wook, kamu membuatku kesal. Aku menang sebelum mencoba apa pun. Aku kasihan kepadamu.” Jaksa Byun juga mengejek Tae Wook. Istri Jaksa Byun lalu berkata kalau Hye Ran pasti merasa kesal juga.


Lagi-lagi dengan gaya angkuhnya, Hye Ran berhasil membungkam mereka semua. Orang-orang terdiam saat mendengar ucapan Hye Ran.
“Aku kesal. Dia mengabaikan surat penangkapan karena mencemaskan golongan khusus. Aku kesal dengan keadaan sosial saat ini. Saat hukum dan keadilan tunduk kepada penguasa. Menang bukan berarti menang. Jadi, kamu tidak merasa puas. Aku tetap mendukung keyakinannya. Aku tahu pada akhirnya dia akan menang. Kamu juga yakin, bukan?”


Hye Ran berpura-pura menjalin kedekatan dengan suaminya, dia memegang lengan Tae Wook. Tapi dia melepaskan tangan Hye Ran dan mengambil segelas wine. Istri Jaksa Byun memperhatikan mereka, dan dia menyembunyikan senyumnya yang tampak mengejek.


Di dalam toilet, tiga wanita itu membicarakan Kang Taw Wook dan Hye Ran. 
“Pengacara Kang tampak seperti makan sial. Kamu melihatnya?”
“Kurasa itu bukan hanya rumor. Suamiku bilang mereka berpisah. Aku tahu penyebabnya.”
“Aku mengatakan ini padamu saja. Jika seorang wanita itu sukses, dia pasti sangat tangguh dan licik. Pria bosan dengan wanita seperti itu.”
“Kudengar kalau News Nine harusnya jadi milikmu.” Salah seorang wanita bertanya kepada istri Jaksa Byun.
“Aku sudah lapa melupakannya. Semua itu hanya masa lalu. Yang terpenting adalah  suami dan keluargaku.”
“Itu sangat keren. Kamu selalu sangat keren dengan hal-hal ini.”


Dari luar toilet Hye Ran mendengar percakapan mereka bertiga.
Advertisement


EmoticonEmoticon