2/12/2018

SINOPSIS Cross Episode 4 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Cross Episode 4 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Cross Episode 4 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Cross Episode 4 Part 3

Saat pulang dari lapas, In-kyu mengambil ponselnya di penjaga. Ada 17 panggilan tak terjawab, namun dia mengabaikannya. 


Ponselnya pun berdering, ada telpon masuk dari Dokter Go yang lagi-lagi memintanya untuk berpartisipasi dalam operasi, “Baek Gyu Sang bilang, dia ingin kau yang mengoperasi putrinya. karena kau sudah dia anggap seperti putranya sendiri. Dia memutuskan untuk mendonorkan liver-nya karena menaruh kepercayaan besar padamu. Jadi, kau tetap akan menolaknya?”

“Kapan operasinya?”

“Besok, jam 7:30 malam.. jangan terlambat dan kirim surat balasan yang baru..”


Setelah telponnya tutup, ponselnya kembali berdering.. kali ini ada panggilan masuk dari nomor yang tersembunyi dan penelponnya adalah si broker temannya Hyung-bum..


Mereka pun bertemu di tempat yang sepi.. si broker memberikan berkas klien, berisi catatan medis serta sebuah kaset serta ponsel yang akan mejadi media komunikasi diantara mereka. Dia menjelaskan tugas In-kyu ‘cuma’ melakukan operasi pengangkatan organ ginjal.

In-kyu bertanya, siapa yang akan melakukan operasi penanaman organ? Karena hal itu-lah yang lebih penting dalam menentukan keberhasilan transplantasi tersebut..

“Kenapa? Kau ingin melakukannya juga..” ujar si broker yang kemudian memaparkan bahwa mereka brtugas sebagai ‘penyuplai’, selebihnya tergantung pada klien mereka.


Waktu operasinya adalah besok pukul 6 sore. In-kyu kaget, karena jadwalnya berdekatan dengan operasi Baek Gyu Sang, dia pun minta operasinya dimundurkan.. namun pemintaannya ditolak, “Kalau tidak bisa.. yadusah lupakan saja..”

“Baiklah tempatnya dimana?”

“Besok akan ku kabari lewat onsel itu..”


Pagi hari, para tahanan tengah menghabiskan waktunya di lapangan olahraga. Hyung-bum sepertinya sengaja, membuat putra dokter Baek, yang bernama Baek Sang Ho, mesti berhadapan dengannya..


Hyung-bum mengorek informasi darinya, mengenai alasannya ditahan dan penyakit yang dideritanya. Sang-ho bercerita kalau dirinya mengendarai mobil dalam kondisi mabuk dan tidak memiliki SIM.

“Heh.. kau pasti dijebak temanmu yaa..”

“Iya hyun-nim.. darimana kau tahu..”

“Aku punya hadiah untukmu..” ucap Hyung-bum yang kemudian memberikan sebuah majalan dewasa untuknya~


Ji-in, Dokter Go, dan Dokter Hong tengah mendiskusikan agenda operasi nanti malam. Hasil pemeriksaan, menujukkan dua pasien dan dua pendonor dalam kondisi yang cukup baik untuk menjalani operasi. 

Lalu In-kyu pun telah mengirimkan surat resmi, terkait ketersediannya untuk bergabung dalam tim. Maka dari itu, operasi malam ini telah siap untuk dilaksanakan.


In-kyu mengirimkan e-mail pada seseorang, dia memberitahukan agenda operasi tranplantasi ilegal yang akan dilakukannya sore nanti, waktunya pukul 6, namun lokasinya masih belum pasti. Maka dia pun mengirimkan koordinat GPS yang sengaja dia pasangkan dalam alat tensinya. Selain itu, dia pun memasang kamera pengintai pada lupe-nya.


Si broker mengeirim pesan, memintanya untuk turun ke bawah karena dia sudah menunggunya di mobil.


Melihat tas In-kyu, membuat si broker bertanya: “Itu apa?”

“Alat untuk operasi, takutnya aku memerlukan itu..” jawab In-kyu yang seketika membuat si broker menunjukkan senyuman misterius


Jam telah menunjukkan pukul 6 sore, di RS tim medis tengah mempersiapkan ruangan untuk operasi..


