2/22/2018

SINOPSIS Cross Episode 8 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Cross Episode 8 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Cross Episode 8 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Cross Episode 9 Part 1

Hyung-bum menelpon seorang klien-nya, dia bilang ginjal yang diminta telah siap, “Telpon aku lagi, jika kau sudah pegang uangnya! Aku akan melakukan operasi pengangkatan segera setelah kita menentukan tangganlnya!”


Setelah menutup telpon, Hyung-bum melirik selembar foto In-kyu yang dia simpan di dekatnya..


In-kyu pulang ke apartemennya.. langkahnya terhenti sejenak, sepertinya karena dia sadar bahwa ada seseorang yang tengah mengawasinya.. namun dia berusaha tenang, dan melanjutkan langkahnya begitu saja.


Tapi ketika masuk kamar, dia langsung mengintip lewat jendela, dan memang terlihat mobil Han-shik yang melaju pergi~


Ji-in memberikan laporan hasil pemeriksaan pendonor pankreas untuk pasien Choi Sun-mi. Berkasnya keluar cepat karena presdir yang memintanya langsung. Dan disana, dijelaskan bahwa organ pendonor dan pasiean telah cocok dan bisa dilakukan operasi.


Namun Ji-in mengungkapkann rasa herannya mengenai sikap pendonor, yang ketika dipanggil namanya tidak menyahut.. dan karena pendonor hanya sendirian, tak ditemani anggota keluarganya. Wajar sih... jika alasannya karena dia melakukan donor tanpa disetujui keluarga dekat, tapi jika memang begitu setidaknya si pendonor yang merupakan paman Sun-mi, menemui keponakannya atau pun sebaliknya.. tapi hal itu tak pernah terjadi, seakan mereka tak mengenal satu sama lain..


Seketika dokter Go teringat perkataan In-kyu, dia pun bertanya apa Kongres Noh masih berada di ICU?

“Dia sudah pindah ke ruang VIP pagi tadi..” jawab Ji-in


Dokter Go bergegas menemui Kongres Noh, dia bertingkah seolaholah ingin memeriksa kondisi luka, padahal sebenarnya ingin memastikan sesuatu. Dengan santai, dokter Go menanyakan keberadaan adik kongres Noh yang tak pernah datang kembali untuk diperiksa,

“Adik? Siapa?..” tanya Kongres Noh, tapi kemudian dia melanjutkan kalimatnya dengan menyebutkan bahwa sang adik sedang sangat sibuk

“Pendonor mesti diperiksa juga, tapi dia tak pernah datang..”

“Kalau begitu, nanti saya kan menghubunginya..”


“Bisakah anda menghubunginya sekarang?” pinta dokter Go, yang sontak membuat Kongres Noh terlihat kikuk dan gugup.

“Hmm.. belakangan ini, aku sulit menghubunginya karena dia sangat sibuk. Aku akan menelponnya lain kali dan memberitahukan hal ini padanya..”

“Kalau begitu, anda harus menghubunginya ya.. karena dia harus menjalani pemeriksaannya..” ucap dokter Go yang kemudian berjalan pergi


Dokter Go memeriksa identitas pendonor untuk Kongres Noh. Dia menelpon nomor yang tertera disana, namun telponnya tak aktif..


Pada waktu bersamaan, Ji-in menemui petugas sosial yang melakukan wawancara pada pendonor Choi. Sama seperti Ji-in, dia pun merasa ada suatu hal yang janggal. Tetapi ketika ingin mengajukan pertanyaan lebih detail, atasan menyuruhnya berhenti karena pendonor adalah teman dekat presdir katanya.


Dokter Go menelpoon Ji-in, dan memintanya untuk datang menemuinya dengan membawa berkas identitas pendonor Choi.


Setelah melihat-lihat berkasna, sokter Go meminta Ji-in untuk mendatangi alamat yang tercantum disana,

“Kenapa memangnya?” 

“Pendonor Choi berada disini’kan?  Jadi sekarang pastikan kalau dia tak ada dirumahnya.. untuk mengkonfirmasi bahwa Choi Gyung-nam ini adalah Choi Gyung-nam yang asli” 

“Eh.. masa sih.. aku yakin, kalau dia orang yang asli” 

“Kuharap memang begitu..” 

“Baiklah aku akan pergi memeriksanya..”

“Cepatlah, karena operasinya akan dilakukan sore ini..”


Setelah menunggu cukup lama, akhirnya hAn-shik melihat In-kyu keluar dari apartemen. Setelah itu, diam-diam dia pun mengikutinya dari belakang..


In-kyu menyadari bahwa dirinya diikuti, dan dia sengaja bertingkah seolah-olah dia tak mengetahuinya dan terus berjalan lurus, tanpa menengok belakang.


Dia bebelok melewati jalanan kecil, dan terpaksa Han-shik harus turun dan berjalan mengikutinya~


Dari awalnya berjalan pelan.. kemudian In-kyu berjalan makin cepat hingga membbuat Han-shik kehilangan jejaknya.


Han-shik menerima telpon dari Hyung-bum yang bertanya mengenai In-kyu. Dia pun menjelaskan bahwa In-kyu menghilang, padahal barusan masih ada di depan matanya.

“Dasar bego! Sekarang pulanglah!” pinta Hyung-bum


Padahal ternyata, In-kyu tengah berada di sebuah toko pakaian. Dia telah berganti mengenakan setelah yang lebih tertutup, dan keluar ketika Han-shik berjalan menuju mobilnya.


Di Ruman Sakit, operasi Choi Sun-mi akan segera dilaksanakan. Pasien serta pendonor telah memasuki ruangannya masing-masing dan diberikan obat anestesinya. 


Tak lama kemudian, dokter Go masuk ruangan.. dia pun telah mengenakan pakaian lengkap untuk operasi, dan tinggal melakukan tindakan.


Sesaat setelah Ji-in tiba di lamat yang tertera, datanglah seorang pria yang ternyata.. adalah Choi Gyung-nam yang asli. Ketika ditanyai seputar presdir Choi, dia langsung terlihat kesal..


“Aku tak ingin memedulikannya lagi! Kita sudah putus kontak sejak lama!” tegasnya yang kemudian berjaan masuk ekdalam rumahnya


Segera, Ji-in menelpon ayahnya yang untungnya belum memulai tindakan operasi, “Ayah.. Choi Gyung-nam yang asli ada disini..”


“Bailah, kerja bagus..” jawab dokter Go yang kemudian langsung memutuskan bahwa operasi hari ini dibatalkan


In-kyu menggunakan taksi untuk mengikuti Han-shik. Hingga merka sampai di sebuah kompleks perumahan. 


Secara perlahan, In-kyu berjalan mengikuti Han-shik yang memasuki jalanan kecil..


Di Rumah Sakit, dokter Lee heran dan bertanya mengapa dokter Go membatalkan operasinya secara tiba-tiba?

“Identitas pendonor dipalsukan. Simpan rahasia ini, sampai aku menemukan bukti yang kuat..” jawab dokter Go


Mendengar berita ini, seketika membuat Son Sajang marah besar. 


Dia pun bangkit dari kursinya, dan berjalan pergi untuk menemui dokter Go dan begitu pun sebaliknya~


Pada waktu yang bersamaan, In-kyu pun masih mengejar Han-shik~


Dokter Go akhirnya bertatap muka dengan Son Sajang..


Sementara In-kyu, kita hanya melihatnya berdiri diam.. menatap ke satu arah~~~~
Advertisement


EmoticonEmoticon