2/21/2018

SINOPSIS Cross Episode 7 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Cross Episode 7 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Cross Episode 7 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Cross Episode 7 Part 3

Setelah mendatangi berbagai tempat, In-kyu bertanya-tanya dimanakah Hyung-bum berada sekarang? Bahkan, berita di TV telah menayangkan insiden ini. Maka berarti, Hyung-bum telah menjadi buronan nasional.


Tiba-tiba In-kyu menerima panggilan masuk dari nomor tersembunyi, yang ketika diangkat langsung terdengar suara Hyung-bum yang tengah tertawa, “Terimakasih, karenamu aku punya kesempatan untuk melarikan diri..” ucapnya

“Kau dimana?!”

“Ah.. kau mencariku? Tak perlu.. karena aku yang akan mendatangimu..”

“Datanglah SEKARANG JUGA!”

“Hahahaha (tertawa).. sampaikan ucapan belasungkawa-ku untuk dokter Baek. Sepertinya, dia sangat sedih..”


Tak kuasa menahan emosi, In-kyu berteriak: “Heh, DASAR BANG*AT!!?!?”, yang seketika membuat seluruh orang menoleh kearahnya~


Dokter Lee memimpin operasi pengangkatan organ Sung-ho. Sebelumnya, tim sempat berdoa.. sebagai bentuk penghormatan terakhir untuk pasien, yang pastinya akan dinyatakan meninggal setelah operasi selesai dilaksanakan.


Dokter Son sedih, dia menyesal.. karena tidak melakukan CT Scan lebih awal. Dokter Lee mencoba untuk menenangkannya, lagipula wali pasien yang seorang dokter pun, memutuskan untuk menangani DKA lebih dulu.


“Tapi.. sedari awal dokter Kang telah mencurigai cedera otak pasien..” 

“Dokter Kang? Maksudmu Kang In-kyu?” 

“Iya.. dan harusnya aku mengambil keputusan tegas, tak terpengaruh oleh anggota keluarga yang tak bisa berfikir rasional pada saat kejadian..”


In-kyu datang ke lapas, dia melihat rekaman CCTV ketika Hyung-bum, berulangkali memberikan makanan manis sebagai ganti obat yang diberikan Sung-ho, hingga akhirnya membuat Sung-ho jatuh tak sadarkan diri. Petugas memberitahukan, bahwa dokter Bek langsung menagis setelah melihat video ini tadi~


Kalapas benar-benar marah.. sebelumnay dia menegaskan, jangan sampai insiden ini bocor keluar. Tapi sekarang, beritanya da dimana-mana.


Petugas inspeksi dari pusat, bahkan datang ke lapas dan ingin bertemu dengan kalapas secara khusus~


Dengan langkah yang sangat berat, In-kyu berjalan menemui dokter Baek yang kondisi emosinya benar-benar tidak stabil. 


Dia meluapkan seluruh amarahnya kepada In-kyu, dengan menghajarnya habis-habisan.


Untunglah datang petugas yang lansgung menarik dokter Baek. Namun donter Baek berteriak mengatakan, “Putraku, mati karenamu!”


In-kyu hanya diam pasrah.. dia tak berkomentar apap pun, matanya berkaca-kaca.. dia tak kuasa menahan tangisnya.


Ji-in meminta ayahnya untuk menemuinya ditaman RS, karena sang ayah selalu diam dalam gedung sepanjang hari, “Serorang manusia membutuhkan sinar matahari juga..” tambahnya


Ternyata, tujuan utama Ji-in ialah untuk memberikan sebuah smartphone untuk ayahnya, yang selama ini masih menggunakan ponsel model jadul.

“Padahal aku masih betah mengunakan ponsel lamau. Tapi, terimakasih yaa..” ucap dokter Go


“Hmm.. orang itu, apakah dia baik-baik saja?” tanya Ji-in

“Siapa?” tanya dokter Go

“Sepertinya, ayah belum tahu.. Penjara Shingwang dalam masalam karena seroang tahanannya melarikan diri” jawab Ji-in

“Kapan?” tanya dokter Go

“Kalau tak salah.. kemarin? Kudengar, dia adalah tahanan yang melukai pasien Lee Gil Sang yang sekarang masih dirawat di ICU..” jawab Ji-in


Dokter Go memeriksanya sendiri, dan ternyata berita tersebut memang telah menyebar luas di internet. Dia pun menelpon In-kyu namun tak ada respon..


In-kyu menemui dokter Baek di ruangan, dia memberikan surat pengunduruan dirinya sambil berkata: “Aku tak berani meminta maaf padamu.. Tapi, aku tak bisa berhenti.. Aku akan menerima hukumanku, setelah aku berhasil menangkap Kim Hyung-bum..”


Dokter Baek tak mengatakan apa pun, dia hanya fokus memegangi hadiah terakhir yang diberikan putranya. In-kyu pammit.. lalu dia berjalan pergi~


Di RS Sunrim, hasil pemeriksaan menujukkan perkembangan kondisi Kongres Noh yang semakin membaik dan mungkin, bisa dipindahkan ke ruang rawat biasa sekitar akhir pekan ini. Kongres Noh berterimakasih pada tim dan staff RS, begitu pun sebaliknya.


Ketika berjalan pergi, Son sajang sempat melirik Gil-sang yang masih terbaring tak sdarkan diri. Entah apa, makna dari tatapan itu, namun seakan-akan dia mengenalnya seara personal~


Son sajang dan direktur Lee memperbincangkan masalah berkas kongres Nnoh yang tak boleh sampai ketahuan oleh dokter Go. Lalu mereka mendisusikan surat rekomendasi yang bisa membuat RS terpilh menjadi komples destinasi medis unggulan Korea. Hingga saat ini, mereka baru mendapatkannya dari Kongres Noh dan Organisana Donor Organ.

“Setidaknya, kita membutuhkan satu lagi.. dari orang yang sangat berpengaruh..” ujar Son Sajang

“Baiklah.. saya akan berusaha untuk mencarikannya..” jawab direktur Lee


Tiba-tiba, ada seorang pasien anak ditemani ibunya. Son Sajang sepertinya sangat perhatian pada paseiean itu, dia sampai mengelus rambutnya dan tersenyum padanya..


Setelah pasien itu pergi, Son sajang terdiam melihat berita mengenai kaburnya Hyung-bum. 


Direktur Lee menatapnya an mereka saling melempar senyuman penuh teka-teki~


In-kyu mendatangi suatu tempat dimana banyak terdapat buku-buku yang tertata rapi. Dia mengambil salah satu buku tebal, kemudian terduduk lemas sambil memeluknay erat.


Pada belakang cover buku tersebut, tertempel foto keluarganya, “Ini.. bukanlah apa yang aku inginkan. Aku bahkan tak mengerti, apa yang sedang kulakukan..” ucapnya pilu


Terigat momen di masa lalu, membuat In-kyu bersedih.. dia menangis, “Kenapa kamu pergi sangat cepat? Aku merindukanmu..” ungkapnya dengan suara bergetar
Advertisement


EmoticonEmoticon