2/12/2018

SINOPSIS Cross Episode 4 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Cross Episode 4 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Cross Episode 4 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Cross Episode 5 PREVIEW

Di RS, operasi telah siap dilaksanakan. Tetapi tim, dibuat bingung.. karena In-kyu tak bisa dihubungi. Dokter Lee, berpendapat kalau mereka supaya memanggil dokter lain saja.. Namun dokter Go meminta mereka untuk menunggu sebentar lagi~


In-kyu sendiri.. baru hendak memulai operasi ‘ilegal’-nya. Suasana sangat menegangkan, karena si broker terus memerhatikannya..


Pada waktu yang bersamaan Hyung-bum terngah berbaring dalam lapas.. dia tersenyum, sambil membayangkan tangannya tengah melakukan operasi pengangkatan organ.


Di dalam ambulans, In-kyu terus mencari-cari kesempatan untuk ‘beraksi’. Hingga tibalah satu momen dimana dirnya, bisa menyemprotkan spray itu, tepat ke mata si broker.. setelahnya, dia pun bergegas menyemrotkan oksigen bertekanan tinggi ke arah si broker hingga membuatnya tak berdaya dan memungkinkan In-kyu untuk melarikan diri dengan membawa gadis yang tak sadarkan diri itu..

Tindakannya yang sangat beresiko ini, seakan mengulang kembali apa yang pernah dilakukannya pada sang adik. Ternyata.. setelah meninggalkannya, In-kyu pun kembali menghampirinya untuk menyelamatkannya.


Jalanan bersalju yang licin, membuat In-kyu terjatuh hingga tangannya terluka, namun dia tak memperdulikannya.. dia melihat wajah gadis itu yang sangat kedingingan, hingga bibirnya berwarna biru..


Dulu.. pada adiknya In-kyu berkata: “Jangan takut.. oppa tak akan pernah meninggalkanmu lagi..”


Sekarang, pada gadis ini, In-kyu berkata: “Jangan takut.. aku akan menyelamatkanmu apa pun yang terjadi..”


Operasi di RS harus segera dilaksanakan, karena telah lewat jadwal yang ditentukan.. namun tim masih belum bisa menghubungi In-kyu. Mereka bingung, dan jalan terkahir hanyalah mencari dokter pengganti..


In-kyu berlari menggendong gadis itu, dia menuruni bukit hingga akhirnya sampai di jalan raya. Dia nekat berdiri di tengah jalan.. supaya ada mobil yang mau berhenti membantunya.


Tanpa rasa takut, dia menghadang sebuah truk.. dan si supir marah besar, “Kau ini ingin mati!” bentaknya


Dengan nafas yang terengah,, In-kyu menjelaskan bahwa gadis yang dibawanya ini tengah  sakit parah dan dia minta tumpangan ke RS Sunrim.

Supir itu nampak ragu, dia pun bertanya “Kau seorang dokter?”. In-kyu menjawab ‘ya..’


Si supir melirik foto seorang gadis yang terpajang di dek mobil, entah siapa tapi mungkin itu anaknya. Setelah itu, dia pun akhirnya bersedia memberikan tumapangan untuk In-kyu..


Jam telah menunjukkan pukul 8:50, In-kyu meminjam ponsel supir untuk menelpon dokter Go yang kini tengah sibuk mencari dokter pengganti, namun tak ada yang bisa.


Ketika menerima telpon dari In-kyu, dokter Go sempat marah dan membentaknya. Namun karena waktu terus berjalan.. dia pun meminta tim dokter untuk mulai operasi, karena In-kyu baru akan datang 10 menit lagi.


Kondisi gadis yang dibawa In-kyu makin membueruk.. dia menggigil kedinginan, serta badannya makin lemah dan hampir kehilangan kesadaran.


Para petinggi RS, menggerutu kesal.. karena operasi yang telah tertunda cukup lama. Hingga masuklah dokter Go, yang seketika bisa meredam semua resah dalam pikiran mereka.


