1/03/2018

SINOPSIS Two Cops Episode 23

Advertisement
Advertisement

Penulis Sinopsis: Puji
All images credit and content copyright: MBC

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Two Cops Episode 22
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Two Cops Episode 24

Dong Tak mengernyit mengingat-ingat kembali pembicaraannya dengan Direktur Tak. Beliau pernah mengatakan kalau ia sempat bekerja di Incheon. Dan saat ia hendak pergi, ia membicarakan Gong Soo Chang.

“Apa kau mengenal Direktur Tak? Dia dengan jelas membicarakan tentangmu. Dia juga bilang berutang budi pada Ayahmu.”


Soo Chang rasa ia tak mengenalnya. Lagipula, dia tinggal di truk ayahnya. Jadi kemungkinan Ayahnya tak punya waktu membantu orang lain. Dong Tak juga masih belum bisa memastikan, kalau memang dia pemilik kalungnya, kenapa dia tak ada di TKP? Atau dia menjatuhkan kalungnya sebelum kejadian?

Soo Chang menyarankan agar mereka menemui Direktur Tak. Dia yakin kan kalau dirinya bisa kembali? Jelas, Dong Tak yakin. Lagipula, dia tak mau dihantui Soo Chang terus menerus sepanjang hidupnya.


Dong Tak kembali ke kantor. Saat ia membuka lokernya, ia melihat map milik Ji Ahn masih tersimpan disana. Namun saat ia mengingat ekspresi terkejut Ji Ahn, ia menghela nafas panjang, ia tak mungkin mengembalikannya sekarang.


Keesokan harinya, berita di televisi sudah menyiarkan penemuan mayat wanita yang diduga korban tabrak lari. Kapten Yoo dan rekan-rekan menonton siaran itu. Mereka harus segera mengungkapkan kasus ini.

Dokgo dan Detektif Lee bangkit untuk menjalankan tugasnya. Namun Direktur Park masih termenung sendiri memikirkan kejadian ini.


Detektif Lee dan Dokgo menemui tim forensik. Dokter mengatakan kalau mereka menemukan DNA seorang pria di bawah kuku korban. Jadi kemungkinan korban masih hidup setelah tabrakan.
Flashback


Begitu menabrak pembatas jalan, Jo Min Suk keluar dari mobilnya dengan kesal. Tapi betapa terkejutnya dia saat melihat ada seorang wanita yang terkapar berlumuran darah. Ia menghampirinya dan wanita itu meraih tangan Jo Min Suk untuk meminta pertolongan.

Bukannya menolong, Min Suk malah menjauh dengan ketakutan. Ia melihat kesekeliling tempat kejadian dan tampaknya tak ada seorang pun yang menyaksikan kecelakaan itu.
Flashback End


Detektif Lee bergegas keluar dari ruang Tim Forensik. Dia menginstruksikan agar Dokgo memeriksa semua CCTV di TKP. Dan juga, jangan lupa memeriksa semua tiket masuk parkiran. Dokgo menelepon Detektif Park, dia memintanya untuk memeriksa semua catatan kecelakaan lalu lintas baru-baru ini. 


Detektif Park kelihatan gelisah. Dia pun bergegas untuk pergi ke suatu tempat. Kapten Yoo memperhatikan gerak-gerik anehnya. 

Tak lama, Detektif Park sampai di ruang CCTV. Dia bertanya pada petugas disana, apakah dia bisa memulihkan file yang sudah dihapus? Petugas itu langsung menebak kalau CCTV yang dihapusnya punya hubungan dengan kecelakaan yang ada di berita. Dia tak mau tahu, pokoknya yang menghapus rekaman itu adalah Detektif Park.


Detektif Park pergi ke tempat sepi untuk menelepon Jo Min Suk. Dia tahu kalau Jo Min Suk menabrak seseorang dan memanfaatkannya. Jo Min Suk acuh tak acuh, dia cerewet sekali. Dia kan sudah menerima uangnya. Jadi, tutup saja mulutnya yang cerewet itu.


Detektif Park sungguh frustasi, dia mengumpat marah dan hampir membanting ponselnya. Di kejauhan, Kapten Yoo terus memperhatikan gelagat anehnya kali ini.


Kapten Yoo dengan hati-hati memberita tahu Inspektur Ma, jika salah satu anak buahnya telah membuat kesalahan. Dia hanya ingin memohon, supaya kali ini Inspektur Ma bisa menutup mata untuknya. Dia akan menanganinya, kalau tak bisa, ia akan mengundurkan diri.