Sementara itu, In-kyu sendiri baru tiba di depan sebuah gedung usang yang sepertinya menjadi lokasi dilakukannya operasi ilegal. Disana, telah ada seorang pria yang menunggu mereka..


In-kyu sempat ragu untuk masuk, dia pun bertanya ini dan itu. Namun si broker menyuruhnya untuk langsung masuk saja dan melihat kondisi didalam seperti apa..


Melewati lorong yang gelap, akhirnya mereka memasuki ruangan dimana terdapat satu kasur dan beberapa peralatan operasi. Si broker membawakan gaun hijau (seragam operasi), lalu menyuruh In-kyu untuk mengenakannya.


Namun In-kyu hanya diam.. tak lama kemudian, pria yang berjaga di depan masuk kedalam ruangan. Si broker merebut tas In-kyu, namun In-kyu mehannnya, “Operasi tak bisa dilakukan di tempat seperti ini!” tegasnya


“Dasar cerewet..” ucap si broker yang kemudian menyetrum leher In-kyu dengan alat kejut, hingga membuat badannya lemah seketika. Ponsel In-kyu terjatuh, tas-nya direbut..  


Ketika tak sadarkan diri, In-kyu teringat momen ketiksa dirinya meninggalkan sang adik di jalanan sepi, “Ini semua karena mu.. Ibu meninggal dan ayah selalu bepergian karena harus mencari uang untuk pengobatanmu..” ucanya dengan mata yang berkaca-kaca


Satu per-satu, pasien dan pendonor dibawa masuk kedalam ruang operasi. Madam Noh menangis melihat putranya, “Nanti setelah operasinya selesai, ibu janji akan mengabulkan segala permintaanmu..” ucapnya


Selama In-kyu tak sadarkan diri, si broker memeriksa seluruh barang dalam tas In-kyu dan dengan mudah, dia berhasil menemukan GPS yang terpasang dalam tensi.


Setelah itu, mereka membawa In-kyu pergi.. di tengah perjalanan, denga sengaja.. GPS tersebut dibuang begitu saja.


Tak lama kemudian, polisi tiba di lokasi tempat GPS tersebut dibuang.. mereka tak bisa berbuat apapun karena menyadari bahwa mereka telah terlambat satu langkah.


Sebentar lagi, operasi akan dimulai. Kepada Ji-in, Baek Gyu Sang bertanya, apakah dirinya bsia melihat wajah putrinya untuk yang terakhir kali? Takutnya terjadi apa-apa dan dirinya tak bisa bangun kembali..

Ji-in meyakinkan Gyu-sang bahwa smeuanya akan berjalan dengan lancar, “Pasti.. anda akan bisa bertemu dengannya lagi..”


Pemberian anestesi dilakukan... dan dalam waktu kurang dari 10 detik, Baek Gyu-sang telah kehilangan kesadarannya~


In-kyu akhirnya sadarkan diri.. kini dia berada ditempat yang tak jelas lokasinya dimana, namun si broker menyebutnya ‘ruang operasi outdoor’


“Kenapa kau membawa alat pelacak?”

“Untuk berjaga-jaga, takutnya kaian melakukan hal buruk padaku!”

“Heh.. untuk apa kita melakukan hal seperti itu...”


In-kyu masuk kedalam ambulans, dimana mereka akan melakukan operasi pengangkatan organ. Disana terbaring seorang gadis berusia remaja yang telah tak sadarkan diri.


Melihatnya, seketika membuat In-kyu teringat pada adiknya. Ternyata kala itu, In-kyu meninggalkan sang adik dengan harapan agar dia mati saja..


Si broker menyalakan kamera, yang merekam proses operasi pengangkatan. Nantinya, rekaman ini akan diberikan pada pihak pembeli, sebagai bukti pelaksanaan operasi serta menjadi bukti kalau In-kyu telah berada di pihak yang sama dengan mereka.


Berikutnya, si broker mempersiapkan alat.. seperti sarung tangan. Hingga memasang tabung oksigen. Nampak jelas, bahwa dia sangat sering melakukan hal ini,


Sementara itu, secara diam-diam.. In-kyu menyembunyikan sekaleng spray pereda nyeri disampingnya~
Advertisement


EmoticonEmoticon