2/04/2018

SINOPSIS Cross Episode 2 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Cross Episode 2 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Cross Episode 1 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Cross Episode 2 Part 2

Mendengar In-kyu mengutarakan keinginannya untuk balas dendam, Dokter Go malah balik menyindir kemampuan In-kyu sebagai ahli bedah yang telah melakukan malpraktek hingga membuat pasiennya terkena serangan jantung, “Hanya karena hal semacam itu, kau bisa kehilangan lisensi doktermu. Kalau memang ingin balas dendam, lakukankah disini sekarang juga.. diruangan ini, hanya ada kita berdua!”


Dokter Go meminta In-kyu mengambilkan pisau bedah. Dengan tangannya yang bergetar.. In-kyu menyerahkannya, tetapi agak dia tahan ditangannya hingga membuat Dokter Go kesulitan mengambilnya..


In-kyu: “Aku ingin bertanya satu hal.. Mengapa anda mendonorkan organ In-joo?”

Dokter Go: “Sudah kubilang, aku ingin organnya bisa terus hidup meskipun itu dalam tubuh orang lain..”

In-kyu: “Hanya itu alasannya?”

Dokter Go: “Maksudmu apa?”

In-kyu: “Kau tak punya motif lainnya?”

Dokter Go: “Kau kira, aku telah merencanakan semuanya?”

In-kyu: “Karena golongan drahanya langka..”

Dokter Go: “Kang In Kyu!”


Tiba-tiba, Ji-in masuk.. sejenak dia terdiam heran, ketika melihat tangan In-kyu dan Dokter Go yang sama-sama memegang erat sebuah pisau bedah. Lalu setelah mereka melepasnya, Ji-in langsung memberitahu Dokter Go kalau ada pasein kecelakaan yang mati batang otak dan akan mendonorkan organnya, via telpon tim medis yang bertugas memberitahukan bahwa seluruh adminitrasi telah diurus dan tinggal dilaksanakan operasi pengangkatan besok.


Dokter Go melanjutkan operasinya, dalam wakutu singkat.. dia pun berhasil mengangkat sebuah ginjal yang lansgung dia masukkan ke dalam tempat khusus. 


Sebelum pergi, dia menatap In-kyu dan mengatakan: “Ingatlah betapa ayahmu dan In-joo sangat ingin agar kau melanjutkan hidupmu.. dan juga ingat, mengapa dulu kau bercita-cita untuk menjadi seorang dokter!!”


Dalam ruangan tersebut, ada Ji-in dan Dokter Baek.. otomatis mereka mendengar kalimat yang dikatakan oleh Dokter Go barusan. Mereka terdiam keheranan.. mereka makin penasaran, akan hubungan antara Dokter Go dan In-kyu yang sesungguhnya~


Berita mengenai keberadaan pendonor organ, telah sampai di telinga Son sajang. Dia pun mengusulkan supaya organ tersebut didonorkan untuk Kongres Noh. Akan tetapi Direktur Lee agak ragu, karena masih banyak pasien kritis lain yang lebih membutuhkannya..

Tetapi.. setelah Son Sajang menyebut nama Dokter Lee yang akan melakukan operasi, seketika Direktur Lee langsung mengatakan bahwa dirinya akan mengusahakan supaya donor tersebut bisa terjadi~


Dalam perjalanan, Ji-in bertanya pada ayahnya, “Siapa dokter tadi? Aku tak suka dengan caranya menatap ayah..”

Tak menjawabnya, Dokter Go malah menanyakan apakah pasien Kim Sooo-nam (penerima donor) telah bersiap-siap?

“Hfft... iya, dia sudah tiba..” jawab Ji-in dengan kesal

[ .... Flashback .... ]


Dokter Go tak sengaja, melihat In-kyu dan adiknya yang tengah diusir oleh suster. Dia pun menghampiri mereka, dan langsung mengkhwatirkan kondisi In-joo yang memang terlihat begitu lemah.