“Tidak banyak hal yang bisa kau lakukan walaupun aku menutup mata. Silakan pergi.” Ujar Inspektur Ma.


Kapten Yoo tak bisa berkata apa-apa lagi dan pergi dari ruangan Inspektur Ma. Inspektur Ma membanting file-nya dengan geram. Ia teringat kalau semalam, Komisaris No mencari seseorang yang menangani kasus kecelakaan lalu lintas. Rupanya, orang itu adalah salah satu bawahannya.

“Inspektur Ma, bagaimana bisa kau memanfaatkan kami!” geramnya.


Detektif Park menemui Komisaris No di lapangan golf. Tanpa banyak basa-basi, dia langsung menanyakan masalah Jo Min Suk. Beliau sengaja mengenalkan Jo Min Suk padanya, bukan?

Komisaris No tidak menyangkal, bukankah seharusnya dia bersyukur kalau ada yang memberikan uluran padanya? Uluran itu akan membuatnya percaya diri. Bukankah kepercayaan diri sangat penting bagi Detektif. Bagaimana bisa ia mengeluh padanya?

Detektif Park geram, dia akan meluruskan segalanya kembali. Komisaris No murka, silahkan saja. Kalau memang sudah selesai, pergi sana!


Ponsel Komisaris No berdering. Inspektur Ma yang meneleponnya, dia langsung melabraknya yang sudah berani-berani memanfaatkan anak buahnya lagi. 

Komisaris No tidak mau disalahkan, “Apa yang aku lakukan? Ini semua gambaran bahwa Direktur Tak sedang dipermainkan. Ketua Jo dari Star Group tahu kelemahan Direktur Tak. Dia bilang akan menutupi beberapa kejadian untuk Ketua Jo 16 tahun lalu.”


Dong Tak menemui Direktur Tak untuk mempertanyakan tentang kalung berinisial TJH. Dengan hati-hati, ia bertanya apakah Direktur Tak tahu akan kalung itu? Inisialnya sama dengan namanya, mungkinkan itu miliknya?

Direktur Tak memperhatikan kalung itu dengan seksama. Dia memang punya kalung seperti itu? Atau mungkin, memang kalung itu miliknya?

Dong Tak terkejut, “Apa itu milik Anda?”


Tentu saja bukan, ujar Direktur Tak. Dia menyimpannya dengan baik. Kalung itu punya kenangan untuknya. Dia menyimpannya ditempat yang sangat aman. Direktur Tak mengeluarkan kalung berinisial TJH yang ia simpan dengan rapi. Itu miliknya. Ia harap, pertanyaan Dong Tak bisa terjawab dengan itu.

Dong Tak mengernyit saat memperhatikan kalung milik Direktur Tak. Tapi dia tidak mengatakan apapun, kemudian berpamitan pergi.


Soo Chang langsung menghambur ke arah Dong Tak, bagaimana? Apakah Direktur Tak mengatakan kalau itu kalung miliknya?

“Tidak. Tapi ada yang aneh. Dengan auranya..” ujar Dong Tak.


Didalam ruangan, Direktur Tak menelepon seseorang dan mengucapkan terimakasih atas kalungnya.


Kapten Yoo mulai gelisah dengan kondisi timnya. Ia pun akhirnya meminta bantuan Dong Tak untuk menyelesaikan masalah tim mereka dulu. Dong Tak menepikan mobilnya, dia menyuruh Soo Chang untuk kembali ke panti. Dan ia akan menyelesaikan masalah di kantor secepat mungkin.


Dalam perjalanan menuju panti, Soo Chang berpapasan dengan Detektif Park. Detektif Park tengah mengumpat sendirian dan berkata akan membunuhnya. Soo Chang mengernyit heran, mendengar kata ‘membunuh’ membuatnya khawatir dan memutuskan untuk mengikuti Detektif Park.


Di kantor, Dong Tak berpapasan dengan Inspektur Ma. Ia awalnya berusaha mengabaikannya, namun Inspektur Ma terus memperhatikan dia. Inspektur Ma yakin kalau Dong Tak masih berusaha mengungkapkan kasus Hang Joon. Ia menyarankan agar Dong Tak menangani kasus terbaru dari Departemen Lalu Lintas. Dia mungkin bisa mendapatkan sesuatu dari kasus itu.

Dong Tak terkejut, “Apa Anda yang mengirimkan foto itu juga?”

