2/03/2018

SINOPSIS Cross Episode 1 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Cross Episode 1 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

DRAMA SEBELUMNYA || SINOPSIS Mother
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Cross Episode 1 Part 2

Sore hari, ketika hujan turun cukup deras, terlihat Kang In-kyu (Go Kyung Pyo) dengan setelan serba hitam, berjalan seorang diri dibawah payung hitam menuju ke sebuah lapas.


Sejenak, dia menghentikan langkahnya.. dia membuka kacamatanya, ternyata dia memiliki kemampuan tak biasa.. yaitu matanya yang berfungsi seperti kaca pembesar. Buktinya, dia bisa melihat bentukan air hujan, yang oleh mata orang biasa hanya terllihat seperti titik-titik air yang jatuh begitu saja.


Dia datang ke lapas untuk diwawancara setelah mendaftarkan dirinya sebagai salah satu tim medis disana. Melihat CV-nya saja, membuat dua orang sipir sangat kagum padanya. Tertulis dengan jelas, bahwa In-kyu merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Myung-in, salah satu Universitas paling ternama yang mencetak lulusan berkualitas hebat. 


Tetapi Dokter Baek, selaku kepala tim medis lapas, menaruh curiga yang sangat besar kepadanya. Saat ini, In-kyu telah menjalani tahun ke-4 sebagai dokter bedah di RS Univ. Myung-in dan dua bulan lagi bisa mendapatkan gelar spesialis, tapi kenapa malah berhenti dan melamar kerja di tempat ini?

In-kyu: “Tidak cocok dengan karakterku..” 

Dokter Baek: “Apanya? Menjadi dokter? Atau spesialismu?”

In-kyu: “Spesialisku tidak cocok dengan karakterku”

Dokter Baek: “Kau bisa mengganti jurusan spesialismu, bukannya malah berhenti begitu saja”

In-kyu: “Sistem magang dan suasana Rumah Sakit tidak cocok denganku”

Dokter Baek: “Bukan karena kau membuat masalah? Apalagi alasan seorang dokter residen tahun keempat mengundurkan diri dari Rumah Sakit besar? Antara malpraktek atau terjebak rumor yang melibatkan wanita”

In-kyu: “Tidak”

Dokter Baek: “Aku bisa mencari tahu hanya dengan satu panggilan.”

In-kyu: “Jika anda meragukanku, cari tahu dan tanyalah langsung pada Kepala Profesor disana”


Selanjutnya kepala tim medis bertanya pada In-kyu, “Apakah kerabatmu ditahan disini?”

In-kyu: “Tidak..”

Dokter Baek: “Apa kau menyimpan dendam pada seseorang disini?”

Sejenak terdiam, In-kyu lalu menjawab “tidak”


Dalam ruang mandi, kita melihat seorang tahanan bernama Lee Hyung-bum (Heo Sung Tae) yang tiba-tiba memecahkan jendela dan mengambil serpihan kaca yang cukup besar. Dia pun berjalan menghampiri seseorang bernama Gae-sang, dia meneriakinya dan memperlihatkan banyak bekas luka tusukan di perutnya.


Gae-sang gemetar ketakutan, “Bagaimana bisa kau ada disini?” tanyanya

“Aku selalu ada disini, menunggumu kemunculanmu!”

“Hyung-bum tenanglah.. waktu itu, aku sangat butuh uang. Biar kujelaskan apa yang sebenarnya terjadi.. aku akan memberikan seluruh uangku padamu.. tenanglah, kumohon..”


Hyung-bum tersenyum, kemudian secara membabi-buta dia menggunakan serpihan kaca di tangannya untuk menikam Gae-sang~


Kembali ke tempat wawancara, hingga sekarang keseriusan In-kyu masih dipertanyakan. Kali ini, karena kualifikasi In-kyu yang terlalu tinggi. Menanggapi hal tersebut, In-kyu bertanya balik: “Memangnya, anda bekerja disini karena kualifikasi yang tidak mumpuni? Mendengar semua perkataan dokter barusan, seharusnya ada alasan lain yang membuat anda ingin bekerja disini..”

“Hm.. hmm.. aku hanya ingin merawat pasien dengan sepenuh hati..”

“Aku melamar posisi ini dengan alasan yang sama. Adikku.. meninggal karena tidak bisa mendapatkan penanganan tepat waktu.”


Flashback..

Semasa kecil, adik In-kyu sakit parah, dia mengidap atresia empedu. Dan ayah mereka harus pergi demi mencari uang untuk keluarga kecilnya itu..


Ketika tinggal berdua saja, adiknya sering demam tinggi bahkan sampai tak sadarkan diri. Suatu malam In-kyu menggendongnya dan berlari mencari Rumah Sakit.. kebanyakan sudah tutup, ada pun yang buka, malah mengusirnya, dia tak mendapatkan pertolongan karena tak memiliki uang.

Flashback end..


In-kyu diminta menunggu diluar.. sementara Dokter Baek berdiskusi dengan dua orang sipir disana. Tetap pada pendiriannya, dokter Baek tak mau menerima In-kyu, dengan alasan pemborosan Sumber Daya, “Untuk apa kita merekrut serang ahli bedah di penjara..”