Meskipun suster menolaknya, namun Dokter Go tetap membawa In-joo masuk kedalam. Dia memeriksanya, kemudian memberikan infus untuknya...


Setelah melihat adiknya mendapatkan penanganan, In-kyu bergegas pergi. Seorang diri, dia jongkok di depan pintu Rumah Sakit, padahal kondisinya tengah hujan deras.


Tak lama kemudian, Dokkter Go menghampirinya, “Masuklah.. kenapa menunggu disini? Kamu juga terluka..” ucapnya

Terlihat, robekan yang disertai keluaran darah di bagian lutut celana yang dikenakan In-kyu. Namun In-kyu menjelaskan diirnya tak bisa masuk, karena takut ditagih biaya Rumah Sakit


“Kamu tak perlu mengkhawatirkan hal seperti itu.. itusih tugasnya orang dewasa. Sepertinya, lukamu sangat menyakitkan.. kalau memang sakit,, bilanglah.. jangan menahannya..” tutur Dokter o yang seketika lansgung membuat In-kyu tak kuasa menahan tangisnya.

Sesuai dugaan, ternyata luka di lutut In-kyu memang cukup parah... ada robekan yang memerlukan beberapa jahitan. 


Ketika memerhatikan Dokter Go yang tengah serius menjadi lukanya, tiba-tiba In-kyu bertanya: “Pak Dokter, bagaimana caranya supaya aku bisa menjadi dokter sepertimu? Dokter yang baik hati.. yang mau menolong orang lemah seperti kami..”

“Aku bukan dokter yang baik.. tapi kurasa kamu akan menjadi sorang dokter yang sangat baik. kamu mengwakhatirkan adikmu melebihi dirimu sendiri. Kamu telah memiliki kualifikasi yang lebih dari cukup untuk menjadi seorang dokter..”  papar Dokter GO

“Kalau anda bukan dokter yang baik.. lantas, anda itu dokter yang seperti apa?” tanya In-kyu

[ .... Flashback END .... ]


Ji-in dan Dokter Go telah tiba di Rumah Sakit, Ji-in mengeluhkan sikap ayahnya yang terus melamun dan terlihat aneh sepanjang perjalanan~


Pihak keluarga pasien telah menunggu dan Dokter Go memastikan bahwa dirinya akan berusaha sebisa mungkin, supaya operasinya berjalan dengan lancar..

“Pak dokter, saya menyerahkan semuanya kepada anda.. mohon selamatkan dia..”


Hyung-bum berbicara dengan seseorang yang mengunjunginya di sel tahanan. Nampaknya, orang itulah yang memberinya tugas unuk membunuh Gil-sang.. tapi sayangnya, mereka tahu kalau Gil-sang masih bertahan hidup.

“Aku menusuknya secara membabi-buta, tapi dia berhasil selamat.. pria itu memang hebat..” 

“Siapa pria yang kau bicarakan?”

“Ahh.. ada seorang dokter baru.. namuanya Kang In Kyu. Coba  caritahu latar belakangnya dan alasan mengapa dia datang kesini. Kalau beruntung, aku bisa memanfaatkannya untuk kepentinganku!” 


Dokter Baek memeriksa daftar obat yang harus dibeli, dia agak heran karena jumlahnya lebih banyak daripada biasanya. Dia pun minta dibawakan, catatan medis yang lengkapnya..


Setelah dibaca dengan teliti, dia menemukan kejanggalan pada catatan resep untuk tahanan nomor 4713, bernama Kim Hyung Bum dan kebetulan, dokter yang bertanggung jawab adalah In-kyu. Meskipun janggal, tapi pada akhirnya Dokter Baek menandatangani berkas tersebut..


Di RS, Dokter Lee tengah memeriksa Kongres Noh.. kondisinya bagus dan cukup stabil untuk dilakukan operasi. Katanya ada kerabat yang telah bersedia mendonorkan liver-nya, kemudian Dokter Lee lanjut bertanya, “Kalau donor ginjal-nya bagaimana?”