“Foto?” tanya Inspektur Ma pura-pura tak tahu.


Tim Kapten Yoo berkumpul untuk membahas kasus wanita yang ditemukan di tanggul sungai Han. Untuk sementara, mereka hanya punya bukti DNA pria yang ada di kuku wanita itu. Dong Tak teringat akan ucapan Inspektur Ma dan bertanya, “Apakah ini kasus yang didapat dari Departemen Lalu Lintas?”

Kapten Yoo membenarkan. Tak lama kemudian, Detektif Park datang kesana untuk ikut rapat. Ia tampak sangat kacau dan Kapten Yoo terus memperhatikannya. Kapten Yoo memastikan, apakah Dong Tak akan ikut menyelidiki kasus ini?

“Baik.” Jawab Dong Tak.


Rapat selesai, satu-persatu dari mereka mulai keluar dari ruangan. Tersisa Detektif Park dan Kapten Yoo. Kapten Yoo dengan hati-hati bertanya, “Apa kau ingin mengatakan sesuatu padaku?”

“Tidak. Aku akan menangkap pembunuhnya.”


Soo Chang menghampiri Dong Tak dan bertanya perkembangan kasusnya. Dong Tak mengatakan jika kemungkinan mereka bisa menemukan bukti baru kalau mampu menyelesaikan kasus ini.

“Bagus! Kasus ini jawabannya?” seru Soo Chang semangat. Mereka harus menyelesaikan kasus ini karena salah satu brothernya dalam masalah.
Flashback


Soo Chang membuntuti Detektif Park yang rupanya datang ke lapangan golf menemui Jo Min Suk. Ia kesana untuk mengembalikan uang yang ia dapatkan. Sekarang, ia tidak punya hutang lagi padanya.

Jo Min Suk tertawa, “Apa ini tidak cukup? Aku menyuruh mereka memberikan yang banyak untukmu. Bukankah ini cukup?”

Detektif Park menegaskan kalau Jo Min Suk tidak bisa membelinya. Jo Min Suk terkekeh, dia memang sudah membelinya. Tak perduli menabrak rusa atau manusia, ia sudah meminta batuan dan Detektif Park menghapus buktinya. Jadi, dia menyuruh Detektif Park untuk mengambil saja uangnya. 
Flashback End


Mereka semua bergerak untuk menemukan bukti kasus ini. Dong Tak langsung bisa mencari solusi untuk mengganti rekaman CCTV yang sudah dihapus, yaitu blackbox yang ada di truk pengantar barang. Dia sudah melacak semua jalur truk pengantar barang pada jam-jam itu dan sudah menemukan sesuatu. Sekarang, mereka harus menemukan pemilik mobil yang terekam.


Tidak lama, mereka sudah berhasil memanggil Jo Min Suk dan menyuruhnya melakukan tes DNA.


Detektif Lee sudah membaca rekam jejak milik Jo Min Suk. Dia sudah punya banyak catatan dugaan penyalahgunaan narkoba dan lain-lain. Dia tak yakin bisa menjebloskannya ke penjara kali ini. Kapten Yoo memastikan kalau mereka bisa melakukannya, tinggal menunggu hasil DNA-nya keluar saja.

“Oiya, tentang rekaman yang hilang. Ada yang bilang kalau pelakunya adalah orang dalam.”

Kapten Yoo berdehem, tak berani berkomentar. Sementara Detektif Park mendengar pembicaraan mereka dari kejauhan, ia tampaknya merasa bersalah.


Dong Tak menginterogasi Jo Min Suk. Namun Jo Min Suk kekeuh kalau dia cuma menabrak seekor rusa. Dong Tak tak perduli dengan omongannya, tes DNA yang akan membuktikan segalanya.

Min Suk menyeringai geli, apa dia tak mengenalnya? Nilai sahamnya menjadi perbincangan di berita setiap hari. Dong Tak tidak perduli akan kekayaannya. Yang jelas, dalam penjara, sekaya apapun dirinya, ia hanya diperbolehkan menggunakan 20 dollar perhari.


Omongan Dong Tak membuat Min Suk bungkam. Bertepatan saat itu pula, Dong Tak menerima telepon dari petugas forensik. Dia memberitahukan kalau hasil DNA-nya ternyata rusak, jadi dia tak bisa mencocokkannya. 

Rupanya, Petugas Forensik itu pun sedang dibungkam oleh Komisaris No yang terus memperhatikannya.