“Meskipun ini ‘penjara’, tapi seluruh pekerja disini adalah Pegawai Negeri. Penjra ini, pantas mendapat orang berbakar seperti dia!”

“Satu dokter penyakit dalam dan satu dokter ahli besah. Ini perpaduan yang sempurna..”
“Hanya aku yang berhak mengatur pegawai di departemen medis!”


Dalam kokndisinya yang sekarat, Gae-sang mengatakan: “Dia tak menginginkan hal lain, dia hanya inginkan kau mati! Dia menyuruhku membunuhmu!”

“Kau bisa tidur nyenyak setelah menuruti perintah bedebah itu dan mengkhianatiku!”

“Apa yang bisa kulakukan, jika tak menurutinya dia pasti membunuhku!”


Hyung-bum lagi-lagi menikam Gye-sang dan bersamaan dengan itu datanglah beberapa orang petugas polisi yang bergegas memisahkan mereka dan langsung menyelamatkan Gye-sang.


Alarm darurat dibunyikan, seluruh tim medis berlarian untuk melihatnya. In-kyu yang ada disana, dengan mudah bisa menebak kalau Gyae-sang mengalami ruptur aorta. Seorang sipir hendak menarik serpihan kaca yang tertancap di perutnya, tetapi In-kyu melarangnya, “Kalau kau cabut, detik itu juga dia mati!”


Sebagai penanggung jawab, dokter Baek tak bisa berbuat banyak. Dia pun bingung harus berbuat apa, karena dirinya hanyalah seorang dokter spesialis penyakit dalam.. 

Rumah sakit terdekat, bisa ditempuh dalam waktu sejam, In-kyu bilang pasien ini tak akan bertahan hidup selama itu dan satu-satunya cara untuk menyelamatkannya adalah dengan operasi sekarang juga. Kebetulan, disini terdapat set operasi yang masih baru dan belum pernah digunakan, In-kyu dengan yakin mengatakan kalau dia bisa melaksanakan operasi ini..


Akan tetapi, dokter Baek masih bimbang. Kondisinya sangat berat, kalau sampai Gye-sang dibiarkan mati begitu saja, maka seluruh petugas akan kena masalah.. tapi kalau dia mati di meja operasi yang dilakukan dalam lapas, maka mereka pun tetap kena masalah.

Dengan berat hati, akhirnya Dokter Baek mengizinkan operasi dilaksanakan.. dengan syarat, dia tak mau menjadi orang yang bertanggung jawab jika terjadi masalah apapun.


Operasi berlangsung dengan sangat menegangkan sekaligus ‘mengerikan’. Nampaknya, hanya In-kyu yang menunjukkan raut wajah tenang, sementara yang lainnya beitu tegang. Dia dengan cekatan, membedah bagian dada hingga perut, kemudian meminta suster untuk mencabut pecahan kaca itu dalam sekali tarikan.


Pasien mengeluarkan banyak darah, dan segera beberasa kasa dimasukkan dalam dadanya untuk menyerap darah tersebut. Hingga akhirnya In-kyu berhasil menemuikan lokasi aorta yang ruptur, dengan teliti dia pun mulai menjahitnya. 


Tapi tiba-tiba, Tekanan Darah Pasien menurun drastis. Semua orang panik.. tapi In-kyu tetap tenang menyelesaikan jahitannya, dia meminta suster untuk menginfuskan cairan tertentu, kemudian meminta suster lainnya untuk mengambilkan darah..


Waktu terus berjalan, dan Tekanan Darah terus  menurun.. hal ini mengaibatkan pasien mengalami serangan jantung.. In-kyu hendak melakukan resusitasi. Akan tetapi, Dokter Baek melarangnya dan memutuskan untuk meakukannya sendiri karena kondisi tangan In-kyu yang masih harus dijaga ke-sterilan-nya..


Syukurlah, detak jantung pasien kembali normal.. Akan tetapi, Tekanan Darahnya tetap tidak mau naik, meskipun telah diberi transfusi. Semuanya bingung, kenapa hal itu bisa terjadi?

“Apa mungkin ada luka lain?” tanya In-kyu

Suster beserta sipir yang menemukan pasien, menjawab “Tidak tahu..”


In-kyu melirik bagian samping perut pasien dan ternyata ada sebuah luka sayatan yang menganga cukup besar. Ketika dibuka, terlihat jelas organ liver yang sedikit robek dan terus mengeluarkan darah.

Tim medis serta pertugas lapas lainnya, menyarankan untuk mengakhiri operasi ini dan membiarkan pihak Rumah Sakit yang menyelesaikannya. Akan tetapi, In-kyu terus memerhatikan luka itu.. 

Dia tak mendengarkan saran dari orang lain, dia malah mengambil pinset lalu memasukkannya kedalam liver itu, karena ternyata.. disana tertinggal serpihan pecahan kaca.


Perlahan dia mengeluarkannya dan spontan.. seluruh orang yang melihatnya langsung takjub akan kemampuannya~~

Advertisement

2 komentar

Sepertinya seru ya.. Lanjut mbak

@tya iyaaa, emang seru bangett. Bonusnya, lihat Go Kyung Pyo yang ganteng, hahah 😊😊😊


EmoticonEmoticon