Bebrapa dokter yang mengobservasi termasuk dokter Son, harus pergi meninggalkan ruangan karena menerima panggilan darurat.


Dokter Son memeriksa seorang wanita parubaya yang tak sadarkan diri. Dia meminta tim untuk terus memantau tanda vitalnya secara berkala, kemudian meminta dokter penyakit dalam untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut..


Tak lama kemudian, In-kyu datang.. Ji-in yang telah berdiri menunggunya diluar, dia abaikan begitu saja.. karena dia buru-buru berlari menuju ruang IGD.


Kepada dokter Son, In-kyu menjelaskan bahwa gadis ini mengalami hiposksia (kurang oksigen), hipotermia (suhu badan sangat rendah), dan mungkin overdosis obat anestesi, “Aku menemukannya tergeletak di jalanan, maka aku membawanya kesini”


Si broker beserta rekannya, kembali ke tempat awal.. mereka bergegas mengambil seluruh barang In-kyu beserta ponselnya yang tertinggal disana.


Operasi telah dimulai, dokter Go mengoperasi Kongres Noh, dokter Hong mengoperasi Baek Gyu-sang, dan dokter Lee mengoperasi In-sung. Tetapi In-kyu, berlum masuk ke ruang operasi Baek Gyung-seo karena dia masih sibuk mengurus gadis yang dibawanya ke ruang IGD.


Setelah dirasa semuanya baik-baik saja, In-kyu berjalan pergi menuju ruang operasi. Tetapi, langkahnya terhenti karena kondisi gadis itu yang tiba-tiba menurun drastis. 


In-kyu melakukan CPR, sementara dokter Son melakukan resusitasi dengan menggunakan alat. Dimulai dari 80 joule, kemudian 160 joule.. tetap tak ada reaksi apa pun. In-kyu tak bisa tinggal diam, dia masih berusaha melakukan CPR, padahal dokter lain nampak telah pasrah dengan kondisi ini.


Di ruang operasi Baek Gyung-seo.. seluruh tim tengah dibuat kesal sekaligus panik. Obat anestesi telah diberikan 2 jam yang lalu namun belum dilakukan tindakan apa pun. Masalahnya.. operasi pengangkatan organ In-sung hampir selesai. Untuk berjaga-jaga, perawat penanggung jawab, meminta Dokter yang ada di ruangan untuk melakukan laparatomi (membelah dinding kulit perut) terlebih dulu.


Ji-in berteriak pada In-kyu, memintanya untuk berhenti dan segera berlari menuju ruang operasi Baek Gyung-seo, “Kalau terjadi apa-apa padanya, kau mau tanggung jawab?!”

In-kyu mengabaikan bentakan itu... dia masih fokus pada gadis yang tengah dia berikan CPR dengan sisa tenaga yang dimiliknya. Dia pun meminta dokter Son untuk melakukan resusitasi dengan daya 200 joule, “Kumohon.. coba sekali lagi!”


Akhirnya.. dokter Son melakukan hal terebut. Namun, monitor tanda-tanda vital, tak menunjukkan perubahan apa pun~~~~



KOMENTAR:

Ihhhhhh.. gemessnyaaa pengen teriak sama In-kyu, suruh pergi aja ke ruang operasi. Lagian, dokter di ruang IGD bukan dia ajaaa sih. Mungkin, karena In-kyu  menganggap anak itu sebagai adeknya sendiri, makanya dia serasa harus banget bikin anak ini selamat.

Terus, aneh juga sama operasi pengangkatan organ illegal.. kalau ‘urgent’ banget, harusnya dilakukan ditempat yang berdekatan sama penerimanya. Tapi ini, malah ditengah hutan.. mana alat-alatnya enggak steril.. yang ada organ-nya malah rusak duluan sebelum dikirim ke penerima *Duhhh.. namanya juga drama..*

Jadi ngeri sendiri.. bayangin, kalau ternyata orang-orang ilang malah di ‘curi’ organnya dengan cara sadis kayak begini~
Advertisement


EmoticonEmoticon