Dong Tak memuji keberuntungan Min Suk. Min Suk tersenyum angkuh, keberuntungannya itu karena dia adalah pewaris ayahnya. Dong Tak tersenyum santai, dia banyak bicara. Sepertinya dia takut akan sesuatu. Ah.. bagaimana kabar mobilnya?

Min Suk mengaku sudah membuang mobil itu. Apa dia tak pernah menonton berita? Dia mempunyai hobi mengoleksi mobil. Bukankah kalau ia memang mengalami kecelakaan seperti yang Dong Tak tuduhkan, maka ia sudah membuang mobilnya? Lalu bagaimana? Itu kan satu-satunya bukti yang tersisa?


Soo Chang mendengarkan omongan Min Suk dengan seksama. Ia pun tersenyum menemukan sebuah kejanggalan dari ucapannya.


Saat keluar dari ruang interogasi, Soo Chang bergegas menghampiri Dong Tak. Dia yakin kalau pengoleksi mobil seperti Min Suk tak akan mungkin membuang mobilnya begitu saja. Ia meminta izin untuk merasuki tubuh Dong Tak.

“Kau gila?” desis Dong Tak.

“Gila? Kau berbicara dengan hantu, kau juga gila.”

“Lalu, apa yang akan kau lakukan?”

Soo Chang percaya diri, “Aku akan memancing penipu dengan benar.”


Ji Ahn masih pusing memikirkan Dong Tak. Mi Nam menghampirinya dan mengajaknya barter lotion dengan sebuah informasi. Ji Ahn awalnya menolak, lotionnya kan wangi. Mi Nam memberitahukan kalau Jo Min Suk ditangkap tanpa surat penangkapan di kantor polisi Seoul. Kontan Ji Ahn bangkit dari tempat duduknya dan pergi untuk mengambil sesuatu. 


Soo Chang merasuki tubuh Dong Tak. Seketika, cara berjalan dan tingkahnya pun berubah. Di koridor, ia berpapasan dengan Ji Ahn. Keduanya bertatapan dengan kikuk. Ji Ahn bertanya, apakah dia Detektif Cha?

Soo Chang mengelak, dia adalah Soo Chang. Tapi kali ini, dia merasuki tubuh Dong Tak dengan persetujuannya. Apa Ji Ahn ingin bertemu dengan Dong Tak? Ji Ahn menggeleng, dia datang untuk mengambil barangnya yang ketinggalan dan mewawancarai Jo Min Suk.

“Jangan” ucap Dong Tak nyerobot. Soo Chang mengatakan kalau Dong Tak melarangnya, dan dia juga melarangnya. Dan, sekali lagi dia meminta maaf atas apa yang sudah dilakukannya. Ia dan Dong Tak sudah membuatnya terluka.

Ji Ahn menunduk diam. Soo Chang pun permisi untuk pergi, dia sedang sibuk hari ini.


Ji Ahn memperhatikan kepergian Soo Chang, “Penipu itu.. selalu membantu Detektif Cha.”


Soo Chang masuk ke ruang interogasi. Dengan gaya nyentriknya, dia langsung naik kursi dan membungkukan kamera yang merekam ruangan itu. Ia lalu menutup jendelanya. Basa-basi, dia mengajak Min Suk untuk berbicara secara pribadi dan intens.

Min Suk tersenyum angkuh dan berlagak bodoh. Soo Chang berdecak mengatai Detektif Park ataupun atasannya hanya bisa bicara, tapi mereka tak bisa melakukan apa-apa. Min Suk terpancing, jadi dia tahu tentang Detektif Park? Apa Dong Tak juga seperti dia?


Soo Chang terus menjilat Min Suk. Sampai akhirnya dia terperdaya. Soo Chang pun mengatakan, “Aku memutuskan memiliki kehidupan yang lebih baik di sisi orang hebat sepertimu, Direktur Jo Min Seok. Aku akan melanjutkan penyelidikan. Tapi semua hanya pura-pura. Tidak akan ada bukti, jadi semua akan segera lenyap. Tapi aku ingin kau berjanji satu hal padaku. Kau tidak akan dipenjara. Aku akan mengundurkan diri, dan mendapatkan kartu nama di Star Group.”

Min Suk tertawa mendengar ucapan Soo Chang. Soo Chang pun mempersilahkan dia untuk memikirkan tawarannya. Pikirkan dengan positif.
Advertisement


EmoticonEmoticon