2/12/2018

SINOPSIS Cross Episode 4 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Cross Episode 4 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Cross Episode 3 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Cross Episode 4 Part 2

Dokter Go meminta In-kyu untuk menjadi salah satu dokter dalam tim yang akann melakukan operasi pertukaran transplantasi liver, “Kau telah menyelamatkannya, jadi kau harus bertanggung jawab hingga akhir..” ucapnya

“Aku bukanlah dokter di RS Sunrim, tapi aku adalah tim medis dari lapas Shingwang..” tegas In-kyu


“Maka dari itu, aku minta bantuanmu..” ujar Dokter Go

Tanpa berpikir panjang, In-kyu langung menyakatan bahwa dirinya menolak permintaan dari Dokter Go, ang seketika membuat dokter lain dalam ruangan menatapnya heran.


Son sajang memberitahukan hal ini kepada Madam Noh, dia menjelaskan prosedurnya dan minta ketersediannya. Namun Madam Noh menolaknya, “Membujuk putraku untuk medonorkan liver pada ayahnya bukan hal yang mudah, dan sekarang anda memintanya untuk mendonorkan liver-nya kepada orang lain..” keluhnya yang kemudian mengkritisi identitas pendonor untuk suaminya, “Anda ini sedang merendahkanku? Bagaimana bisa.. dia menerima donor dari seorang kriminal?!”


Dengan angkuh, Madam Noh kekeh menyatakan bahwa liver putranya tak bisa diambil. Son sajang bersikap tegas, dia ‘memancing’ madam Noh dengan mengatakan bahwa masih ada pasien lain yang bersedia berpartisipasi dalam operasi ini, “Jika anda tidak mau, yasudah..”

Mendengarnya, seketika membuat Madam Noh geram. Dia meminta Son sajang untuk menuruti perintahnya dan bernegosiasi untuk membeli organ dari kriminal itu.  Akan tetapi, Son sajang menolak...dia menegaskan bahwa dirinya adalah seroang pebisnis, namun tak mau melakukan hal yang hanya menguntungkang satu belah pihak saja.


Video rekaman In-kyu yang tengah menyelamatkan pasien kecelakaan mobil menjadi viral di internet dan menjadi perbincangan hangat para netizen yang memujinya sebagai dokter hebat. Hal tersebut membawa dampak positif untuk citra lapas Shingwang, bahkan kalapas sampai memuji In-kyu secara langsung.


Mereka menerima surat resmi dari RS Sunrim yang minta bantuan In-kyu untuk melakukan operasi Baek Gyu Sang. Tetapi, In-kyu bersikeras menyatakan bahwa dirinya menolak permintaan tersebut. 

Kalapas hingga Dokter Baek, membujuknya untuk melakukan operasi itu. Citra lapas sempat memburuk karena insiden penikaman yang dilakukan Kim Hyung-bum.. setidaknya, mereka berharap lewat cara ini, citra lapas akan membaik seperti semula.


Ketika berjalan menuju ruangannya, dokter Baek menyindir In-kyu: “Sekarang mereka memujimu.. tapi, bagaimana kalau mereka tahu alasanmu menjadi seorang dokter hanyalah untuk balas dendam... Pepatah mengatakan, pada dasarnya manusia bisa berubah hanya dalam waktu 10 hari, namun tak bisa bertahan seperti itu dalam waktu 100 hari.. Logikanya begitu, namun siapa yang tahu.. kapan kau akan berubah?”


Masuk ruangannya, disana telah ada Hyung-bum yang menunggunya.


Dihadapan In-kyu, Hyung-bum mengumpat dokter Baek yang dia rasa sebagai orang yang telah membuatnya mual dan muntah semalaman, “Dia memberiku obat yang membuatku sakit seperti ini..”

Kemudian, In-kyu menyebutkan beberapa gejala fisik yang ternyata memang dirasakan oleh Hyung-bum. Dia pun bertanya, barangkali ada pembengkakan? 


Hyung-bum tak mengetahui pasti kondisinya, maka In-kyu sampai berlutut dihadapannya untuk memeriksa bagian kaki Hyung-bum yang memang agak membengkak. 17


Dalam waktu singkat, In-kyu memerhatikan kondisi Hyung-bum secara keseluruhan yang telah menunjukkan tanda positif penyakit hepatitis dan  gagal ginjang akut. Dari mulai jaundice (mata kuning), kulit yang kering, dan berwarna kekuningan.


“Dokter, kenapa kau menatapku seperti itu?” tanya Hyung-bum

“Hmm... tak ada apapun..” jawab In-kyu yang kemudian berdiri dan kembali duduk di kursinya.


Hyung-bum bertanya, apakah kondisinya akibat obat dari dokter Baek? Dengan santai, In-kyu menjelaskan bahwa semua ini merupakan efek samping dari obat yang diberikan olehnya, “Kau harus menahannya, kau mesti rutin minum obatnya, karena gejala itu hanyalah efek samping dalam proses pengobatan.”