“Kamu tak tahu, katanya ada pasien yang mati batang otak disini. Kalau semuanya berjalan dengan lancar, kita bisa melakukan operasi saat itu juga..” papar Direktur Lee


Mendengar hal tersebut, seketika Dokter Lee terlihat kurang setuju.. tapi kemudian, Son Sajang memaparkan kalau Dokter Lee akan menjadi Dokter yang melakukan operasi yang nantinya disiarkan secara langsung. Bagaimana pun juga, hal tersbut bisa menjadi batu loncatan yang membuat karirnya makin cemerlan dalam waktu singkat..

Meskipun sempat ragu, tapi pada akhirnya Dokter Lee menyetujui tawaran tersebut~


In-kyu baru sampai di lapas, dan ketika masuk kedalam ruangannya ada Hyung-bum yang telah menunggunya. Hari ini, dia memang dijadwalkan untuk mengganti balutan perbannya..

Hyung-bum: “Kelihatannya mood anda sedang tidak bagus..”

In-kyu: “Begitukah?”

Hyung-bum: “Kau tak senang melihatmu? Akusih senang melihatmu!”

In-kyu: “Syukurlah.. luka ditanganmu kondisinya bagus. Aku sempat ... khawatir, lukanya infeksi..”


Selanjutnya, Hyung-bum memuji kemampuan In-kyu yang berhasil menyelamatkan Gil-sang, padahal telah ditikam olehnya dengan sangat parah..

Hyung-bum: “Kau tahu, kau juga telah menyelamatkanku. Kalau dia mati, hukumanku bisa dilipatgandakan.. padahal saat ini, aku telah menerima hukuman penjara seumur hidup...” 

In-kyu: “Syukurlah..” 

Hyung-bum: “Kurasa, dari luka yang dia dapatkan.. kau bisa menebak apakah itu dilakukan oleh seseorang yang amatir atau profesional..”

In-kyu: “Robekan pada aorta di daerah jantung, menunjukkan bahwa kau memiliki pengetauan yang cukup baik di bidang medis..”

Hyung-bum: “Kau bilang pernah melihatku di berita..”

In-kyu: “Ya..”

Hyung-bum: “Kalau begitu, kau tahu kejahatan apa yang telah kulakukan?”

In-kyu: “Aku tidak mengingatnya secara detail..”


Setelah melihat kalau sipir tengah berdiri jauh darinya, Hyung-bum mendekatkan wajahnya pada In-kyu lalu dia berbisik menjelaskan bahwa dirinya melakukan suatu bisnis, “Kau tinggal mengambil kemudian menanamkannya di tubuh orang lain.. aku berbicara tenang penjualan organ!”

“Jadi begitulah kalian menyebutnya..”

“Iya.. aku telah cukup lama melakukannya. Tanpa meliahtnya pun, aku bisa mengetahui dengan pasti.. dimana lokasi organ itu berada dalam tubuh seseroang...”


Berusaha untuk tetap terlihat tenang, In-kyu bertanya: “Siapa yang melakukan operasinya?” 

“Hmmm.. operasi pengangkatan? Ada orang lain, namanya Yeon-jang. Sebenearnya.. bedabah yang kutikam kemarin, dia itu Yeon-jang..”


Mendengar hal itu, seketika membuat In-kyu terdiam kaget, matanya membelalak menatap tajam kearah Hyung-bum..

Hyung-bum: “Kenapa? Kau sangat terkejut sepertinya..”

In-kyu: “Tidak..”

Hyung-bum: “Dari waktu ke waktu, dia semakin sering melakukan kesalahan saat operasi pengangkatan organ, padahal itu merupakan pekerjaan penting dalam bisnis kami.. ohiya, bukankah sebelumnya kau bekerja di RS ternama?”

In-kyu: “Ya”

Hyung-bum: “Departemen apa?”

In-kyu: “Departemen bedah..”

Mendengarnya, seketika membuat Hyung-bum tertawa dan menatap In-kyu dengan penuh rasa ketertarikan..
Advertisement


EmoticonEmoticon