2/11/2018

SINOPSIS Cross Episode 3 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Cross Episode 3 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Cross Episode 2 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Cross Episode 3 Part 2

Sementara In-kyu menolong ibu hamil yang telah tak sadarkan diri, Ji-in bergegas memberikan pertolongan pertama pada salah seorang pria yang badannya terhimpit dalam mobil.


Ibu hamil itu dikeluarkan dari mobil lalu dibaringkan di tempat yang lebih aman. Suaminya menyebutkan, bahwa sang istri tak memiliki penyakit jantung atau pun asma, namun tiba-tiba tubuhnya kejang. Seluruh orang panik, namun In-kyu segera melakukan CPR.. 


Tak lama kemudian, ambulans datang. Sebagai seorang dokter, In-kyu bekerja sama dengan tim medis untuk memeriksa kondisi wanita itu. Hasilnya didapatkan seluruh tanda-tanda vital-nya menurun.


Ketika diperhatikan lebih lanjut, ternyata vena jugularis di bagian leher telah mengalami pembengkakan. In-kyu sangat yakin, bahwa wanita ini mengalami tamponade jantung (penekanan yang cepat atau lambat pada jantung karena adanya akumulasi cairan/darah/nanah)

Setelah naik kedalam ambulans, In-kyu menegaskan bahwa wanita ini perlu segera mendapatkan penanganan karena kondisinya tak akan bertahan lama. Dia berniat melakukan tindakan medis yaitu pericardiocentesis, namun petugas tak mengizinkannya karena In-kyu tidak bekerja di RS. 


Ji-in datang.. dia mendengarkan penjelasan In-kyu yang dengan sangat yakin, memastikan bahwa wanita ini mengalami tamponade jantung dan dia merupakan anggota keluaraga Baek Gyu Sang.yang baru saja mereka temui di lapas..

Sempat ragu, namun pada akhirnya Ji-in bersedia mengambil resiko. Dia minta ambulans membawa mereka ke RS Sunrim dan meminta In-kyu melakukan tindakan medis dalam perjalanan.


Kondisinya sangat menegangkan.. karena mobil yang melaju tak bisa diam. Namun In-kyu berusaha fokus hingga akhirnya berhasil menusukkan jarum suntik di bagian yang tepat, lalu darah bisa dikeluarkan dan tanda-tanda vital pasien perlahan kembali menjadi normal.


Hal ini membuat semuanya bisa bernafas lega. Terlebih, dari detak jantungnya, kemungkinan besar  bayi pasien masih dalam kondisi yang cukup baik.


Baek Gyu Sang menunggu kedatangan keluarganya. Sebentar lagi, jam besuk akan habis.. namun tak ada panggilan untuknya. Dia pun melihat foto keluarga putrinya, yang dibelakangnya tertulis ucapan dukungan serta semangat~


Dokter Son tengah menangani pasien darurat yang mengalami pembengkakan pada tangannya. dia pun memeriksa lebih lanjut dengan menggunakan alat sonografi..


Tak lama kemudian, datanglah mobil ambulans yang membawa pasien kecelakaan. Ketika melihat In-kyu.. tiba-tiba jantung Dokter Son berdegup dengan sangat kencang hingga membuatnya tak bisa fokus pada pasiennya. Dia pun hanya meminta tim-nya untuk menyiapkan operasi tulang..


Dokter Son menghampiri pasien yang dibawa In-kyu, dia melakukan pemeriksaan singkat lalu mengecek lebih lanjut dengan menggunakan USG. Tak ada perdarahan dalam, namun detak jantungnya sangat lemah..  bayi dalam kandungannya, di presiksi berusia sekitar 32 minggu.


Tak sengaja, Ji-in melihat bagian seprei yang berubah menjadi warna merah.. ketika diperhatikan lebih lanjut, ternyata pasien mengalami perdarahan luar, spontan.. tanda-tanda vitalnya langsung menurun. In-kyu melakukan CPR dan Dokter Son menyuntikan ephineprin.. namun tetap saja, kondisinya tak membaik.

“Kita harus melakukan Operasi Caesar! Sekarang juga!” tegas In-kyu


Ji-in menelpon ayahnya, minta bantuan untuk melakukan operasi, karena saat ini mereka  kekurangan tenanga doter ahli, dan tak ada yang mumpuni untuk melakukan tindakan Caesar.


Dokter Go bergegas pergi menuju IGD, dibelakangnya Son sajang beserta seroang staff RS melihatnya. Mereka pun bertanya-tanya, mengapa Dokter Go yang bertanggung jawab dalam operasi tranplantasi malah tergesa-gesa menuju ruang gawat darurat, “Mungkinkah ada pasein mati otak?”


Mereka mengejar Dokter Go, dan malah dibuat kaget karena melihat kehadiran In-kyu yang bukan merupakan dokter di RS ini, Son sajang marah besar.. dia membentaknya dan menyuruh petugas keamanan untuk mengusirnya.


Terjadilah perdebatan.. Namun Dokter Go dan Dokter Son membela In-kyu, mereka bersikeras menyatakan bahwa mereka membutuhkan bantuannya untuk melakukan operasi. 


Dokter Son yang ternyata merupakan putrinya Son Sajang, sampai menegaskan bahwa dirinya-lah yang akan bertanggung jawab, apabila terjadi sesuatu yang tak diharapkan~


Teman Hyung-bum, yang merupakan broker penjualan organ.. secara illegal, memasuki apartemen In-kyu. Disana, dia melakukan pengecekan pada setiap sudut ruangan. Dia memfoto beberpa dokumen, seperti ijazah serta surat tagihan hutang milik In-kyu.


Dia sempat melihat foto In-kyu bersama dengan adiknya.. kemudian membuka lemari, dia menyingkapkan seluruh pakaian... dan tak ada apapun disana~


Disaat dia pergi, terlihat gadget milik In-kyu yang tersimpat di atas meja dan masih menyala..


Seluruh tim telah bersiap dalam ruang operasi. Dokter Son ditugaskan untuk melakukan caesar, karena tak ada dokter Obgyn disini. Awalnya dia ragu, namun Dokter Go memberikanya dukungan.. hingga membuatnya berani melakukan hal yang belum pernah dia lakukan sepert ini.


Perlahan, perut pasien dibuka.. terlihat liver-nya dalam kondisi yang parah, makanya pengangkatan bayi harus dikeluarkan secepat mungkin. Tapi tiba-tinba.. In-kyu melihat luka kecil pada bagian arteri yang membuat darah terus keluar.


Spontan, In-kyu merogoh bagian arteri tersebut lalu menjepitnya dengan alat khusus..

“Cepat.. kita tak punya banyak waktu..” ujar Dokter Go


Bergegas, bayi dikeluarkan dan suara tangisnya berhasil membuat semua orang bernafas lega. Ji-in membantu menjepit bagian tali pusat.. dan itu membuat Dokter Son heran, “Bukannya kamu koordinator transplantasi organ?”


“Aku ada sedikit pengalaman dalam hal bedah. Aku sempat bekerja di ruang operasi, selama beberapa tahun..” jawabnya


Setelah tali pusat digunting, In-kyu memangku bayi lalu memasukannya kedalam inkubator. Sekarang satu masalah telah selesai.. selanjutnya, mereka mesti melakukan penangan pada organ liver pasien~

Advertisement


EmoticonEmoticon