“Aku tidak memercayai dokter Baek, tapi aku percaya padamu..” ungkap Hyung-bum yang kemudian memaparkan fakta yang dia ketahui tentang dokter Baek yaitu mengenai keberadaan putranya dalam lapas, “4817, si gendut itu..”

“Kurasa kau salah..” ucap In-kyu dengan tenangnya

“Mana mungkin salah.. aku bisa menebaknya hanya dengan metihatnya..” ujar Hyung-bum

“Tebakanmu salah..” tukas In-kyu


Berikutnya, Hyung-bum bertanya alasan In-kyu bekerja disini. In-kyu menjawab dirinya butuh uang, bertugas disini membuatnya memiliki banyak waktu luang, hingga bisa mengambil ‘pekerjaan paruh-waktu’ diluar sana.

Dengan sangat meyakinkan, In-kyu bercerita bahwa dirinya menghasilkan banyak uang dari tindakan ilegal, seperti mengobati para gangster yang tak bisa dibawa ke RS.  Mendengarnya, seketika membuat Hyung-bum bertanya, “Mau kukenalkan pada pekerjaan paruh waktu yang hanya dilakukan sekali, namun bisa menghasilkan uang untuk seuur hidup?”


Secara diam-diam, In-kyu pun menuliskan nomor telponnya pada sebuah caatan kecil yang dia berikan pada Hyung-bum.


Ji-in menemani Gyu-sang yang baru menyelesaikan pemeriksaan, dia pun mendengar ungkapan hatinya yang terdengar begitu menyayangi putrinya, hingga membuat Ji-in merasa iri, “Gyung-seo beruntung karena punya ayah berhati-hangat seperti anda...”

“Bukannya anda punya seorang ayah juga?”

“Ada.. tapi rasanya seperti tak ada...”

“Para ayah memang seperti itu... namun mereka pasti menyangi dan selalu memikirkan anaknya. Hanya saja, mereka tak tahu bagaimana cara untuk menunjukkannya dengan tepat..”

“Begitukah?”

Terakhir, Gyu-sang minta bantuan Ji-in untuk membujuk In-kyu suaya bersedia menjadi dokter yang mengoperasi putrinya, “Hanya dia-lah dokter yang kukenal.. dan dia sudah kuanggap seperti putraku sendiri..”


Akhirnya, In-sung bersedia mendonorkan liver untuk ayahnya, namun tak bersedia jika harus mendonorkannya pada orang lain. Madam Noh membujuknya, “Hanya inilah satu-satunya cara, supaya mereka mau mendonorkan liber untuk ayahmu!”

“Bu.. pada dasarnya semua orang akan mati. Jadi biarkan saja-lah..”

“Setidaknya, selagi kita bisa.. kita harus melakukan segala hal untuk menyelamatkannya!”

Namun In-sung tetap menolak, dan itu membuat Madam Noh geram hingga mempersilahkannay untuk pergi saja, jika memang dia tak ingin melakukannya..


In-sung bernar-benar pergi. Namun langkahnya terhenti di depan pintu karena sang ibu mengancamnya, “Pada saat kau berjalan keluar, maka kita bukan keluarga lagi. Namamu akan kuhapus dari kartu keluarga! Warisan? Jangan harap sepeser pun akan kau terima!”


Ji-in menemui dokter Go.. mereka mendiskusikan kondisi pasien serta operasi tranplantasi yang dijadwalkan besok, pukul 7:30 malam. Mengetahui bahwa In-kyu masih bellum memberikan respon positif, maka dokter Go minta Ji=in untuk menghuubunginy sekali lagi.


In-kyu tengah duduk sambil merenung.. dia menuliskan nama-nama orang yang terkait dengan organisasi jual-beli organ yang membuat ayahnya meninggall. Baru ada dua nama, yaitu Gil-sang sebagai Yeon-jang dan Hyung-bum.. namun masih ada seorang lagi yang belum In-kyu ketahui identitasnya.


Tiba-tiba, suster datang.. dia menanyakan keputusan In-kyu terkait operasi Baek Gyu Sang. Namun masih sama seprti sebelumnya In-kyu menolak untuk berpartisipasi~


Si broker.. kemballi datang untuk menjenguk Hyung-bum. Lagi-lagi mereka membahas tentang sosok ‘yeon-jang’ yang masih sangat misterius dan tidak kita ketahui pasti perannya apa dalam bisnis ini.


Hyung-bum menunjukkan no.telpon In-kyu yang telah dia tulis di tangannya. si broker beranya, “Bukankah ini terlalu cepat?”


“Dia akan melakukannya.. dia bilang, dia butuh uang..”

“Tapi tetap saja..”

“Pria ini adalah dokter sungguhan. Jika kita berhasil menariknya kedalam pihak kita, kita bisa mengontrolnya sesuka hati kita. Entah dengan cara mengencam atau pun menakut-nakutinya. Berikan dia pekerjaan yang mudah.. jangan beri pekerjaan VIP... sekarang, materialnya bagaimana?”

“Tentu saja kita punya semuanya..”

“Jika dia berhasil menyelesaikan tugas ini, barulah beri dia klien VIP..”
Advertisement


EmoticonEmoticon